Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agribis

EVALUASI PROGRAM SEKOLAH LAPANG HAMA TERPADU (SLPHT) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI (ORYZA SATIVA SP) DAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI Mufida Diah Lestari
Jurnal AGRIBIS Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Univeritas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.124 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan yang  keberadaannya harus senantiasa terpenuhi, karena padi merupakan salah satu penghasil makanan pokok yaitu berupa beras bagi masyarakat Indonesia. Untuk meningkatkan produktifitas tanaman padi dan pengetahuan petani tentang pengendalian dama dan penyakit tanaman.Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program untuk petani di Indonesia melalui SLPHT tanaman padi.Untuk mengetahui keberhasilan program tersebut maka perlu dilakukan evaluasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian anatara pelaksanaan kegiatan program SLPHT tanaman padi di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dengan pedoman teknis program SLPHT tanaman padi dilihat dari komponen konteks (context), Input (masukan), proses (process) dan produk (output). Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Lokasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, sedangkan pengambilan informan dilakukan dengan cara sengaja (purposive). Purposive dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa informan yag dibutuhkan dalam penelitian ini adalah informan yang dianggap mewakili informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Informan yang akan dipilih dalam penelitian ini antara lain anggota atau pengurus perwakilan kelopok tani, penyuluh (pelaksana SLPHT), dan petani penggerak SLPHT.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat kesesuaian dan ketidaksesuaian pada input, proses dan produk dengan pedoman teknis. Komponen input yang sesuai dengan fasilitas dan tenaga pelaksana. Komponen proses yang sesuai adalah pertemuan musyawarah pra tanam, pertemuan mingguan dan hari lapang tani. Ketrampilan petani di bidang pengamatan OPT pada tanaman padi dan teknologi pengendaliannya secara terpadu. Peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani dalam menganalisis agroekosistem pertanian dan peningkatan kerjasama dalam usahatani. Sedangkan komponen input yang tidak sesuai adalah materi yang disampaikan dalam kegiatan SLPHT. Komponen proses yang tidak sesuai survey lokasi dan peserta, pembinaan petani penggerak koordinasi untuk mempersiapkan hari lapang tani. Komponen produk yang tidak sesuai adalah peningkatan kualitas agroekosistem.
ANALISA USAHATANI TEBU (Studi Kasus di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung) Mufida Diah Lestari
Jurnal AGRIBIS Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Univeritas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.497 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki keanekaragaman sumberdaya alam, salah satunya adalah dalam bidang perkebunan. Perkebunan tebu masih menjadi alternatif pilihan utama bagi warga di Kecamatan Ngantru untuk melakukan usaha tani sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi masyarakat.Untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan dan digunakan pengujian R/C ratio dengan kriteria :Apabila R / C > 1 maka usaha tani tebu menguntungkanApabila R / C = 1 maka usaha tani tebu impas ( BEP= break event point )Apabila R / C < 1 maka usaha tani tebu rugiBiaya yang diteliti oleh peneliti ini mencakup biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap yang diperhitungkan dalam penelitian adalah sewa lahan.Biaya variabel yang diperhitungkan disini adalah bibit, pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja.            Pada pengamatan penulis dan penelitian langsung bahwa rata-rata luas lahan responden diatas 1 hektar, dengan begitu bias dikatakan bahwa responden adalah petani besar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti pada responden terhitung bahwa:Rata – rata pendapatan petani =  = Rp. 65.966.333,00. 
EVALUASI PROGRAM USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH Mufida Diah Lestari
Jurnal AGRIBIS Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Univeritas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.163 KB)

