Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS PADA REMAJA KOTA TARAKAN Suriata, Suriata; Nurzamzam, Nurzamzam; Zulfia, Rahmatuz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.49 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.238

Abstract

Abstrak: Pendampingan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS Remaja kota Tarakan bertujuan untuk membantu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam melakukan koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Adapun yang menjadi masalah dalam kegiatan pengabdian  ini diantaranya yaitu (1) belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) utamanya dalam penanganansituasi gawat, tenaga kesehatan yang bersikap kurang empati dan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS yang kurang disampaikan secara aktif; (2) Adanya diskriminasi terhadap ODHA yang melanggar hak mereka sebagai warga negara seperti lembaga pendidikan yang menolak calon peserta didik yang terindikasi terkena HIV/AIDS; (3) belum adanya panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, kurangnya jumlah konselor KPA yang memberikan layanan konseling bagi ODHA. Solusi dapat dimulai dengan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS secara aktif, sosialisasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 06 Tahun 2007 dan Pasal 22 ayat 2yang berkenaan dengan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS,membuat sebuah panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, serta menambah jumlah tenaga konselor yang profesional.Abstract: Assistance to improve the life quality life of HIV / AIDS Teenager in Tarakan city to assist AIDS Commission in coordinating, monitoring, controlling, and encouraging community participation in preventing and overcoming HIV / AIDS. The problems in this service activity are (1) not maximized health service for PLHIV (People with HIV / AIDS) in the handling of critical situation, unqualified health worker and socialization about HIV / AIDS transmission that is not actively delivered; (2) The existence of a cache against people living with HIV who violate their rights as citizens such as educational institutions who reject candidates for students who are affected by HIV / AIDS; (3) there is no counseling guidance in accordance with the code of ethics, principles and basic training of counseling, the number of KPA counselors who provide counseling services for PLHIV. Solutions can be initiated by socialization of active HIV / AIDS transmission, socialization of Tarakan City Regulation Number 06 Year 2007 and Article 22 paragraph 2 regarding HIV / AIDS Prevention and Control, create a guideline for the implementation of counseling in accordance with the code of conduct, principles and skills Basic counseling, and increase the number of professional counselors.
PENERAPAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI Cahyono, Tri; Pribadi, Hendra; Suriata, Suriata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.369 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.409

Abstract

Keberagaman adalah salah satu ciri yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.  Kondisi yang demikian membuat toleransi menjadi satu hal mutlak yang wajib dimiliki setiap warga negara. Isu-isu intoleran sendiri menjadi isu nasional yang memanas akhir-akhir ini. Adanya media online menambah isu intoleran semakin menyebar dan rumit. Isu tersebut seolah menjadi contoh buruk bagi siswa SD ditengah gencarnya pendidikan karakter. Lingkungan yang seharusnya memberikan contoh baik bagi anak justru menjadi model yang buruk bagi anak-anak. Salah satu cara yang paling tepat untuk mengurangi perilaku intoleran adalah terus menerus mengajarkan mengenai perilaku-perilaku toleransi pada siswa melalui pembelajaran karakter di sekolah. Salah satu cara yang tepat adalah menggunakan sosiodrama. Dengan parktik melalui sosiodrama, siswa bisa merasakan pengalaman langsung dari topik yang sedang dibahas sehingga pengalaman-pengalam itu akan lebih menancap pada ingatan siswa. Berdasarkan data selama eksperimen didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar siswa mampu menangkap tujuan utama dari sosiodrama, minat siswa terhadap kegiatan sangat tinggi.
KONSTRUKSI PERMAINAN TALI LUEK SEBAGAI TEKNIK EMPOWERING KONSELING MODEL KIPAS Ariantini, Nisa; Suriata, Suriata
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.329 KB)

