Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP BRAND IDENTITY DALAM DESAIN INTERIOR BTN KANTOR CABANG BANDUNG Dyandra, Shafa Amira; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Kurniawan, Mohd. Ridho
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas merek dalam sektor perbankan tidak hanya tercermin melalui logoatau strategi komunikasi, tetapi juga melalui elemen fisik, khususnya desain interiorkantor cabang. Ruang yang digunakan oleh pegawai dan nasabah berperan pentingdalam membentuk pengalaman serta persepsi mereka terhadap institusi. Desaininterior dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai, citra, danprofesionalisme bank secara konsisten. Penataan ruang, pemilihan warna, material,pencahayaan, hingga tata letak furnitur dapat memengaruhi atmosfer yangdirasakan, sehingga mampu memperkuat kesan kepercayaan, kenyamanan, dankredibilitas. Studi ini bertujuan mengkaji sejauh mana identitas merek diterapkandalam aspek interior kantor cabang bank, serta bagaimana penerapan tersebutmemengaruhi persepsi pengguna. Melalui analisis ini, diharapkan diperolehpemahaman mendalam mengenai hubungan antara desain interior dan citrainstitusi, sehingga dapat menjadi acuan bagi perbankan dalam mengembangkankonsep ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan identitasmerek. Dengan demikian, desain interior dapat menjadi strategi penting dalammembangun hubungan emosional dan loyalitas, baik bagi pegawai maupun nasabah.Kata kunci: identitas merek, interior kantor, perbankan.
PERANCANGAN ULANG KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TIGARAKSA DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Iwari, Ichza Rifa; Yuniati, Arnanti Primiana; Kurniawan, Mohd Ridho
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tigaraksa menghadapi tantangan operasionalseperƟ antrean panjang, sirkulasi ruang terbatas, minimnya fasilitas pendukung, dan rendahnyakepercayaan masyarakat akibat persepsi buruk terhadap layanan perpajakan. PeneliƟan inibertujuan merancang ulang interior KPP Pratama Tigaraksa dengan konsep alur akƟvitas lineardan zonasi fungsional untuk meningkatkan eĮsiensi operasional, kenyamanan pengguna, sertacitra insƟtusi. Metode peneliƟan menggunakan pendekatan kualitaƟf berbasis studi kasus,melipuƟ observasi lapangan, wawancara dengan petugas dan pengunjung, dokumentasi visual,dan analisis literatur tentang desain ruang publik. Hasil peneliƟan menunjukkan bahwa desaineksisƟng memiliki masalah seperƟ jalur sirkulasi sempit, kurangnya zonasi yang jelas, danminimnya sistem wayĮnding. Solusi desain yang diusulkan melipuƟ alur pengunjung berurutan(masuk–antrean–tunggu–pelayanan–keluar), zonasi fungsional (tunggu, konsultasi, pelayanan),penambahan fasilitas ergonomis, jalur sirkulasi lebar sesuai PermenPUPR 22/2018, dansignage berbasis warna untuk memperkuat idenƟtas Direktorat Jenderal Pajak. Pendekatan inimeningkatkan eĮsiensi operasional, mengurangi waktu tunggu, dan menciptakan pengalamanpengguna yang lebih baik, sekaligus mendorong kepatuhan pajak melalui persepsi posiƟfmasyarakat. Kata kunci: alur akƟvitas linear; zonasi fungsional; desain interior; eĮsiensi pelayanan; KPP Pratama Tigaraksa
Revitalisasi Interior Mesjid Sebagai Ruang Ibadah Yang Nyaman Dan Inklusif Bagi Masyarakat Raja, Togar Mulya; Pangestu, Desthyo Putra; Kurniawan, Mohd Ridho; Humayra, Aisha; Rahma, Aliya; Putra Rahmat, Tausyeh Abrori Adipati; Ayu Rachman, Felliza
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17196

