Hamdani Anwar
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Argumen Pendidikan Seksual Dalam Al-Qur’an (Upaya Penanggulangan Transeksual Pada Anak) Siti Khoeriyah; Ahmad Zain Sarnoto; Hamdani Anwar
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6311

Abstract

This research aims to Argumens of the Qur'an in the context of sexual education as a solution to prevent the phenomenon of transsexuality in children. The conclusion of this research asserts that Quranic-based sexual education Argumens are not only preventive measures but also effective instruments in combating the negative impacts on children's development and have high relevance in providing protection against the adverse effects of transsexuality on children, exploring efforts to counter transsexuality in children through Quranic-based sexual education. The research conclusion is obtained through critical analysis of the phenomenon of transsexuality from the historical perspectives of religion, psychology, and law. This research is then followed up with a thematic interpretation approach based on Quranic references concerning Argumens of sexual education and transsexuality in children. The methods used in this research are qualitative research with the maudhȗ’î interpretation method and historical-critical-contextual methods. Meanwhile, the approach used is a qualitative method based on literature research, Quranic verses, research publication, journals, conference or seminar proceedings, interviews, and articles
ORIENTASI INTERPRETASI MAKNA JIHAD DALAM PANDANGAN HAMKA DI YAYASAN BALQIS, JAKARTA Hamdani Anwar; Ahmad Zulki; Sudarmono Sudarmono; Zakaria Lubis; Ikhlas Budiman; Fikri Hakim
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talking about Jihad is a natural thing in modern times, because jihad has always been a constant debate, never ending and has given birth to many scientific works. And jihad is a very unique and interesting theme to research and study.The purpose of this studying to find out more deeply what the meaning of jihad put forward by Hamka in the book of Tafsir Al-Azhar and to find out how jihad is physical and mental according to Hamka in Tafsir Al-Azhar.The method in this research is library research, namely by using the maudhu'i interpretation method (thematic interpretation), which is a discussion of the verses of the Qur'an in accordance with the themes and titles that have been set. The things that are done in this research to identify the verses of the Qur'an that are related to jihad. And only examined one Modern Mufassir, namely Hamka's essay in his book Tafsir Al-Azhar.According to Hamka Jihad is: fighting, sincerity and activities that are driven by the heart with a sincere and sincere feeling, doing amar ma'ruf, nahi munkar, preaching, educating, and nurturing people to religious awareness. As for physical jihad, it is war if ordered by the authorities in a country. While non-physical Jihad is all good deeds that are positive for religion
PEMBINAAN KONTEKSTUALISASI STABILITAS NEGARA DI INDONESIA MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSÎR AL-MISHBÂH DI HIMPUNAN MAHASISWA YAYASAN KAHFI Abd. Muid Nawawi; Arief Rahman Hakim; Zakaria Husin Lubis; Hamdani Anwar; Khoerul Anwar
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkesimpulan besar bahwa,”Stabilitas negara akan terwujud jika negara mampu menyeimbangkan aspek politik dan pemenuhan hak-hak warga negara, serta terlaksananya praktek beragama dengan baik. Karena agama yang dibawa para nabi dan yang isinya digambarkan dalam Kitab-kitab suci adalah “serangkaian tuntunan Tuhan untuk pembinaan dan pembangunan manusia serta dunianya”. Dan mengacu pada pembangunan dalam Islam adalah bersifat menyeluruh, menyentuh dan menghujam ke dalam jati diri manusia, sehingga dengan demikian terlebih dahulu ia membangun manusia seutuhnya, material dan spiritual secara bersamaan. Juga, tujuan terakhir setiap negara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (bonum publicum, common good, common wealth). Penelitian ini adalah kualitatif dilakukan secara kepustakaan atau library research, dan penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sejarah (Sejarah klasik, Pertengahan, Kegelapan, dan Kontemporer) yaitu dengan membaca dan mempelajari secara kritis buku-buku terkait stabilitas negara pada Tafsîr Al-Mishbâh yang kemudian dikorelasikan dengan pemikiran ulama baik klasik maupun kontemporer
ORIENTASI PEMAHAMAN MUNÂSABAH DALAM QS. AL-QIYAMAH PERSPEKTIF ABDULLAH DARRÂZ DI MA’HAD AL-QUR’AN UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA Hamdani Anwar; Asep Muksin; Ahmad Thib Raya; Bunga Ifatun Nisa; Ahmad Zain Sarnoto; Raudhatul Husna
