Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Produk Wisata dalam Mewujudkan Pariwisata Berkualitas di Kampung Keranggan Tangerang Selatan Ira Hubner; Rudy Pramono; Juliana; Nova Bernedeta Sitorus; Anugerah Agungputranto; Diena M Lemy; Adolf Parhusip; Desideria Lumongga Dwihadiah
TAAWUN Vol. 2 No. 01 (2022): TA'AWUN FEBRUARY 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i01.242

Abstract

Kondisi pandemi saat ini dinilai menjadi sebuah momentum yang tepat untuk melakukan restrategy pariwisata Indonesia dari quantity tourism ke quality tourism. Tren wisata alternatif sedang digencarkan sesuai arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini. Pariwisata alternatif ini memiliki konsep yang berbaur dengan alam dan masyarakat lokal di sebuah desa. Oleh sebab itu desa wisata merupakan salah satu fokus yang diharapkan dapat mempercepat kebangkitan pariwisata setelah terpuruk dari Pandemi COVID-19. Untuk dapat dijadikan sebagai desa wisata, sebuah desa harus memiliki potensi wisata, minat dan kesiapan masyarakat desa, dan keunikan dari desa tersebut. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini lokasi yang akan dikembangkan adalah Desa Keranggan yang berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu di Kota Tangerang Selatan. Tujuan khusus dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ingin memberikan kontribusi dalam mengembangkan produk wisata di Desa Keranggan sehingga dapat menyajikan sebuah konsep pariwisata yang berkualitas. Dengan demikian pengelola dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke desa ini. Urgensi dari kegiatan ini adalah searah dengan program dari pemerintah dalam mengembangkan desa wisata yang dapat memicu pertumbuhan pariwisata dan ekonomi khususnya di masa Pandemi COVID-19 saat ini
IDENTIFIKASI STRATEGI DESTINATION BRANDING KEPULAUAN SERIBU BERBASISKAN WISATA BAHARI: IDENTIFIKASI STRATEGI DESTINATION BRANDING KEPULAUAN SERIBU BERBASISKAN WISATA BAHARI Rinaldo, Edo; Dwihadiah, Desideria Lumongga
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 6 No 1 (2024): Edisi 10
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v6i1.3770

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari. Strategi destination branding menjadi kunci dalam memperkuat citra destinasi, melibatkan identitas dan keunikan Kepulauan Seribu. Penelitian ini menggunakan konsepsi teori dari identifikasi Kenneth Burke menyoroti peran kunci identitas dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap potensi pariwisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pemerintah yaitu pihak Dinas Pariwisata DKI Jakarta, pelaku usaha yang mengoperasikan jasa pariwisata di Kepulauan Seribu, masyarakat sekaligus penggiat pariwisata di Kepulauan Seribu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, implementasi strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari didukung adanya program pariwisata, kearifan lokal, penggunaan media, dan infrastruktur. Hambatan dalam mewujudkan strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari terdapat 3 aspek yaitu (1) komunikasi primer (ketidakseimbangan informasi dan keterbatasan akses informasi); (2) komunikasi sekunder (respon negatif dan ketidakjelasan diferensiasi; dan (3) komunikasi tersier (ketidaksesuaian pesan dan medium komunikasi). Peran aktor pariwisata, seperti pemerintah daerah dan pengelola objek wisata, penting dalam menciptakan dan memelihara identitas brand destinasi. Destination marketing organization menjadi upaya pengoordinasian pemangku kepentingan, memastikan kolaborasi harmonis. Konsep identifikasi Kenneth Burke relevan dalam membentuk identitas dan komunikasi dalam konteks destination branding. Dengan keterlibatan terkoordinasi, Kepulauan Seribu dapat membangun citra yang kuat, meningkatkan dampak ekonomi lokal, dan mempromosikan keberlanjutan pariwisata  Kata Kunci: Branding, Kepulauan Seribu, Strategi Destinasi, Wisata bahari
Relgious Transformation in Digital Era: Mediatization Impact on Religious Practice Constantin, Natasha; Wiraputra, Ardina Lukita; Rotty, Geraldo; Dwihadiah, Desideria Lumongga
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 10 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i10.1313

Abstract

In an increasingly advanced modern era and growing communication technology, mediatization is present in every aspect of people's lives, including in the context of religiosity. The transition to the use of new media in supporting religious activities to keep running faces challenges that are not easy with the issue of the sacredness of religious activities that are communal in nature at first and are forced to change formats. This research was conducted with a qualitative approach and supported by a literature review method and complemented by supporting data obtained from researcher observations of related phenomena that occur today. In the end, mediatization in the religious context is like a double-edged sword with all its advantages and challenges, especially for conventional religious leaders who are increasingly eroded in power and reach by influencers who are able to reach a stronger and wider audience.
The Dynamics Of Cultural Communication Through Acculturation In The Context Of Chinese-Dayak-Malay (Tidayu) Inter-Ethnic Marriage In Singkawang – Indonesia Rizaldi Parani; Niyu Niyu; Desideria Lumongga Dwihadiah; Herman Purba
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i1.4425

Abstract

Singkawang, known as the “Hong Kong of Borneo,” is one of the most tolerant cities in Indonesia, where the Chinese ethnic group, with its distinctive cultural values, is the dominant cultural group in the city. With a population originating from diverse cultural backgrounds, interactions through inter-ethnic marriages, especially between Chinese, Dayak, and Malay ethnic groups, produce various dynamics of acculturation. This study aims to analyze the communication dynamics of cultural value acculturation in inter-ethnic marriages involving Chinese, Dayak, or Malay (Tidayu) ethnic groups in Singkawang. Using a phenomenological approach, this study explores the experiences of married Tidayu couples to understand how cultural differences are harmonized, shared identities are built, and family and social traditions are integrated. Data were obtained through interviews, observations, and literature review. The results of the study show that through inter-ethnic marriages Tidayu, Singkawang society has developed to be more inclusive by accepting each other. In the established dynamics of communication, it is important to maintain customs as part of efforts to adapt and acculturate culture. Communication dynamics cannot be separated from the worldview of the individuals involved. The results of this study are expected to have practical benefits in strengthening unity in the multicultural landscape of Singkawang, especially when facing the challenges of ethnic diversity.