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat ragam aktivitas sosial masyarakat. Namun pada Masjid Al-Hikmah Cicalengka ketercapaian aktivitas sosial masih terkendala pada kualitas elemen interior: seperti pencahayaan dan penghawaan ruang yang kurang optimal secara alami dan pencahayaan buatan, aksesibilitas yang belum ramah bagi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Aspek elemen identitas Islam dalam interior masjid, seperti kaligrafi, pola geometris, maupun tata visual Islami, masih kurang tereksplorasi sehingga melemahkan karakter religius dan kesan spiritual ruang ibadah. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kenyamanan dan inklusivitas jamaah saat hendak beribadah, saat beribadah, hingga setelah beribadah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi interior masjid agar memperbaharui ruang ibadah menjadi nyaman dan inklusif. Dilakukan secara participatory design melalui proses observasi secara langsung, wawancara, dan, kuesioner kepada pengurus serta jamaah. Hasil dari kegiatan berupa analisis kondisi eksisting, identifikasi kebutuhan pengguna, dan rekomendasi desain interior untuk ketercapaian kenyamanan dan desain universal, sebagai upaya dukungan terhadap aktivitas ibadah yang lebih khusyuk (Muhammad Hasbi & Musdinar, 2020). Luaran dari program ini berupa konsep revitalisasi interior Masjid Al-Hikmah serta rekomendasi desain yang aplikatif. Diharapkan masjid dapat lebih berperan dan tidak hanya untuk menjadi ruang ibadah, namun juga ragam aktivitas sosial yang nyaman, inklusif, dan sebagai upaya memperkuat kontribusi Program Studi Desain Interior Fakultas Industri Kreatif Telkom University dalam penyelesaian persoalan ranah desain interior pada masyarakat.
Korelasi Visual Branding Interior terhadap Kesejahteraan Pengunjung: Studi Kasus Jabarano Cafe, Bandung Mohd Ridho Kurniawan; Rangga Firmansyah; Nera Leiya Maisury
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19295

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara visual branding dalam desain interior dan kontribusinya terhadap kesejahteraan pengunjung dalam konteks bisnis ritel, dengan fokus pada tiga lokasi Kafe Jabarano di Bandung, Indonesia. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, desain interior tidak lagi berfungsi hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi yang memengaruhi pengalaman ruang dan respons emosional pengunjung. Elemen visual branding seperti skema warna, pencahayaan, material, tekstur, bahasa grafis, dan dekorasi berperan dalam membentuk persepsi merek serta atmosfer ruang yang mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipatif dan analisis konten ulasan daring untuk mengidentifikasi karakteristik implementasi visual branding interior pada Kafe Jabarano. Analisis dilakukan untuk memahami keterkaitan antara elemen visual branding dengan persepsi kenyamanan, kepuasan, dan kesejahteraan emosional pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan adanya variasi strategi implementasi visual branding pada ketiga lokasi studi kasus, yang menyesuaikan dengan konteks bangunan cagar budaya serta karakter lingkungan sekitarnya. Visual branding yang konsisten dan kontekstual terindikasi berkontribusi terhadap terciptanya atmosfer ruang yang nyaman serta mendukung pengalaman emosional positif bagi pengunjung. Penelitian ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai peran visual branding interior dalam membentuk pengalaman ruang pada kafe lokal, serta menawarkan pertimbangan desain bagi praktisi interior dalam mengintegrasikan identitas merek dengan karakter ruang secara lebih adaptif.   Kata Kunci: Desain interior, Jabarano Café, Kesejahteraan pengunjung,Visual branding,  
Penguatan Identitas Visual Musholla Sekolah melalui Implementasi Desain Panel Mihrab pada SDN Cipagalo 03 Kabupaten Bandung Mohd Ridho Kurniawan; Desthyo Putra Pangestu; Teddy Ageng Maulana; Giska Meisha Dwisusanti; Saffana Azka Mujaahidah; Soffie Ainun Mardiyah
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 2 No. 01 (2026): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63401/jacsi.v2i01.1312

Abstract

Musholla sekolah memiliki peran penting sebagai fasilitas pendukung pembentukan karakter religius peserta didik. Namun, keberadaan ruang ibadah yang belum didukung elemen interior representatif dapat mengurangi kualitas pengalaman spiritual dan identitas visual ruang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas ruang ibadah melalui perancangan dan implementasi panel mihrab sebagai identitas visual Musholla Nurul Ilmi di SDN 03 Cipagalo, Kabupaten Bandung. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pihak sekolah, identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan alternatif desain, visualisasi tiga dimensi, produksi, pemasangan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pengabdian berupa perancangan panel mihrab yang dilengkapi dengan unsur identitas islami dapat menjadi focal point ruang musholla sekaligus memberikan kenyamanan dalam beribadah. desain yang proporsi dengan ruang yang terbatas, komposisi visual yang sederhana, dan pemilihan material multipleks finishing HPL dengan sudut tumpul yang ramah anak. Hasil penilaian internal mitra menunjukkan respon positif terhadap hasil kegiatan dan harapan agar pengabdian masyarakat serupa dapat dilanjutkan pada fasilitas sekolah lainnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi desain interior berbasis kebutuhan pengguna dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kenyamanan spiritual, kualitas visual, serta citra ruang ibadah pada lingkungan pendidikan dasar.
KAJIAN APLIKASI BRAND IDENTITY PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR SPARKLE COFFEE BANDUNG Mohd Ridho Kurniawan
Jurnal Anala Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.1.1625.10-18

