Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Terbimbing Isman M Nur; Muzakir Hi Sultan; Ruslan Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Maya Rumakat; Fachmi Buamona; Yani Awal
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 1 (2025): Januari- Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i1.906

Abstract

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis perlu ditingkatkan karena kemampuan untuk mengembangkan teknik dan strategi pemecahan masalah serta kemampuan untuk mensintesis masalah. Kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematis juga dialami peneliti pada saat melakukan observasi. Hasil observasi awal yang diperoleh peneliti masih dalam kategori rendah. Oleh karena itu, peneliti termotivasi melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran terbimbing untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP melalui model pembelajaran terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Instrumen ini berupa tes berbentuk uraian terdiri dari tiga butir soal yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Selanjutnya instrumen dapat divalidasi oleh dua validator ahli dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Teknik analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang berwujud data numerik. Data numerik berupa skor yang didapat dari nilai pre-test dan post-test. Hasil analisis data post-test dapat ditemukan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kategori (tinggi, sedang dan rendah). Hasil perhitungan N-Gain kelompok siswa yang diterapkan model pembelajaran terbimbing memperoleh peningkatan 0,45 tergolong sedang. Diharapkan penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Melalui Pendekatan Matematika Realistik Isman M Nur; Muzakir Hi Sultan; Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Yani Awal; Maya Rumakat; Fachmi Buamona
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1101

Abstract

Berpikir kreatif penting bagi siswa saat mempelajari matematika. Siswa perlu berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah. Pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran matematika realistik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional. (2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 40 siswa. Instrumen tes uraian terdiri dari empat soal dilengkapi dengan kunci jawaban. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel dan SPSS dengan taraf nyata = 0,05. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik meningkat 0,50 (kategori sedang), sedangkan siswa mempeoleh pembelajaran konvensional meningkat 0,40 (kategori sedang). (2) hasil analisis N-Gain guna mengukur besarnya mutu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Aktif Tipe Snowball Throwing Isman M Nur; Diah Prawitha Sari; Ariyanti Jalal
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.1980

Abstract

Kemampuan berpikir penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran snowball throwing adalah berpikir kreatif. Siswa dituntut berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah di dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran snowball throwing dan pembelajaran konvensional. (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran snowball throwing dengan pembelajaran konvensional. (3) mengetahui aktivitas siswa dan peneliti terhadap pembelajaran snowball throwing. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII berjumlah 50 orang. Instrumen penelitian adalah soal uraian dan lembar observasi aktivitas siswa dan peneliti. Data observasi aktivitas siswa dan peneliti dianalisis menggunakan lima pilihan, sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Sedangkan data tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis menggunakan uji normalitas, T-test dan N-Gain. Hasil penelitian diperoleh: (1) terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran snowball throwing dan pembelajaran konvensional, (2) perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran snowball throwing lebih baik dibandingkan siswa memperoleh pembelajaran konvensional, (3) siswa dan peneliti melaksanakan semua aktivitas pembelajaran dengan kategori baik. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Mempertimbangkan jumlah subjek penelitian karena subjek disediakan hanya dua kelas yang berjumlah 50 orang.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Menengah Pertama dalam Menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Ayus Masayu Gay; Isman M Nur; Julia Ismail; Sartika Samad; Wa Ode Murima La Ode Alumu; Rifai Kasman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.3983

Abstract

Penelitian ini menganalisis peningkatan hasil pelatihan penyusunan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur tujuan pembelajaran bagi guru SMP pada implementasi Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian terdiri atas sembilan guru dari tiga sekolah mitra di wilayah kepulauan dan pesisir, yaitu SMP Negeri 6 Taliabu Utara, SMP IT Insan Kamil Halmahera Selatan, dan SMP Negeri 6 Halmahera Utara, yang dipilih karena keterbatasan akses terhadap pendampingan kurikulum. Sebelum pelatihan, guru berada pada fase kognitif awal dengan pemahaman capaian pembelajaran yang masih umum dan keterbatasan dalam mengaitkan capaian pembelajaran-tujuan pembelajaran-alur tujuan pembelajaran ke dalam perencanaan pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan secara sistematis dan kontekstual melalui pemetaan Capaian Pembelajaran, perumusan Tujuan Pembelajaran, dan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual, sikap positif terhadap Kurikulum Merdeka, dan keterampilan praktis guru. Seluruh peserta menghasilkan satu peta Capaian Pembelajaran, tiga hingga lima tujuan pembelajaran operasional, serta satu dokumen Alur Tujuan Pembelajaran lengkap yang terintegrasi dengan strategi pembelajaran dan asesmen. Pelatihan serupa direkomendasikan dilaksanakan secara berkelanjutan dan berbasis konteks lokal untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya di sekolah wilayah kepulauan.
Fun Math Melalui Media Dart Game Berbasis Model Kooperatif pada Siswa SMP Negeri 3 Kota Ternate Muzakir Hi Sultan; Isman M Nur; Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Yani Awal; Fachmi Buamona; Maya Rumakat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.16499

Abstract

The cooperative learning model using the Dart Game media is a variation of learning derived from the Dart Board game, which can then be applied as a learning medium to improve students’ learning outcomes. The objectives of this activity are: (1) to determine the application of the Fun Math method on students’ interest in learning mathematics, and (2) to determine the effect of the Fun Math method in terms of enjoyment and the use of teaching aids on students’ interest in learning mathematics. The participants of this training and mentoring activity were 21 students from SMP Negeri 3 Kota Ternate. The results showed that: (1) The calculated t value of 2.710 > t table value of 1.72, or Sig value 0.01 < 0.05, so H₀ is rejected. It can be concluded that there is a significant effect of enjoyment on students’ learning interest. (2) The calculated t value of 6.434 > t table value of 1.72, or Sig value 0.04 < 0.05, so H₀ is rejected. It can be concluded that there is a significant effect of the use of teaching aids on students’ learning interest. (3) The calculated F value is 69.032, and with a significance level of α = 0.05, the F table value is 3.09. Since the calculated F value of 4.022 > F table value of 3.09 or Sig value 0.036 < 0.05, H₀ is rejected. It can be concluded that there is a simultaneous (combined) effect of enjoyment (X₁) and the use of teaching aids (X₂) on students’ learning interest. Through this community service activity, it is expected that the use of the Fun Math method through the Dart Game media, with the variables of enjoyment and the use of teaching aids, has a significant positive effect on students’ interest in learning.