Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strengthening the Implementation of Capacity Activities on the Development of Village Government Apparatus Resources in Gorontalo Regency Junus, Dikson; Napir, Suaib; Nuna, Muten; Harun, Nur Istiyan; Marzaman, Aitika Puspita
Journal of Indonesian Scholars for Social Research Vol. 2 No. 1 (2022): JISSR
Publisher : Cendekiawan Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.415 KB)

Abstract

The research method used qualitative data analysis, including data collection; data condensation/data simplification; presentation of data, and conclusions/verification. Data were obtained through interviews, observation, and documentation. The study results show that there is still a problem that becomes an obstacle for village government officials in Gorontalo Regency in maximizing their role in development planning, so efforts are needed to improve further the development planning capabilities of the village government apparatus. A level of quality planning and good development management is necessary for government officials. They know the strengthening of the implementation of capacity activities in the development of village government apparatus resources in Gorontalo district. Based on this, a series of activities are needed to encourage the improvement of village government apparatus in a Village Development Planning Workshop and assistance in carrying out village development planning.
Analisis Pencapaian Hasil dan Pemberdayaan Pegawai Untuk Mengukur Kinerja Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Bilondatu, Nikma; Napir, Suaib; Pauweni, Lisnawaty; Biongan , Ahiar; Nani, Sudarmono; Junus, Dikson
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 8 No 1 (2024): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v8i1.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Bagian Umum Dan Perlengkapan di Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Untuk mendapatkan data dimana ditunjuk sejumlah responden diantaranya Kepala Bagian 1 Orang, Kasubag 2 orang, dan Staf 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuesioner, wawancara, observasi, dan Library research. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kuantitatif dengan menggunakan skala lingkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Kinerja Bagian Umum dan perlengkapan sekretariat daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diukur dari aspek pencapaian hasil tergolong tinggi, walaupun masih ada pegawai belum terlalu tahu tentang bagaimana mengenali progress yang ada pada kelompok kerja sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat mengingat tingkat pendidikan yang untuk S2 5 orang, S1 15 orang, D3 3 orang, dan SMA 5 orang. Kedua, Kinerja Bagian Umum dan perlengkapan sekretariat daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diukur dari aspek pemberdayaan pegawai tergolong tinggi, dapat dilihat bahwa setiap pegawai telah mempunyai uraian tugas dan prosedur kerja yang jelas sesuai dengan tugas dan fungsi. Selain itu, data bagian umum menunjukkan bahwa pegawai golongan II 7 orang, Golongan III 12 orang dan Golongan IV 9 orang. Rekomendasi penelitian ini yaitu Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara bukan hanya pencapaian hasil difokuskan kepada kinerja tetapi juga pencapaian hasil diperlukan pelibatan seluruh pegawai untuk ikut serta dalam perumusan menyusun perencanaan masa depan organisasi. Selanjutnya, perlu pengembangan program pemberdayaan pegawai melalui pembagian tugas dan fungsi pada masing-masing pegawai sesuai dengan kewenangan masing-masing
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kota Gorontalo: Implikasi Tata Kelola dan Reformasi Birokrasi Junus, Dikson; Napir, Suaib; Puspaningrum, Dian; Ernikawati; Hatta, Herman
Journal of Indonesian Scholars for Social Research Vol. 5 No. 1 Special Issues (2025): Innovation and Social Transformation for Golden Indonesia 2045
Publisher : Cendekiawan Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59065/jissr.v5i1 Special Issues.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kota Gorontalo serta implikasinya terhadap tata kelola dan reformasi birokrasi. Pengelolaan sampah yang efektif merupakan tantangan besar bagi kota-kota berkembang, termasuk Kota Gorontalo, mengingat volume sampah yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat telah memberikan dampak positif dalam pengelolaan sampah, seperti melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan penyuluhan lingkungan. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam hal ketimpangan partisipasi masyarakat, koordinasi antar instansi pemerintah yang belum optimal, serta proses birokrasi yang lambat. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan, meskipun menunjukkan kemajuan, masih memerlukan percepatan implementasi untuk menciptakan sistem yang lebih transparan, efisien, dan responsif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan koordinasi antar lembaga, dan percepatan reformasi birokrasi sebagai langkah strategis untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Gorontalo. Temuan ini relevan sebagai referensi bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan sampah dan tata kelola lingkungan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Penerapan Teknologi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Nuna, Muten; Junus, Dikson; Hunawa, Robby; Napir, Suaib; A. Sahi, Nirmala
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.505

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapan teknologi terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analitis, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, catatan lapangan, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif dengan tiga langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau verifikasi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa untuk menunjang efektivitas penerapan teknologi terhadap pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gorontalo dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor diantaranya : 1) Faktor sosial, dimana dukungan sosial dari rekan kerja dan atasan dalam melaksanakan pekerjaan memiliki pengaruh dalam memanfaatkan teknologi informasi; 2) Faktor Affect, dimana para staff seharusnya memliki semangat kerja dan memiliki perasaan yang senang dalam melakukan pekerjaannya dengan menggunakan teknologi maupun aplikasi, meskipun affect ini pengaruhnya kurang signifikan tehadap pemberian layanan melalui teknologi informasi digital.; 3) Faktor kesesuaian tugas, dimana dalam pemanfaatan teknologi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai itu sendiri.
PENERAPAN MODEL EKONOMI SIRKULAR DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS QUADRUPLE HELIX DI KOTA GORONTALO Junus, Dikson; Napir, Suaib
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 12 No. 3 (2025): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v12i3.2004

