Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Communicative Model of Presidential Chief of Staff in Decision Making of Public Policy Henni Gusfa; Gun Gun Heryanto; Tuti Widiastuti; Rita Nurlita Setia; Yofrina Octika Gultom
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 1 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.958 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i1.2873

Abstract

This research examined the communicative institution of the presidential chief staff of the Republic of Indonesia during Jokowi’s administration.  The purpose of this research was to find a communicative model applied by the presidential chief staff in making public decisions. The theory used was the role of Communicative Constitutive of Organization, the management concept of bureaucracy and public office, and the rational model of public decision making.  The method used in this research was case study in which cases analyzed from policies through interview and observation, and literature study. The results of the research on decision-making processes of public policies based on national development planning in Jokowi’s Nawacita were institutional communications carried out by the Presidential Chief of Staff (PCS) in the form of monitoring, solving barriers related to bureaucracy management in communication toward public through various online media, talk shows, and news. Communication across institutions and internal communication were carried out exclusively. Based on rational decision making, the communicative model of the presidential chief of staff was one-way process providing no room for discussion or negotiation involving the community.  stakeholder external  participation in the institutional communicative model were in ministry department, non-institutional department, provincial, district, and city governments.Keywords: Model, communicative, presidential, public policy, decision making ABSTRAKStudi ini mengkaji kelembagaan komunikatif para staf Kepala Kepresidenan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Jokowi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model komunikatif yang diterapkan oleh jajaran pimpinan presiden dalam pengambilan keputusan publik. Teori yang digunakan adalah peran Konstitutif Komunikatif Organisasi, konsep manajemen birokrasi dan jabatan publik, dan model rasional pengambilan keputusan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di mana analisis kasus dari kebijakan melalui wawancara dan observasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian proses pengambilan keputusan kebijakan publik berdasarkan perencanaan pembangunan nasional dalam Nawacita Jokowi adalah komunikasi kelembagaan yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan (PCS) dalam bentuk pemantauan, penyelesaian hambatan terkait pengelolaan birokrasi dalam komunikasi menuju publik melalui berbagai media online, talk show, dan berita. Komunikasi lintas institusi dan komunikasi internal dilakukan secara eksklusif. Berdasarkan pengambilan keputusan yang rasional, model komunikatif Kepala Staf Kepresidenan merupakan proses satu arah yang tidak memberikan ruang untuk diskusi atau negosiasi yang melibatkan masyarakat. Partisipasi eksternal pemangku kepentingan dalam model komunikatif kelembagaan berada di departemen kementerian, departemen non-kelembagaan, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.Kata Kunci: Model, komunikatif, presidensial, kebijakan publik, pengambilan keputusan
STRATEGI EMPLOYEE RELATIONS DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN EXCELLENT PADA PELAYANAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO - HATTA TERMINAL 3U Rully Rahmat; Henni Gusfa
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 9, No 1 (2019): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the role of employee relations strategy in improving excellent service at the service of Soekarno-Hatta International Airport-Terminal 3. As the foundation of this study, researchers use employee relationship concept by Van Riel. Ability to manage internal communication within and between groups within the organization by handling structures systematically, flow, content, and climate in order to improve the implementation of the organization's own strategic goals. This research uses post-positivistic paradigm with case study method. Data collection was done with in-depth interviews. Based on the results of research and data analysis has been done then obtained the conclusion that the relationship of good employees can be seen from the way they interact and establish communication rope by holding Gathering program to improve the excellent service. With the doing of employee relations activities in PT. Angkasa Pura II such as Contact Center World (CCW) program and Indonesia Contact Center Association (ICCA) and accompanied by sincere internal communication with SOP, it can improve the excellent service. Keywords: Strategy, Employee Relations, Excellence Service
MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DALAM MENINGKATKAN REGISTRASI PELANGGAN JASA TELEKOMUNIKASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Kartu Prabayar Seluler) Hamdani Pratama; Henni Gusfa
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 12, No 1 (2022): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi penggunaan media sosial oleh Kementerian atau Lembaga Pemerintahan, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam menyebarluaskan pesan yang terdapat dalam suatu regulasi atau peraturan kepada masyarakat. Menggunakan paradigma konstruktivis, penelitian ini merekonstruksi proses manajemen public relations menggunakan 4 tahap sesuai dengan proses manajemen public relations yang dikemukakan oleh Cutlip dan Center (pengidentifikasian masalah, perencanaan program PR, pelaksanaan komunikasi, dan evaluasi), dengan mengambil studi kasus terhadap penggunaan media sosial Kementerian dalam mengkomunikasikan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Kartu Prabayar Seluler.Analisis yang dihasilkan dari penelitian ini memperlihatkan bagaimana Kementerian Komunikasi dan Informatika memenuhi seluruh tahapan proses dalam manajemen proses public relations. Pada masing-masing tahap proses manajemen public relations, masih terdapat kendala atau hambatan komunikasi yang ditemui. Pada tahap pertama, pengidentifikasian permasalahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika belum mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan media sosial yang dimiliki secara khusus. Pada tahapan perencanaan program PR, proses yang dilakukan telah cukup representatif dengan adanya penjadwalan program-program PR untuk mengkomunikasikan registrasi jasa telekomunikasi. Meskipun demikian, program PR yang dijadwalkan dengan menggunakan media sosial belum menunjukkan perhatian terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi. Pada tahap pelaksanaan komunikasi, khususnya penggunaan media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika cukup memberikan muatan konten dan penjelasan yang beragam mengenai kampanye registrasi jasa telekomunikasi sesuai dengan penjadwalan program PR pada tahap sebelumnya. Pada tahap Manajemen PR terakhir, tahap evaluasi, belum terdapat mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan manajemen PR menggunakan media sosial. Hal ini menyebabkan, tahapan manajemen yang dilakukan belum dapat dinilai dan disempurnakan lebih lanjut.Meskipun tidak semua tahapan proses dipenuhi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, hasil yang diharapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui peningkatan jumlah registrasi pelanggan jasa telekomunikasi dapat tercapai. Selain tahapan manajemen PR yang belum seluruhnya dilaksanakan, terdapat beberapa hambatan komunikasi, diantaranya pada lingkup komunikasi organisasi secara internal dan keterbatasan SDM pengelola media sosial, yang mempengaruhi manajemen proses PR yang dilakukan. Penggunaan media sosial sebagai sarana PR oleh Pemerintah memerlukan fokus tersendiri, khususnya dengan makin berkembangnya penggunaan teknologi informasi di tengah masyarakat serta makin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi diseminasi regulasi dan peraturan yang berlaku bagi masyarakat. 
MODEL KOMUNIKASI KOMUNITAS MOBIL JAKARTA BERBASIS MODAL SOSIAL DALAM PERCEPATAN PENANGANAN COVID 19 Endah Pratiwi; Henni Gusfa
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 11, No 2 (2021): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis model komunikasi komunitas mobil berbasis modal sosial (trust/kepercayaan,norma dan jaringan ) dalam percepatan penanganan Covid-19. Segala kegiatan komunitas dalam situasi pandemi Covid 19 ini diarahkan pada kegiatan komunitas dalam ikut serta menanggulangi pandemi Covid-19. Komunitas ini melakukan berbagai kegiatan seperti baksos dan yang mendukung anjuran pemerintah tentang social distancing dan aturan-aturan yang dicanangkan pemerintah guna menekan penularan Covid-19 saat ini. Penelitian ini berusaha mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi komunitas mobil dalam pengambilan keputusan kelompok melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengaplikasikan empat fungsi dalam teori perspektif fungsional dalam pengambilan keputusan Hirowaka & Gouran. Paradigma menggunakan Post-positivisme Objek penelitian ini komunitas mobil. Hasil penelitian ini di dapatkan dua tipe komunikasi kelompok dalam penelitian ini : Promotive-interactive dan Conteractive-interactive berbasis modal sosial kepercayaan dan jaringan yang di inisasi olek ketua umum dan pengurus serta anggota, Kedua tipe diatas yang di temukan dalam komunikasi komunitas mobil dalam proses pengambilan keputusan . Dalam pengambilan keputusan problem analysis, identification of alternatives, goel setting, evaluation positives and negatives keperdulian bersama-sama, gotong royong untuk percepatan penanganan Covid-19 sebagai high quality decision.
Manajemen komunikasi risiko terhadap bencana kebakaran gedung Andrianto, Rahadian; Gusfa, Henni; Hereyah, Yoyoh
Histeria Jurnal: Ilmiah Soshum dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v3i1.1043

