Taufik Hidayat
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Upaya Program Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Rudi Handoko; Taufik Hidayat; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1310

Abstract

Abstrak. Partisipasi merupakan keikutsertaan seseorang didalam suatu kelompok sosial untuk mengambil bagian dari kegiatan masyarakat, diluar kegiatan atau profesinya sendiri. Kegiatani upaya peningkatan produksi padi, jagungi dan kedelai dalam pencapaian swasembada pangan berkelanjutan padi, jagungandan kedelai terdiri dari pengembangan jaringan irigasi dan optimalisasi lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupayaionpeningkatani produksih padi, jagunga dan kedelai, untuk mengetahui motivasi anggota kelompok tani dalami mengikuti programe upaya khususi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Untuk mengetahui kendala yang dialami oleh anggota kelompok tani dalamii mengikuti pelaksanaan programeerupaya khususi peningkatan produksi, padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk mengetahui tingkat partisipasipankelompok tani dalam upaya programerepeningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk mengetahui tujuan kedua dan ketiga untuk mengetahui motivasi dan kendala dilakukan wawancara secara terbuka kepada responden dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan penelitian secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupaya  peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu tergolong dalam kategori tinggi (90,23%). Dari hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa ada beberapa motivasi anggota kelompok tani dalam berpartisipasi yaitu adanya dorongan dengan keinginan untuk meningkatkan hasil produksi lebih baik dan terdapat beberapa kendala yang disampaikan oleh responden diantaranya tidak adanya lahan untuk bercocok tanam dan adanya keterlambatan bantuan yang disalurkan kepada petani seperti benih, pupuk dan alsintan.Kata kunci: tingkat partisipasi, program pajale, motivasi
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hafiz; Taufik Hidayat; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2624

Abstract

Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di Desa Keliling Banteng Ulu petani yang menanam padi varietas unggul lebih banyak daripada menanam padi varietas lokal sedangkan di Desa Penggalaman petani yang menanam padi varietas lokal lebih banyak daripada menanam padi varietas unggul. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui struktur biaya dan pendapatan usahatani padi sawah dan mengetahui kelayakan usahatani varietas lokal dan varietas unggul. Metode sebagai pengambilan sampel ialah menggunakan metode random sampling, yaitu 30 orang petani padi lokal dan 30 petani padi unggul. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produksi padi lokal sejumlah 2.717 kg dengan rata-rata dari luas lahan yaitu 0,97 ha, dan produktivitas padi lokal adalah sebesar 2.792 kg/ha dijual dengan harga Rp 6000/kg sedangkan produksi padi varietas unggul adalah sebesar 3.465 kg dengan luas lahan yaitu 1,025 ha, dan produktivitas padi unggul adalah  3.380 kg/ha dengan harga jual sebesar Rp 5000/kg. Rata-rata biaya total padi varietas lokal sebesar Rp 13.287.275/UT atau Rp 13.698.221/ha sedangkan untuk rata-rata biaya total padi varietas unggul adalah senilai Rp 16.175.459/UT atau Rp 15.780.936/ha. Penerimaan padi lokal sebesar Rp 16.255.833/UT atau Rp 16.758.591/ha sedangkan untuk padi unggul penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 17.874.333/UT atau Rp 17.438.374/ha. Rata-rata dari tingkat pendapatan padi lokal yang dihasilkan sebesar Rp 11.011.528/UT atau Rp 11.352.092/ha sedangkan rata-rata pendapatan padi unggul yaitu sebesar Rp 10.709.248/UT atau Rp 10.448.047/ha. Usahatani kedua varietas padi lokal dan padi unggul layak diusahakan dengan nilai RCR untuk varietas lokal yaitu sebesar 1,22 dan untuk nilai RCR padi unggul adalah sebesar 1,11.Kata kunci: analisis usahatani, total biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan
Analisis Pemasaran Bakso Ikan di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan (Studi Kasus Usaha Bakso Ikan Kub Mina Usaha) Gilang Ahmad Pratama; Taufik Hidayat; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1294

Abstract

Abstrak. Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi alam yang tinggi dalam bidang perikanannya. Salah satu hasil olahannya adalah bakso ikan yang menempati posisi ketiga besar, setelah penggaraman dan pengolahan abon. Namun, pemasaran bakso ikan masih belum berkembang dan perlu diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha, untuk mengidentifikasi biaya, margin, keuntungan dan share pemasaran bakso ikan. Serta menentukan faktor-faktor dalam pemilihan produk bakso ikan dan mengetahui baik kendala maupun permasalahan dalam pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha. Responden dalam penelitian ini adalah produsen bakso ikan, tenaga kerja, pedagang dan konsumen. Untuk produsen dan tenaga kerja dipilih secara purposive sampling, pedagang dipilih secara snowball sampling, dan konsumen dipilih menggunakan inccedental sampling. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran di KUB  Mina Usaha memiliki dua pola yaitu saluran satu lembaga pemasaran di mana bakso ikan yang berasal dari produsen langsung dijual ke konsumen sedangkan saluran dua lembaga pemasaran yaitu produsen menjual kepada konsumen melalui pedagang pengecer. Total biaya tertinggi antara kelima saluran adalah biaya pada saluran II D lama penyimpanan maksimal dan biaya terkecil terdapat pada saluran ke I lama penyimpanan perhari. Margin total terbesar yaitu pada saluran II D. Sedangkan margin terkecil juga pada saluran I. Keuntungan terbesar terdapat pada saluran II D dan keuntungan terkecil pada saluran I.  Producer share tertinggi terdapat pada saluran pertama yaitu saluran I dan yang terendah pada saluran II D. Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bakso adalah informasi label halal, cita rasa, kepuasan membeli dan mengonsumsi, kehigienisan, dan produk tidak mudah rusak. Sedangkan untuk nilai terendah adalah bentuk dan ukuran bakso ikan. Permasalahan yang dihadapi produsen adalah pemasarannya yang masih sempit dan perizinan dalam berdagang, pada pedagang pengecer adalah kurang terkenalnya produk bakso ikan, keterlambatan dalam  pemasokan dan ketersediaan tempat penyimpanan yang rusak dan pada konsumen kurangnya stok bakso ikan.Kata kunci: saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, share pemasaran, bakso ikan
Tingkat Penggunaan Teknologi pada Usahatani Karet di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong Habibah Siti; Nuri Dewi Yanti; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1936

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting untuk lingkup internasional, di Indonesia seperti di Provinsi Kalimantan Selatan pada kabupaten Tabalong karet merupakan salah satu hasil perekonomian perkebunan karet rakyat yang banyak dikelola oleh masyarakat. Akan tetapi pengelolaan yang dilakukan hanya seadanya setelah ditanam, karet dibiarkan tumbuh begitu saja, perawatannya kurang diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tingkat penggunaan teknologi budidaya karet di Kecamatan Kelua dan apa kendala dan permasalahan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya karet di Kecamatan Kelua. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kelua. Dimulai dari bulan Desember 2018 sampai Maret 2019, yang meliputi tahapan persiapan, pengambilan dan pengumpulan data di lapangan, pengolahan dan analisis data serta penyajian laporan akhir. Jumlah sampel sebanyak 50 orang petani karet, diambil secara senghaja (purposive). Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat penggunaan teknologi budidaya karet pada persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, penyadapan pengolahan di Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong adalah rendah yaitu 51%. Kendala dan permasalahan petani karet diantaranya adalah serangan penyakit jamur akar putih dan kering alur sadap. Kurang aktifnya kelompok tani yang mana masih tidak adanya tenaga penyuluh yang berpengalaman dibidang karet.Kata kunci: tingkat penggunaan, teknologi karet, petani karet
EFEKTIVITAS PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Nia Sarinastiti; Muzdalifah Muzdalifah; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.619

Abstract

 Lahan pekarangan mampu dimanfaatkan sebagai usaha tani skala rumah tangga dan mampu menciptakan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. KRPL merupakan suatu program pemanfaatan pekarangan melalui upaya pemberdayaan wanita. Awal pelaksanaan program KRPL disambut antusias oleh anggota KWT namun semakin lama berkurang dikarenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. Sehingga dalam penelitian ini seberapa besar tingkat ketercapaian tujuan dengan proses pelaksanaan program KRPL dapat diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas program KRPL, dan mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi program KRPL terhadap ketercapaian pelaksanaan program KRPL. Penelitian ini terlaksana dari bulan Maret sampai dengan bulan September 2017. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan wilayah penelitian secara purposive dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional. Analisis data yang dipergunakan yaitu metode deskriptif dengan menggunakan rumus interval serta dipergunakan uji t untuk menguji tingkat signifikansinya dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis metode deskriptif menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program KRPL berada pada kategori sedang dengan hasil uji t adalah tidak signifikan. Hasil analisis uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sumberdaya dan faktor sikap terhadap ketercapaian program KRPL dan terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor komunikasi dan koordinasi terhadap ketercapaian program KRPL.Kata Kunci: efektivitas, program KRPL, uji interval, korelasi Rank Spearman
Sikap dan Persepsi Pedagang Pengumpul Terhadap Keberadaan Sub Terminal Agribisnis Muara Taniran (Studi Kasus : Muara Taniran Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Muhammad Zaki Yamani; Taufik Hidayat; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.774