Abstract

This study aims to identify opportunities and challenges in implementing a Quadruple Helix-based circular economy in Gorontalo City and to design effective and inclusive policies to support sustainable waste management. The research method uses a qualitative approach with descriptive analysis, through primary data collection via in-depth interviews, field observations, and documentation studies. The results of the study show that waste management in Gorontalo City still faces challenges such as a lack of public awareness and improper waste disposal, insufficient budget and operational personnel for waste collection, and a digital system and TPS3R management that are not yet optimal. While the circular economy model has been regulated through waste management policies, it is not yet holistic. The implementation of the circular economy in waste management by the Gorontalo City government is carried out through the provision of waste banks, with 10 waste banks established in 2016 and 106 waste banks in 2019. The circular economy implementation model in waste management based on the quadruple helix approach in Gorontalo City is already in place, utilizing a collaborative approach involving the city government, businesses, the community, and universities. This quadruple helix approach leverages the resources of all parties to maximize waste reduction and management in urban areas, thereby impacting environmental quality, public health, and community income. Therefore, a strong commitment from the Gorontalo city government is required, marked by the existence of regulations or local ordinances on environmental management, the provision of support for waste management activities, and the implementation of waste collection, transportation, disposal, and processing services in Gorontalo City. 
Pemberdayaan Potensi Lokal Buah Semangka Sebagai Produk UMKM Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sukamakmur, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo Nuna, Muten; Tabo, Sarfan; Hunawa, Robby; Junus, Dikson; Podungge, Abdul Wahab; Sahi, Nirmala; Mahriadi, Nopriawan; Walahe, Dewi; Hasan, Silvana; Napir, Suaib; Harun, Nur Istiyan; Polinggapo, Jefri; Arsjad, Muh. Fachri; Paweni, Lisnawati; Bilondatu, Nikma; Biongan, Ahiar; Bahlun, Wanda; Sukarna, Yovin
Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/aktivasi.v7i1.585

Abstract

Community Service Program (Kuliah Kerja Pengabdian/KKP) is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education focusing on community engagement. This program aims to empower students as agents of change through the application of knowledge in the field. This research was conducted in Sukamakmur Village, Tolangohula District, Gorontalo Regency, an area with abundant watermelon agricultural potential. The urgency of this research lies in the need to optimize watermelon processing to increase its economic value, foster awareness of clean and healthy living, and strengthen community cohesion. The KKP activities were carried out for 45 days, encompassing observation, interviews, discussions, and direct training. The demonstration method was employed in the training for processing watermelons into stick and jam products. Additionally, socialization on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), free health check-ups, and arts and sports activities were conducted. The results show that the community successfully understood and practiced watermelon processing into valuable products. There was an increase in community awareness regarding PHBS, and cohesion was fostered through social activities. The implications of these activities include the realization of economic empowerment, improved health, and strengthened social bonds within the community. For the sustainability of the program, continuous mentorship from the local government and universities is recommended to develop the processed watermelon business and enhance community participation in maintaining health and environmental cleanliness.
PENYULUHAN BANTUAN HUKUM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PERMATA KECAMATAN BONE KABUPATEN BONE BOLANGO Podungge, Abdul Wahab; Nuna, Muten; Tabo, Sarfan; Junus, Dikson; Napir, Suaib; Hunawa, Robby; Sahi, Nirmala A.; Arsjad, Muh. Fachri; Walahe, Dewi; Harun, Nur Istiyan; Polinggapo, Jefri; Paweni, Lisnawati; Hasan, Silvana; Bilondatu, Nikma; Biongan, Ahiar; Bantali, Endang; Ahmad, Febriyanto
Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/aktivasi.v7i1.586

