Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Manajemen komunikasi risiko terhadap bencana kebakaran gedung Andrianto, Rahadian; Gusfa, Henni; Hereyah, Yoyoh
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v3i1.1043

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan bencana yang tidak dapat di prediksi kapan datangnya. Kerugian harta benda maupun nyawa seakan ada didepan mata. Komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam mitigasi risiko kebakaran, kesiapsiagaan, respon dan antisipasi kejadian kembali. Proses manajemen komunikasi risiko kepada pengelola dan penghuni gedung dapat mengurangi kerugian baik harta benda maupun jiwa dan mengantisipasi bencana kebaran terjadi lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi risiko berbabasis bangunan tinggi di Provinsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, paradigma konstruktivis teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan pada saat pra penelitian, selama penelitian dan pasca penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumen. Subjek penelitian adalah pengelola gedung dan Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah manajamen komunikasi risiko dapat menjadi kunci dalam menghadapi bahaya bencana kebakaran, kemudian diperlukan strategi dalam penyampain pesan komunikasi risiko kebakaran pada pengelola gedung.
IMC Strategy and Strengthening of Restaurant Brand based on Sultanate Cultural Heritage in The Recovery Period Covid-19: Case Study Bale Raos Resto Yogyakarta Rahmawati, Shita; Gusfa, Henni; Makkuraga, Afdal
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol. 12 No. 1 (2024): May
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46806/jkb.v12i1.1051

Abstract

The development of the hospitality business, especially special restaurants that serve the Sultan's favorite dishes, requires an appropriate marketing communication strategy. Tourism and hospitality business recovered the fastest during the recovery from the Covid-19 pandemic. This research aims to create the right integrated marketing communication (IMC) strategy to reach the targeted market. Using qualitative research methods, inductive and constructivist paradigms, as well as data collection through the field and virtual world observations, in-depth interviews, and literature studies and then triangulated to produce valid research results. Currently, IMC is experiencing rapid development, not only in terms of content but also in terms of media and selection of messengers. If IMC 1.0 focuses on product content, then in IMC 4.0 the customer must be the main focus, so the communication content material created must be based on the principle of benefits and added value received by customers. such as getting new experiences, enjoying a unique and authentic taste, self-existence and others. Bale Raos restaurant has been able to create the right IMC but of course it needs improvement for more optimal results. The most important suggestion, Bale Raos Resto must review and reorganize its IMC program and improve marketing media in terms of content, format and appearance so that it is more appealing to the customer's sensory senses. meet the principle of customer benefits.
Implementasi Komunikasi Green Ship Strategy 2020-2025 Di Pelabuhan Kendari Sulawesi Tenggara Untuk Meningkatkan Investasi Daerah Khairatun Niswa Aceh 26; Henni Gusfa; Muhd Ar.Imam Riauan; Yuliawati Yuliawati; Suratani Bangko; Mikke Setiawati; Ramdanis Ramdanis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7189

Abstract

Maritime transportation and communicating the concept of a green environment in the sea is an interesting phenomenon in social science, irregular transportation services and the situation of manual transportation infrastructure both land and sea transportation which has become a culture are now interesting things to study. With port management based on the environment and public safety, it will provide an increase in regional investment. Changes that are oriented towards regional investment, especially the eastern region, are urgent in supporting national development programs starting at the policy level carried out at every port in Indonesia to evaluation. Therefore, the purpose of this study is to provide a model of the implementation of the green ship strategy policy communication 2020-2025 at the Kendari port, Southeast Sulawesi. The method used is a case study at the port in the city of Kendari as a port performance that carries out its functions in business, social and eastern community activities. The theory used is the theory of organizational communication from Karl Weick, messages as a negotiation strategy from O'keefe, Pentheliks model. Concept of policy implementation from George Edward III, the informant of this research is the management level of the operational division and the technical division at the Kendari port and the service related to greenship policy. The result of this study is that the greenship strategy policy is communicated with the control power of the central Makassar Pelindo company based on the rules or instructions in the technical and operational division of the Kendari branch of Pelindo. The role of the operational division and technical division as actors is to conduct CO2 emission tests, manage port waste and manage green open fields. After carrying out these activities, submit a report to the head office and submit a report to the city environmental service. The role played by Pelindo in this implementation has been carried out in accordance with the main tasks and functions. Communication modeling in the implementation of the greenship strategy policy includes negotiation and persuasion strategies, Pelindo company digital communication, penthelik-based collaborative communication. Communication controlled by the power of the bureaucracy is published as a form of responsibility on the company's website. This implementation is still carried out independently and has not been coordinated with cross-agency in the integration of environmental programs, meaning that pentahelic synergies have not been implemented. Therefore, the recommendation for this research is that Pelindo Kendari requires a communication structure that involves policy debate, crisis communication and issue management. The available resources in the implementation are limited with the use of waste for green open spaces so that the common awareness to lead the transportation sector that inspires investment growth has not materialized. communication management that makes external relations with Pelindo companies can lead to the development of regional investment in Pelindo, which is already more mature in its preparations in logistics and infrastructure for the tourism and fisheries industry.
Pengaruh brand ambassador Hamish Daud dan iklan terhadap brand image Clear Yanti, Nur Fitri; Gusfa, Henni
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i2.34802

