Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Breaking Patriarchal Culture in Damsel (2024) Movie: A Semiotic Analysis using John Fiske's Theory Almasyah Salsabiila; Tuty Handayani; Saefudin; Sholikatus Sadiyah
Journal of Translation, Linguistics and Literature Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Inggris, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/translite.v2i2.810

Abstract

This research aims to analyse how the Damsel (2024) movie breaks down patriarchal culture. It used John Fiske's semiotic theory, which focuses on three levels: reality, representation, and ideology. The method of this research is qualitative methods and used data card techniques as a tool to obtain valid data. By taken from scenes and dialogue in the Damsel (2024) movie which contained depictions of patriarchal culture and efforts to break it from beginning to end, resulted. The results of this research is to show how patriarchal culture is represented in Elodie's family and environment, and her responses including the arranged marriage by her parents. The ideology presented here is feminism ideology through John Fiske's theory. Elodie's character successfully breaks through the existing patriarchal culture and demonstrates feminism ideology and supported John Fiske’s theory. The movie served as a medium for feminism and the defense of women’s rights in both fictional narratives and broader societal contexts.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TANEHAMUR, DISTRIK FURWAGI, KABUPATEN FAKFAK, PAPUA BARAT Hindom, Leonardus Steven Stendly; Handayani, Tuty; Hidayat, Ali Akbar
Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 2026
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59827/jie.v5i1.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tanehamur, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kewenangan desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk mengelola pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri. Meskipun Desa Tanehamur memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup besar, tingkat kesejahteraan masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, akses layanan publik, serta lapangan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala distrik, kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat Desa Tanehamur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Tanehamur telah menjalankan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan infrastruktur, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui pengelolaan keuangan desa yang transparan, pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan, serta upaya peningkatan perekonomian desa. Namun demikian, pelaksanaan peran pemerintah desa masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia aparatur desa dan akses wilayah yang relatif sulit. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur desa dan penguatan partisipasi masyarakat agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
The Translation Notes Equivalency of Cultural Words in English – Indonesian “The Mafia Nanny” Webtoon Comic Kurnia Fahma Zakia Darajat; Moh. Supardi; Tuty Handayani; Saefudin
Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL LAKON
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/lakon.v15i1.77725

Abstract

This research aims to analyse the equivalence and the function of all the forms of translation notes that are used to translate cultural words in the “The Mafia Nanny” webtoon. Using a qualitative method through the lenses of Translation Notes and Cultural Words theory by Peter Newmark and the Meaning Equivalent theory by Nida and Taber, this research found a total of 17 cultural words that have been translated with the translation notes procedure, such as 13 data of footnotes and 4 data of body notes. This research also found that the translator mostly uses dynamic equivalence, which is 15 times, while rarely using formal equivalence, which is 2 times, in translating cultural words. Overall, this research demonstrates how the translation notes of cultural words in the webtoon act effectively as supplementary to maintaining the authenticity of the source language while maintaining the meaning equivalence with mostly dynamic equivalence.