Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Layanan Bimbingan Klasikal untuk Mengedukasi Mengenai Bahaya Perilaku Bullying pada Remaja di Kelas VIII MTs Al-Jam’iyatul Washliyah KM.6 Medan Nurhaida S; Aina Salsabila; Uli Makmun Hasibuan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/m1z7ea45

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang sering terjadi di kalangan remaja dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan klasikal dalam mengedukasi siswa mengenai bahaya perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah teknik pengumpulan data melalui observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama serta guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dapat menjadi sarana efektif untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menanggulanginya. Kegiatan bimbingan dilakukan secara sistematis dengan materi yang relevan dan pendekatan yang interaktif, sehingga siswa lebih terlibat dan mampu menginternalisasi nilai-nilai positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan klasikal berperan penting dalam upaya preventif terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Metode Role Playing di SMKN 1 Percut Sei Tuan Pradana Gita Anggraini; Uli Makmun Hasibuan; Adinda Salsabila
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/hbme7a52

Abstract

Kepercayaan diri siswa merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan interaksi sosial di sekolah. Namun, masih banyak siswa yang mengalami rendahnya kepercayaan diri sehingga memerlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan kepercayaan diri siswa melalui metode role playing di SMKN 1 Percut Sei Tuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penerapan role playing sebagai teknik pembelajaran yang melibatkan siswa dalam simulasi peran sesuai skenario tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing secara sistematis dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan, ditandai dengan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, berkomunikasi aktif, dan berpartisipasi dalam pembelajaran. Kesimpulannya, metode role playing efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMKN 1 Percut Sei Tuan.
Implementasi Layanan Dasar Bimbingan Klasikal dalam Mekanisme Bijak Menggunakan Handphone di Kelas VIII SMP Negeri 13 Medan Mona Luthfia Adira; Uli Makmun Hasibuan; Nayla Syahrani Panjaitan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/snvxj431

Abstract

Layanan dasar bimbingan klasikal dengan topik "Bijak Menggunakan Handphone" dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2025 di kelas VIII SMP Negeri 13 Medan dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan handphone yang bijak dan bertanggung jawab. Layanan ini melibatkan 22 siswa sebagai peserta dan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif dengan media visual berupa poster dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Metode yang digunakan mencakup pemberian apersepsi ringan tentang pergaulan sekolah, diskusi kelompok, dan sharing pengalaman untuk membangun pemahaman tentang dampak positif dan negatif penggunaan handphone. Hasil observasi menunjukkan tingkat partisipasi siswa yang sangat tinggi, dengan 95% siswa (21 dari 22 siswa) menunjukkan keterlibatan aktif hingga sangat aktif dalam proses pembelajaran. Sebanyak 63% siswa berada pada kategori sangat aktif yang mampu berdiskusi dan mengisi LKPD dengan lengkap, 32% siswa aktif dalam mengisi LKPD dan sesekali bertanya atau menjawab, dan hanya 5% siswa yang kurang aktif. Keberhasilan layanan ini terlihat dari antusiasme siswa dalam berpartisipasi, keberanian mereka berbagi pengalaman pribadi, dan terciptanya suasana kelas yang kondusif untuk pembelajaran.
Implementasi Layanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas X di SMK Budisatrya Medan Azli Yani; Uli Makmun Hasibuan; Rizka Maulia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bfd0xj86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas X di SMK Budisatrya Medan. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa yang merasa cemas, ragu, dan kurang percaya diri dalam interaksi akademik maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi layanan bimbingan klasikal dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa di lingkungan sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung saat pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dan wawancara semi-terstruktur dengan guru Bimbingan dan Konseling. Observasi dilakukan pada tanggal 20 Juni 2025 dengan tema layanan “Membangun Rasa Percaya Diri dalam Interaksi di Kelas”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK melaksanakan layanan secara terstruktur dan menarik, dengan menggunakan media presentasi, diskusi kelompok, dan partisipasi individu. Sebagian besar siswa terlihat antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan. Guru BK juga menerapkan pendekatan suportif dan berpusat pada siswa, mendorong mereka untuk berbicara dan mengenali potensi diri mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan klasikal mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa layanan bimbingan klasikal, jika dilaksanakan secara tepat, dapat menjadi strategi efektif dalam membantu siswa mengatasi rasa tidak percaya diri dan tampil lebih percaya diri dalam proses pembelajaran maupun interaksi sosial.
Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Semangat Belajar Siswa Agung Ramadan; Uli Makmun Hasibuan; Khairul Aldi Syahdana Mz
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/czqra856

