Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Nilai Hemoglobin Dan Indeks Eritrosit Pada Remaja Yang Rutin Berolahraga Susanto, Zaenal Adi; Harianja, Edison; Marsudi, La Ode; Febriyanti, Mega
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i2.1661

Abstract

Kualitas tidur merupakan indikator penting dari kebugaran seseorang, diukur berdasarkan kemudahan untuk memulai dan mempertahankan tidur, durasi tidur, serta keluhan yang dirasakan selama dan setelah tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi proses biologis tubuh, termasuk pembentukan hemoglobin, yang berpotensi menyebabkan kadar hemoglobin rendah dan risiko anemia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar hemoglobin, indeks eritrosit, kualitas tidur, serta hubungan antara kualitas tidur dengan kadar hemoglobin dan indeks eritrosit pada remaja yang rutin berolahraga. Metode : Menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, mengumpulkan data dari partisipan pada satu waktu tertentu, dengan jumlah responden sebanyak 51 orang. Hasil : Menunjukkan tidak adanya hubungan antara kualitas tidur baik dengan kadar hemoglobin, MCV, dan MCH, namun terdapat hubungan dengan nilai MCHC. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan antara kualitas tidur buruk dengan kadar hemoglobin, MCV, MCH, dan MCHC. Rata-rata kadar hemoglobin pada remaja yang rutin berolahraga adalah 15,3 g/dl, MCV 82,8 fl, MCH 28,7 pg, dan MCHC 34,8 g/dl. Sebanyak 92,2% remaja yang rutin berolahraga memiliki kualitas tidur yang buruk, sedangkan 7,8% memiliki kualitas tidur yang baik. Kesimpulan: Menyimpulkan bahwa kualitas tidur tidak memiliki hubungan signifikan dengan kadar hemoglobin, MCV, dan MCH, namun berhubungan dengan MCHC pada remaja yang rutin berolahraga.
Skrining Dan Edukasi Kesehatan Tentang Peran Hemoglobin Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Kecerdasan Remaja Pada Siswa SMK Kesehatan Samarinda Marsudi, La Ode; Utami, Rinda Aulia; Aminuddin, Muhammad Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v4i2.1705

Abstract

Remaja mengalami pertumbuhan fisik, mental, dan emosional yang signifikan, memerlukan nutrisi lebih untuk mendukung perkembangan mereka. Namun, banyak remaja menghadapi masalah kesehatan, termasuk anemia, yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Anemia, yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin, dapat mengurangi konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh. Prevalensi anemia di kalangan remaja di Indonesia cukup tinggi, mencapai 32% pada 2018, dengan Kalimantan Timur mencatat angka 43,2%. Penyebab anemia dapat berasal dari berkurangnya sel darah merah atau gangguan pembentukan hemoglobin akibat berbagai faktor, termasuk pola makan yang tidak seimbang. Deteksi dini anemia dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan metode Point-of-Care Testing (POCT), yang memungkinkan hasil cepat di lokasi yang jauh dari laboratorium. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 62,2% siswa memiliki kadar hemoglobin di bawah normal. Meskipun pengetahuan tentang pentingnya konsumsi pangan hewani meningkat, pemahaman tentang sumber zat besi dari sayur-sayuran menurun. Oleh karena itu, diperlukan program pendidikan gizi dan pemeriksaan rutin untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan remaja, serta intervensi untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja.
Skrining Diabetes Mellitus Pada Remaja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Samarinda Harianja, Edison; Marsudi, La Ode; Aminuddin, Muhammad Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v4i2.1708

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah masalah kesehatan global yang meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pada 2015, sekitar 10 juta orang di Indonesia menderita diabetes (PERKENI, 2015). Remaja berisiko mengalami gangguan metabolik, termasuk diabetes, karena faktor seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas (Kemenkes RI, 2018). Diabetes tipe 2 kini lebih umum pada remaja, menekankan pentingnya intervensi dini (Kemenkes RI, 2018). Studi oleh Widianto et al. (2019) menunjukkan bahwa skrining dini dapat mengidentifikasi individu berisiko tinggi dan memberikan edukasi untuk mencegah komplikasi. Skrining di SMK Kesehatan Samarinda bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan metabolik dan pencegahan diabetes. Di Kalimantan Timur, diabetes adalah penyebab utama morbiditas (Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, 2018), sehingga skrining di kalangan remaja sangat relevan. Kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang risiko diabetes, pentingnya pola makan sehat, dan aktivitas fisik. Dari 45 responden, rata-rata kadar GDS adalah 88,20 mg/dL, dalam batas normal. Mayoritas memiliki kadar glukosa darah normal (93,3%), menunjukkan kontrol glukosa yang baik. Hanya satu responden mengalami hipoglikemia, dan dua memiliki kadar tinggi, mengindikasikan risiko prediabetes. Pemantauan dan intervensi dini disarankan untuk mencegah diabetes tipe 2. Program kesehatan sekolah harus mendukung gaya hidup sehat dan pemantauan rutin.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium Pada Pemeriksaan Kimia Klinik di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda Kamil, Kamil; Marsudi, La Ode; Mawardani, Maya Tamara; Kalinda, Welin
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i1.1865

