Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEKERJAAN DRAINASE DAN PENYEBAB BANJIR LINGKUNGAN PERMUKIMAN Rumilla Harahap
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.021 KB)

Abstract

Pekerjaan drainase sangat perlu  diperhatikan dalam perhitungan volume drainase adalah bentuk drainase itu sendiri. Kita tidak perlu memperdulikan terbuat dari apa drainase tersebut. Apakah hanya berupa saluran tanah saja atau dari bahan pasangan batu atau bahkan dari beton karena cara menghitung volume drainase untuk setiap jenis bahan yang digunakan adalah sama. Namun seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, ketersediaan fasilitas drainase yang ada tidak mencukupi. Saluran samping merupakan saluran yang dibuat pada sisi kanan dan kiri jalan yang berfungsi untuk menampung dan mebuang air yang berasal dari permukaan jalan dan daerah pengaliran sekitar jalan, Dalam merancang saluran samping jalan harus diperhatikan pengaruh material untuk saluran tersebut dengan kecepatan rencana aliran yang ditentukan oleh sifat hidrolis penampang saluran (kemiringan saluran). Dalam merancang saluran samping pada suatu jalan harus sesuai dengan kriteria dalam merancang suatu infrastruktur keairan dari segi analisis hidrologi dan hidrolika.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN TIMBULAN DAN KARAKTERISTIK SAMPAH DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN M. Nauvan Afriandi; Rumilla Harahap; Jupriah Sarifah
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 3 (2020): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang tidak dapat dihindari dengan adanya penduduk. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan aktifitas penduduk yang berarti juga dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah, hal ini disebabkan karena banyaknya sumber sampah yang bermunculan seperti di perumahan, tempat wisata, dan fasilitas umum lainnya yang dapat menyebabkan volume sampah bertambah. Jumlah timbulan sampah dan komposisinya didasarkan hasil sampling yang dilakukan menurut SNI 19-3964-1994, dengan menganalisis sampah yang dihasilkan oleh aktivitas warga. Di Kecamatan Medan Johor, sistem pengelolaan sampah yang tersedia masih terbatas dan masih mengandalkan lahan kosong tempat pembuangan sampahnya dan TPS disana masih kurang baik serta kondisi pewadahan sampah yang ada di Kecamatan Medan Johor masih tercampur atau tanpa pemilahan, sehingga masyarakat yang membuang sampahnya belum dapat melakukan pemilahan untuk berbagai sampah organik dan anorganik. Dilihat dari jumlah penduduk dan besar timbulan sampah maka direncanakan pengumpulan sampah setiap hari, dengan keadaan perumahan yang cukup padat dan memiliki jarak yang sangat berdekatan antara satu rumah dengan rumah lainnya oleh karena itu pengumpulan sampah menggunakan kendaraan bermesin seperti becak atau truk pengangkut sampah untuk mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan sampah.
PENERAPAN PROGRAM BANTU EPASWMM 5.1 UNTUK MENGEVALUASI SALURAN DRAINASE JALAN SEMPURNA KECAMATAN MEDAN KOTA Anisah Lukman; David Santo Afrizon; Rumilla Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 1 (2021): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kota Medan yang padat penduduk dan topografi lahan yang relatif datar menyebabkan kota Medan memiliki potensi yang besar terjadi banjir. Khususnya dikawasan jalan sempurna kecamatan Medan Kota yang merupakan daerah padat pemukiman dan perkotaan adalah salah satu kawasan yang sering terjadi banjir disaat intensitas hujan tinggi. Dikarenakan hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi saluran drainase dikawasan jalan sempurna untuk mengetahui kondisi saluran eksisting saat terjadi hujan dan solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini, dilakukan evaluasi dengan menggunakan program bantu EPASWMM 5.1 pada saluran dikawasan jalan sempurna. Data yang digunakan adalah data intensitas curah hujan yang diperoleh dengan menggunakan metode log person III dan rumus mononobe, geometri saluran eksisting melalui pengukuran langsung dilapangan, elevasi saluran dan tata guna lahan. Hasil evaluasi menunjukkan titik banjir yang terjadi pada saluran yang disimulasi dengan EPASWMM 5.1 adalah saluran c3, c4, c7 dan c8. Debit maksimal yang didapat adalah 0,370 m³/s untuk saluran yang terjadi peluapan. Dimensi baru saluran yang direncanakan disimulasi ulang dengan program EPASWMM 5.1 dan menunjukkan bahwa saluran tersebut sudah mampu untuk menerima debit yang diberikan. Dari hasil evaluasi tersebut, direncanakan dimensi baru saluran yang optimal agar dapat menampung debit yang diberikan kepada saluran. Perencanaan dimensi baru saluran dilakukan dengan menggunakan metode rasional dengan hasil saluran c3 b=0,6m h=0,8m, saluran c4 b=0,74 h=0,54m, saluran c7 b=0,75m h=0,55m dan saluran c8 b=0,74m h=0,54m.
EVALUASI PENGENDALIAN BANJIR DI JALAN PASAR V DUSUN 12 DESA TEMBUNG Riduan Siregar; Rumilla Harahap; Jupriah Sarifah
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 3 (2020): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan pemukiman bertambah dan terjadi perubahan tata gunalahan, hal ini menyebabkan resapan air hujan berkurang akan menyebabkan terjadinya banjir/genangan bila hujan turun dalam waktu satu jam saja.Evaluasi saluran drainase diperlukan untuk mengetahui kapasitas penampang menghitung debit banjir rencana menggunakan debit rasional,dengan melakukan pemecahan permasalahan pengendalian banjir yang terjadi pada lokasi penelitian hasil evaluasi menunjukan adanya perbedaan debit eksisting dan debit rasional sehingga tidak dapat mengalirkan air dengan baik dikarenakan kapasitas yang berbeda disetiap dimensinya, penampang saluran pada kedua sisi jalan sama yaitu berbentuk persegi. Dari hasil perhitungan yang dilakukan saluran drainase tidak dapat menampung air hujan karena debit eksisting lebih kecil dari debit rasional atau Qeks = 0,9139 m3/det Qras = 1,1690 m3/det. Maka dilakukan perencanaan ulang untuk saluran drainase di Jalan Pasar V Dusun 12 Kecamatan Percut Sei Tuan.
ANALISIS PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK PDAM TIRTANADI CABANG CEMARA Anisah Lukman; Athiyah Jauhariyah Nasution; Rumilla Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan material kehidupan yang terjadi di bumi. Air limbah domestik adalah limbah yang berasal dari usaha atau kegiatan pemukiman, perkantoran, rumah peribadatan, dan lain – lain. PDAM Tirtanadi Cabang Cemara yang bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan dan unit – unit pengolahan air limbah domestik di Instalasi Pengolahan Air Limbah Cemara. Proses yang digunakan pengolahan air limbah adalah proses pengendapan, proses biologis, proses kimiawi dan proses lanjutan. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dengan melakukakan studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan catatan kuliah dijadikan dasar dalam penelitian,pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupa data jumlah penduduk, data fasilitas kota (fasilitas pendidikan, peribadatan, kesehatan), data pelanggan dan data kapasitas produksi air bersih PDAM Tirtanadi. Berdasarkan hasil analisa unit- unit perlu diadakan perbaikan di beberapa alat demi mendukungnya pengolahan yang baik. 
