Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima, Provinsi Papua Pegunungan Abd. Rasyid, Syamsul Bahri; Amir, Aswad; Misran, Misran; Syahroni, Faez; Robo, Sahrail
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i1.5050

Abstract

Abstrak Pengabdian ini menggali potensi wisata berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam pemahaman masyarakat di Kampung Tulima, Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, tentang kawasan-kawasan yang potensial dijadikan sebagai daya tarik wisata, dan kemudian dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pengabdian ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang dapat membantu Kampung Tulima untuk mencapai pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan dalam kepariwisataan. Potensi wisata di Kampung Tulima menyuguhkan pemandangan rumput mei dengan latar perbukitan, sungai yang masih alami, hingga arsitektur tradisional berbasis kearifan lokal yang dapat memikat para wisatawan. Ini juga menampilkan kekayaan dan keragaman budaya masyarakat Tulima, seperti tradisi bakar batu yang hanya terdapat di beberapa wilayah di Papua. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan eksploratif partisipatif, yang dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi dan menggali potensi lokal serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Tulima secara bertahap dan berkelanjutan. Pengabdian ini menemukan bahwa partisipasi masyarakat di Kampung Tulima sudah optimal. Masyarakat berkontribusi dalam pengembangan daya tarik wisata di Kampung Tulima. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendorong partisipasi masyarakat yang meliputi kemauan, kemampuan, dan peluang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Tulima mempunyai potensi wisata yang tinggi dan partisipasi masyarakat yang kuat sehingga dapat mendukung pengembangannya sebagai daerah tujuan wisata.AbstractThis community service project explores tourism potential based on local wisdom and community participation to gain a deeper understanding of the community in Tulima Village, Welesi District, Jayawijaya Regency, regarding potential tourist attractions, and then optimizing them for community welfare. This service project is also expected to provide insight and knowledge to help Tulima Village achieve sustainable growth and development in tourism. The tourism potential in Tulima Village offers views of mei grass with a hilly backdrop, pristine rivers, and traditional architecture based on local wisdom that can attract tourists. It also showcases the richness and diversity of the Tulima community's culture, such as the stone-burning tradition found only in several regions in Papua. The method used in this community service activity is a participatory exploratory approach, which is implemented in three main stages: planning, implementation, and evaluation. This method was chosen to identify and explore local potential and increase community participation in the gradual and sustainable development of Tulima Tourism Village. This service found that community participation in Tulima Village is optimal. The community contributes to the development of tourist attractions in Tulima Village. This study also identified factors driving community participation, including willingness, ability, and opportunity. The results concluded that Tulima Village has high tourism potential and strong community participation, which can support its development as a tourist destination.
Collaborative Governance in Accelerating Stunting Reduction in Aceh Besar Regency Nufiar, Nufiar; Azizah, Azizah; Syahroni, Faez; Manan, Abdul; Saprijal, Saprijal; Nurhadi, Farhan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49326

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan prioritas nasional di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Besar. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, pola asuh yang kurang optimal, dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengadopsi pendekatan kolaboratif untuk menurunkan stunting dengan melibatkan berbagai pihak, seperti sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mempercepat penurunan stunting, sejauh mana percepatan dan penurunan yang telah dicapai, serta upaya pemerintah dalam mengomunikasikan isu stunting. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan, dan data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola kolaboratif di Aceh Besar ditentukan oleh komitmen bersama, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah berperan penting dalam menetapkan prioritas, sementara inisiatif berbasis gampong memperkuat konteks lokal. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sumber daya, tumpang tindih kewenangan, dan komunikasi yang belum optimal. Kesimpulannya, tata kelola kolaboratif telah terbukti mampu mempercepat upaya penurunan stunting melalui integrasi program, peningkatan kesadaran publik, dan penguatan peran masyarakat. Keberlanjutan kolaborasi membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan, komunikasi yang efektif, dan keterlibatan masyarakat yang konsisten.
Strategies of The Government and Laot Customary Institutions in Increasing Fishermen’s Capacity and Developing Sustainable Fisheries Businesses on Sabang Island Aceh Junaidi, Muhammad; Saprijal, Saprijal; Syahroni, Faez; Saddam, Saddam; Junaidi, Agus; Jamali, Yusra; Maulana, Syukran
Jurnal Community Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v11i2.13512

Abstract

Sabang boasts abundant marine resources and serves as a mainstay for the fishing community. The purpose of this study was to determine the strategies of the government and traditional maritime institutions in increasing the capacity of fishermen and developing sustainable fisheries businesses. The type of research is descriptive qualitative, and data collection is carried out through documentation, interviews, and observation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the strategy of the government and traditional sea institutions is to provide facilities, regulations, and economic improvement and provide assistance such as Big Bot, Small Bot, subsidized fuel and provision of business premises for salted fish, cracker processing, etc.The development of sustainable fisheries businesses in Sabang includes strengthening fishery product processing to absorb fishermen's production, improving supporting facilities and infrastructure such as cold storage and distribution access, and increasing the adoption of technology and institutions such as vessel registration and fishermen registration for legality and access to subsidized fuel, as well as educating fishermen in more effective and environmentally friendly fishing methods such as the use of handline fishing gear and others.