Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Restin Tri Yanti Harefa; Tri Hartati Sukartini Hulu; Maria Magdalena Batee; Idarni Harefa
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i2.2997

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024, serta mengukur besarnya pengaruh tersebut. Likuiditas diproksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-asosiatif dan ex post facto, sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling yang menghasilkan empat bank kategori KBMI 4, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Data sekunder berupa laporan keuangan publikasi triwulanan menghasilkan 48 observasi. Teknik analisis data mencakup analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (termasuk transformasi Cochrane–Orcutt untuk mengoreksi autokorelasi), regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Implikasinya, fluktuasi LDR pada bank skala KBMI 4 belum menjadi determinan utama dalam perubahan profitabilitas ROA pada periode amatan. ABSTRACTThis study aims to test and analyze the effect of liquidity on the financial performance of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022–2024, as well as to measure the magnitude of that effect. Liquidity is proxied by the Loan-to-Deposit Ratio (LDR), while financial performance is proxied by Return on Assets (ROA). Using a quantitative approach with a causal-associative and ex post facto design, the research sample was determined through purposive sampling, resulting in four banks in the KBMI 4: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Secondary data in the form of quarterly financial reports yielded 48 observations. Data analysis techniques included descriptive statistical analysis, tests of classical assumptions (including the Cochrane–Orcutt transformation to correct for autocorrelation), simple linear regression, t-tests, and the coefficient of determination (R2). The results of the study indicate that the LDR does not have a significant effect on ROA. Implicitly, fluctuations in LDR at banks classified as KBMI 4 were not a major determinant of changes in ROA profitability during the observation period. 
Analisis Strategi Talent Management Dalam Mengembangkan Kompetensi Digital ASN di Kantor Kecamatan Tuhemberua Arif Rianto Zai; Maria Magdalena Batee; Serniati Zebua; Yuterlin Zalukhu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13909

Abstract

Transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki kompetensi digital yang memadai agar mampu memberikan pelayanan publik yang efektif, efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, kompetensi digital ASN di Kantor Kecamatan Tuhemberua masih belum optimal karena terdapat kesenjangan kemampuan antarpegawai, keterbatasan program pelatihan dan pengembangan, serta belum diterapkannya pengelolaan talenta secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis strategi Talent Management yang meliputi aspek Attraction, Development, dan Retention, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya dalam meningkatkan kompetensi digital ASN. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi Camat, Sekretaris Kecamatan, Kasubag Umum dan Kepegawaian, serta beberapa ASN yang terlibat dalam pelaksanaan tugas administrasi dan pelayanan publik. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Talent Management telah diterapkan melalui penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi, pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta upaya retensi berupa pemberian motivasi, dukungan pimpinan, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Meskipun demikian, penerapannya belum optimal karena keterbatasan anggaran, kompetensi digital yang belum merata, keterbatasan sarana pendukung, dan belum adanya pemetaan talenta yang terstruktur. Faktor pendukung utama meliputi komitmen pimpinan, kerja sama antarpegawai, serta kemauan ASN untuk belajar dan beradaptasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemetaan kompetensi, pelatihan digital berkelanjutan, serta sistem pengembangan talenta yang lebih terencana untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemerataan Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan di Kantor Camat Bawalato Kabupaten Nias Refni Yanti Aceh; Odaligoziduhu Halawa; Maria Magdalena Batee; Yamolala Zega
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v4i4.1049

Abstract

This study aims to analyze the equalization of training and human resource (HR) development in an effort to improve services at the Bawalato Sub-district Office, Nias Regency. The background of this research is the finding of unequal training opportunities, where only a small number of employees have had the opportunity to participate in training, while others have never attended any training, resulting in competency gaps that affect the quality of public services. This study uses a descriptive qualitative approach. The results show that: (1) the implementation of equal training and HR development has not been optimal because training opportunities are still influenced by field of duty, participant appointment, recommendations, and training availability; (2) training inequality is caused by budget constraints, leadership policies that are not yet equity-based, minimal HR development planning, prioritization of structural officials, suboptimal competency needs mapping, differences in employee motivation, and limited access to training information; and (3) the equalization of training and HR development contributes to improving the quality of public services, particularly in enhancing the knowledge and skills of apparatus, enabling services to be delivered more quickly, accurately, easily, professionally, and responsively to community needs.