Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Efisiensi Absorptif Termal Kolektor Surya Terhadap Distilasi Bioetanol Nira Pada Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; M. Ilham Nur; Mahmuddin Mahmuddin; Syamsumarlin Taha
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Optimasi Kapasitas BESS Untuk Mendukung Cadangan Daya, Manajemen Energi, Dan Keandalan Sistem Kelistrikan Di IKN Muhammad Zainuddin; Muhammad Arham; Rahmat Gino
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi baterai yang paling optimal sekaligus menganalisis kemampuan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 MWh dalam mendukung sistem backup power dan manajemen energi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis kuantitatif. Pemilihan jenis baterai dilakukan melalui metode pembobotan dengan mempertimbangkan beberapa parameter utama, seperti kepadatan energi, daya tahan siklus (cycle life), biaya investasi (CAPEX), dan efisiensi round-trip. Sementara itu, analisis kemampuan backup dilakukan menggunakan simulasi perhitungan, dengan memasukkan beban kritis sebesar 6,06 MW, Depth of Discharge (DoD), efisiensi sistem, serta faktor degradasi kapasitas baterai sekitar ±2% per tahun selama masa pakai 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai Lithium-ion (LFP/NMC) menjadi teknologi yang paling optimal karena mampu memberikan keseimbangan terbaik antara performa teknis dan aspek ekonomi dibandingkan alternatif lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan, BESS 8 MWh dapat menyediakan daya cadangan selama 1,32 jam pada kondisi awal operasi. Setelah memperhitungkan degradasi hingga tahun ke-10, sistem masih mampu memberikan durasi backup sebesar 0,90 jam atau sekitar 54,18 menit. Dengan demikian, implementasi BESS berbasis Lithium-ion dinilai layak dan andal untuk mendukung kebutuhan backup power jangka panjang serta menjaga stabilitas sistem energi di kawasan IKN.
Analisis Efisiensi Absorptif Termal Kolektor Surya Terhadap Distilasi Bioetanol Nira Pada Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; M. Ilham Nur; Mahmuddin Mahmuddin; Syamsumarlin Taha
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Karakterisasi Performa Turbin Archimedes Screw pada Sistem Hydropower dengan Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; Irman Irman; Marten Rombe; M Ilham Nur; Akhsan Hamka
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.61643

Abstract

The Archimedes screw turbine is a promising technology for low-head hydropower because of its simple construction and low maintenance requirements. This study investigated the performance of a three-pitch Archimedes screw turbine by varying shaft inclination angles (31°, 39°, and 47°) under five flow discharge rates (0.004704–0.014113 m³/s). Experiments were conducted using a laboratory-scale test rig. Flow discharge, shaft rotational speed, and generator output were measured using a weir meter, tachometer, and multimeter. Increasing flow discharge consistently increased shaft rotational speed and turbine output power. The maximum output power of 61 W was achieved at a 47° inclination angle with a discharge of 0.014113 m³/s, while the highest efficiency of 71% was obtained at the same angle with 0.007057 m³/s. Efficiency decreased beyond the optimum operating condition because of hydraulic losses, including turbulence, leakage flow, and backflow. Optimizing shaft inclination and operating discharge is essential for improving low-head hydropower performance.