Abstract

Permainan tradisional menanamkan nilai-nilai budaya dan norma social dalam perkembangan peserta didik di sekolah. Di Kalimantan Utara terdapat banyak jenis permainan tradisioal, seperti permainan Tali Luek  yang. Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan unsur-unsur permainan Tali Luekyang dapat digunakan sebagai teknik pelayanan bimbingan dan konseling dalam Konseling  Model KIPAS. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode interaksionisme simbolik, yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Krayan. Hasil penelitian ini menunjukkan konstruksi dari setiap permainan yang diantaranya alat-alat yang digunakan, aturan dalam permainan, dan cara bermain, serta penggunaan permainan pan fabat dan gumbak karit sinan sebagai strategi empowering dalam Konseling Model KIPAS.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS PADA REMAJA KOTA TARAKAN Suriata Suriata; Nurzamzam Nurzamzam; Rahmatuz Zulfia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.238

Abstract

Abstrak: Pendampingan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS Remaja kota Tarakan bertujuan untuk membantu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam melakukan koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Adapun yang menjadi masalah dalam kegiatan pengabdian  ini diantaranya yaitu (1) belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) utamanya dalam penanganansituasi gawat, tenaga kesehatan yang bersikap kurang empati dan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS yang kurang disampaikan secara aktif; (2) Adanya diskriminasi terhadap ODHA yang melanggar hak mereka sebagai warga negara seperti lembaga pendidikan yang menolak calon peserta didik yang terindikasi terkena HIV/AIDS; (3) belum adanya panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, kurangnya jumlah konselor KPA yang memberikan layanan konseling bagi ODHA. Solusi dapat dimulai dengan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS secara aktif, sosialisasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 06 Tahun 2007 dan Pasal 22 ayat 2yang berkenaan dengan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS,membuat sebuah panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, serta menambah jumlah tenaga konselor yang profesional.Abstract: Assistance to improve the life quality life of HIV / AIDS Teenager in Tarakan city to assist AIDS Commission in coordinating, monitoring, controlling, and encouraging community participation in preventing and overcoming HIV / AIDS. The problems in this service activity are (1) not maximized health service for PLHIV (People with HIV / AIDS) in the handling of critical situation, unqualified health worker and socialization about HIV / AIDS transmission that is not actively delivered; (2) The existence of a cache against people living with HIV who violate their rights as citizens such as educational institutions who reject candidates for students who are affected by HIV / AIDS; (3) there is no counseling guidance in accordance with the code of ethics, principles and basic training of counseling, the number of KPA counselors who provide counseling services for PLHIV. Solutions can be initiated by socialization of active HIV / AIDS transmission, socialization of Tarakan City Regulation Number 06 Year 2007 and Article 22 paragraph 2 regarding HIV / AIDS Prevention and Control, create a guideline for the implementation of counseling in accordance with the code of conduct, principles and skills Basic counseling, and increase the number of professional counselors.
PENERAPAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI Tri Cahyono; Hendra Pribadi; Suriata Suriata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.409

Abstract

Keberagaman adalah salah satu ciri yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.  Kondisi yang demikian membuat toleransi menjadi satu hal mutlak yang wajib dimiliki setiap warga negara. Isu-isu intoleran sendiri menjadi isu nasional yang memanas akhir-akhir ini. Adanya media online menambah isu intoleran semakin menyebar dan rumit. Isu tersebut seolah menjadi contoh buruk bagi siswa SD ditengah gencarnya pendidikan karakter. Lingkungan yang seharusnya memberikan contoh baik bagi anak justru menjadi model yang buruk bagi anak-anak. Salah satu cara yang paling tepat untuk mengurangi perilaku intoleran adalah terus menerus mengajarkan mengenai perilaku-perilaku toleransi pada siswa melalui pembelajaran karakter di sekolah. Salah satu cara yang tepat adalah menggunakan sosiodrama. Dengan parktik melalui sosiodrama, siswa bisa merasakan pengalaman langsung dari topik yang sedang dibahas sehingga pengalaman-pengalam itu akan lebih menancap pada ingatan siswa. Berdasarkan data selama eksperimen didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar siswa mampu menangkap tujuan utama dari sosiodrama, minat siswa terhadap kegiatan sangat tinggi.
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA KARIA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING suriata S.Pd.M.Pd
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 1 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.876 KB) | DOI: 10.26858/jpkk.v1i1.1352