Abstract

One way to improve community well-being is by fostering understanding and awareness so that citizens comply with applicable norms and regulations. In this community service program (PKM), participants receive knowledge in three main areas: legal aspects, community empowerment, and welfare. This approach uses a systematic delivery method and interactive question-and-answer sessions so that residents can directly participate. This approach is designed to ensure effective and equitable dissemination of knowledge. After the presentation session is complete, the activity moves to a more in-depth and collaborative stage, namely an interactive question-and-answer session. This session is deliberately designed to encourage active participation from the community as participants, creating a lively discussion atmosphere and allowing for the direct exchange of ideas and clarification of questions. The impact of the activity is evident in the increased understanding, both at the individual and group levels, of the Indonesian legal system and the mechanisms for accessing free legal aid. Furthermore, there is a growing awareness of optimizing village potential, both human and natural resources, with better quality, as well as enthusiasm for starting new businesses that are expected to stimulate local economic growth and improve the welfare of the village community as a whole. With a better understanding of the law and economic potential, it is hoped that the Permata Village community will be more proactive in utilizing local resources and building self-reliance. The success of the interaction and active participation indicates that this type of outreach has a positive long-term impact in encouraging improvements in their quality of life and future well-being.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DESA (RANPERDES) DI DESA BONTULA KECAMATAN ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO Junus, Dikson; Nuna, Muten; Hiola, Abdul Samad; Podungge, Abdul Wahab; Napir, Suaib; Hunawa, Robby; Sahi, Nirmala A.; Arsjad, Muh Fachri; Tabo, Sarfan; Walahe, Dewi; Harun, Nur Istiyan; Polinggapo, Jefri; Pauweni, Lisnawaty; Puspaningrum, Dian; Hatta, Herman
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Februari 2025-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v7i1.3817

Abstract

This activity is a form of Community Service (PKM) which aims to open the horizons and insights of the community regarding the Draft Village Regulation as an important part of better village governance. The methods used in this mentoring activity include activity planning, activity preparation, activity implementation and discussion in the form of village deliberation meetings accompanied by dialogues that allow participants to explore as much knowledge as possible and find solutions to the problems of drafting village regulations faced. The results achieved in the mentoring activity for drafting Village Regulations carried out in Bontula Village, Asparaga District, namely where the activity ran smoothly and without any significant obstacles, both from the planning stage to the village deliberation. The smooth running of the activity was due to the support of all stakeholders in helping the Community Service team to carry out mentoring activities optimally. In this activity, the resource person not only delivered material related to the urgency of drafting Village Regulations in the implementation of village government, but also the technicalities of drafting Village Regulations accompanied by simulations that were focused and easy to understand by participants, so that participants in this activity could understand the theory and practice of drafting Village Regulations in accordance with applicable laws and regulations. The knowledge gained by participants in this activity is expected to be a strong foundation for producing quality Village Regulations, especially in Bontula Village, Asparaga District, Gorontalo Regency.Keywords : Mentoring, Drafting, Draft Village Regulations
Peningkatan Peran Dan Partisipasi Pemuda Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dan Pembangunan Daerah Di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango Junus, Dikson; Marzaman, Atika; Napir, Suaib
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Februari 2019 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.47 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v1i1.495

Abstract

Berbagai patologi sosial yang akhir-akhir ini kemudian berkembang terkait masalah pengangguran yang umumnya menjangkiti para pemuda, Hal ini tentu saja mengakibatkan pekerjaan besar baru bagi bangsa ini. Mengingat pada saat bersamaan. Isu pemberantasan korupsi yang belum tuntas, dekandensi moral, ilegal logging serta permasalahan bangsa yang lain hampir menyebabkan bangsa kehabisan cara untuk mengatasinya. Kedepan jika permasalahan ini tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan bangsa ini akan mengalami lost generation (kehilangan tongkat estafet kepemimpinan bangsa).Ancaman ini sudah sepatutnya diperhatikan oleh seluruh elemen bangsa yang dikenal besar dengan sejarahnya, serta kekayaan alam yang melimpah ruah. Agar nantinya bangsa ini dapat menjadi bangsa yang disegani dalam percaturan politik global. Salah satunya ialah dengan merapatkan diri pada Pemuda sebagai aset strategis bangsa, melalui pengambilan kebijakan dan tindakan nyata oleh para stakeholder. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat dalam hal ini penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap masalah yang di hadapi. Kegiatan ini di laksanakan selama 2 (dua) hari di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango. Dari hasil kegiatan pengabdian ini, di ketahui bahwa peserta mampu menganalisa masalah yang di hadapi dengan metode-metode pemecahan masalah yang di sampaikan oleh pemateri. Kata kunci : Partisipasi pemuda, pemberdayaan masyarakat, pembangunan daerah
Adopting sustainable environmental policy based on quadruple helix model in Gorontalo city, Indonesia Junus, Dikson; Harun, Nur Istiyan; Napir, Suaib
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 14 No. 3 (2024): (December 2024)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v14i3.12764

Abstract

Gorontalo City is an area that has potential natural resources. However, destructive natural resource management has caused a lot of environmental damage. Waste management, for example, is still a prominent problem in Gorontalo City. This research explains the environmental problems faced by Gorontalo City using the quadruple helix model. This research method uses an explanatory approach, to identify, mapping, and formulating alternative solution models for environmental problems based on sustainable development principles. The data collected is used as input in formulating environmental policies with a collaborative system using the quadruple helix model. The results of the study found that the policy for handling environmental problems in Gorontalo City has not been well optimized. The main problem originates from the lack of a creative and innovative collaboration system between the government, community, academia and industry. Gorontalo City Government basically has a strategic plan, but the formulation, implementation and evaluation process does not involve other strategic actors. The Quadruple Helix model could be a suitable local innovation model that is adjusted to the condition of resources in a local region.