Abstract

AbstractThe rural agribusiness program is a form of government efforts to increase the income of dairy farmers, especially in Pagerwojo Subdistrict, Tulungagung Regency. The method used by researchers in determining the sample is by simple random sampling method, for livestock populations used as a sample amounting to 15-50%. While the method of data analysis used by researchers is to use the R / C ratio to determine the income or profits from raising dairy cows with the amount of lactation 1 dairy cow. In one month one lactation dairy cow was fed an additional bran of an average of 135.6 kg, an average concentrate of 27.95 kg. While minerals in one month are given as much as 3 kg.The price of additional feed in the form of rice bran per kilogram is Rp. 1,850, per kilogram of rice is Rp. 4,500, per kilogram mineral is Rp. 7,500, while forage is calculated as agricultural waste. Cattle farming represents an opportunity at all levels, driving the economy of the mountainous area through sustainable development. Become a job opportunity that can be done by farmers and provide additional income for the economy of the farmer's family.Abstrak              Program usaha agribisinis pedesaan merupakan sebuah bentuk upaya pemrintah untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi perah khususnya di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.  Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menentukan sampel yaitu dengan metode simple random sampling, untuk populasi ternak yang dipakai sebaagi sampel berjumlah 15-50%. Sedangkan metode analisis data yang diguankan oleh penliti adalah dengan mengunakan perhitungan R/C ratio untuk mengetahui pendapatan atau keuntungan dari beternak sapi perah dengan jumlah laktasi 1 ekor sapi perah. Dalam satu bulan satu ternak sapi perah laktasi di beri makanan tambahan bekatul rata-rata 135.6 kg, konsentrat rata-rata 27.95 kg. Sedangkan mineral dalam satu  bulan diberi sebanyak 3 kg.Harga pakan tambahan berupa bekatul perkilogram sebesar Rp.1.850, konsetrat perkilgram sebesar Rp.4.500, mineral perkilogram sebesar Rp.7.500, sedangkan hijauan dihitung sebagai limbah pertanian.Peternakan sapi dilakukan karena memberikan kontribusi bagi keluarga petani  dan selanjutnya sebagai  pengembangan pembangunan di daerah penggunungan.beternak sapi mewakili kesempatan pada semua tingkatan, mendorong ekonomi daerah penggunungan melalui pembangunan berkelanjutan. Menjadi kesempatan kerja yang dapat dilakukan petani dan memberi pendapatan tambahan bagi perekonomian keluarga petani.
Peran Kelompok Tani Dalam Upaya Mewujudkan Kemandirian Petani di Era Modern di Kabupaten Tulungagung Mufida Diah Lestari; Bambang Tri Kurnianto; Herry Nur Faisal; Umi Nur Solikah
Jurnal AGRIBIS Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/agribis.v9i2.848

Abstract

Kelompok tani salah satu kelompok yang memberikan andil penting dalam keberlangsungan peningkatan perkembangan perekonomian petani dan keluarganya. Kelompok tani menjadi sebuah wadah bagi petani untuk bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai berbagai hal diantaranya: mempererat silaturahmi antara anggota kelompok tani, sistem usaha tani modern, pemecahan masalah dalam bidang pertanian, sebagai ruang belajar, belajar berorganisasi dan sebagai unit produksi sebagai usaha untuk mengembangan usaha pada skala ekonomi. Kelompok tani dibentuk oleh petani dan diperuntukkan petani, namun banyak kelompok tani yang dibuat berdasarkan program pemerintah yang mengharuskan petani menjadi anggota kelompok tani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dari kelompok tani dalam perwujudkan kemandirian petani di Kabupaten Tulungagung. Penelitian menerapkan metode deskriptif kualitatif. Sampel dari penlitian ini adalah petani yang menjadi anggota kelompok tani pada beberapa daerah di Kabupaten Tulungagung. Kelompok tani dibentuk oleh petani dan diperuntukkan petani, namun banyak kelompok tani yang dibentuk berdasarkan program pemerintah yang mengharuskan petani menjadi anggota kelompok tani. Hasil dari penelitian ini masih banyak kelompok tani di Kabupaten Tulungagung yang belum berjalan maksimal disebebakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah: sumberdaya petani, petani masih enggan mengikuti kelompok tani, petani mau bergabung kedalam kelompok tani tetapi kurang aktif.