Abstract

Penelitian mengenai waktu tunggu laboratorium kesehatan sangat penting untuk beberapa alasan krusial yaitu identifikasi kinerja yg terhambat, perencanaan kapasitas laboratorium dan peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pemeriksaan kimia klinik dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan laboratorium. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik yang bersifat kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Dari hasil observasi terhadap 80 responden pengguna jasa laboratorium diperoleh waktu tunggu pada tahap pra analitik 4.76 menit, tahap analitik 41.29 menit, dan tahap pasca analitik 6.49 menit. Didapatkan rata-rata total waktu tunggu pelayanan untuk pemeriksaan kimia klinik adalah 52.54 menit. Hasil skoring kuisioner kepuasan pasien terhadap waktu tunggu berdasarkan kriteria penilaian didapatkan nilai BAIK sejumlah 77 orang (96.25%), nilai CUKUP sejumlah 3 orang (3.75%), dan nilai KURANG 0.0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa total waktu tunggu laoratorium masih memenuhi standar waktu tunggu yang ditetapkan oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda yakni sebesar 120 menit dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 129/MENKES/SK/II/2008 yakni ≤ 140 menit. Kepuasan pasien terhadap waktu tunggu pelayanan laboratorium adalah sebagian besar pasien merasa puas dan memberikan penilaian baik.
Pemeriksaan Anti-HIV Menggunakan Metode Imunokromatografi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Susanto, Zaenal Adi; Marsudi, La Ode; Harianja, Edison; Irwadi, Didi; Maulida, Nur
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i1.1870

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus RNA yang menyerang sistem imun melalui replikasi di limfosit CD4, menyebabkan AIDS. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, sehingga deteksi laboratorium yang akurat sangat penting untuk diagnosis, terapi, dan pengendalian infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pemeriksaan Anti-HIV menggunakan metode Imunokromatografi di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, mengetahui penerapan pemantapan mutu internal pada pemeriksaan Anti-HIV, mengetahui penerapan Good Laboratory Practice (GLP), dan mengetahui penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) laboratorium. Pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada tanggal 3 Januari sampai dengan 10 Febuari 2023. Hasil penelitian dari 50 sampel yang dilakukan pemeriksaan Anti-HIV, didapatkan 10 sampel (20%) reaktif yang terdiri dari 4 responden laki laki dan 6 responden perempuan, berada direntang umur 20-40 tahun. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pemantapan mutu internal pemeriksaan Anti-HIV, Good Laboratory Prictice (GLP) terdiri dari Sumber Daya Manusia, Ruangan, Peralatan, Reagen, Spesimen dan Metode, dan K3 terdiri dari APD, Pengolahan Limbah, APAR dan Spill Kit telah diselenggarakan secara baik sesuai SOP. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 20% responden positif HIV, Penerapan pemantapan mutu internal, Good Laboratory Prictice (GLP), dan K3 laboratorium telah di laksanakan dengan baik sesuai SOP di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
The Effect of K3EDTA Blood Volume Variation on Complete Blood Count Results La Ode Marsudi; Wahid, Rifky Saldi A.; Mawardani, Maya Tamara; Rinda Aulia Utami
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.10103