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method of analyzing the structure of the Qur'anic text has been offered by many scholars, both classical scholars and contemporary scholars. One of them is Abdullah Darrâz in his book An-Nabâu Al-Azhîmu Nazharâtun Jadîdatun fî Al-Qur'ân. The purpose of this study is to try to analyze how Abdullah Darrâz's munasabah thought in analyzing the interrelationships of the verses in the Qur'an. This paper finds that Abdullah Darrâz's munâsabah thought can be used in analyzing the coherence of each arrangement of the verses of the Qur'an in a letter by first determining the introduction (muqaddimah), the main objective (maqâsid), and finally finding the conclusion al-Qur'an (Al-Khâtimah) from a chapter of the Qur'an
PENDAMPINGAN PEMAHAMAN PEMIKIRAN NASR HAMID ABU ZAID TERHADAP POLIGAMI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DI MAJLIS TA’LIM MUSLIMAT BEKASI Abd. Rohim; Hamdani Anwar; Ahmad Thib Raya; Ilya Syafa’atun Ni’mah; Imam Addauqutni; Misbahul Huda
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polygamy is one of the important issues in the renewal of Islam and feminist movements, call it Amina Wadud, Riffat Hassan, Nazaruddin Umar, Musdah Mulia in this contemporary era. various forms of methods and theories were used by these figures in an attempt to reinterpret the polygamous verses in the Qur'an. One of them is the interpretation of polygamy using the Hermeneutic perspective of Nasr Hamid Abu Zayd. This perspective interprets polygamy verses historically-critically-contextually rooted in holistic methods (maudhu'i).
PENGUATAN ORIENTASI HAK-HAK REPRODUKSI DENGAN PENDEKATAN TAFSIR TRANSFORMATIF DI MA’HAD AL-QUR’AN UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA Abd. Muid Nawawi; Hamdani Anwar; St. Nurhafisah; Darwis Hude; Iwan Satiri; Teguh Arafah Julianto
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women are often considered secondary creatures so that they do not have rights to themselves and the right to regulate themselves, especially in terms of reproductive rights. Reproductive rights are part of human rights which are often denied in society and often suffer from abuse and violence. This research uses a qualitative approach to better understand reproductive rights according to Masdar Farid Mas'udi with a transfarmative interpretation approach. As for the results of this research, in Masdar Farid Mas'udi's thoughts on women's reproductive rights, he divided them into several aspects, namely women's rights in choosing a partner, women's rights in enjoying sexual relations, women's rights in determining pregnancy or having offspring, women's rights in caring for children, women's rights to obtain reproductive leave, and women's rights to divorce their partners
PENDAMPINGAN MODEL DAKWAH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS KRITIS KHURÛJ FÎ SABÎLILLÂH JAMAAH TABLIGH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA A Juraidi; Rieza Rieza; Abdul Muid Nawawi; Nurbaiti Nurbaiti; Hamdani Anwar; Zukhrupatul Jannah
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sumber rujukan Jamaah Tabligh dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh adalah Al-Qur’an dan Hadis. Ayat-ayat yang dijadikan dasar diantaranya, yaitu QS. Ali Imran/3:104, QS. Ali Imran/3:110, dan QS. Fussilat/41:33, selebihnya Jamaah Tabligh tetap mengutip ayat-ayat yang dalam redaksinya berkaitan dengan dakwah serta merujuk beberapa hadis yang dijadikan sebagai dalil dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh. Dengan demikian, tidak ada perbedaan yang prinsipil antara gerakan Jamaah Tabligh dengan umat Islam pada umumnya, yaitu sama-sama menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber hukum Islam yang utama. Kesimpulan penelitian ini menguatkan posisi Jamaah Tabligh bahwa dalam memahami sejumlah ayat yang kemudian dijadikan sebagai basis argumen dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh, dapat dikatakan bahwa pandangan Jamaah Tabligh mempunyai kemiripan dengan beberapa penafsir semisal Sayyid Quthub, Imam al-Thabari, Rasyid Ridha dan Quraish Shihab. Hal ini terlihat dari bagaimana jalan pemikiran Jamaah Tabligh ketika memaknai isi kandungan ayat utama untuk berdakwah dalam QS. Ali Imran/3:104. Ada sedikit perbedaan dalam memahami QS. Ali Imran/3:110 dan QS. Fussilat/41:33. Namun perbedaannya hanya terletak pada bagaimana metode Jamaah Tabligh dalam merealisasikan ayat-ayat dakwah. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pemilihan jenis penelitian kepustakaan (library research) ini didasarkan atas objek yang diteliti, yakni nash atau teks yang berkaitan tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan dasar argumen Jamaah Tabligh dalam melakukan khurûj fî sabîlillâh