The waste management issues at the TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle Waste Processing Facility) Lembangsari, located in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency, indicate that approximately 485 kg or 2.64 m² of waste are collected in a single transportation cycle, of which 135 kg or 0.75 m² consist of inorganic waste. In particular, this type of inorganic waste, which is difficult to decompose, has been addressed through incineration using a technology known as the Tel-Urator machine. However, the incineration process still leaves approximately 10–15% combustion ash, which has not yet been optimally managed. Direct disposal of this ash onto the soil has the potential to degrade soil fertility. The objective of this activity is to utilize the results of previous research by upcycling the residual ash from inorganic waste incineration to produce material characteristics suitable for application as ventilation blocks (loster). The outcomes of this study are expected to be applicable for implementation at TPS3R Lembangsari. The methodological approach involved community participation through Participatory Learning and Action (PLA), providing capacity building on the urgency of waste management and proper waste handling practices in the form of workshops and intensive mentoring. The results of the activity include the development of environmentally friendly, appropriate-technology products in the form of ventilation blocks made from inorganic waste incineration residues, as well as enhanced community capacity in waste management and the application of simple, context-appropriate technologies. Permasalahan sampah yang terdapat TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Lembangsari di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung menunjukan bahwa terdapat sekitar 485 kg atau 2,64 m2 sampah dalam sekali pengangkutan, dengan sebanyak 135 kg atau 0,75 m2 merupakan jenis sampah anorganik. Khususnya untuk jenis sampah anorganik yang sulit diurai ini telah mampu disolusikan dengan cara dibakar menggunakan sebuah teknologi berupa mesin Tel-Urator, Namun, hasil pembakaran tersebut masih menyisakan sekitar 10-15% abu pembakaran yang selama ini belum dapat dimusnahkan secara optimal. Pembuangan abu tersebut langsung ke tanah berpotensi merusak kondisi kesuburan tanah tersebut. Tujuan kegiatan adalah memanfaatkan hasil penelitian sebelumnya, yaitu memanfaatkan abu sisa pembakaran sampah anorganik ini dengan pendekatan upcycling menghasilkan suatu karakter material yang cocok untuk diaplikasikan menjadi loster. Hasil penelitian ini dapat berguna untuk diimplementasikan pada TPS3R Lembangsari. Pendekatan metode yang dilakukan adalah dengan melibatkan partisipasi masyarakat menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) untuk pembekalan pengetahuan mengenai urgensi pengelolaan sampah dan tata cara pengelolaannya dengan benar dalam bentuk workshop dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan berupa produk tepat guna yang ramah lingkungan berupa loster dengan memanfaatkan material sisa pembakaran sampah anorganik, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah dan menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kesiapannya.