Abstract

Dampak keberadaan Subterminal Agribisnis  di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan menitik beratkan pada produksi komoditas yang dominan yaitu tanaman sayur-sayuran, dan STA sendiri menjadi salah satu fungsi infarastruktur sentral bagi petani dan pedagang bertemu dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, Apakah dampak keberadaan Subterminal ini bisa menunjang dan menjadi salah satu kemudahan petani dalam memasarkan hasil pertaniannya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap, persepsi dan harapan dari para pedagang dan pengumpul yang melakukan kegiatan di lingkungan Subterminal Agribisnis. Metode yang digunakn dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap dari pedagang dan pengumpul adalah setuju dapat disimpulkan bahwa hasil dari perhitungan Thit tentang rentang skor individu responden mengasilkan nilai 17, dan melebihi dari skor rentang batasan antara positif dan negatif adalah 3, maka skor skala sikap dari responden menghasilkan skor sikap positif. Persepsi pedagang dan pengumpul menghasilkan hasil positif dan penilaian kebermanfaatannya dengan rata-rata rentang jawaban sangat setuju dan setuju dari 3 kategori pernyataan yaitu situasional, pengetahuan dan kepribadian. Harapan dari pedagang dan pengumpul yang berada dilingkungan Subterminal Agribisnis adalah mengharapkan instansi-instansi terkait agar mengambil peran masing-masing dalam pengembangan dan perbaikan SubTerminal Agrbisnis Muara Taniran.Kata kunci: subterminal agribisnis, sikap, persepsi
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Sayur Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru Rusidah Rusidah; Artahnan Aid; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.598

Abstract

Karakteristik sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani sayur dan usahatani, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi (tingkat pendapatan petani, pendidikan formal dan non formal, kepemilikan lahan, dan pengalaman berusahatani), serta mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pendapatan petani sayur di Kelurahan Loktabat Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per usahatani petani sayur sebesar Rp 1.464.858, Pendidikan formal rata-rata petani sayur adalah SMP, sedangkan pendidikan non formal dari 33 orang hanya 5 orang atau 15,15% yang pernah mengikuti pendidikan non formal, Kepemilikan lahan rata-rata yang  digarap petani adalah lahan kebun dengan status sewa dan total luas lahan yang dimiliki adalah 4.80 ha, dengan rata-rata 0,15 ha. Rata-rata pegalaman berusahatani petani sayur adalah 10,73 tahun. Kendala yang di hadapi petani umumnya adalah hama penyakit tanamaan (ulat) dan iklim (hujan, kemarau, banjir) dengan persentase sebesar 78,79%.
Tingkat Pengetahuan Petani Tentang Pestisida pada Tanaman Padi di Desa Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Susi Wahyudi; Taufik Hidayat; Nurmelati Septiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21934

Abstract

Recently various types and brands of pesticide have circulated on the area of Hulu Sungai Tengah. Each of product s has label and packaging,which show the advantages as well as certification of safety. Mast of them have been used by farmers, especially paddy grower. The study excavates the level of farmer knowledge on pesticide use, and identifies internal and external factors which affect farmers ' knowledge in Desa Kasarangan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hu/u Sungai Tengah. The farmers have high knowledge of pesticide use (score 87.87%}. The internal factors do not have a significant correl ation to level of knowledge, while the external factor (land acreage) has significant corre lation.
Peran Program Desa Mandiri Pangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Panjampang Bahagia Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Bayu Kurniawan; Mariani Mariani; Taufik Hidayat
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i1.21911

Abstract

The development of Village Food Resilience Program (DMP), in order to integrate many community food security empowerment programs , requires community participation. It is expected that by this approach all villages capable in achieving food security independently. The study aimed: (1) to explore the role of DMP program in supporting household food security; and (2) to recognize the problem encountered on the DMP program. The survey method is practiced in the study where is 33 respondents were taken as samples. The population is the members of affi nity groups who receive two programs, which are: credit facility program and poultry business improvement program. The study revealed that the DMP program is very important to support household foo d security in the study site. Even though there are many problems to settl e. The infrastructures and human resources are limited to support food security prog rams. Several members of affi nity group are not forward-thinking and less-discipline in returning the credit. In addition, the credit fund also limited and cannot meet the increasing credit demand.
Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Rima Yuliana; Taufik Hidayat; Fardianah Mukhyar
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i1.21913

Abstract

The study is purposed: (1) to assess the community satisfaction on CSR program supported by Adaro; and (2) to excavate the community expectation on the program. The study site was Kecamatan Paringin - Kabupaten Balangan and 82 respondents were involved. The Importance Performance Analysis was used to measure the variables or attributes, so the importance and perforce level can be determined to develop further CSR program. According to the community opinion, the responsibility to develop the community is the most important attribute (4.26), while the suitability is less important. The score of community participation on the program proposal and planning is 3. 44. The highest performance level is the need of suitability (3.37), while the community participation in proposing activities is the lowest (2.60). The community expects that the program should be accompanied by professional adviser to guide them in implementing all activities.