Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Digitalisasi Audio-Visual Kesenian Samman Sebagai Pelestarian Kearifan Lokal di Desa Tlontoraja Pamekasan Wajihuddin Wajihuddin; Romdhi Fatkhur Rozi; Bambang Aris Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3818

Abstract

Kesenian religi Samman merupakan salah satu bentuk kearifan lokal di desa Tlontoraja, Pamekasan, yang keberadaannya belum banyak dikenal masyarakat luar Madura. Berdasarkan pengamatan di media sosial, kurangnya eksposur menjadi hambatan utama dalam pelestarian seni ini. Untuk itu, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui digitalisasi kesenian Samman berbasis audio-visual. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunitas seni Samman dalam bidang digital audio-visual, (2) memperkuat kapasitas dokumentasi kesenian melalui media literasi digital, (3) memperkaya kreativitas melalui modifikasi gerak dan formasi tari sesuai perkembangan zaman, serta (4) mendukung promosi desa wisata religi oleh pemerintah desa. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap: penyamaan persepsi dengan pemangku kepentingan desa, pendokumentasian pertunjukan Samman, dan workshop audio-visual untuk pemuda dan anggota komunitas seni Samman yang memiliki kemampuan IT. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta workshop berhasil memproduksi dokumentasi pertunjukan Samman dalam format video, yang kemudian diunggah ke berbagai platform media sosial. Kegiatan ini secara nyata meningkatkan kemampuan komunitas dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pelestarian dan promosi kesenian Samman ke khalayak yang lebih luas.
Existentialism in the Film Sang Kiai and the Relevance of Pancasila Values for Generation Z in the Digital Era Wajihuddin Wajihuddin; Romdhi Fatkhur Rozi; Fina Zahra
Jurnal Lingua Idea Vol 17 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2026.17.1.19423

Abstract

Abstract: This study analyzes the existentialist dimensions in the film Sang Kiai and examines their relevance to Pancasila values for Generation Z in the digital era. It explores how existential values such as freedom, responsibility, and authenticity are represented through the character of KH. Hasyim Asy’ari and how these values can be internalized by Generation Z amid moral challenges and the dynamics of digital information. This research employs a qualitative descriptive approach using Jean-Paul Sartre’s existentialist philosophy as the main analytical framework. The analysis is conducted through narrative examination based on Syd Field’s three-act structure setup, confrontation, and resolution to reveal the philosophical meanings embedded in the storyline and character actions. Data are derived from scene observations, dialogue transcripts, and the socio-historical context of the film, which depicts the struggle of religious leaders in defending national independence and moral values. The findings show that Sang Kiai embodies the spirit of existentialism through the conscious and responsible choices of the main character, who embraces struggle and sacrifice as expressions of authentic freedom. These values are consistent with the principles of Pancasila, particularly belief in the One and Only God, just and civilized humanity, and the unity of Indonesia. The film also reflects moral and spiritual conflicts that resonate with Generation Z, who often face identity crises, value relativism, and post-truth digital culture. This study contributes originality by integrating Sartrean existentialism with Pancasila through Indonesian cinema, highlighting film as a powerful medium for character education and philosophical reflection in the digital age.
Transformasi Bentuk dan Distribusi Film: Menelusuri Perubahan Sinema, Bioskop, Sampai Era Over The Top Romdhi Fatkhur Rozi
MEDIAKOM Vol. 9 No. 01 (2025): Mediakom, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v9i01.1966

Abstract

Studi ini adalah kajian kritis untuk mengeksplorasi perubahan penting pada bentuk, distribusi, industri dan cara menikmati film. Studi ini mengamati perkembangan film pada era awal kemunculannya, lalu mengkomparasikannya dengan bentuk dan model distribusi film di era digital saat ini. Konten film pada fitur YouTube Movies menjadi subyek kajian dan obyek kajiannya adalah transformasi film dalam platform over the top. Sebagai sebuah studi kualitatif, artikel ini menggunakan metode eksploratif komparatif dengan pendekatan systematic mapping study dan systematic literature review. Tujuan dari kajian ini adalah menemukan transformasi dari film sebagai produk ekspresi menjadi komoditas industri pada era sinema digital. Studi ini menemukan ada tiga periodesasi dalam evolusi film yaitu periode sinema awal, periode modern, dan periode digital. Evolusi tiap periode ini terdiri dari sinema atraktif yang berkaitan erat dengan eksplorasi teknologikal dari proses produksi (cara menunjukkan), dan sinema naratif yang berhubungan dengan pengembangan film sebagai seni komunikatif (cara bercerita). Temuan ini menunjukkan bahwa karya seni terkait erat dengan bagaimana teknologi dikembangkan. Kajian ini juga menemukan bahwa perkembangan teknologi menyebabkan karya film harus terus beradaptasi dengan zaman seperti semangat avant garde. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh para akademisi yang fokus pada minat studi film, media, komunikasi dan budaya.