Abstract

Periklanan merupakan salah satu media yang sering digunakan perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan khalayak. Iklan yang ditayangkan diharapkan mampu menimbulkan atensi dari khalayak dan dapat memberikan rasa ketertarikan dari isi pesan yang disajikan. Iklan berisi makna pesan melalui kata-kata, gambar atau ikon menarik yang diulang-ulang sehingga dapat menarik perhatian publik, dalam penayangan iklan banyak perusahaan yang menggunakan jasa selebritis sebagai bintang iklan atau ikon perusahaan untuk menyampaikan sebuah pesan maupun merepresentasikan produknya di mata konsumen serta untuk meningkatkan image brand itu sendiri. Iklan mimpi besar generasi muda melalui gerakan “Ayo! Indonesia Bisa” memobilisasi generasi milenial Indonesia dan Clear menghadirkan Clear Change Agent yang mewakili generasi muda untuk berbagi cerita inspiratif tentang mimpi besar hidupnya, salah satunya Hamish Daud. Brand image Clear berpengaruh dengan agen perubahan ini dan iklan yang tematik mimpi hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh brand ambassador dan iklan terhadap brand image dan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilakukan pada milenial, menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan brand ambassador Hamish Daud dan iklan Clear “Ayo! Indonesia Bisa” terhadap brand image Clear. Brand image Clear di mata pengguna produknya yaitu milenial membayangkan produk dari ambassador dengan value 39.1% dan penggunaan iklan valuenya 41,5%. Penggunaan ambassador dan iklan dalam membranding image produk dapat memengaruhi sikap milenial secara signifikan melalui keputusan partisipasi di media sosial.
Partisipasi Generasi Z Dalam Tren Budaya Fear of Missing Out Dalam Media Sosial: Studi Netnografi Pada Akun @Skintific.Id di Aplikasi Tiktok Arsieta, Siti Maliga; Sulistyo, Ponco Budi; Gusfa, Henni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63161

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital serta penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan yang intens dengan platform digital, khususnya media sosial seperti TikTok, membentuk dinamika interaksi sosial yang unik dan memengaruhi cara Generasi Z memaknai tren, identitas, serta konsumsi. Salah satu fenomena yang muncul dalam konteks ini adalah fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau tren tertentu, yang pada akhirnya dapat mendorong perilaku konsumtif, termasuk dalam industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari perilaku Generasi Z dalam tren FOMO pada akun TikTok @skintific.id serta mengidentifikasi bentuk partisipasi yang mereka lakukan dalam tren tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Social Construction of Technology (SCoT) untuk memahami bagaimana teknologi media sosial dimaknai dan digunakan oleh Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan yang merupakan pengikut akun @skintific.id, serta observasi terhadap konten dan interaksi pada akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek utama yang mendasari perilaku FOMO Generasi Z, yaitu kebutuhan akan koneksi sosial, aktualisasi diri, ketergantungan pada media sosial, perasaan rendah diri, serta dorongan untuk mengikuti tren. Selain itu, ditemukan empat bentuk partisipasi Generasi Z di TikTok, yaitu partisipasi pasif, aktif, kreatif, dan transaksional.
Strengthening students’ ability to create content in tourism brand communication Henni Gusfa; Riki Arswendi; S. Syaefuddin
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i3.27175

Abstract

Vocational high school of 60 Duri Kepa Jakarta has an advantage in developing tourism learning. This is essential in realizing national development priorities, namely tourism. Students' abilities are supported by technological developments and various social media applications to communicate tourism branding in the city of Jakarta. A number of tourist destinations in Jakarta are popular and some are not popular, this issue has sparked student communication creativity in communicating the branding of tourist destinations. Community service programs in partnership with neighboring countries provide new enthusiasm in digital content literacy and environmental communication. Training on communicating tourism destination branding requires out of the box ideas, so that people or travelers can accept the meaning of branding communicated by students about the situation of the destinations they visit. This training results in changes in students' ability to communicate branding of tourist destinations in the city of Jakarta which is based on sustainable tourism communication.