Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sinyal Merek Sepatu Vans: Analisis Niat Beli dan Peran Key Opinion Leader Marsinda Apriliana; Adhi Prakosa; Fikri Farhan
JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) Vol 4 No 1 (2026): March: JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jurma.v4i1.3875

Abstract

The sneaker industry in Indonesia has experienced significant growth as fashion has taken on an increasingly important role as part of lifestyle and a means of self-expression, particularly among the younger generation. Amid intensifying brand competition, companies must not only rely on product quality but also build strong brand signals through brand image, brand identity, and brand engagement to boost consumer purchase intent. Additionally, the presence of relevant and credible key opinion leaders (KOLs) is considered capable of strengthening the effectiveness of these brand signals. This study aims to analyze the influence of brand image, brand identity, and brand engagement on the purchase intention for Vans shoes in the Special Region of Yogyakarta (DIY), as well as to test the moderating role of KOL Voice of Baceprot’s awareness. This study employs a quantitative approach using a survey method with 154 respondents; the data were analyzed using the PLS-SEM method. The results indicate that brand image and brand engagement have a significant effect on purchase intention, whereas brand identity does not have a significant effect. Furthermore, KOL awareness was not found to moderate the relationship between the independent variables and purchase intention.
Penguatan Branding Grup Musik Rindu Keroncong melalui Pendampingan Desain Kaos Promosi di Kota Yogyakarta Saktiana, Galuh Mira; Prakosa, Adhi; Huangsadjaja, Jason; Jennifer, Anastasya Claudy
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i3.1897

Abstract

Program pendampingan dari tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari LPPM UNTAR ini memiliki tujuan untuk mengenalkan Grup Musik Rindu Keroncong yang tergolong masih baru dalam dunia hiburan dan kesenian yang ada di Yogyakarta. grup keroncong dapat dikategorikan sebagai bagian dari UMKM dalam sektor ekonomi kreatif atau jasa seni pertunjukan. Adanya musik keroncong ini menciptakan pariwisata berbasis masyarakat, artinya bahwa wisatawan dapat melihat ciri khas dari kebudayaan yang ada di sebuah kota yang ada di Indonesia. Pendampingan ini dirasakan sangat dibutuhkan oleh UMKM yang masih tergolong baru untuk memperkenalkan usaha hiburan dengan melakukan promosi grup mereka. Grup ini mengambil genre musik keroncong, salah satu genre yang cukup unik karena aliran musik ini datang dari Portugis dan memiliki ciri khas tertentu sehingga nilai kebudayaannya cukup tinggi. Pendampingan yang dilakukan ini berupa pentingnya melakukan promosi baik itu online maupun offline. Pendampingan kali ini berupa mengajak untuk melakukan promosi awal agar usaha baru atau lebih tepatnya manggungya lebih laku mengingat ini adalah grup kesenian. Permasalahan yang terjadi pada mitra adalah masyarakat belum banyak mengenal dan tahu mengenai Rindu Keroncong ini. Penjelasan awal adalah mengenai pemilihan promosi yang dilakukan, yaitu offline dan online. Setelah dilakukan wawancara, pada pendampingan ini mitra sesuai menggunakan promosi offline terlebih dahulu, yaitu dengan menggunakan pembuatan desain kaos pada personil grup yang terdiri dari 8 anggota. Jumlah peserta yang mengikuti pendampingan ini sama dengan jumlah anggotanya, yaitu 8 peserta dan durasi waktu yang digunakan untuk pendampingan ini sekitar kurang lebih 35 hari mulai dari wawancara sampai selesai pembuatan desain selesai. Setelah mempertimbangkan dan edukasi mengenai gambar apa, kemudian tulisan apa, dan juga logo yang digunakan pada kaos tersebut. Pemilihan warna dan juga bentuk huruf serta keserasian saling terkait sehingga menimbulkan kolaborasi yang menarik kaos selesai dan siap digunakan untuk sarana promosi mitra. Masyarakat menjadi tahu dan mengenal grup keroncong tersebut pada saat mereka melakukan pertunjukan.
Perluasan Theory of Planned Behavior: Peran Authenticity dan Trustworthiness Devani Sephia Dewi; Adhi Prakosa; Guruh Ghifar Zalzalah
CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cemerlang.v6i1.8879

Abstract

The food and beverage industry in Indonesia is growing rapidly through digital marketing, particularly through the role of influencers in influencing consumer preferences and purchase intentions. Several influencers are no longer merely collaborating with brands, but are also becoming business owners by leveraging their personal branding and follower base. However, when promoting their own products, the effectiveness of these strategies on purchase intentions is not always consistent. This study aims to examine the influence of the Theory of Planned Behaviour on purchase intention and analyse the role of Parasocial Relationship through influencer authenticity and influencer trustworthiness in regional cuisine at RM Padang Payakumbuah. The research uses a quantitative approach with data from 182 respondents in the Special Region of Yogyakarta, analysed using PLS-SEM. The results show that attitude and influencer authenticity do not have a significant effect on purchase intention, while subjective norm and perceived behavioural control have a significant effect. Furthermore, influencer trustworthiness strengthens the relationship between perceived behavioural control and purchase intention. These findings emphasise the importance of social recommendations, ease of purchase access, and building trust towards influencers.