Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Rekonstruksi Konsep Penjatuhan Sanksi Pidana Penjara dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Nabila Ihza Nur Muttaqi
Lex Renaissance Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JLR.vol8.iss2.art5

Abstract

The imposition of sanctions for criminal acts of corruption is currently ineffective and has not developed in accordance with current legal requirements. It can be seen that state financial losses continue to increase every year. This study aims to analyze the concept of imposing prison sentences in acts of corruption by reconstructing regulations that have so far relied on punishment that normatively relies on corporal punishment. With this reconstruction study, there will be effective punishment for perpetrators of corruption. As a normative legal research, this research uses a legal approach and a conceptual approach. Therefore, in conducting the study it was limited to the laws and regulations related to the object to be examined, namely the law that regulates criminal acts of corruption is Law Number 31 of 1999, as amended in Law Number 20 of 2001 on Corruption Eradication and legal literature. The results of the study concluded that the policy that must now be fought for as a form of legal reform in Indonesia is the return of assets resulting from corruption crimes which are not only aimed at impoverishing the perpetrators of corruption so that their lives become miserable, but can also be used as an effort preventive or prevention of criminal acts of corruption. This study suggests that reconstruction of the imposition of imprisonment for criminal acts of corruption be carried out so that the state does not suffer further losses from imprisonment which is no longer relevant to current legal requirements.Keywords: Reconstruction, Imprisonment, Corruption AbstrakPenjatuhan sanksi tindak pidana korupsi sekarang ini tidaklah efektif dan tidak berkembang sesuai dengan kebutuhan hukum terkini. Hal ini dapat dilihat bahwa kerugian keuangan negara terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep penjatuhan sanksi pidana penjara dalam tindak pidana korupsi dengan melakukan rekonstruksi pengaturan yang selama ini mengandalkan pemidanaan yang secara normatif mengandalkan pidana fisik. Dengan adanya kajian rekonstruksi ini maka akan ada pemidanaan yang efektif bagi pelaku tindak pidana korupsi. Sebagai penelitian hukum normatif, penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Oleh karena itu, dalam melakukan kajian hanya terbatas pada peraturan perundang-undangan yang terkait dengan objek yang akan diteliti yaitu undang-undang yang mengatur mengenai tindak pidana korupsi adalah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan literatur hukum. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan yang kini harus diperjuangkan sebagai bentuk pembaharuan hukum di Indonesia adalah dengan adanya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang tidak hanya semata-mata bertujuan untuk memiskinkan para pelaku tindak pidana korupsi sehingga hidup mereka menjadi menderita, tetapi juga dapat dijadikan sebagai upaya preventif atau pencegahan tindak pidana korupsi. Penelitian ini menyarankan untuk dilakukan rekonstruksi penjatuhan sanksi pidana penjara dalam tindak pidana korupsi agar negara tidak semakin rugi dengan sanksi pidana penjara yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan hukum terkini.Kata Kunci: Rekonstruksi, Pidana Penjara, Tindak Pidana Korupsi
EDUKASI DAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI GUWOSARI BANTUL Puspitasari, Chandra Dewi; Muttaqi, Nabila Ihza Nur; Hayati, Iffah Nur; Kuncorowati, Puji Wulandari``; Widhiastuti, Setiati
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.665

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan upaya nyata untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah dengan melakukan edukasi program pendampingan pencegahan kenakalan remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk pengetahuan dan pemahaman remaja tentang upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir angka kenakalan remaja melalui serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk remaja, orang tua, pemangku kepentingan di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi atau edukasi, diskusi, pendampingan, dan kegiatan sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kenakalan remaja. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dampak kegiatan terhadap peningkatan wawasan peserta. Hasil Pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengetahuan mengenai pencegahan kenakalan remaja guna meminimalisir angka kejahatan jalanan yang marak dilakukan oleh remaja. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul berhasil meningkatkan wawasan pencegahan kenakalan remaja di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.