Pendokumentasian cagar budaya secara akurat merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian dan analisis struktur bangunan bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model tiga dimensi (3D) Candi Badut menggunakan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan metode Structure from Motion (SfM) serta mengevaluasi tingkat akurasinya melalui perbandingan dengan pengukuran langsung di lapangan. Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV dengan konfigurasi pemotretan oblique dan tingkat pertampalan tinggi untuk memperoleh citra yang optimal. Data citra kemudian diproses menggunakan perangkat lunak berbasis SfM untuk menghasilkan point cloud, mesh 3D, dan produk lainnya. Evaluasi akurasi dilakukan melalui analisis kesalahan geometrik dan uji statistik menggunakan uji t dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 3D yang dihasilkan memiliki tingkat konsistensi tinggi, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,5629 meter. Selain itu, hasil uji t menunjukkan p-value sebesar 0,9844, yang menandakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara pengukuran lapangan dan model 3D. Temuan ini mengonfirmasi bahwa UAV dengan teknik pengolahan data SfM mampu menyediakan representasi digital yang cukup akurat dan dapat diandalkan untuk dokumentasi, dengan harapan dapat digunakan untuk upaya konservasi cagar budaya Candi Badut. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai teknik efektif dalam pemetaan dan pemodelan bangunan cagar budaya.