Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DEVELOPMENT OF FLY ASH AND STEEL SLAG-BASED GEOPOLYMER CONCRETE TO REDUCE CARBON EMISSIONS IN CONSTRUCTION Yehezkiel Septian Yoganata; Ikhsan Putra Pratama; Najla Nurrahma Amalia; Mohammad Amru Bil Ihsani; Kharisma Nur Cahyani; Nur Laily Lupita Sari
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.7136

Abstract

The global construction sector, particularly the production of concrete structures, is a major contributor to carbon dioxide (CO2) emissions. Portland cement alone is responsible for 10% of global emissions. In response to this sustainability issue, this research aims to develop green concrete through the partial substitution of cement using fly ash and fine aggregate with steel slag, based on the similarity of the chemical composition of these industrial wastes to concrete materials. The research focuses on two objectives: producing a concrete mix formula that meets the compressive strength standard of 21 MPa and comparing CO2 emissions level. The experiment was conducted in the laboratory in accordance with SNI 7656:2012, involving the fabrication of 24 cylindrical test specimens with three variations of fly ash substitution (10%, 15%, 20%) and steel slag substitution (20%, 15%, 10%). The 28-day compressive strength test results showed that all variations exceeded the strength of conventional concrete (22.29 MPa). Specifically, Variation II (15% fly ash, 15% steel slag) achieved optimal performance with a compressive strength of 24.91 MPa. In addition to its mechanical advantages, this optimal variation also reduced carbon emissions by 15%. These findings highlight the great potential of utilizing industrial waste in producing strong and environmentally friendly concrete.
ANALISIS DINAMIS STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN PENDEKATAN RIWAYAT WAKTU Renaldi Ardiansyah; Yehezkiel Septian Yoganata
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8063

Abstract

Perkembangan infrastruktur layanan kesehatan di wilayah rawan gempa seperti Sidoarjo menuntut perencanaan struktur bangunan yang tidak hanya memenuhi aspek kekuatan teknis, tetapi juga mampu mempertahankan fungsi vitalnya selama dan sesudah terjadinya gempa bumi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi respons dinamis struktur bangunan rumah sakit terhadap beban gempa menggunakan metode Time History Analysis, yang disimulasikan melalui software ETABS Ultimate V 22.4.0. Sistem struktur yang digunakan adalah sistem ganda, yaitu kombinasi antara Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Dinding Struktural Khusus (SDSK), yang dirancang untuk mereduksi deformasi dan mendistribusikan energi gempa secara merata ke seluruh elemen struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur memenuhi kriteria minimum partisipasi massa berdasarkan SNI 1726:2019, yaitu sebesar 96,20% pada arah X dan 96,60% pada arah Y, dengan periode getar alami mode pertama sebesar 0,814 detik. Dari sebelas gempa riwayat waktu yang dianalisis, gempa Kobe menghasilkan gaya geser dasar terbesar, yakni 6918,2 kN pada arah X dan 3382,7 kN pada arah Y. Simpangan antar lantai maksimum juga terjadi akibat gempa yang sama, masing-masing sebesar 0,003617 meter (arah X) dan 0,002068 meter (arah Y). Berdasarkan klasifikasi tingkat kinerja struktur menurut ATC-40, bangunan berada dalam kategori Immediate Occupancy (IO), yang mengindikasikan bahwa bangunan tetap dapat difungsikan setelah gempa tanpa mengalami kerusakan struktural yang signifikan. Dengan demikian, penerapan sistem ganda SRPMK dan SDSK terbukti efektif dalam menjaga stabilitas dan kinerja struktur terhadap beban gempa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan desain bangunan rumah sakit bertingkat di wilayah dengan potensi kegempaan tinggi seperti Sidoarjo.
PENGARUH SHEAR WALL TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR GEDUNG ARGIBISNIS POLIJE DALAM MENAHAN GEMPA Arinca Putri Az-zahra; Yehezkiel Septian Yoganata
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8352

Abstract

Gedung tinggi rentan terhadap gempa, sehingga shear wall menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan struktur. Penelitian ini menganalisis kinerja struktur Gedung Agribisnis Politeknik Negeri Jember (5 lantai + 1 lantai atap) dengan dan tanpa shear wall dalam menahan gempa, mengingat karakteristik pembebanan gedung khusus yang berbeda. Tujuannya adalah membandingkan periode struktur (T), simpangan antar lantai (Δ), dan gaya geser (V). Metodologi penelitian ini deskriptif dan analitis, menggunakan studi literatur serta standar SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, dan SNI 1727:2020. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak ETABS 2021. Hasil menunjukkan bahwa penambahan shear wall dengan ketebalan 30 cm secara signifikan mengurangi periode struktur dan simpangan antar lantai, serta meningkatkan gaya geser. Model dengan penambahan shear wall terbukti paling optimal, menurunkan periode struktur hingga 69,021% pada arah X dan 69,295% pada arah Y. Simpangan antar lantai maksimum sebesar 15,050 mm pada arah X dan 12,077 mm pada arah Y, dibandingkan dengan gedung existing . Peningkatan gaya geser mencapai 30,591% pada arah X dan Y. Tulangan pada tiap model dinding geser mengggunakan 2D22-100 untuk tulangan longitudinal dan 2D16-200 untuk tulangan transversal. Dalam segi biaya struktur bangunan, model 2 (shear wall) memiliki biaya sebesar Rp12.816.875.196,70.