Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Emergence of Halal Fashion: Empowering Women Entrepreneurs in Indonesia Jimmi Qizwini; Husnul Khatimah; Hardiansyah Hardiansyah
Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol. 18 No. 2 (2024): TIFBR
Publisher : Faculty of Islamic Business and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/tifbr.v18i2.385

Abstract

The rise of halal fashion in Indonesia has significantly shaped the modest fashion industry and provided a unique platform for women entrepreneurs to thrive. As global demand for modest and ethical fashion increases, Indonesia stands out as a leader, with its halal fashion brands spearheading both local and international markets. This study explores how the growth of Indonesia’s halal fashion industry has empowered women entrepreneurs by fostering economic opportunities, promoting cultural identity, and encouraging entrepreneurial innovation. The primary objective of the study is to assess how these women navigate the complexities of the halal fashion market while driving significant social and economic change. The novelty of this research lies in its focus on Indonesian women entrepreneurs, an underexplored segment in the global halal fashion landscape. While previous studies have examined the growth of halal fashion, few have focused on how women entrepreneurs are leveraging this industry for empowerment and socio-economic advancement. Using a qualitative case study approach, the research draws on secondary data from academic literature, industry reports, and media publications. It focuses on the impact of prominent Indonesian brands, such as Dian Pelangi, Shafira and Ria Miranda, highlighting their role in challenging societal norms and creating inclusive business models.The findings reveal that Indonesian halal fashion brands not only contribute to economic empowerment but also promote gender equality and cultural pride. These women-led businesses are reshaping the global modest fashion industry while providing a framework for future entrepreneurs.
A Conceptual Framework For Islamic Gold Monetization: Hybrid Musharakah Model Hardiansyah
Proceeding International Annual Conference Economics, Management, Business, and Accounting Vol. 1 (2023): Proceeding International Annual Conference Economics, Management, Business, and Accou
Publisher : IAEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This conceptual paper proposes a hybrid musharakah gold-based refinancing scheme submitted for productive physical gold investments. It answers the product innovation opportunity challenge in Islamic Financial Institutions (IFI) towards bullion bank activity implementation because of Act of Law No. 4 of 2023 about P2SK. This study uses a descriptive qualitative approach of contemporary resource material about fiqh literature from Shariah Standard No. 57 on gold trading and its trading control released by the World Gold Council and AAOIFI, as well as Fatwa DSN MUI for Musharakah refinancing contract, then validated by semi-structured interviews. We use product simulation to present and compare the concept with an existing gold-based pawn contract (Ar-Rahnu). The calculation will be based on the risk-adjusted valuation to protect the initial investment. Eventually, the result shows that this proposed model can be an alternative to productive gold investment and financing methods for its debt-free contract and make gold savings more valuable.
Peningkatan Minat Baca Melalui Taman Baca PAUD Fita Yunitasari; Sri Yuliyanti; Robby Heryanto; Nabila Rachmanastiti; Asyraf Rizki Widjajakoesoemah; Fradil Fradil; Diin Fitri Ande; Hardiansyah Hardiansyah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan pembentukan Taman Baca Tunas Bangsa melalui kemitraan berbasiskomunitas dengan PAUD Tunas Bangsa di Condet, Jakarta Timur, sebagai respons atas rendahnyaminat baca anak dan belum tersedianya fasilitas literasi untuk jenjang PAUD–SD. Programbertujuan menyediakan akses buku dan ruang belajar yang nyaman serta edukatif, menumbuhkanminat baca–menulis dan kebiasaan eksplorasi mandiri, meningkatkan pengetahuan lintas bidang,serta mendorong kecerdasan sosial-budaya anak. Implementasi dilakukan melalui tahapanpemetaan lokasi, koordinasi dengan RT/PKK, pengajuan proposal kemitraan, sosialisasi kepadaorang tua, dan pengadaan sarana utama (rak buku, playmat, serta koleksi buku anak). Untukmenjangkau sasaran, tim menyusun media publikasi (flyer, banner, dan akun Instagram) sertamengadakan kegiatan pengenalan berupa perlombaan sebagai pemicu kunjungan. Peresmiantaman baca dilaksanakan pada 15 Juni 2025 dengan partisipasi 49 anak (98% dari target 50).Capaian output menunjukkan pengumpulan 123 buku bacaan serta tersedianya fasilitas pendukungpembelajaran. Taman baca kemudian dibuka untuk umum dengan jam layanan Senin–Jumat08.30–12.00 dan Minggu 10.00–13.00. Dari sisi pendanaan, total anggaran Rp4.072.033 terutamadialokasikan untuk pengadaan buku (Rp1.777.985), disertai kebutuhan operasional dan konsumsikegiatan. Secara deskriptif, kegiatan edukatif (mewarnai, cerdas cermat, dan storytelling)dipandang meningkatkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kebiasaan membaca anak. Untukkeberlanjutan, laporan merekomendasikan monitoring hingga tiga bulan melalui buku kehadirandan evaluasi berkala berbasis angket. Rencana evaluasi mencakup peninjauan akhir Juni danpemantauan bulanan hingga September 2025, disertai penambahan koleksi buku, variasi kegiatanliterasi, serta perluasan kolaborasi dengan relawan dan lembaga/korporasi. Temuan inimenegaskan potensi pendekatan berbasis komunitas sebagai model intervensi literasi anak diwilayah perkotaan secara berkelanjutan, terukur.
Ecotheology: A Solution to Improve the Tourism Industry and Help Create a Golden Indonesia by 2045 Redy Harya Putra; Hardiansyah; Muhammad Fikri Maulana; Basnendar Herry Prilosadoso; Muhammad Halfi Indra Syahputra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1475

