Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Metode Bernyanyi dengan Kartu Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Susi Herlinda; Nelti Rizka; Halimah
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.7195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dilaksanakan di kelas B TK Tunas Bangsa pada April-Mei 2025, melibatkan 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan, keinginan untuk bernyanyi dengan kartu huruf, dan menjadi lebih kohesif, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan tertib. Berdasarkan analisis data, tindakan yang dilakukan peneliti menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi awal sebelum tindakan menunjukkan persentase rata-rata kelas sebesar 36,35 %. Pada Siklus I pertemuan 1 persentase meningkat menjadi 40,43 %, Siklus I pertemuan 2 meningkat 45,79% dan pada Siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan yang sangat signifikan mencapai 71,43 %, selanjutnya pada Siklus II pertemuan 2 yang menunjukkan tercapainya ketuntasan klasikal yaitu 85,71 %. Ini menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun
Peningkatan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Market Day di KB Karya Akbar Mandiri Yusmaniar, Yusmaniar; Rahayu, Swandra; Rizka, Nelti
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 4 № 01 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v4i01.2222

Abstract

This study aims to improve the language and communication skills of children aged 5-6 years through the implementation of Market Day activities. This research is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects were 15 children at KB Karya Akbar Mandiri, Indragiri Hilir. Data were collected through participatory observation and documentation, then analyzed using descriptive quantitative methods. The findings showed a significant increase in language proficiency in each cycle. In the pre-cycle stage, the majority of children (12 children) were still in the Starting to Develop (MB) category. After the intervention in Cycle I, the achievement percentage increased to 60.8%. The peak improvement occurred in Cycle II, reaching 84.9%, with 11 children achieving the Developed Very Well (BSB) category. Market Day activities are proven effective in stimulating children's interactive communication skills through contextual buying and selling interactions.
Penerapan Metode Show And Tell dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Pada Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Dumai Jumatilawati, Desi; Wiyanita, Nona; Rizka, Nelti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4267

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri anak pada kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Dumai, di mana 64,29% anak berada pada kategori Belum Berkembang dan masih menunjukkan sikap ragu, malu, serta kurang berani tampil di depan kelas . Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kepercayaan diri anak melalui penerapan metode show and tell. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal, 92,8% anak masih berada pada kategori rendah (Belum Berkembang dan Mulai Berkembang). Melalui penerapan show and tell pada Siklus I, jumlah anak pada kategori tinggi meningkat menjadi 64,3%, ditandai dengan bertambahnya keberanian anak untuk tampil dan mulai stabilnya emosi saat berbicara. Peningkatan yang paling optimal terjadi pada Siklus II. Seluruh anak berhasil keluar dari kategori rendah (0%), dengan 71,4% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik dan 28,6% berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Perubahan ini menunjukkan bahwa metode show and tell tidak hanya efektif, tetapi memberikan dampak yang merata bagi semua anak.
Implementasi Pembelajaran Mendalam di Gugus Sedap Malam Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai Azrayanu, Azrayani; Wilyanti, Nopa; Rizka, Nelti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4268

Abstract

Pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pendidikan anak usia dini menjadi pendekatan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, karena menekankan keterlibatan aktif anak, eksplorasi, serta pemahaman terhadap proses belajar, bukan sekadar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran mendalam pada anak usia dini di Gugus Sedap Malam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap guru-guru di beberapa taman kanak-kanak dalam Gugus Sedap Malam. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam di Gugus Sedap Malam Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai telah diimplementasikan secara terintegrasi melalui pengembangan delapan dimensi profil lulusan, penerapan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta tahapan memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan bermain, pengalaman langsung, pembiasaan, dan keteladanan guru yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu memahami dan menerapkan nilai serta keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran mendalam yang diterapkan mendukung perkembangan anak secara holistik.
WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DAN PENYUSUNAN MODUL AJAR PADA GURU PAUD DI KECAMATAN KAMPAR Nelti Rizka; Zahrati Mansoer; Syarif Sumantri
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.17

Abstract

The independent curriculum is one of the efforts to restore learning after the Covid-19 pandemic. The teacher's ability to implement the curriculum will be a benchmark in the successful implementation of the ongoing curriculum. The purpose of this community service is to provide a solution to the problem of teachers' lack of understanding regarding the implementation of the independent curriculum and the preparation of teaching modules in the Early Childhood Education unit (PAUD). Participants in this activity were 44 PAUD teachers in Kampar District. Activities carried out through four stages, namely First; made direct observations regarding the Implementation of the Independent Curriculum in one of the schools that have implemented the independent sharing curriculum, namely Mutiara Bunda Kindergarten Bangkinang Kota, Second; to reflect and discuss the results of observations, Third; presentation of the independent curriculum concept, Fourth; assisting in the preparation of teaching modules, and Fifth; Practice and Simulation of the Implementation of the Independent Curriculum with workshop participants. The results obtained from this activity were in the form of increasing teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum after the workshop was held. Increased understanding of participants related to the concept of an independent curriculum, preparation of KOSP, preparation of teaching modules, Project for Strengthening Pancasila Student Profiles, Learning Assessments, and Implementation Practices of Independent Curriculum Workshop participants responded that this activity was very useful so that they would soon apply the independent curriculum in their respective schools accordance with the concept and practice that has been done.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia 5-6 Tahun Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Tk Qu Al-Izzah Dumai Putri, Febri Inike; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4302

Abstract

Penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan anak, karena pada masa ini anak berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam membentuk kebiasaan dan perilaku. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini. Peran tersebut terlihat melalui beberapa indikator, yaitu guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada anak, guru menjadi teladan dalam berbagai kegiatan pembiasaan, guru membimbing anak secara konsisten dalam melakukan berbagai kegiatan positif, serta guru berperan sebagai penghubung antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan kebiasaan baik kepada anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini.
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Nova, Hayati Aria; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Nova, Hayati Aria; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
Analisis Pembelajaran Membaca Iqra’ dengan Metode Tilawah pada Anak Usia 4–5 Tahun Rohana, Rohana; Rahayu, Swandra; Rizka, Nelti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran membaca Iqra’ dengan metode tilawah pada anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu kepala sekolah, tiga guru, dan 12 anak usia dini di TK IT Babussalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca Iqra’ belum dilaksanakan secara optimal karena belum terstruktur dengan baik. Setelah diterapkan tahapan metode tilawah secara sistematis, yaitu tahap persiapan, talaqqi, membaca bersama, membaca bergiliran, teknik sadap, serta penguatan, terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dan keterlibatan anak. Metode tilawah terbukti mampu membantu anak memahami bacaan secara bertahap dan lebih efektif dalam pembelajaran membaca Iqra’.