Abstract

Bandung dikenal sebagai salah satu pusat tren gaya hidup di Indonesia, termasuk dalam perkembangan coffee shop yang terus meningkat. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan masyarakat urban akan ruang sosial yang nyaman sekaligus tempat bekerja dan bersantai. Namun, persaingan yang ketat memaksa setiap coffee shop memiliki identitas unik untuk menarik pelanggan. Brand identity pada coffee shop merupakan elemen penting yang memengaruhi keputusan pengunjung dalam memilih tempat melampaui sekadar cita rasa produk. Penelitian ini mengkaji aplikasi konsep brand identity pada elemen desain interior Sparkle Coffee di Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis indikator pembentuk brand identity dan elemen desain interior. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan kajian teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan brand identity sparkle coffee secara fisik dan psikologis efektif diterapkan melalui elemen interior tangible dan intangible. Secara tangible, identitas sparkle coffee tercermin dari kombinasi warna terracotta dan silver, pemilihan furnitur modern dengan material alumunium yang menciptakan kesan hangat dan mewah. Secara intangible, suasana ruang dengan pencahayaan redup dan menonjolkan spot ikonik “berkilau” dan penghawaan yang baik mendukung identitasnya sebagai kafe “instagramable”. Dapat disimpulkan bahwa implementasi konsep brand identity yang tepat pada desain interior Sparkle Coffee mampu meningkatkan brand image dan menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan, sekaligus mendukung daya saing bisnis di tengah pertumbuhan coffee shop yang pesat Kota Bandung. Kata Kunci: Brand identity, coffee shop, desain interior, Bandung
ANALISIS MODEL KENYAMANAN VISCHER DALAM EVALUASI RUANG BELAJAR OPEN LIBRARY TELKOM UNIVERSITY: TINJAUAN FISIK, FUNGSIONAL DAN PSIKOLOGIS Mohd Ridho Kurniawan; Citra Kania Dewi; Ignatius Dendrow Krisnantio
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya desain interior perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan civitas akademik di era open-space learning. Masalah yang diidentifikasi meliputi potensi glare fatigue akibat pencahayaan jendela, kepadatan sirkulasi furniture, serta tantangan privasi pada area komunal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang Open Library Telkom University melalui tiga tingkatan Model Kenyamanan Vischer: fisik, fungsional, dan psikologis. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan analisis komparatif berdasarkan standar SNI 6197:2020 serta standar antropometri. Temuan menunjukkan bahwa kenyamanan fisik telah terpenuhi melalui pencahayaan buatan dan suhu ruangan. Secara fungsional, terdapat variasi zona kerja yang mendukung produktivitas, meski sirkulasi antar meja mezzanine (60 cm) masih di bawah standar minimal. Dari sisi psikologis, penggunaan elemen rumput sintetis efektif menciptakan batas teritorialitas semu bagi pengunjung. Simpulannya, interior Open Library telah mencapai tingkat kenyamanan fungsional yang baik, namun memerlukan penataan ulang tata letak furnitur untuk mengoptimalkan privasi dan aksesibilitas penyandang disabilitas di area mezzanine. Kata-kunci: Model Vischer, Perpustakaan, Kenyamanan Interior, Psikologi Interior
ANALISIS CO-BRANDING IDENTITAS VISUAL DALAM PENATAAN INTERIOR RESTORAN RAMENYA X SUSHIYA DI SUMMARECON, BANDUNG Mohd Ridho Kurniawan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3978

