Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Mahasiswa Berbasis Internet of Things pada Gedung Perkuliahan Kampus Telkom Jakarta Novfitri, Aisyah; Wirayoga, Septriandi; Nabila, Haifa; Natasya, Salshabila
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.398

Abstract

Untuk meningkatkan sistem keamanan kesehatan pada lingkungan pengjaran hybrid di ruang lingkup kampus Telkom Jakarta pasca endemic, maka dibuatlah suatu sistem prototipe dan aplikasi monitoring yang dapat menunjang tiingkat kesehatan pada lingkungan kampus. Oleh karena itu telah dibuat penelitian yang bertemakan pemantauan mahasiswa pada gedung perkuliahan kampus Telkom Jakarta dikarenakan mahasiswa yang pratikum di gedung ini banyak yang dari luar kota. Sistem yang dibuat menggabungkan sensor MLX90614, sensor fingerprint, dan aplikasi android melalui mikrokontroller ESP32. Untuk hasil persentase ketelitian sensor MLX90614 sebesar 93.72%, sensor Ultrasonik sebesar 95.1%, pembacaan 10 kali pengujian pada 4 fingerprint yang berbeda didapatkan prersentase keberhasilan sebasar 95%. Sedangkan pengujian response time yang diperoleh rata – rata 2 detik, Untuk nilai Throughput diperoleh 579,12 Kb/s, Packet Loss 0,2%, dan waktu Delay transfer data pada sistem didapatkan hasil 13,2 ms menggunakan aplikasi Wireshark. Sistem ini dapat berjalan dengan baik ketika terhubung pada jaringan internet, sidik jari dalam kondisi tidak berkeringat atau kotor, dan posisi objek yang diukur < 5 cm dari sensor MLX90614.
SOLARISLIGHT : SISTEM PENERANGAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN IOT DAN SOLAR CELL SYSTEM UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA DESA WISATA CIASMARA Syifa Nurgaida Yutia; Aisyah Novfitri; Annisa Desianty; Alva Nurvina Sularso; Hakim Giraldi Saputra; Muhammad Nur Rizqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6134

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diadakan di desa Ciasmara di kabupaten Bogor bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur berupa fasilitas umum penerangan lampu jalan sebagai bagian dari rencana desa Ciasmara sebagai desa wisata. Fasilitas penerangan lampu jalan berbasis IoT dan solar panel bertujuan untuk memberikan lingkungan yang aman, nyaman bagi para wisatawan, dan menciptakan energi bersih. Penerangan jalan menggunakan teknologi IoT dan Solar Panel menawarkan perawatan yang mudah dan tahan lama, dan tidak membebani biaya listrik desa. Sehingga teknologi ini menjadi solusi terbaik untuk alternatif di daerah terpencil. Tahapan implementasi program SolarisLight dimulai dengan kegiatan observasi untuk melakukan pemetaan titik penanaman tiang lampu. Proses perancangan dan pembuatan alat membutuhkan waktu satu minggu sebelum dilakukan pemasangan solar panel dan sistem IoT. Lima titik lampu penerangan ditenagai dengan kapasitas baterai sebesar 12V 300Ah dalam panel box mampu memberi ketahanan pencahayaan hingga 2 hari di malam hari. Sistem IoT yang diintegrasikan dengan panel surya memungkinkan adanya pemantauan parameter kelistrikan secara real time. Pemberian buku manual dan kegiatan sosialisasi penggunaan SolarisLight dilakukan agar masyarakat desa wisata Ciasmara dapat memonitoring sistem Solarislight melalui aplikasi yang diakses menggunakan smartphone. Hasil survei kepuasan mitra menunjukan adanya peningkatan jumlah wisatawan di desa Ciasmara setelah implementasi sitem SolarisLight. Dengan adanya hasil ini, diharapkan dapat menjadi program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Alat Bantu Pembelajaran Sistem Pemilah Sampah Otomatis Quzwain, Kamelia; Novfitri, Aisyah; Rahmawati, Putri; Raniprima, Sevierda; Maulana, Refsi Indra; Alfandi, Erwin; Triwibisono, Christanto; Suhendra, Agus Achmad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7843

