Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Portfolio Efficiency Analysis of UNVR and SMGR Using the Efficient Frontier Approach: A Comparative Study in the Framework of Indonesia’s Green Economy Commitment Poppy Yuliani; Hardiansyah Hardiansyah; Nicko Albart
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.8067

Abstract

This research examines the efficiency of investment portfolios comprising PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) and PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) by applying the Efficient Frontier method, contextualized within Indonesia’s commitment to a green economy. The study’s novelty lies in its integration of quantitative financial modeling with the broader agenda of low-carbon national development. The primary aim is to assess and compare the risk-return characteristics of UNVR and SMGR stocks and to identify the most optimal portfolio composition. The analysis utilizes daily stock price data from 2024 and includes calculations of returns, risk (standard deviation), the Sharpe ratio, and stock correlation. Empirical findings indicate that UNVR yields an expected return of -0.24% with a 2.50% standard deviation, while SMGR shows an expected return of 0.26% with a 2.17% standard deviation. The correlation coefficient of 0.081 between the two stocks reflects a weak relationship, highlighting the potential for effective diversification. The combined portfolio demonstrates superior efficiency in balancing risk and return compared to holding individual stocks. These results suggest that investors can align sustainability goals with diversification strategies to advance Indonesia’s green economic objectives.
Peningkatan Minat Baca Melalui Taman Baca PAUD Yunitasari, Fita; Yuliyanti, Sri; Heryanto, Robby; Rachmanastiti, Nabila; Widjajakoesoemah, Asyraf Rizki; Fradil, Fradil; Ande, Diin Fitri; Hardiansyah, Hardiansyah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan pembentukan Taman Baca Tunas Bangsa melalui kemitraan berbasiskomunitas dengan PAUD Tunas Bangsa di Condet, Jakarta Timur, sebagai respons atas rendahnyaminat baca anak dan belum tersedianya fasilitas literasi untuk jenjang PAUD–SD. Programbertujuan menyediakan akses buku dan ruang belajar yang nyaman serta edukatif, menumbuhkanminat baca–menulis dan kebiasaan eksplorasi mandiri, meningkatkan pengetahuan lintas bidang,serta mendorong kecerdasan sosial-budaya anak. Implementasi dilakukan melalui tahapanpemetaan lokasi, koordinasi dengan RT/PKK, pengajuan proposal kemitraan, sosialisasi kepadaorang tua, dan pengadaan sarana utama (rak buku, playmat, serta koleksi buku anak). Untukmenjangkau sasaran, tim menyusun media publikasi (flyer, banner, dan akun Instagram) sertamengadakan kegiatan pengenalan berupa perlombaan sebagai pemicu kunjungan. Peresmiantaman baca dilaksanakan pada 15 Juni 2025 dengan partisipasi 49 anak (98% dari target 50).Capaian output menunjukkan pengumpulan 123 buku bacaan serta tersedianya fasilitas pendukungpembelajaran. Taman baca kemudian dibuka untuk umum dengan jam layanan Senin–Jumat08.30–12.00 dan Minggu 10.00–13.00. Dari sisi pendanaan, total anggaran Rp4.072.033 terutamadialokasikan untuk pengadaan buku (Rp1.777.985), disertai kebutuhan operasional dan konsumsikegiatan. Secara deskriptif, kegiatan edukatif (mewarnai, cerdas cermat, dan storytelling)dipandang meningkatkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kebiasaan membaca anak. Untukkeberlanjutan, laporan merekomendasikan monitoring hingga tiga bulan melalui buku kehadirandan evaluasi berkala berbasis angket. Rencana evaluasi mencakup peninjauan akhir Juni danpemantauan bulanan hingga September 2025, disertai penambahan koleksi buku, variasi kegiatanliterasi, serta perluasan kolaborasi dengan relawan dan lembaga/korporasi. Temuan inimenegaskan potensi pendekatan berbasis komunitas sebagai model intervensi literasi anak diwilayah perkotaan secara berkelanjutan, terukur.
The Emergence of Halal Fashion: Empowering Women Entrepreneurs in Indonesia Jimmi Qizwini; Husnul Khatimah; Hardiansyah Hardiansyah
Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol. 18 No. 2 (2024): TIFBR
Publisher : Faculty of Islamic Business and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/tifbr.v18i2.385

Abstract

The rise of halal fashion in Indonesia has significantly shaped the modest fashion industry and provided a unique platform for women entrepreneurs to thrive. As global demand for modest and ethical fashion increases, Indonesia stands out as a leader, with its halal fashion brands spearheading both local and international markets. This study explores how the growth of Indonesia’s halal fashion industry has empowered women entrepreneurs by fostering economic opportunities, promoting cultural identity, and encouraging entrepreneurial innovation. The primary objective of the study is to assess how these women navigate the complexities of the halal fashion market while driving significant social and economic change. The novelty of this research lies in its focus on Indonesian women entrepreneurs, an underexplored segment in the global halal fashion landscape. While previous studies have examined the growth of halal fashion, few have focused on how women entrepreneurs are leveraging this industry for empowerment and socio-economic advancement. Using a qualitative case study approach, the research draws on secondary data from academic literature, industry reports, and media publications. It focuses on the impact of prominent Indonesian brands, such as Dian Pelangi, Shafira and Ria Miranda, highlighting their role in challenging societal norms and creating inclusive business models.The findings reveal that Indonesian halal fashion brands not only contribute to economic empowerment but also promote gender equality and cultural pride. These women-led businesses are reshaping the global modest fashion industry while providing a framework for future entrepreneurs.
STUDI PERBANDINGAN HARGA KARBON DI BURSA KARBON INDONESIA (MANDATORY MARKET) DAN BURSA KARBON LUAR NEGERI (VOLUNTARY MARKET) Martino, Rendy; Hardiansyah, Hardiansyah; Naomi, Prima
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bqaf9294

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan harga karbon di pasar karbon wajib Indonesia dengan pasar karbon sukarela luar negeri sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan pencapaian target Net Zero Emission. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada terbitnya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 dan Nomor 7 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) serta pengaturan tata cara perdagangan karbon di sektor kehutanan. Konsep nilai ekonomi karbon memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemberian nilai ekonomi pada emisi gas rumah kaca serta mendorong insentif untuk pengurangan emisi. Namun, dengan diberlakukannya pajak karbon berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, muncul pertanyaan terkait kesesuaian tarif pajak karbon minimum sebesar Rp30,00 per kilogram CO2e terhadap kondisi harga pasar karbon yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif dengan menganalisis data sekunder dari Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dan pasar karbon sukarela internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata harga karbon yang diperdagangkan di Indonesia antara Juni 2024 hingga Mei 2025 adalah sebesar Rp52.295 atau sekitar USD 3,27 per ton CO2e, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata harga di pasar sukarela internasional yang mencapai USD 9 per ton pada tahun 2024. Selain itu, menurut data Argus Media, harga karbon di sektor blue carbon (hutan mangrove) dapat mencapai USD 26–30 per ton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harga karbon di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan standar internasional, dan merekomendasikan agar pembuat kebijakan meninjau kembali mekanisme penetapan harga serta memperkuat insentif pasar karbon guna meningkatkan daya saing dan minat investasi.