Abstract

Fenomena co-branding dalam industri restoran semakin berkembang sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Salah satu contoh penerapan co-branding adalah restoran RamenYa x SushiYa di Summarecon, Bandung. yang menggabungkan dua identitas visual brand dalam satu ruang Restoran. Penggabungan ini memberikan tantangan dalam merancang elemen interior yang mampu merepresentasikan kedua merek tanpa menghilangkan karakteristik masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan co-branding identitas visual pada elemen interior restoran RamenYa x SushiYa . khususnya bagaimana desain interior dapat menciptakan keseimbangan antara kedua merek tanpa kehilangan keselarasan estetika dan fungsionalitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen interior, seperti warna, material, pencahayaan, dan tata ruang, memiliki peran penting dalam menjaga konsep co-branding restoran. Desain interior yang tepat dapat mendukung integrasi kedua identitas merek tanpa mengurangi pengalaman pelanggan terhadap masing-masing konsep. Keselarasan desain menjadi faktor kunci dalam memastikan bahwa co-branding tidak hanya berfungsi secara strategis tetapi juga secara visual dalam menciptakan atmosfer restoranKata Kunci: Co-branding, Identitas Visual, Desain Interior, Restoran Jepang
Rekomendasi Desain Mebel Sebagai Pendukung Identitas Visual Brand : Studi Kasus: Brand Vespa Piaggio Mohd Ridho Kurniawan; Delsa Rezna Junita
Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2024): Maret : Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/imajinasi.v1i3.319

Abstract

The application of visual brand concepts in showroom interior planning is considered crucial to ensuring that the products offered are relevant to the target market. This study aims to design a concept for the cash register and backdrop facilities in the case study of the Vespa Piaggio brand, with the goal of effectively reflecting the brand's visual identity. This research employs a qualitative method through in-depth observation, including direct visits to Piaggio stores and documentation via photographs and videos. The findings indicate that the use of shape metaphors aligned with the brand's identity can strengthen the visual brand image and enhance the showroom's appeal. The implications of this study emphasize the importance of applying visual identity holistically in furniture design to build a positiveerception among the target market and potential customers.
Penerapan Inovasi Pengolahan Abu Sisa Pembakaran Sampah Anorganik menjadi Material Bangunan Non-Struktural (Loster) dengan Pendekatan Partisipatoris di TPS3R Lembangsari, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Fajar Ciptandi; Oky Setiawan; Mohd Ridho Kurniawan; Ira Wirasari; Ayub Ilfandy Imran
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48431

Abstract

The waste management issues at the TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle Waste Processing Facility) Lembangsari, located in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency, indicate that approximately 485 kg or 2.64 m² of waste are collected in a single transportation cycle, of which 135 kg or 0.75 m² consist of inorganic waste. In particular, this type of inorganic waste, which is difficult to decompose, has been addressed through incineration using a technology known as the Tel-Urator machine. However, the incineration process still leaves approximately 10–15% combustion ash, which has not yet been optimally managed. Direct disposal of this ash onto the soil has the potential to degrade soil fertility. The objective of this activity is to utilize the results of previous research by upcycling the residual ash from inorganic waste incineration to produce material characteristics suitable for application as ventilation blocks (loster). The outcomes of this study are expected to be applicable for implementation at TPS3R Lembangsari. The methodological approach involved community participation through Participatory Learning and Action (PLA), providing capacity building on the urgency of waste management and proper waste handling practices in the form of workshops and intensive mentoring. The results of the activity include the development of environmentally friendly, appropriate-technology products in the form of ventilation blocks made from inorganic waste incineration residues, as well as enhanced community capacity in waste management and the application of simple, context-appropriate technologies.   Permasalahan sampah yang terdapat TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Lembangsari di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung menunjukan bahwa terdapat sekitar 485 kg atau 2,64 m2 sampah dalam sekali pengangkutan, dengan sebanyak 135 kg atau 0,75 m2 merupakan jenis sampah anorganik. Khususnya untuk jenis sampah anorganik yang sulit diurai ini telah mampu disolusikan dengan cara dibakar menggunakan sebuah teknologi berupa mesin Tel-Urator, Namun, hasil pembakaran tersebut masih menyisakan sekitar 10-15% abu pembakaran yang selama ini belum dapat dimusnahkan secara optimal. Pembuangan abu tersebut langsung ke tanah berpotensi merusak kondisi kesuburan tanah tersebut. Tujuan kegiatan adalah memanfaatkan hasil penelitian sebelumnya, yaitu memanfaatkan abu sisa pembakaran sampah anorganik ini dengan pendekatan upcycling menghasilkan suatu karakter material yang cocok untuk diaplikasikan menjadi loster. Hasil penelitian ini dapat berguna untuk diimplementasikan pada TPS3R Lembangsari. Pendekatan metode yang dilakukan adalah dengan melibatkan partisipasi masyarakat menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) untuk pembekalan pengetahuan mengenai urgensi pengelolaan sampah dan tata cara pengelolaannya dengan benar dalam bentuk workshop dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan berupa produk tepat guna yang ramah lingkungan berupa loster dengan memanfaatkan material sisa pembakaran sampah anorganik, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah dan menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kesiapannya.