Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Teknologi Kolom Adsorpsi untuk Menurunkan Kadar Fe pada Air Tanah di Pesantren Zaadul Ma’had Palembang Linda Ekawati; Syariful Maliki; Muhammad Deddy Syafrullah; Afifah Adhawia; M. Faris Zhafran
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25522

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Zaadul Ma’had, Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang, dengan tujuan meningkatkan kualitas air bersih yang digunakan oleh para santri dan pengurus pesantren. Berdasarkan hasil uji laboratorium awal, air tanah dari sumur bor menunjukkan kadar Besi (Fe) sebesar 0,29 mg/L yang menyebabkan gangguan estetika seperti bau logam, warna kekuningan, dan noda karat pada fasilitas sanitasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan teknologi kolom adsorpsi multi-media dengan kombinasi zeolit, ferrolit, dan karbon aktif, yang bekerja secara sinergis melalui proses pertukaran ion, katalisis, dan adsorpsi tanpa bahan kimia tambahan. Hasil pengujian menunjukkan kadar Fe akhir mendekati 0,0035 mg/L dengan efisiensi penyisihan mencapai 98,79%, jauh di bawah ambang batas baku mutu Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 (0,2 mg/L). Secara fisik, air hasil filtrasi menjadi lebih jernih, tidak berbau, dan tidak meninggalkan noda, sehingga meningkatkan kenyamanan serta kebersihan lingkungan asrama. Selain menghasilkan peningkatan kualitas air, kegiatan ini juga berdampak sosial melalui peningkatan kemampuan teknis pengurus pesantren dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem filtrasi melalui pelatihan backwashing. Implementasi kolom adsorpsi terbukti efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan, serta dapat dijadikan model teknologi tepat guna yang berkelanjutan untuk pengolahan air tanah di lembaga pendidikan serupa.
Biobattery Products from Kepok Banana Peel and Key Lime Extract Using MgSO4 and CaCl2 Electrolytes with ABC Biobattery Standards of AA Size Oloan Surya Jaya S; Sofiah; Syariful Maliki; Fena Retyo Titani; Fia Dhatul Prima Kusuma; Yuniar
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 6 No. 2 (2026): IJRVOCAS - August
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v6i2.530

Abstract

This study aims to investigate the potential of kepok banana peel (Musa paradisiaca L.) and key lime (Citrus amblycarpa) as raw materials for biobattery production and to evaluate the effects of KOH activation concentration and the addition of the ionic salts CaCl₂ and MgSO₄ on biobattery performance. Kepok banana peel was dried, ground into powder, and chemically activated using KOH solutions with concentrations ranging from 0.2 M to 1.0 M. The electrolyte was prepared by mixing key lime extract with 15 g of either CaCl₂ or MgSO₄, followed by the addition of activated banana peel powder. The resulting electrolyte mixture was packed into empty AA battery casings to fabricate the biobattery cells. The fabricated biobatteries were evaluated for pH, output voltage, loaded voltage, and operating time using a 2.2 V LED load. The results showed that the biobattery activated with 0.6 M KOH and supplemented with MgSO₄ exhibited the best performance, producing a maximum output voltage of 3.01 V (two cells connected in series), a loaded voltage of 1.75 V, and an operating time of 10 h 31 min. In contrast, activation concentrations that were either too low (0.2 M) or too high (1.0 M) reduced biobattery performance because insufficient or excessive ions hindered the electrochemical reactions. Furthermore, MgSO₄ was more effective than CaCl₂ in improving electrolyte conductivity and ionic stability. These findings indicate that organic waste, such as kepok banana peel and key lime, has considerable potential as a raw material for environmentally friendly biobatteries.