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan bencana yang tidak dapat di prediksi kapan datangnya. Kerugian harta benda maupun nyawa seakan ada didepan mata. Komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam mitigasi risiko kebakaran, kesiapsiagaan, respon dan antisipasi kejadian kembali. Proses manajemen komunikasi risiko kepada pengelola dan penghuni gedung dapat mengurangi kerugian baik harta benda maupun jiwa dan mengantisipasi bencana kebaran terjadi lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi risiko berbabasis bangunan tinggi di Provinsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, paradigma konstruktivis teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan pada saat pra penelitian, selama penelitian dan pasca penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumen. Subjek penelitian adalah pengelola gedung dan Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah manajamen komunikasi risiko dapat menjadi kunci dalam menghadapi bahaya bencana kebakaran, kemudian diperlukan strategi dalam penyampain pesan komunikasi risiko kebakaran pada pengelola gedung.
Strengthening students’ ability to create content in tourism brand communication Gusfa, Henni; Arswendi, Riki; Syaefuddin, S.
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i3.27175

Abstract

Vocational high school of 60 Duri Kepa Jakarta has an advantage in developing tourism learning. This is essential in realizing national development priorities, namely tourism. Students' abilities are supported by technological developments and various social media applications to communicate tourism branding in the city of Jakarta. A number of tourist destinations in Jakarta are popular and some are not popular, this issue has sparked student communication creativity in communicating the branding of tourist destinations. Community service programs in partnership with neighboring countries provide new enthusiasm in digital content literacy and environmental communication. Training on communicating tourism destination branding requires out of the box ideas, so that people or travelers can accept the meaning of branding communicated by students about the situation of the destinations they visit. This training results in changes in students' ability to communicate branding of tourist destinations in the city of Jakarta which is based on sustainable tourism communication.
Communication Strategy of Jakarta Backpacker Community and Malaysia through Facebook for Tourism Destination Promotion Arswendi, Riki; Gusfa, Henni; Huey, Nun Shwu; Siang, Tan Gek
Jurnal The Messenger Vol. 15 No. 1 (2023): January-April
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v15i1.2938

Abstract

Introduction: Social media is growing rapidly and is used by individuals, groups and organisations. One of them is Facebook. Facebook is used by individuals, groups, governments, and communities. Including travelling communities such as Jakarta Backpackers and Malaysian Backpacker Buddies who use Facebook as a medium for promoting tourism destinations. Methods: This study is a descriptive qualitative research that approaches the problem by analysing the communication strategy of Backpacker Jakarta and Backpackers Buddies Malaysia through Facebook to promote tourism destinations. The concept of communication strategy is used as a guide in this research. Findings: The communication objectives of the Jakarta Backpacker Community and Malaysian Backpackers Buddies are to provide information and persuade Facebook users both in the Indonesian region and the world community. Facebook was chosen as a medium for sharing information on tourism destinations with consideration of the high number of Facebook users in both Indonesia and Malaysia. Promotion is the main objective of the message on the Jakarta Backpacker and Malaysian Backpackers Buddies Facebook accounts. The inclusion of content reference sources and content sustainability is an effort to create a sense of trust by these two travelling communities. Originality: This research has novelty value because previous research did not focus on the Facebook community strategy in promoting tourism destinations in two countries, namely Malaysia and Indonesia. Whereas previous research focuses on the content used to plan travel. In previous studies, community and member engagement in social media conversations led to positive and negative information about gender-based destinations.
Transformasi Agile Bisnis Media Menuju Keunggulan Kompetitif (Studi Kasus: Progam Lintas INews Siang MNCTV) Pakan, Christian Kevin L; Gusfa, Henni
Jurnal Nomosleca Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v10i2.14665

