Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Akhir di Kota Medan Sihaloho, Putri Mariati; Simarmata, Nenny Ika Putri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Akhir Di Kota Medan. Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan pada remaja akhir, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Hasil penelitian ini menunjukkan analisis data terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Perilaku phubbing terhadap Interaksi sosial pada remaja akhir di kota Medan. Berdasarkan hasil uji Pearson Product Moment antara variabel yang satu dengan variabel kedua diperoleh sebesar r = 0,992. Uji linearitas menunjukkan nilai signifikansi 0,649 (< 0,05), sehingga model regresi signifikan secara statistik. Berarti hipotesis penelitian Ha diterima.Berdasarkan hasil kategorisasi subjek penelitian, dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja akhir di kota Medan berada dalam kategori sedang yaitu interaksi sosial sebanyak 114 orang (56,7%) dan perilaku phubbing sebanyak 108 orang (53,7%).Pada variabel interaksi sosial paling banyak pada kategori sedang dan kategori yang paling tinggi pada aspek komunikasi yaitu sebanyak 201 orang (100%), kategori sedang yaitu pada aspek kontak sosial sebanyak 144 orang (71,6%) dan kategori rendah itu pada aspek relasi yaitu sebanyak 25 orang (12,4%).Pada variabel perilaku phubbing paling banyak pada kategori sedang dan kategori yang paling tinggi pada aspek gangguan komunikasi yaitu sebanyak 41 orang (20,4%) kategori sedang yaitu pada aspek obsesi ponsel sebanyak 143 orang (71,1%) dan kategori rendah itu pada aspek obsesi ponsel yaitu sebanyak 29 orang (14,4%)
College Students’ Anxiety in Facing the World of Work in terms of Self–Efficacy and Gender Simarmata, Nenny Ika Putri; Aritonang, Nancy Naomi GP; Uyun, Muhamad
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.11339

Abstract

College students are expected to complete their studies and achieve a bachelor's degree on time. They also expected to get prepared to enter the world of work. The purpose of this study was to obtain empirical data regarding the effect of self-efficacy and gender on student anxiety in facing the world of work. This research is a quantitative study with self-efficacy scale and anxiety scale. The population of this study were final year students at public and private universities in Medan with 300 respondents. Results from this research are there is a negative effect of self-efficacy on students' anxiety in entering the world of work as much as 42.9 percent. It also found that there was no difference in anxiety between men and women in facing the world of work. Both male and female students feel anxiety about facing the world of work, specifically they are worried about whether they will immediately get a job after graduate from university. Suggestions from this research are to provide input to universities regarding the importance of preparing students for how to enter the world of work. This is also compatible with the Main Performance Indicator (IKU) by The Ministry of Education and Culture Indonesia in 2020 that graduates are expected to have a waiting period for work of less than six months after graduated and have a salary of more than 1.2 (one point two) times the minimum wage early in their early career.Mahasiswa sebagai calon pekerja memiliki tuntutan yang lebih berat dibandingkan siswa SMU. Tuntutan tersebut antara lain adalah menyelesaikan studi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan mencapai gelar sarjana. Tuntutan lainnya adalah mahasiswa diharapkan untuk  memiliki kesiapan mental  dalam memasuki dunia kerja yang penuh tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris mengenai pengaruh dari self efficacy dan jenis kelamin terhadap kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan alat ukur self efficacy  dan alat ukur kecemasan menghadapi dunia kerja. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri dan Universitas Swasta di kota Medan dengan jumlah responden sebanyak 300 orang.  Penelitian ini memberikan hasil yaitu terdapat pengaruh negatif self efficacy terhadap kecemasan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja sebanyak 42.9 persen.  Selain itu ditemukan bahwa tidak ada perbedaan kecemasan antara laki-laki dan perempuan dalam menghadapi dunia kerja. Mahasiswa laki-laki dan perempuan secara bersama merasakan kecemasan menghadapi dunia kerja, secara spesifik mereka cemas apakah akan segera mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan perkuliahan. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah memberikan masukan kepada Perguruan Tinggi mengenai pentingnya mempersiapkan mahasiswa sejak dini  untuk memasuki dunia kerja. Hal ini sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) I yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Indonesia tahun 2020. Indikator Utama 1 menjelaskan bahwa lulusan diharapkan memiliki masa tunggu kerja kurang dari 6 (enam) bulan setelah tanggal terbit ijazah dan memiliki gaji lebih dari 1.2 kali lipat upah minimum di awal kariernya.
The Effect of Self-Esteem on Happiness of Students in Medan City Siregar, Marito; Simarmata, Nenny Ika Putri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1467

Abstract

Student happiness depends not only on academic success but also on the extent to which they accept, value, and evaluate themselves positively. Students with high self-esteem tend to have an optimistic outlook on life, are able to manage stress, and feel satisfied with their lives. The purpose of this study was to determine the effect of self-esteem on happiness among students in Medan. The subjects were active students in Medan from the academic year of 2021-2024, aged 18-22. The sample size for this study was 270 Medan students, drawn using purposive sampling. Data collection used a Likert scale. Data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. Hypothesis testing used simple linear regression. The results found a significant effect of self-esteem on happiness among students in Medan, at 0.556 (55.6%). The higher a student's self-esteem, the higher their level of happiness
The Relationship Between Self-Compassion and Psychological Wellbeing of Students in Medan City Siregar, Marsaulina; Simarmata, Nenny Ika Putri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1470

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-compassion and psychological well-being in students in Medan. Based on the results of the Pearson correlation test, it can be concluded that there is a strong positive relationship between self-compassion and psychological well-being in students who are writing a thesis. The higher the level of self-compassion, the higher the psychological well-being felt by students. The results of the categorization of psychological well-being based on aspects found aspects of self-acceptance (78.1%), positive relationships with others (82.2%), and autonomy (83%), indicating a good ability to accept oneself, establish healthy social relationships, and make decisions independently. In the aspects of environmental mastery, life goals, and personal growth, the distribution is more balanced between the medium and high categories, which indicates that some students still need to develop the ability to adapt to the environment, find clear life goals, and improve personal growth