Fadliyanti Firdausia
Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kontribusi Lifelong Learning Pada Pendidikan Vokasi Otomotif Non-Formal Terhadap Stakeholder dalam Lembaga Pendidikan Muhammad Idris Effendi; Fadliyanti Firdausia; Lailatul Nurjanah; R. Machmud Sugandi
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Nomor 2, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i2.889

Abstract

Penduduk yang terdidik dan terampil adalah aset berharga bagi suatu negara dalam menghadapi dinamika perkembangan ekonomi dan industri. Implementasi dan pengembangan pendekatan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Lifelong Learning) dalam pendidikan vokasi non-formal di bidang teknik otomotif memiliki dampak positif yang luas pada berbagai pihak. Pendekatan ini memberikan peluang bagi individu untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka di luar pendidikan formal, memungkinkan pemerintah meningkatkan kualifikasi tenaga kerja, yang mendukung daya saing ekonomi negara dan menciptakan masyarakat yang lebih terdidik. Bagi pengusaha, Lifelong Learning memastikan tenaga kerja yang terampil dan relevan dengan perkembangan industri, meningkatkan produktivitas dan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Penyelenggara pendidikan memainkan peran penting dalam menyusun program pembelajaran yang responsif dan efektif, sedangkan masyarakat secara keseluruhan mendapat manfaat dengan menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, meningkatkan kesetaraan pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup. Investasi dalam pendidikan vokasi non-formal berbasis Lifelong Learning adalah langkah strategis untuk membangun masyarakat yang terampil, berpengetahuan, dan berdaya saing di era yang terus berkembang.
Pengembangan Media Pembelajaran Slamettica dalam Materi Berperilaku Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenaga Listrikan Siswa SMK Agung Priyadi; Fadliyanti Firdausia; Muhammad Idris Effendi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1094

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa game edukasi visual novel "Slamettica" untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik, khususnya materi Berperilaku Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Analisis menunjukkan siswa kurang termotivasi dan berkonsentrasi dalam pembelajaran. Game ini, dengan elemen cerita dan gameplay interaktif, diuji validitasnya oleh ahli dan menunjukkan hasil sangat layak dengan skor 94% untuk materi dan 92,3% untuk media. Implementasi di SMK Negeri 6 Malang menunjukkan game ini efektif meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, membantu memahami teori K3 dan penerapan praktik K3 di kelas dan tempat kerja. Media pembelajaran ini dapat ditingkatkan dengan evaluasi berkala, teknologi terbaru, dan pelatihan pendidik untuk memaksimalkan manfaatnya.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Self-Management dan Emotional Intelligent untuk Adaptability Career Siswa SMK Teknik Pemesinan Fadliyanti Firdausia; Yoto Yoto; Marsono Marsono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2296

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan peningkatan self-management dan emotional intelligence dalam mendukung career adaptability siswa SMK Teknik Pemesinan, yang penting untuk menghadapi tuntutan industri 4.0. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan model PICOT, berdasarkan 1.050 artikel teridentifikasi (2015–2020), 150 artikel terpilih, dan 25 artikel relevan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan manajemen diri (perencanaan, pengaturan waktu, pengambilan keputusan) dan kecerdasan emosional (regulasi emosi, empati, kolaborasi). Penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan guru untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan vokasi.
Developing Human Expertise Through Training and Development: Lesson form Japan and Indonesia Muhammad Idris Effendi; Syamsul Hadi; R. Machmud Sugandi; Fadliyanti Firdausia
KIRYOKU Vol 10, No 2 (2026): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan (On Progress)
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v10i2.518-532

Abstract

This study aims to analyze and compare human expertise development models through Human Resource Development (HRD) and Technical and Vocational Education and Training (TVET) systems in Japan and Indonesia. The study focuses on understanding how institutional, cultural, and technological factors shape expertise formation across different contexts. A Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA framework was employed to synthesize relevant peer-reviewed studies published between 2020 and 2025. The analysis was conducted using thematic synthesis to identify key patterns, dimensions, and relationships in human expertise development. The findings reveal that Japan represents a mature, firm-centered model characterized by experiential learning, continuous improvement (Kaizen), and socially embedded workplace training (shokuba gakushu), enabling incremental and long-term expertise accumulation. In contrast, Indonesia reflects a developing, system-oriented model, where expertise development depends on policy-driven initiatives, institutional alignment, and efforts to strengthen education–industry linkages through TVET reforms. The study also finds that digital transformation, organizational learning culture, and cross-sector collaboration play a critical role in shaping adaptive and sustainable human resource development systems across both contexts. The study concludes that effective human expertise development requires a hybrid approach that integrates experiential learning, competency-based systems, and digital transformation. Such an integrative model is essential for addressing the challenges of Industry 4.0, reducing skill mismatches, and enhancing workforce adaptability and long-term employability in diverse institutional settings.