Abstract

This research analyzes the agile transformation of the media business in creating competitive advantages in MNC TV's Lintas Inews Siang program. This research uses a qualitative approach with a case study method, data collection techniques through interviews, observation and documentation. The selection of informants used purposive sampling techniques and data analysis by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The validity of the data was tested using triangulation techniques. The research results show that this program provides information that is relevant to community needs. Utilization of various platforms, conventional television and digital media, to expand audience reach. This program shows agility in managing news dynamics, as well as the ability to adapt. In addition, applying the principles of efficiency and effectiveness in operations optimizes resources, including regular evaluations to improve content quality and maintain a competitive advantage in the market.
Design and Management of Digital Communication Media to Build Stakeholder Trust and Reputation of the Indonesian Ikaboga Organization Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Gusfa, Henni; Wulandari, Ririn
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.765

Abstract

Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ikaboga Indonesia) was established in 1987. It is the first and oldest organization for Indonesian Culinary Experts. This organization is neither commercial nor political. They are currently experiencing challenges such as the weak commitment of its members, especially in terms of setting aside time, energy, and materials. As a result, many organizational tasks are not carried out according to their duties. This organization is also weak in managing digital communication media. In the digital era, many organizations compete to build stakeholder trust and reputation through digital media. This is the background to this PKM. By paying attention to the three main principles of the SDGs, namely universal, integration, and inclusive, this PKM focuses on and aims to improve the skills (technology and management) of the administrators and members of Ikaboga Indonesia. Such as skills in organizational communication management and the design and management of digital communication media to build stakeholder trust and the reputation of Ikaboga Indonesia. This program is carried out by elaborating ten methods: learning methods, question and answer and discussion methods, demonstration methods, problem-solving methods, practice or skills training methods, design methods, discovery methods, inquiry methods, mind mapping methods, and role-sharing methods. As a result, this activity was positively influenced; 71% of participants attended because they were interested and wanted to learn. This PKM was also considered to impact 81.2% of participants' cognitive changes significantly. The causal factors did not have a 100% effect on increasing participants' cognitive abilities due to obstacles of 56.5% lost and intermittent sound due to signal.; 43.5% had a wrong signal.; 21.77% due to distance obstacles, and 17.4% due to technological barriers, hunger, and other work, so they could not focus.
Penggunaan Komunikasi Neuroteknologi dalam Menangani Keluhan Media Sosial terhadap Kepuasan Peserta Jaminan Sosial (Studi Komparasi Peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) Oktaviani, Nedia; Gusfa, Henni; Yuliawaty, Elly
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan neuroteknologi dalam komunikasi di media sosial untuk menangani keluhan peserta jaminan sosial terhadap kepuasan pelanggan. Studi ini memfokuskan pada perbandingan antara BPJS Ketenagakerjaan yang menggunakan human tone of voice dan BPJS Kesehatan yang menggunakan corporate tone of voice. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM). Populasi penelitian adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, dengan sampel berjumlah 200 responden. Hipotesis yang diuji mencakup: (1) Perbedaan pengaruh human dan corporate tone of voice terhadap kepuasan pelanggan, (2) Perbedaan pengaruh tone of voice terhadap persepsi kehadiran sosial, (3) Perbedaan pengaruh tone of voice terhadap keterlibatan pelanggan, (4) Perbedaan pengaruh persepsi kehadiran sosial terhadap kepuasan pelanggan, (5) Perbedaan pengaruh keterlibatan pelanggan terhadap kepuasan pelanggan, (6) Peran persepsi kehadiran sosial dalam memediasi tone of voice dan kepuasan pelanggan, (7) Peran keterlibatan pelanggan dalam memediasi tone of voice dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperdalam pemahaman mengenai strategi komunikasi yang lebih efektif dalam menangani keluhan melalui media sosial serta memberikan rekomendasi bagi instansi jaminan sosial untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.