Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Organik Cair Gedebog Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Jenis Tanaman Sayur Widya Analisa; Febrina Nur Annisa
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp318-325

Abstract

The presence of banana stems (gedebog pisang) in Lubuklinggau City is often considered waste and is easily found. Processing banana stems is rarely practiced by the local community. The production of liquid organic fertilizer (LOF) from banana stems aims to utilize this waste into something beneficial, particularly for vegetable crops. This study aims to investigate the effect of LOF made from banana stems on the growth and yield of several vegetable plants, such as water spinach (Ipomoea reptans Poir), green spinach (Amaranthus hybridus L), and mustard greens (Brassica juncea L). It also seeks to determine the impact of banana stem LOF on soil pH. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with the following treatments: P0 – control (no fertilizer), P1 – base fertilizer NPK Mutiara 17:17:17, and P2 – banana stem LOF. The results indicated that the application of banana stem LOF (P2) influenced plant growth, including plant height and the number of leaves in water spinach, green spinach, and mustard greens. The effects of banana stem LOF were comparable to those of the synthetic NPK Mutiara fertilizer.
Interaksi Dosis dan Interval Aplikasi Urea secara Foliar terhadap Dinamika Serapan Nitrogen pada tanaman Padi Rawa : Interaction of Dose and Interval of Foliar Urea Application on Nitrogen Uptake Dynamics in Lowland Rice Dora Palupi; Helda Susianti; Yus Dwi Yanti; Widya Analisa; Imelda Agustin
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.7.1.201-210

Abstract

Lahan rawa memiliki potensi besar untuk pengembangan padi, namun efisiensi pemupukan nitrogen pada kondisi tersebut relatif rendah akibat berbagai proses kehilangan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis dan interval aplikasi larutan urea melalui daun terhadap dinamika serapan nitrogen pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sosio-Ekonomi Pertanian Universitas PGRI Silampari, dan analisis N dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Unib. Percobaan menggunakan rancangan faktorial dalam (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis larutan urea (3%, 6%, 9%, dan 12%), sedangkan faktor kedua adalah interval aplikasi (1, 2, dan 3 kali). Perlakuan kontrol aplikasi urea 200 kg/ha yang ditebar di lahan rawa. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis dan interval aplikasi urea secara foliar berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen pada akar, batang, dan gabah. Dosis 12% menghasilkan serapan N tertinggi, yaitu 169,53 mg/tanaman pada akar, 417,22 mg/tanaman pada batang, dan 430,01 mg/tanaman pada gabah. Sementara itu, interval aplikasi 3 kali memberikan serapan N tertinggi, yaitu 150,56 mg/tanaman pada akar, 400,41 mg/tanaman pada batang, dan 516,94 mg/tanaman pada gabah. Aplikasi urea melalui daun terbukti lebih efektif dibandingkan aplikasi melalui tanah, yang menunjukkan serapan nitrogen terendah pada seluruh parameter.
Analisis Pendapatan Pelaku Usaha Ikan Nila Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Studi Kasus Kolam Tanah Jepi Riliani; Vera Octalia; Widya Analisa
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.9131

Abstract

This study was conducted to analyze production costs, revenue, income, and the feasibility of tilapia farming businesses in Tugumulyo District, Musi Rawas Regency. A quantitative approach utilizing descriptive methods was employed. Data were gathered through observation, interviews, documentation, and literature review. The study involved 102 tilapia farmers in Tugumulyo District, Musi Rawas Regency, as the primary data sources. The collected data were processed and analyzed using production cost, revenue, income, and Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio) analyses to assess the business's feasibility. The results indicate that the average production cost per cycle was Rp97,950,995, comprising fixed costs of Rp1,699,779 and variable costs of Rp96,251,216. Average revenue per production cycle was Rp126,347,847, resulting in an average income of Rp28,396,852. The analysis yielded an R/C Ratio of 1.29, meaning that for every Rp1 of cost incurred, the business generated Rp1.29 in revenue. An R/C Ratio greater than one indicates that tilapia farming in Tugumulyo District is a feasible business to develop; the revenue generated exceeded the production costs, thereby enabling the business to yield a profit for the farmers.
Pengaruh Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans) dan Kandungan Hara NPK pada Pupuk Organik Ampas Kopi dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Widya Analisa; Febrina Nur Annisa; Dora Palupi; Selvia Wulan Hajijah
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 16 No. 2 (2026): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol16No2.pp230-240

Abstract

This study aims to determine the effect of coffee grounds compost on the growth of water spinach (Ipomoea reptans), evaluated through plant height, leaf number, fresh weight, dry weight, and changes in soil and compost pH. Four treatments were applied: no fertilizer (K0), NPK fertilizer (K1), 100% coffee grounds compost (K2), and a combination of coffee grounds compost + NPK (K3). The results showed that coffee grounds compost significantly affected plant height in the third and fourth weeks but did not significantly affect leaf number. Treatment K2 produced the highest plant height, fresh weight, and dry weight, indicating the effectiveness of coffee grounds compost in supplying nutrients. Soil pH increased from acidic to near neutral after four weeks of compost application, while compost pH rose during decomposition, indicating compost maturity. Chemical analysis revealed NPK contents of 1.20% nitrogen, 0.13% phosphorus, and 0.38% potassium. Overall, coffee grounds compost demonstrates strong potential as an environmentally friendly organic fertilizer capable of improving plant growth and soil quality.
Dodol Jamu Sebagai Bentuk Inovasi Jamu oleh Pengrajin Jamu O Mangunharjo Vera Octalia; Ira Primalasari; Syabawaihi; Febrina Nur Annisa; Widya Analisa
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.32

Abstract

Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu tradisional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mendorong permintaan produk herbal lokal, namun inovasi produk jamu di Musi Rawas masih terbatas dalam bentuk cair tradisional. Pengembangan dodol jamu tradisional menjadi salah satu inovasi pangan fungsional yang potensial karena memiliki daya simpan lebih lama, praktis dikonsumsi, dan dapat diterima oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya inovasi produk, keterbatasan teknologi pengolahan, lemahnya penerapan sanitasi dan higienitas, belum adanya merek produk, serta kemasan yang masih sederhana sehingga sulit bersaing di pasar modern. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan produksi, inovasi formulasi dodol jamu, pengemasan modern, serta penguatan branding dan pemasaran. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk dodol jamu yang higienis, bernilai tambah, menarik, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi produk unggulan lokal Kabupaten Musi Rawas sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis herbal tradisional.