Abstract

Pendidikan yang efektif tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan aspek psikologis siswa, seperti kepercayaan diri dan semangat belajar. Dua aspek ini saling berkaitan erat dalam menunjang keberhasilan belajar siswa. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kepercayaan diri dan mempertahankan semangat belajar di tengah tekanan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kepercayaan diri dan semangat belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan sebelum dan sesudah layanan, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kepercayaan diri dan semangat belajar siswa setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal. Hal ini membuktikan bahwa layanan bimbingan klasikal dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan pribadi dan akademik siswa di sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan layanan klasikal secara lebih terarah dan kontekstual oleh guru Bimbingan dan Konseling dalam mendukung proses pendidikan holistik.
Penerapan Layanan Bimbingan Klasikal dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMK Aprilia Malika Putri; Uli Makmun Hasibuan; Nurlaila Rahmi; Wildaniah Mumtazah Sipahutar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/9gbt1d88

Abstract

Efikasi diri adalah elemen psikologis krusial yang berpengaruh terhadap semangat, tanggung jawab, dan hasil akademik pelajar. Dalam dunia pendidikan, rendahnya efikasi diri sering kali menjadi penghalang dalam pengembangan kemampuan dan kesiapan siswa untuk menghadapi tuntutan akademis maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keefektifan layanan bimbingan klasikal menggunakan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk meningkatkan efikasi diri siswa, terutama di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang dilaksanakan adalah studi literatur dengan mengulas berbagai jurnal dan sumber ilmiah terbaru dari tahun 2020 hingga 2024 yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan REBT efektif dalam membantu siswa mengidentifikasi dan mengubah pikiran irasional yang mengganggu rasa percaya diri, sambil membangun pola pikir positif melalui tahapan model ABCDE. Intervensi ini terbukti meningkatkan keyakinan diri, keberanian dalam berkomunikasi, serta kesiapan pelajar dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Layanan ini juga menekankan pentingnya peran guru BK dalam mendukung proses perubahan kognitif dan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan layanan bimbingan klasikal berbasis REBT disarankan sebagai strategi untuk memperkuat efikasi diri yang berkelanjutan dalam program bimbingan dan konseling di institusi pendidikan.
Implementasi Bimbingan Klasikal dengan Model Problem-Based Learning untuk Mencegah Bullying Siswa SMK Inggit Dwi Ningsih; Uli Makmun Hasibuan; Vemila Yulistadrifani Siregar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/s9zb5d41

Abstract

Penelitian ini untuk menilai seberapa efektif penerapan layanan bimbingan klasikal yang dipadukan dengan metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam mencegah tindakan bullying di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Masalah bullying dapat merusak perkembangan mental dan sosial para siswa. Dengan menggunakan pendekatan PBL dalam bimbingan klasikal, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses mengenali, menganalisis, serta menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan yang rasional dan reflektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penyebaran kuesioner. Kegiatan diadakan di SMK PAB 2 Helvetia dengan melibatkan 26 siswa dari kelas XI. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan peningkatan kesadaran siswa mengenai risiko bullying serta terbentuknya sikap saling menghargai. Para siswa menunjukkan partisipasi aktif dan mendapatkan pengalaman baru mengenai langkah-langkah pencegahan bullying. Oleh karena itu, dengan penerapan layanan bimbingan kelompok dengan model pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman dan bebas kekerasan.
Layanan Konseling Sebaya Untuk Mengembangkan Resiliensi Dan Penerimaan Diri Pada Remaja Di Era Digital Dika Madani; Uli Makmun Hasibuan; Khapi Yanti; M. Ikhwan Habibie
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di era digital memberikan dampak besar bagi kehidupan remaja, baik dari segi akses informasi yang lebih mudah maupun munculnya berbagai tekanan mental, seperti perbandingan sosial, intimidasi online dan tuntutan untuk eksis di media sosial. Situasi ini memerlukan remaja untuk memiliki kemampuan bertahan dan menerima diri dengan baik agar dapat beradaptasi dengan cara yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran layanan konseling teman sebaya dalam meningkatkan kemamapuan resiliensi dan penerimaan diri di kalangan remaja pada era digital. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mengenai pelaksaan konseling teman sebaya di lingkungan sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling teman sebaya menawarkan ruang yang aman bagi remaja untuk membagikan pengalaman, mendapatkan dukungan emosi, serta membangun pemahaman positif tentang diri mereka. Interaksi antar remaja terbukti meningkatkan empati, kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghadapi tekanan dari dunia digital. Dengan demikian, layanan konseling teman sebaya dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu perkembangan resiliensi dan penerimaan diri remaja, serta seharusnya diintegrasikan secara sistematis ke dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah