Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI PONTIANAK BERDASARKAN OHSAS 18001 Yunus Aditya; M. Indrayadi; - Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.569 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38946

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berfungsi untuk menciptakan tenaga kerja yang aktif dan sehat serta untuk melindungi manusia dari bahaya Kecelakaan dan penyakit akibat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan konstruksi yang ada di Pontianak yakni PT. Citra Contractor Hasaja dan PT. Meta Estetika Graha. Jenis penelitian skripsi ini bersifat kualitatif dengan cara menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview) menggunakan peralatan seperti buku pedoman ISO dan OHSAS. Informan diambil dengan teknik purposive sampling). Informan merupakan orang yang mengetahui pelaksanaan SMK3 yang berjumlah 2 orang yaitu Manager Site dan Team Leader. Variable penelitian yaitu Kebijakan K3, Perencanaan K3, Implementasi dan Operasi K3, Peninjauan K3 Hasil penelitian menunjukan pada penetapan kebijakan K3 Sesuai dengan OHSAS 18001 dan ISO 45001 dimana perusahaan memiliki kebijakan K3 yang terintegrasi dengan kebijakan Mutu dan Lingkungan, penerapan K3 hampir sudah sepenuhnya sesuai akan tetapi belum adanya Safety Training  dalam simulasi keadaan darurat pada PT. Citra Contractor Hasaja dan belum terpasangnya kotak P3K pada PT. Meta Estetika Graha. Perusahaan disarankan untuk membentuk Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan kerja dan melakukan evaluasi yang rutin dalam pemeriksaan K3 yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.Kata kunci : Keselamatan dan kesehatan Kerja, ISO, OHSAS
KAJIAN TEKNIS MANAJEMEN PENIMBUNAN BATUBARA DI ROM STOCKPILE PT. GANDA ALAM MAKMUR KECAMATAN KAUBUN DAN KARANGAN KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR Muhammad Rizal Apriyadi; - Syahrudin; Budhi Purwoko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.78 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.31439

Abstract

Kegiatan di lokasi stockpile, secara teknis untuk menjaga kualitas batubara yang ditambang serta mampu mendukung rencana produksi batubara. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian terhadap penimbunan batubara di stockpile. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu area ROM stockpile yang dilengkapi dengan tanggul, saluran terbuka, settling pond, lantai dilapisi batubara kotor, serta luas ROM stockpile 6,78 Ha yang dibagi menjadi tiga area penimbunan yaitu ROM A, ROM B dan ROM C dengan total penerapan kapasitas batubara sebesar 150.000 mt, pemisahan produk batubara berdasarkan kandungan nilai GCV (Gross Calorific Value) dalam ar dan TS (Total Sulfur) dalam adb, pola penimbunan yang yang berjalan di ROM stockpile berupa pola windrow dengan metode layering. Kendala yang menyebabkan penerapan sistem FIFO tidak berjalan dengan baik yaitu meningkatnya jumlah produk dan jumlah penerimaan batuabara, selisih tertinggi antara rencana penerimaan dan rencana penjualan maka total batubara yang harus di timbun di ROM stokpile sebesar 507.503 mt dengan memerlukan luasan area timbunan 7,9605 Ha, jalan 1,8185 Ha, tanggul 0,2665 Ha, dan saluran air 0,2 Ha sehingga total luasan yang diperlukan sebesar 10,24 Ha.Kata kunci: Batubara, Manajemen Stockpile, Penimbunan.
KESERASIAN KERJA ALAT MUAT EXCAVATOR HITACHI ZAXIS 200LC DAN ALAT ANGKUT DUMP TRUCK HINO FG 235 JJ TERHADAP TARGET PRODUKSI PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATU ANDESIT PT. SULENCO WIBAWA PERKASA, KABUPATEN MEMPAWAH, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Putri Cendra Kasih; - Syahrudin; Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36738

Abstract

PT. Sulenco Wibawa Perkasa adalah perusahaan pertambangan batu andesit dengan metode penambangan yang dipakai adalah quarry. Terletak di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Andesit merupakan bahan galian yang digunakan untuk konstruksi bangunan, seperti pembuatan infrastruktur jalan, jembatan, saluran air, pondasi. Permasalahan yang terjadi yaitu tidak tercapainya target produksi serta banyak hambatan-hambatan yang terjadi yang dipengaruhi oleh faktor alat dan dan faktor manusia. Tujuan Penelitian adalah mengupayakan agar penggunaan alat muat dan angkut dapat dioptimalkan dengan mendasarkan pada jam operasi yang tersedia saat sekarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observatif, yaitu pengambilan data langsung ke lapangan serta data sekunder yang didapat dari perusahaan seperti spesifikasi alat dan jumlah alat yang digunakan, serta jam kerja. Berdasarkan  hasil penelitian, nilai keserasian kerja alat yang digunakan yaitu 1,07. Dimana nilai tersebut menunjukkan alat muat bekerja 100%, sedangkan alat angkut bekerja kurang dari 100%. Peningkatan efisiensi kerja alat muat meningkat menjadi 93,61 % dengan peningkatan produksi menjadi 30.316,689 ton/bulan dan efisiensi kerja alat angkut meningkat menjadi 93,61 % dengan peningkatan produksi menjadi 32.453,27 ton/bulan.Kata kunci: Alat Mekanis, Keserasian Alat
KAJIAN TEKNIS ALAT PEREMUK UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI BATU GRANIT DI PT. HANSINDO MINERAL PERSADA SUNGAI PINYUH MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Muhammad Syarif Hidayatullah; - Syahrudin; Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32192