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran nilai-nilai budaya karia. (2) Implikasi budaya karia dalam layanan bimbingan dan konseling. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif, dan analisis observasi. Subjek penelitian ini yaitu tokoh adat, remaja yang akan melaksanakan budaya karia, remaja yang telah melaksanakan karia, dan ahli Bimbingan dan Konseling. Hasil penelitian ini mengemukakan (1) lima nilai utama budaya karia yang diuraikan ke dalam prosesi budaya karia antara lain: kafoluku (pemahaman diri dan tingkah laku), kabhansule (pemahaman peran), kalempagi (pertumbuhan dan perkembangan), katandano wite (rendah hati dan amanah), dan linda (aktualisasi diri). (2) Implikasi nilai-nilai budaya karia dalam layanan bimbingan dan konseling dalam penelitian ini teridentifikasi dalam bentuk layanan dasar bidang bimbingan keluarga.
Pola asuh suku dayak lundayeh di kota tarakan Dewi Sugiarti; Siti Rahmi; Suriata Suriata
Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.259 KB) | DOI: 10.30998/ocim.v1i1.4571

Abstract

Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda. Pola asuh adalah suatu cara mendidik anak untuk memberikan dorongan bagi anak dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat dalam bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  pola asuh suku Dayak Lundayeh di Kota Tarakan. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles and Huberman. Hasil penelitiannya adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua suku Dayak Lundayeh kepada anak-anaknya adalah pola asuh demokratis dan orang tua suku Dayak Lundayeh masih memegang adat istiadat  seperti  bak tang bak kukut (basah mulut basah lutut), maksudnya adalah bila menginginkan sesuatu maka berusaha untuk menggapainya, dan  mengajarkan untuk tidak mudah putus asa kepada anak-anaknya. Berdasarkan fenomena tersebut diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang objek penelitian yang sama.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Keterampilan Dasar Komunikasi Konseling Pada Mata Kuliah Mikro Konseling Sitti Rahmi; Suriata Suriata
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 1 No. 2 (2019): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.101 KB) | DOI: 10.31960/ijolec.v1i2.72

Abstract

This research aimed: (1) to find out and describe the level of students' understanding towards basic counseling communication skills in micro counseling course, and (2) to propose one of alternatives in the plan for implementing service, thus students can understand and master the basic skills of counseling communication. This research was descriptive quantitative or survey research. Method of collecting data used was test and conducted by giving questionnaires and interviews. The results showed that in measuring the basic skills of counseling communication, there were 30 subjects (97%) with good categories, 1 subject (3%) with sufficient categories. It can be explained that overall the basic skills of student counseling communication are good, only 1 subject who has sufficient skills.
ULAR TANGGA KARIER SEBAGAI MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KARIER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Putu Agus Indrawan; Suriata Suriata
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2347

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to create a simulation game Snakes and Ladders Career which is used by Guidance and Counseling teachers to develop insight and career readiness of elementary school students. The steps of this research development are (1) preparation, (2) preparation of the initial product, (3) expert test, (4) revision of the first product, 5) field test, and 6) revision of the final product. The product trial was conducted on 9 users and 2 experts. The resulting product specifications are in the form of a snake and ladder graphic media with a size of 3x3 m and dice size 20x20x20 cm as well as a guide book. The game media "career ladder snake" is declared to have very high validity based on the results of validation by media experts, material experts and users. So that the overall assessment of the validators stated that the "career ladder snake" game media was worthy of being used as a game medium for students in elementary school. Why is that the result? The game media that has been developed is feasible to use because the ratings from users and experts state that there is no need for significant improvements. This study can be used to produce game media that provide an understanding of the types of professions for elementary school students. Keywords : game media; career ladder snake, elementary school, career guidance AbstrakTujuan penelitian ini adalah menciptakan permainan simulasi Ular Tangga Karier yang digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan wawasan dan kesiapan karier siswa Sekolah Dasar. Langkah-langkah penelitian pengembangan ini adalah (1) persiapan, (2) penyusunan produk awal, (3) uji ahli, (4) revisi produk pertama, 5) uji lapangan, dan 6) revisi produk akhir. Uji coba produk dilakukan pada 9 pengguna dan 2 ahli.  Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa media grafis ular tangga dengan ukuran 3x3 m dan dadu ukuran 20x20x20 cm serta buku panduannya. Media permainan “ular tangga karier” dinyatakan memiliki validitas sangat tinggi berdasarkan hasil validasi oleh ahli media, ahli materi dan pengguna. Sehingga secara keseluruhan penilaian dari para validator menyatakan media permainan “ular tangga karier” layak digunakan sebagai media permainan kepada peserta didik di sekolah dasar. Kenapa hasilnya demikian? Media permainan yang dikembangkan telah layak digunakan karena penilaian dari pengguna dan ahli menyatakan tanpa perlu perbaikan yang signifikan. Studi ini dapat digunakan untuk menghasilkan media permainan yang memberikan pemahaman jenis-jenis profesi bagi siswa sekolah dasar.  Kata kunci: media permainan; ular tangga karier, sekolah dasar, bimbingan karier
PENERAPAN HOME VISIT UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SDN 037 TARAKAN Nur Qayyumi Yuniaty; Suriata Suriata; Nisa Ariantini
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 5, No 1 (2023): Vol 5 No 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v5i1.4066