EVALUASI SISTEM DRAINASE AREA SISI UDARA (AIR SIDE) BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU DELI SERDANG Dicky Almahera; Anisah Lukman; Rumilla Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 2 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem drainase yang memadai untuk pembuangan air pada saluran terbuka dan tertutup serta efektifitas penerapan sistem drainase di Bandar udara Kualanamu Deli Serdang sangat penting dalam konteks keselamatan penerbangan. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan dimensi saluran dilapangan (eksiting) dengan dimensi saluran hasil evaluasi menggunakan rumus debit banjir metode rasional serta menurut kaidah-kaidah teknis dalam perencanaan saluran / dimensi saluran. Pada area airside (sisi udara) mempunyai dimensi yang lebih besarya itu drainase jalur 1, 2, 3 dan 4 dengan lebar dasar (b) 4,5 m, lebar puncak (B) 6,48 m, dan ketinggian saluran 1,58 m. Dimensi saluran hasil evaluasi yakni untuk drainase jalur 1 mempunyai lebar dasar (b) 1,694 m, lebar puncak (B) 4,234 m, dan tinggi muka air 0.847 m, untuk draina sejalur 2 mempunyai lebar dasar (b) 1,384 m, lebar puncak (B) 3,461 m, dan tinggi muka air 0.692 m,untuk drainase jalur 3 mempunyai lebar dasar (b) 1,576 m, lebar puncak (B) 3,939 m, dan tinggi muka air 0.788 m, dan terakhir untuk drainase jalur 4 mempunyai lebar dasar (b) 1,755 m, lebar puncak (B) 4,389 m, dan tinggi muka air 0.878 m. Hal tersebut menegaskan bahwa drainase dilapangan (eksisting) mampu untuk menampung limpasan air hujan dengan baik.
MANAJEMEN SISTEM PEMIPAAN UNTUK PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN Rafuad T. Siregar; Rumilla Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan sebuah manajemen untuk perbaikan sistem managemen, salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masa target dari proses perbaikan atau pengmbangan yang dilakukan. pemodelan menggunakan bantuan software EPANET 2.0. Metode penelitian yang digunakan adalah, terlebih dahulu mengumpulkan data yang dibutuhkan baik primer dan sekunder, kemudian menghitung banyaknya penduduk yang ada di Kecamatan Medan Sunggal dengan menggunakan persamaan geometrik setelah itu ditentukan kebutuhan airnya untuk sektor domestik dan non domestik sampai. Untuk analisa jaringan pipa diambil sampel yaitu Perumahan Graha Sunggal yang mana jaringan pipanya dilakukan analisa menggunakan analisis Program EPANET 2.0, Dalam analisa yang dilakukan untuk mencari kebutuhan air bersih Kecamatan Medan Sunggal pada, seluruh proyeksi jumlah pengguna air bersih di sektor domestik dan non domestik. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat proyeksi  jumlah  penduduk  pada  tahun  2034 sebanyak 129.076 jiwa dan debit air yang dibutuhkan untuk sektor domestik dan non domestik adalah sebesar 292.951 l/s. Jika dibandingkan dengan kapasitas produksi air bersih IPA Sunggal yang sebesar 27670152 m3 , jumlah penduduk 145.632 jiwa tahun 2054 maka pasokan air bersih untuk kecamatan medan sunggal masih terbilang aman. Pada jaringan pipa Perumahan Graha sunggal headloss tertinggi yang terjadi pada pipa CD adalah 101.6 mm dan debit tertinggi adalah 0.0068 m3/det.
ANALISIS PENGUKURAN BATIMETRI DAN PASANG SURUT UNTUK MENENTUKAN KEDALAMAN SUNGAI BATANG HARI PROVINSI JAMBI Miftaqul Huda; Rumilla Harahap; Ronal H.T Simbolon
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i2.6705