Abstract

Indonesia faces significant challenges in balancing economic growth in the tourism sector with environmental preservation to achieve the vision of Golden Indonesia 2045. This study aims to explore the concept of ecotheology as a fundamental solution to advancing sustainable tourism. Ecotheology offers an approach that integrates spiritual and theological values with ecological responsibility, viewing nature not merely as an economic commodity but as a sacred heritage to be preserved. Using qualitative methods and literature studies, this article analyzes how the internalization of ecotheological values ​​in tourism policy can mitigate the negative impacts of mass tourism and environmental degradation. The results of the study indicate that ecotheology can create an ethnically based tourism model that not only increases the industry's global competitiveness but also ensures the resilience of natural resources for future generations. The implementation of ecotheology in the national tourism strategy is predicted to be an important pillar in realizing a prosperous, independent, and sustainable Golden Indonesia 2045.
STUDI PERBANDINGAN HARGA KARBON DI BURSA KARBON INDONESIA (MANDATORY MARKET) DAN BURSA KARBON LUAR NEGERI (VOLUNTARY MARKET) Rendy Martino; Hardiansyah Hardiansyah; Prima Naomi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bqaf9294

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan harga karbon di pasar karbon wajib Indonesia dengan pasar karbon sukarela luar negeri sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan pencapaian target Net Zero Emission. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada terbitnya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 dan Nomor 7 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) serta pengaturan tata cara perdagangan karbon di sektor kehutanan. Konsep nilai ekonomi karbon memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemberian nilai ekonomi pada emisi gas rumah kaca serta mendorong insentif untuk pengurangan emisi. Namun, dengan diberlakukannya pajak karbon berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, muncul pertanyaan terkait kesesuaian tarif pajak karbon minimum sebesar Rp30,00 per kilogram CO2e terhadap kondisi harga pasar karbon yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif dengan menganalisis data sekunder dari Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dan pasar karbon sukarela internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata harga karbon yang diperdagangkan di Indonesia antara Juni 2024 hingga Mei 2025 adalah sebesar Rp52.295 atau sekitar USD 3,27 per ton CO2e, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata harga di pasar sukarela internasional yang mencapai USD 9 per ton pada tahun 2024. Selain itu, menurut data Argus Media, harga karbon di sektor blue carbon (hutan mangrove) dapat mencapai USD 26–30 per ton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harga karbon di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan standar internasional, dan merekomendasikan agar pembuat kebijakan meninjau kembali mekanisme penetapan harga serta memperkuat insentif pasar karbon guna meningkatkan daya saing dan minat investasi.