Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sewagati

Evaluasi Adaptasi Kondisi Termal Gereja Cagar Budaya di Lingkungan Tropis Perkotaan (Studi Kasus: GPIB Immanuel Kota Malang) Samodra, FX Teddy Badai; Ekasiwi, Sri Nastiti Nugrahani; Antaryama, I Gusti Ngurah; Defiana, Ima; Sudarma, Erwin
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.1028

Abstract

Selaras dengan salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan dalam bidang pemukiman (habitation), yaitu membangun kota dan permukiman yang inklusif, sehat, aman, awet, dan berkelanjutan, maka kualitas lingkungan yang baik menjadi penting. GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Immanuel Kota Malang merupakan bangunan cagar budaya yang berada di daerah beriklim tropis lembap, di lingkungan perkotaan padat bangunan. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menyelesaikan permasalahan yang disampaikan oleh Mitra GPIB terkait kondisi tempat ibadah yang tidak nyaman secara termal. Metode pengabdian pada masyarakat dilaksanakan dengan pengukuran, simulasi/ perhitungan, dan analisis termal eksisting yang diselesaikan dengan pemasangan pengkondisi udara, namun masih ada keluhan penataan yang harmonis dan estetis. Hasil dari kegiatan ini berupa rancangan usulan perbaikan kondisi lingkungan di ruang ibadah. Seiring dengan program pengembangan sarana dan prasarana ibadah sebagai bangunan cagar budaya, peningkatan kondisi lingkungan diutamakan dengan mempertahankan kualitas sebagai bangunan yang dilindungi pemerintah.
Peningkatan Kualitas Bangunan Ramah Lingkungan pada Gedung Kantor Kecamatan dan Kelurahan Mulyorejo Surabaya Antaryama, I Gusti Ngurah; Samodra, FX Teddy Badai; Ekasiwi, Sri Nastiti Nugrahani; Dinapradipta, Asri; Defiana, Ima; Sudarma, Erwin
Sewagati Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i3.2481

Abstract

Pembangunan gedung ramah lingkungan telah digaungkan secara formal di Indonesia melalui peraturan menteri sejak tahun 2015. Untuk mendukung penerapan peraturan ini, pemerintah berinisiasi untuk menjadikan gedung pemerintah menjadi contoh penerapan prinsip bangunan gedung hijau (BGH). Salah satu gedung tersebut adalah  gedung Kementerian PUPR di Jakarta. Upaya ini mendorong gedung-gedung pemerintah lainnya untuk berpartisiapasi dalam perencanaan gedung ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas) ini dilakukan untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan perencanaan bangunan ramah lingkungan. Salah satu gedung kantor kecamatan/kelurahan di Surabaya dijadikan lokus kegiatan abmas. Kegiatan abmas dilaksanakan dengan menggunakan strategi seperti perekaman bangunan dan evaluasi kinerja BGH kantor. Hasil kegiatan lapangan dianalisis dan di evaluasi serta didiskusikan dalam kegiatan focus group discussion (FGD). Kondisi gedung kantor memenuhi syarat minimum BGH dan beberapa rekomendasi yang dapat diusulkan untuk meningkatkan kualitas BGH gedung kantor. Hasil abmas dalam jangka pendek dapat diimplementasikan khususnya penyesuaian/perbaikan yang tidak membutuhkan biaya besar, kegiatan membangun budaya ramah lingkungan dan dalam jangka panjang merealisasikan dalam bentuk progam fisik yang akan menjamin keberlanjutan kegiatan.