Abstract

Sungai batanghari merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang terletak pada Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Perkembangan kemudian lintas perdagangan dan bertambahnya arus transportasi maka dilakukan usaha pengembangan fasilitas- fasilitas khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Breasting Dolphin serta Mooring Dolphin yang direncanakan di lokasi Batimetri ini. dalam hal ini dilakukan analisis pengukuran batimetri dan pengamatan pasang surut di Sungai batanghari buat menentukan kedalaman secara terencana. Data pasang surut selama lima piantan dianalisis dengan metode admiralty dan pengukuran kedalaman sungai yg ditentukan sinkron draft (sarat kapal) kapal maksimum yang direncanakan. ke 2 data tadi akan dikombinasikan terhadap ruang kebebasan bruto sebesar 7% asal draft maksimum. dengan memperhitungkan gerak kapal sebab dampak alam mirip gelombang, angin, dan pasang surut; kedalaman sungai batanghari ialah 1,1 kali draft kapal pada muatan penuh pada bawah elevasi muka air rencana. Dasar sungai batanghari, homogen-homogen bermorfologi flat to almost flat (homogen/ hampir rata) dengan nilai kelerengan berkisar 1,278-1,547 % serta memiliki kedalaman 2,980-20,06 m. Sedangkan tipe pasang surut sungai batanghari artinya pasang surut harian tunggal (diurnal tide); menggunakan nilai datum yang didapat menjadi berikut: MSL 2,19 m, LLWL -0,22 m, HHWL 9,06 m, dan Z0 5.43 m dengan nilai FORMZAHL 1,55 M. Dimana jenis kapal sudah ditentukan dari pihak PT. MITRA ANUGERAH PELABUHAN yang diizinkan bersandar didolphin yang sudah direncanakan perusahaan tadi. kemudian sesuai data batimetri yang sudah dikoreksi pasang surut data kedalaman sungai batanghari yang berada pada bawah 3 m; wajib dilakukan pengerukan.
Evaluasi Pola Distribusi Stasiun Hujan Kota Medan Rahmadani, Sarra; Harahap, Rumilla; Pongtuluran, Ezra Hartarto
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 9, No 1 (2023): JST (Jurnal Sains Terapan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v9i1.1737

Abstract

Stasiun hujan merupakan aspek penting dalam Analisa hidrologi yang berfungsi sebagai tempat didirikannya alat pengukur curah hujan yang mana dapat memberikan informasi mengenai besaran jumlah hujan yang jatuh pada suatu Kawasan. Banyaknya stasiun hujan dalam sistem kawasan harus direncanakan dan didistribusikan dengan optimal agar hasil yang diperoleh efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun hujan Medan yaitu Stamar Belawan, Helvetia dan BBMKG Wil 1 dengan tujuan evaluasi pola distribusi atau kerapatan stasiun hujan Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluative kemudian dianalisis dengan Kagan Rodda. Hasil evaluasi luas total daerah pengaruh sebesar 39.85 km2 dengan menggunakan Poligon Thiessen dan ArcGIS 10.82. Dalam hal ini stasiun helvetia merupakan stasiun dengan luas daerah pengaruh terbesar yaitu 28.30 Km2 atau sama dengan 71% dari luas total. Rasionalisasi dengan Kagan-Rodda menghasilkan panjang sisi segitiga (L) adalah 3.02 Km. Kebutuhan stasiun hujan Kota Medan dianggap telah mampu mewakili seluruh kawasan Kota Medan dengan nilai kesalahan pemerataan <5% adalah 4.83%.
EVALUASI KINERJA DRAINASE JALAN SOEKARNO-HATTA KOTA BINJAI Rahmadani, Sarra; Sutrisno, Sutrisno; Harahap, Rumilla; Wibowo, Harry; Zulfikar, Ahmad; Fadillia, Mena; Barlian, Edo; Indrayani, Indrayani
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 29 No. 1 (2024): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v29i1.5652

Abstract

Jalan Soekarno-Hatta is located in East Binjai District, Binjai City. Along this road, there is always quite high flooding when it rains. Flood events are usually caused by the intensity of rainfall and less than optimal drainage performance, where drainage should be a system whose function is to channel and circulate air that comes from rain, or seepage experiences damage and sedimentation so that it cannot function optimally. In order to minimize flooding on Jalan Soekarno-Hatta, it is necessary to evaluate drainage performance by reviewing existing conditions, taking into account rainfall intensity values and planned discharge to determine optimal capacity for more optimal drainage performance in collecting, channeling and channeling rainwater. This was done using an evaluative descriptive method with the length, width and depth of the drainage observed at 1630 m, 110 m and 1.27 m. The results were that the selected rainfall intensity value (period 5; year, 2027) was 125.866 mm/hour, concentration time (tc) 184.67 hours, drainage coefficient 0.925 resulting in planned discharge>drainage discharge (Qr>Qs) namely 278102.6 m3/ sec > 31478.6 m3/sec. These results indicate that Soekarno-Hatta's drainage capacity is unable to accommodate large (planned) discharges, resulting in flooding. Solutions that can be applied are reducing sedimentation, increasing the dimensions of the drainage itself or forming biopores.