Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM RANGKA PELESTARIAN SENI LAIS BAGI SISWA SMPN 1 RAJAPOLAH KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA Septiani, Ayu; Afsari, Asri Soraya
Midang Vol 1 No 3 (2023): Midang, Oktober 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i3.50424

Abstract

Saat ini Indonesia memasuki peradaban 4.0 yang ditandai dengan bergantungnya masyarakat pada internet atau lebih dikenal sebagai era digital. Periode ini ditandai pula dengan generasi muda yang sangat lekat dengan media sosial. Kelekatan  tersebut dapat dimanfaatkan sebagai upaya pelestarian kesenian oleh generasi muda. Generasi muda yang menjadi sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah siswa SMPN 1 Rajapolah. Adapun kesenian yang dimaksud dalam kegiatan ini yaitu Seni Lais yaitu kesenian dalam bentuk akrobatik yang mengandalkan kemampuan fisik. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu agar para siswa mengetahui dan dapat melestarikan Seni Lais dengan mempelajari Seni Lais dan memanfaatkan media sosial yang saat ini sangat jarang peminatnya. Hasil dari kegiatan ini yaitu para siswa antusias menyimak penjelasan dari narasumber terutama ketika narasumber menampilkan gerakan-gerakan Seni Lais dan bersedia memanfaatkan media sosial sebagai media pelestariannya. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat. Berkaitan dengan kegiatan ini pemahaman Siswa SMPN 1 Rajapolah tentang pelestarian Seni Lais melalui media sosial Instagram dan Twitter. Adapun artikel ini menggunakan metode kualitatif. Simpulan dari artikel ini yaitu perlu adanya pelatihan secara berkelanjutan bagi para siswa SMPN 1 Rajapolah khususnya Seni Lais.   
INVENTARISASI TRADISI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN MASYARAKAT KECAMATAN LEMAHABANG KABUPATEN KARAWANG Septiani, Ayu; Afsari, Asri Soraya
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58182

Abstract

Artikel ini berjudul Inventarisasi Tradisi dalam siklus kehidupan Masyarakat Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat. Tradisi yang dimaksud dalam tulisan ini meliputi kelahiran, pernikahan, khitanan, dan kematian, Adapun siklus kehidupan yang dimaksud meliputi lahir, masa kanak-kanak, dan dewasa. Tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui tradisi yang masih bertahan pada Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat karena Masyarakat tersebut sudah heterogen. Tradisi-tradisi apa yang masih bertahan dan hilang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan obsevasi mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang mengalami hibridisasi karena tradisi saat remaja sudah tidak digunakan lagi. Hal tersebut diduga karena Masyarakat yang homogen. Selain itu, wilayah Kecamatan Lemahabang banyak pabrik yang menjadi faktor penarik pendatang datang berbagai daerah di Indonesia untuk bekerja. 
PERSIAPAN AWAL PENGEMBANGAN DESA RAMAH ANAK BERBASIS LITERASI DIGITAL DI DESA CITENGAH KABUPATEN SUMEDANG SELATAN Zulkifli Mahmud, Erlina; Sobarna, Cece; Soraya Afsari, Asri
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58527

Abstract

Artikel ini ditulis sebagai luaran kegiatan pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat terkait Pengembangan Desa Ramah Anak Berbasis Literasi Digital pada tahap awal. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dilakukan di Desa Citengah, Sumedang Selatan di bawah payung tema besar “Unpad Bermanfaat”. Pada tahap ini dilakukan inventarisasi kebutuhan di lapangan sebagai persiapan pengembangan Desa Ramah Anak berbasis literasi digital bekerjasama dengan mahasiswa KKNM. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Sunda sudah langka di Desa Citengah. Melalui metode penyuluhan, lalu dilakukan pemberian beberapa materi antara lain materi bahasa Sunda untuk mempertahankan budaya lokal dan pemberian materi bahasa Inggris untuk persiapan literasi digital. Metode yang dilakukan ada beberapa tahap yaitu observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar menuju pengembangan desa Ramah Anak berbasis literasi digital. Metode berikutnya terkait hasil observasi yaitu penyuluhan antara lain dalam bentuk pemberian materi bahasa Sunda dan bahasa Inggris. Metode terakhir yaitu pemberian materi pendidikan sehubungan dengan mitra PPM ini adalah guru-guru PAUD, guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK), guru-guru Sekolah Dasar, dan para orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat pada tahap awal ini berupa pembekalan bahasa dipersiapkan untuk melakukan Pengabdian pada tahap berikutnya yaitu Pengembangan Desa Ramah Anak Berbasis Literasi Digital.
PEMBINAAN APRESIASI SASTRA (FOLKLOR) DALAM RANGKA PENGUATAN KARAKTER BANGSA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA KALIRAHAYU DAN DESA TAWANGSARI, KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN CIREBON Afsari, Asri Soraya; Sobarna, Cece; Ampera , Taufik
Midang Vol 3 No 2 (2025): Midang, Juni 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i2.63842

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan minat apresiasi sastra bagi siswa sekolah dasar, menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap kekayaan khazanah cerita rakyat setempat, meningkatkan keterampilan siswa dalam bercerita, dan mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa yang terkandung dalam cerita rakyat. Kegiatan ini meliputi penyuluhan dan apresiasi sastra. Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat sasaran diberi materi mengenai pengetahuan sastra, pentingnya apresiasi sastra dalam rangka penguatan karakter bangsa bagi siswa SD. Adapun apresiasi sastra sebagai tahap evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan lomba bercerita tingkat SD. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berdasarkan pendekatan kelompok, ceramah, dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pemberian materi terkait pentingnya penguatan karakter bangsa bagi siswa menambah wawasan kepada guru-guru SDN Paningkiran dan Panjalin Kidul. Pada tahap evaluasi apresiasi sastra, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan lomba bercerita.
KETIDAKSANTUNAN KESEMBRONOAN DAN MELECEHKAN MUKA PADA TUTURAN ANTARPEMAIN GAME ROBLOX Mayang Novia Fitriani; Hera Meganova Lyra; Asri Soraya Afsari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15008

Abstract

Interactions among online gamers are increasingly dominated by language that violates norms of politeness, particularly on the Roblox platform, which offers a voice chat feature. This phenomenon forms the basis of this study, which analyzes forms of linguistic impoliteness in the game Kite Combat on the Roblox platform. This study aims to describe the categories and subcategories of linguistic impoliteness used in player-to-player discourse based on the theory by Rahardi et al. The approach used in this study is qualitative descriptive, employing the Free Listening and Speaking (SLBC) technique, along with recording and note-taking for data collection. Player-to-player discourse in the Kite Combat game serves as the subject of this study. The findings revealed a total of 35 instances of linguistic impoliteness, comprising 30 instances of the frivolous impoliteness category and 5 instances of the face-aggravating impoliteness category. The privolous impoliteness category was dominated by the subcategory of boasting in jest. Meanwhile, the face-aggravating category consided of criticizing through cynicism, insulting through ridicule, and swearing with offensive language. These findings indicate that frivolous impoliteness is more frequently employed in player interactions than face-aggravating impoliteness.