Abstract

Peningkatan jumlah sampah di Indonesia menimbulkan tantangan lingkungan yang signifikan akibat minimnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi yang efektif sekaligus memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Seiring dengan kemajuan teknologi, berbagai inovasi perangkat teknologi telah dikembangkan guna mendukung efektivitas dalam sistem pemilah sampah berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memilah sampah secara otomatis. Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di Tangerang adalah SMK Prudent School dimana berdasarkan hasil survey tim pengabdian masyarakat (pengmas) masih minim akan fasilitas pemilah sampah. Oleh karena itu, kegiatan pengmas tahun ini berfokus pada perancangan alat bantu pembelajaran mengenai sistem pemilah sampah. Implementasi sensor yang dikombinasikan dengan IoT dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi pemilahan sampah. Hasil survei kepuasan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat pengmas menunjukkan bahwa 98% responden menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan ini mudah dipahami serta relevan antara materi yang disampaikan dengan kebutuhan peserta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengmas telah sejalan dengan tujuan dan kebutuhan yang telah direncanakan.
Perencanaan Jaringan LTE dan Analisis Investasi pada Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara Melati, Seshariana Rahma; Hafiza, Lia; Hamdala, Marcia Rizky; Novfitri, Aisyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2202

Abstract

Pemerataan akses jaringan seluler masih menjadi tantangan di wilayah rural Indonesia, khususnya di daerah perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan jaringan Long Term Evolution (LTE) serta mengevaluasi kelayakan investasinya berdasarkan analisis cakupan dan finansial. Perencanaan jaringan dilakukan menggunakan model cakupan sel hexagonal dengan asumsi jaringan 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz. Berdasarkan luas wilayah 47,71 km² dan data demografi, dibutuhkan lima site untuk mencapai target cakupan 95%. Estimasi biaya investasi terdiri dari Capital Expenditure (CAPEX) dan Operational Expenditure (OPEX). Total CAPEX diperkirakan sebesar Rp 3.594.000.000, sedangkan OPEX tahunan mencapai Rp 1.017.000.000. Proyeksi pendapatan dihitung berdasarkan ARPU sebesar Rp 43.400 dan 2.663 pelanggan aktif, sehingga menghasilkan pendapatan tahunan sebesar Rp 1.386.994.560. Hasil evaluasi kelayakan finansial selama lima tahun menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp −2.191.429.535 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar −18,71%. Payback Period diperkirakan mencapai 9,71 tahun, sedangkan Return on Investment (ROI) selama lima tahun sebesar 10,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek belum layak secara komersial akibat rendahnya ARPU dan tingginya biaya operasional. Namun demikian, hasil penelitian ini tetap relevan sebagai dasar perencanaan jaringan di wilayah 3T dan sebagai pertimbangan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Boosting Critical Thinking in High School Students with Tech-Based Workshops at SMAN 1 Katapang Nanang Cahyadi; Lia Hafiza; Aisyah Novfitri; Haifa Nabila; Trimalda Nur Fitriati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8478

Abstract

The digital era has transformed societal norms, necessitating critical and solution-based thinking skills to navigate information overload and emerging challenges. This study aims to enhance high school students' critical thinking and problem-solving abilities through technology-based workshops. The program employs a variety of interactive methods, including games, digital modules, online quizzes, and case study analyses, to introduce students to a structured four-step framework: problem identification, solution exploration, solution evaluation, and execution planning. Hands-on sessions with programming platforms like C, along with hardware tools such as Arduino provide practical experience. The results indicate significant improvements in students' abilities to apply critical thinking to real-world problems, fostering proactive behavior and the emergence of local leaders within their communities. The program underscores the necessity of integrating structured problem-solving frameworks into educational curricula to prepare students for future challenges. Recommendations include adopting similar workshops in educational settings to leverage technology for enhancing critical thinking and problem-solving skills.