Abstract

PT. Hansindo Mineral Persada merupakan perusahaan pertambangan batuan granit yang terletak di Desa Peniraman. Batu granit merupakan bahan galian industri yang digunakan untuk, bahan dasar konstruksi, pembuatan infrastruktur, dan lain sebagainya. PT Hansindo berencana meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Permasalahan yang terjadi adalah tidak tercapainya target produksi PT. Hansindo akibat sering terjadi hambatan pada alat peremuk. Produktivitasl PT. Hansindo Bulan Juli Tahun 2019 sebesar 1448,1 ton perhari atau 89,3 % dari target. Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan data dilakukan di PT. Hansindo dengan mengamati kegiatan unit peremukan. Berdasarkan hasil pengamatan, tidak tercapainya target produksi diakibatkan hambatan pada alat saat produksi. Maka upaya yang dilakukan PT Hansindo ialah dengan mempercepat laju pengumpanan, meningkatkan efisiensi peremuk pertama, dan mengurangi waktu hambatan. Adapun waktu hambatan yang terjadi di PT Hansindo sebesar 135,3 menit perhari. Alternatif yang dilakukan ialah mempercepat laju pengumpanan sebanyak 285,1 ton/jam dapat meningkatkan produksi sebesar 98,7 %, meningkatkan efisiensi pada peremuk pertama dapat meningkatkan produksi sebesar 100,1 % dan meningkatkan waktu kerja efektif dapat meningkatkan produksi sebesar 104,4 % dari target produksi. Akumulasi dari upaya-upaya perbaikan yang dilakukan memberikan peningkatan produktifitas sebesar 2.066,9 ton/hari. Sehingga target produksi sebesar 1.620 ton/hari tercapai.Kata kunci  : Produksi, Unit peremukan
IDENTIFIKASI BAHAYA KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA AREA PENGOLAHAN PT. SULENCO WIBAWA PERKASA, DESA PENIRAMAN, KECAMATAN SUNGAI PINYUH, KABUPATEN MEMPAWAH, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Riski Suryadi; - Syahrudin; M. Khalid Syafrianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42365

Abstract

Kurangnya perhatian terhadap keselamatan kerja, akan berdampak buruk bagi pekerja dan perusahaan karena akan mengakibatkan kecelakaan kerja dan kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi bahaya dari tahapan pekerjaan pada kegiatan crushing plant, melakukan analisis risiko serta penilaian risiko kecelakaan kerja dari potensi bahaya yang telah diidentifikasi, dan mengusulkan perencanaan dan pengendalian bahaya yang masuk kategori high risk kegiatan crushing plant di PT. Sulenco Wibawa Perkasa. Metode Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan observasi dan wawancara. Dalam upaya melakukan identifikasi bahaya dengan metode HIRARC untuk mengetahui bahaya yang ada dan tahapan kegiatan di area pengolahan yang kemudian dilakukan penilaian risiko berdasarkan Australian Standar/New Zealand Standar (AS/NZS) 4360. Memberikan usulan mengenai perencanaan dan pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian untuk meminimalisir kecelakaan pada kegiatan pengolahan di PT. Sulenco Wibawa Perkasa. Hasil identifikasi bahaya, analisis dan penilaian risiko terdapat 7 potensi bahaya yang termasuk kedalam kategori high risk dan diprioritaskan untuk dilakukan pengendalian. Potensi bahaya tersebut ialah, kaki tersangkut selang kompresor nilai risiko 12, menyalakan saklar utama nilai risiko 16, lantai berlubang nilai risiko 12, batu melayang saat DT (Dump Truck) dumping nilai risiko 15, jarak DT dan hopper terlalu dekat nilai risiko 12, material jatuh kebawah dan menimpa pekerja di area bawah nilai risiko 12, dan pelolosan material agar lolos ke jaw crusher nilai risiko 15.Kata kunci : crushing plant; HIRARC; identifikasi bahaya