Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Infeksi Kecacingan dan Pemeriksaan Telur Soil Transmited Helminth (STH) Pada Anak-Anak di Kelurahan Lapulu Kota Kendari Sri Aprilianti Idris; Muhammad Sultanul Aulya; Firdayanti Firdayanti; Darmayanita Wenty; Kemal Idris Balaka; Muhammad Ilyas Y; Apriyanto Apriyanto; Bonni Rubak
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v6i1.8764

Abstract

Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing golongan nematoda usus yang penularannya melalui tanah dalam daur hidupnya. Berbagai macam cacing kelas nematoda yang diketahui yaitu cacing gelang (Ascaris Lumbricoides) cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Penyakit cacingan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan, pada anak-anak cacingan akan berdampak pada gangguan dalam belajar, menurunnya kualitas kecerdasan dan berkurangnya asupan gizi yang diperoleh. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait infeksi kecacingan dan mengetahui tingkat infeksi kecacingan pada anak-anak di kelurahan Lapulu Kota Kendari dengan menggunakan metode kato katz. Jenis kegiatan ini bersifat Deskriktif yaitu untuk melihat gambaran dan mendeteksi hasil pemeriksaan telur cacing nematoda usus pada anak-anak kelurahan Lapulu Kota Kendari. Sampel yang digunakan adalah feses sebanyak 40 sampel. Hasil pemeriksaan dengan metode kato katz pada 40 sampel feses anak – anak dikelurahan Lapulu Kota Kendari terdapat 1 sampel positif yaitu dengan tingkat infeksi kecacingan sangat ringat yaitu invertil sedangkan 39 sampel feses anak tidak terdapat telur cacing Nematoda Usus.
Prevalensi Jenis Kelamin dan Usia Pasien Suspek Tuberkulosis (TB) Terhadap Hasil Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) Menggunakan GeneXpert di RSUD Bahteramas Darmayanita Wenty; Ani Umar; Heni Umar; Fika
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 7 (2) Juni 2025)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v7i2.353

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the infectious diseases that is still a global health problem, including in Indonesia. Examination using Molecular Rapid Test (TCM) is an effective method in detecting TB and resistance to rifampicin. This study aims to determine the prevalence of gender and age of suspected TB patients against the results of TCM examination at Bahteramas Hospital. This study is a quantitative descriptive study with a retrospective approach. Data were obtained from the results of TCM examinations on 309 suspected TB patients conducted at Bahteramas Regional Hospital. The variables analyzed included age, gender, and TCM results, which were categorized as Rifampicin Sensitive (Rif Sen), Rifampicin Resistant (Rif Res), and Negative. The results of this study are that of the 309 patients, the majority were over 46 years old (60.2%) and male (54.4%). The results of the TCM examination showed that 59 patients (19.1%) were detected with rifampicin-sensitive TB, 9 patients (2.9%) with rifampicin-resistant TB, and 241 patients (78%) had negative results. Most patients with positive TB results came from the age group >46 years and were male. The conclusion of this study is that there is a tendency that elderly and male patients have a higher prevalence of positive TCM results. These results indicate the importance of active screening and early detection in certain age groups and genders for TB control.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Urinalisa sebagai Metode Skrining Disfungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Terapi Antidiabetik Oral Darmayanita Wenty; Muhammad Sultanul Aulya; Muhammad Ilyas Yusuf; Angriani Fusvita; Heni Umar; Immel Putri Qaila
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang berisiko komplikasi mikrovaskular termasuk nefropati diabetik. Penggunaan obat antidiabetik oral merupakan pilihan utama pasien DM Tipe 2, namun penggunaan yang tidak tepat beresiko efek samping termasuk gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisa merupakan skrining awal sederhana untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Namun, data profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Bahteramas masih terbatas. Tujuan: Mengetahui profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. 40 pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral dan memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan urinalisa kualitatif dengan makroskopis urine, semi-kuantitatif menggunakan dipstick dan analisis mikroskopis sedimen urin. Hasil: Ditemukan glukosa sebanyak 52,5%, protein sebanyak 62,5%, darah sebanyak 67,5%, leukosit sebanyak 40%. Pada hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan leukosit sebanyak 50%, eritrosit sebanyak 100%, sel epitel sebanyak 52,5%, kristal sebanyak 12,5%, dan bakteri sebanyak 25%. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien meskipun telah menjalani terapi antidiabetik oral. Pemeriksaan urinalisa secara rutin dapat digunakan sebagai skrining awal yang efektif dalam deteksi komplikasi ginjal pada DM.
Profil Hasil Laju Endap Darah (LED) pada Penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara: Profile of Blood Sedimentation Rate (ESR) Results in Diabetes Mellitus Patients at Bahteramas General Hospital, Southeast Sulawesi Province Darmayanita Wenty; Ani Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) dikenal sebagai kencing manis atau penyakit gula darah adalah jenis penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah, sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Pada pasien Diabetes Mellitus (DM) ini ditemukan laju endap darah (LED) yang tinggi karena adanya infeksi akut dan peradangan kronis dalam tubuh, globulin fibrinogen dan banyak pemicu lainnya. Berdasarkan data mengenai pasien diabetes mellitus yang dirawat di ruang rawat inap rumah sakit Bahteramas menunjukkan angka yang signifikan selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2017, terdapat 327 pasien diabetes melitus yang dirawat, meningkat menjadi 355 pasien pada tahun 2018, kemudian mengalami peningkatan menjadi 360 pasien pada tahun 2019. Tujuan: Untuk mengetahui Profil Laju Endap Darah (LED) pada penderita Diabetes Mellitus yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan metode Westergreen pada pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) pada penderita Diabetes mellitus yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 30 sampel maka diperoleh hasil LED meningkat sebanyak 26 (86,7%) sampel dan hasil LED normal sebanyak 4 (13,3%).
Profil Urinalisa Pasien Diabetes Tipe-2 dengan Terapi Antidiabetik Oral Sebagai Skrining Disfungsi Ginjal di RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara Muhammad Ilyas Y.; Darmayanita Wenty; Kemal Idris Balaka; Aprianto; Immel Putri Qaila; Adriatman Rasak; Halik; Nurhikma
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v3i2.5177

