Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN INFORMASI DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP DETEKSI DINI KANKER MULUT RAHIM DI PUSKESMAS PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 20222 Yarah, Saufa
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 6 No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61720/jib.v6i3.371

Abstract

Insfeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah suatu metode untuk mendeteksi secara dini lesi prakanker tersebut. Namun masih banyak PUS yang tidak mau melakukan pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku PUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar. Tahapan yang akan dilakukan yaitu mengambil data secara langsung di Puskesmas Peukan Bada, yang sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait. Kemudian melakukan kolaborasi dengan bidan desa dari masing-masing desa di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada untuk mendapatkan data primer yaitu data yang di dapatkan langsung dari PUS. Dimana PUS berjumlah 1.407 orang. Setelah semua data responden di peroleh selanjutnya dilakukan pengolahan data. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil untuk pemeriksaan IVA test pada pasangan usia subur yang melakukan pemeriksaan sebanyak 222 (16%), variabel informasi pasangan usia subur berada pada kategori pernah mendapatkan informasi yaitu sebanyak 812 (57,7%) dan untuk dukungan suami berada pada kategori tidak mendukung yaitu sebanyak 785 (55.8%). Dengan informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel informasi dan dukungan suami terdapat hubungan dengan pemeriksaan IVA test dengan nilai P-Value 0.005 untuk hubungan informasi dan P-Value 0.000 untuk dukungan suami.
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) di Gampong Lambada Yarah, Saufa; Muharrina, Cut Rahmi; Hikmah, Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14976

Abstract

ABSTRAK Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau  anak  usia 6-24  bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan. Pengenalan makanan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan pangan disekitar tempat tinggal/pangan lokal yang sering dikonsumsi oleh masyarakat atau keluarga. Pemberian informasi kepada ibu yang memiliki anak>6 bulan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan ibu untuk  memanfaatkan pangan  lokal  agar  makanan  yang diberikan kepada anak dapat bervariasi. Metode dalam  kegiatan pengabmas adalah  penyuluhan  dan demo masak bahan pangan lokal dalam pembuatan makanan pendamping ASI. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari yaitu tgl 28 Februari  2024 di Gampong Lambada Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.  Hasil yang  diperolah Pemanfaatan pangan lokal sekitar sudah dilakukan namun informasi pemanfaatan ini belum merata. Ada peningkatan pemanfaatan pangan lokal setelah diberikan edukasi. Pemanfaatan pangan lokal yang banyak digunakan adalah ubi kayu dan ubi jalar, labu kuning, daun kelor, daun ubi, wortel, bayam, ikan mujair, lele serta pisang dan pepaya. Ada peningkatan pemberian makanan selingan/snack dengan pangan lokal juga ferkuensi   pemberiannya. Informasi   pemanfaatan   pangan lokal ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan nilai gizi balita bersumber pangan lokal. Kata Kunci:  Edukasi Gizi, Pangan Lokal, Makanan Pendamping ASI  ABSTRACT Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food or drink that contains nutrients, given to infants or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Food or drinks that contain nutrients are given to infants/children to meet their nutritional needs. It is a transitional food from breast milk to family food. The introduction and administration of MP-ASI must be done gradually, both in form and in quantity, according to digestive ability. Food introduction can be done by utilizing food around the place of residence or local food that is often consumed by the community or family. Providing education to mothers under five greatly influences the knowledge of mothers to utilize local food so that the food given to children can vary. The method carried out in community service is counseling and cooking demonstrations of local food ingredients in making complementary foods for ASI. The activity was carried out for one days, namely February 28 2024 at Lambada Village, Simpang Ingin Jaya, Aceh Besar District. Results obtained Utilization of local food around has been done but information on this utilization is not evenly distributed. There is an increase in the use of local food after being given education. Utilization of local foods that are widely used are cassava and sweet potatoes, pumpkin, kelor leaves, sweet potato leaves, carrots, tilapia fish and catfish as well as bananas and papayas. There has been an increase in the provision of snacks/snacks with local food as well as the frequency of giving them. Information on the use of local food can help the community to increase the nutritional value of toddlers sourced from local food. Keywords: Nutrition Education, Local Food, Complementary Feeding 
PENYULUHAN PENTINGNYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 6 ACEH BESAR Yarah, Saufa; Muharrina, Cut Rahmi; Amalia, Shinta; Lysabena
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.67

Abstract

Adolescent reproductive health is defined as the healthy condition of the systems, functions and processes of the reproductive organs of adolescents, namely men and women aged 10-19 years and who are not yet married. Lack of knowledge about reproductive health will of course have an impact on attitudes that don't care about reproductive health. especially related to reproductive health. Adolescents, both male and female, experience various problems related to reproductive health such as unwanted pregnancies (KTD), sexually transmitted diseases (STDs) including Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection, this is due, in part, to a lack of knowledge and caring attitude towards health. reproduction. This community service activity intervention aims to provide counseling about reproductive health to adolescents and then evaluate their level of knowledge before and after the counseling is carried out. The stages involve delivering the material using the lecture method, then a question and answer session and finally with a post-test by the participants. The results of the post-test conducted showed that counseling about reproductive health was effective in increasing the level of knowledge in adolescents. It is hoped that the impact of this activity will increase knowledge among teenagers and increase their caring attitude in maintaining their reproductive health.
SOSIALISASI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK KELOMPOK RENTAN DI MEUNASAH GAMPONG SEUMEUREUNG KABUPATEN ACEH BESAR Muharrina, Cut Rahmi; Yarah, Saufa; Wahyuni, Srie; Laina, Bilqis; Lysabena
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.69

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior is basically an effort to transmit experiences regarding healthy living behavior through individuals, groups or the wider community using communication channels as a medium for sharing information. There is various information that can be shared, such as educational material to increase knowledge and improve attitudes and behavior regarding a clean and healthy way of life. Clean and Healthy Living Behavior is a social engineering that aims to make as many members of society as possible agents of change in order to be able to improve the quality of daily behavior with the aim of living a clean and healthy life. Vulnerable groups are those who have vulnerabilities and experience physical, mental and social limitations so that they are unable to access basic services and need special assistance from the state or other communities. Vulnerable groups can also be defined as groups or communities that are at risk of experiencing poor health problems. Generally because they cannot achieve social, economic and environmental access.