Abstract

AbstractThis study aims to examine "Implementation of Home Visits to Increase Student Interest in Learning". This type of research is qualitative with a case study approach. In this study, data sources consist of primary data and secondary data. Primary data sources were 2 students participating in home visit services and class VI-A teachers. Secondary data sources are parents, school principals, and supporting documents for this study. Interviews, observations, and documentation were used as data collection techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the home visit service carried out by class VI-A teachers at SD Negeri 037 Tarakan was effective in increasing students' interest in learning. Class VI-A teachers conduct home visit services according to the Operational Guidance and Counseling Guidelines for Elementary Schools (POP BK SD) with several stages consisting of the preparation stage, the implementation stage, the final stage of the home visit, and the reporting stage of the home visit. In the preparation stage, the class teacher analyzes and focuses on the problems experienced by students. Then, the class teacher communicates with the student's parents regarding the plan to carry out the home visit. The class teacher must get an assignment letter from the school principal. At the implementation stage, class teachers meet with parents to discuss problems experienced by students. At the end of the home visit, the class teacher and parents held a discussion regarding the student's learning interest issues that had to be resolved during the home visit. At the home visit reporting stage, the class teacher reports the results of the home visit to the school principal.Keywords : Home visit, learning interestAbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Pelaksanaan Home Visit untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa”. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Dalam penelitian ini, sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah 2 siswa peserta layanan kunjungan rumah dan guru kelas VI-A. Sumber data sekunder adalah orang tua, kepala sekolah, dan dokumen pendukung penelitian ini. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kunjungan rumah yang dilaksanakan oleh guru kelas VI-A SD Negeri 037 Tarakan efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Guru kelas VI-A melakukan pelayanan kunjungan rumah sesuai Pedoman Operasional Bimbingan dan Konseling Sekolah Dasar (POP BK SD) dengan beberapa tahapan yang terdiri dari tahap persiapan, tahappelaksanaan, tahap akhir kunjungan rumah, dan pelaporan tahap kunjungan rumah. Pada tahap persiapan, guru kelas menganalisis dan memfokuskan pada permasalahan yang dialami siswa. Kemudian, guru kelas berkomunikasi dengan orang tua siswa terkait rencana pelaksanaan kunjungan rumah. Guru kelas harus mendapatkan surat tugas dari kepala sekolah. Pada tahap implementasi, guru kelas bertemu dengan orang tua untuk membahas permasalahan yang dialami siswa. Pada akhir kunjungan rumah, guru kelas dan orang tua mengadakan diskusi mengenai masalah minat belajar siswa yang harus diselesaikan selama kunjungan rumah. Pada tahap pelaporan kunjungan rumah, guru kelas melaporkan hasil pelaksanaan kunjungan rumah kepada kepala sekolah.Kata Kunci : Home visit, minat belajar