Abstract

Type-2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease with a high risk of microvascular complications, one of which is diabetic nephropathy. Oral antidiabetic medications are the primary choice for type-2 DM patients to control blood sugar; however, they must be used appropriately, safely, and effectively, as improper use may lead to side effects such as impaired kidney function. Therefore, urinalysis serves as a simple initial screening method to detect impaired kidney function. However, data regarding urinalysis profiles in type-2 DM patients receiving oral antidiabetic therapy at Bahteramas General Hospital remain limited. This study aims to determine the urinalysis profile in patients with type-2 diabetes undergoing oral antidiabetic therapy as an early detection method for kidney dysfunction. This study uses a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 40 patients with type-2 diabetes undergoing oral antidiabetic therapy who met the inclusion criteria. Urinalysis was performed qualitatively via urine macroscopy, semi-quantitatively using dipsticks, and through microscopic analysis of urine sediment. Of the 40 samples analyzed, the chemical test results showed glucose at 52.5%, protein at 62.5%, erythrocytes at 67.5%, and leukocytes at 40%. Microscopic examination revealed the following results: 50% leukocytes, 100% erythrocytes, 52.5% epithelial cells, 12.5% crystals, and 25% bacteria. These findings indicate a possible impairment of kidney function in some patients on oral antidiabetic therapy. It is recommended to routinely perform follow-up blood tests for creatinine and urea/BUN as an initial screening to detect complications of renal dysfunction in diabetic patients.   ABSTRAK Diabetes melitus (DM) tipe-2 merupakan penyakit metabolik kronik yang berisiko tinggi menimbulkan komplikasi mikrovaskular, salah satunya adalah nefropati diabetik. Penggunaan obat antidiabetik oral merupakan pilihan utama pada pasien DM tipe-2 untuk mengontrol gula darah, namun harus disertai dengan penggunaan yang tepat, aman dan efisien dimana, penggunaan yang kurang tepat dapat beresiko pada efek samping gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu, pemeriksaan urinalisa menjadi metode skrining awal yang sederhana untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Namun, data mengenai profil urinalisa pada pasien DM tipe-2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Bahteramas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil urinalisa pada pasien DM tipe-2 yang menjalani terapi antidiabetik oral sebagai deteksi dini terhadap disfungsi ginjal. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 pasien DM tipe-2 yang menjalani terapi antidiabetik oral dan memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan urinalisa dilakukan secara kualitatif dengan makroskopis urine, semi-kuantitatif menggunakan dipstick dan analisis mikroskopis sedimen urin. Dari 40 sampel yang dianalisis ditemukan hasil pemeriksaan kimia glukosa sebesar 52,5%, protein 62,5%, eritrosit 67,5%, leukosit 40%. Sedangkan pada pemeriksaan mikroskopis ditemukan hasil leukosit sebanyak 50%, eritrosit 100%, sel epitel 52,5%, kristal 12,5%, dan bakteri 25% .Temuan ini mengindikasikan kemungkinan adanya gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien menjalani terapi antidiabetik oral. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kreatinin dan Ureum/BUN darah secara rutin sebagai skrining awal mendeteksi komplikasi disfungsi ginjal pada pasien diabetes.