Abstract

This study aims to determine the effect of varying K3EDTA blood volumes on complete blood count (CBC) results. Venous blood collection was performed using a closed system method. Blood was collected into K3EDTA vacutainer tubes with varying volumes of 1 mL, 2 mL, and 3 mL for each respondent, with a total of 10 respondents. The CBC parameters examined were WBC, RBC, Hb, Hct, MCV, MCH, MCHC, and PLT, using a quality-controlled hematology analyzer. Normally distributed data were analyzed using ANOVA, while non-normally distributed data were analyzed using the Friedman test. The results showed p-values > 0.05 for WBC, RBC, Hb, Hct, MCV, MCH, and MCHC, whereas the PLT test results showed a p-value < 0.05. The conclusion of this study is that there is an effect of varying K3EDTA blood volumes on PLT test results, but no effect on WBC, RBC, Hb, Hct, MCV, MCH, and MCHC test results.
Pemeriksaan Glukosa Darah, Asam Urat dan Tekanan Darah Pada Masyarakat Di Kelurahan Mahulu Kecamatan Tenggarong Harianja, Edison; Muhammad Fahmi Aminuddin; La Ode Marsudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, dan penyakit sendi. Penderita diabetes dengan hipertensi lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang memiliki tekanan darah normal. Hipertensi merupakan faktor terpenting yang berkontribusi pada perkembangan penyakit ginjal kronis diabetes mellitus. Penyakit degeneratif lainnya yang umum pada lansia adalah asam urat. Ini disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat dalam darah melebihi kadar normal, yang bisa mengakibatkan kristalisasi di sendi dan jaringan lunak yang menyebabkan peradangan akut dan rasa nyeri. Peningkatan kadar asam urat juga meningkatkan risiko gagal ginjal, diabetes, dan hiperuremia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan skrining pemeriksaan glukosa darah, asam urat, dan tekanan darah pada masyarakat di Kelurahan Mahulu Kecamatan Tenggarong. Metode pengabdian dilakukan dengan diawali survei lapangan, pemeriksaa glukosa darah dan asam urat menggunakan metode point of care testing (POCT) dan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Hasil pengabdian diperoleh ada 25 responden (37,9%) laki-laki dan ada 41 responden (62,1%) perempuan. Pemeriksaan GDS diperoleh ada 7 responden (10,6%) memiliki kadar GDS tinggi yang terdiri dari 6,1% responden laki-laki dan 4,5% responden perempuan. Pemeriksaan kadar asam urat diperoleh ada 19 responden (28,8%) memiliki kadar asam urat yang tinggi dengan responden laki-laki ada 16,7% dan responden perempuan ada 12,1%. Pemeriksaan tekanan darah diperoleh ada 41 responden (62,1%) memiliki tekanan darah tinggi yang terdiri dari 28,8% responden laki-laki dan 33,3% responden perempuan. Kegiatan pengabdian ini memberikan kesimpulan bahwa ada 10,6% responden memiliki kadar GDS tinggi, 28,8% memiliki kadar asam urat tinggi, dan 62,1% memiliki tekanan darah tinggi. Responden laki-laki lebih banyak memiliki kadar GDS dan asam urat tinggi, sedangkan perempuan lebih banyak memiliki tekanan darah tinggi.
Edukasi Penggunaan Alat POCT Kolesterol Sebagai Upaya Pemantauan Kadar Kolesterol Secara Mandiri Pada Penderita Hiperkolesterolemia Didi Irwadi; La Ode Marsudi; Rinda Aulia Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan merupakan salah satu penyakit degenerative yang mengganggu metabolisme kolesterol dalam darah sehingga kadar kolesterol darah melebihi batas normal yaitu >200 mg/dL. Kadar kolesterol dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola makan yang tidak sehat, kebiasaan olahraga, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kurang berolahraga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Penderita hiperkolesterolemia perlu secara berkala memeriksa kadar kolesterol mereka. Penggunaan alat POCT yang mudah dan praktis memungkinkan pemeriksaan mandiri. Alat POCT kolesterol ini hanya digunakan untuk skrining kolesterol secara mandiri. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi tentang penggunaan alat POCT kolestreol dan skrining kolesterol pada penderita yang berisiko hiperkolesterolemia. Metode pengabdiang dengan pemberian edukasi tentang penggunaan alat POCT dan pemeriksaan kolesterol menggunakan alat POCT. Hasil pemberian edukasi, masyarakat sangat antusias dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sedangkan hasil pemeriksaan menunjukkan kolesterol bahwa dari 38 responden, 29 memiliki kolesterol > 200 mg/dl dan peserta usia 30-40 tahun dengan kolesterol > 200 mg/dl terbanyak yaitu 15 orang. Dan ada 9 responden < 200 mg/dl. Masyarakat penderita hiperkolesterolemia disarankan untuk menjaga pola makan sehat, beraktivitas fisik, meningkatkan pengetahuan tentang bahaya hiperkolesterolemia, penggunaan kontrasepsi yang tepat pada perempuan dan perlu dilakukan pemeriksaan berkala dan berkonsultasi dengan dokter.