Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA SOSIS YANG DIJUAL DI PASAR RAKYAT HARAPAN BARU Afifah, Zulfa Putri; Kusumawati , Nursalinda; Farpina, Eka
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 2 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i2.5296

Abstract

Sosis merupakan olahan daging yang dibuat dengan penambahan bahan tambahan pangan salah satunya bahan pengawet. Formalin atau yang biasanya dikenal dengan sebutan Formaldehida adalah salah satu bahan pengawet makanan yang sering digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada sosis yang dijual di Pasar Rakyat Harapan Baru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling dengan jumlah 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan persentase kandungan formalin sebanyak 7 sampel sosis (70%) positif mengandung formalin dan 3 sampel (30%) tidak mengandung formalin. Kadar formalin pada sampel kode F menunjukkan hasil terendah 16.28 ppm dan sampel kode E tertinggi 256.1 ppm.
Identifikasi Telur Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Anak Panti Sosial Dharma Samarinda Indriati, Nur Ifana; Prihandono, Dwi Setiyo; Farpina, Eka
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 2 No 3 (2022): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, October 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.936 KB) | DOI: 10.21093/bjsme.v2i3.5921

Abstract

Lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% dari penduduk dunia mengalami infeksi Soil Transmitted Helminthes yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Lebih dari 267 juta anak usia prasekolah dan anak-anak usia sekolah tinggal di daerah dimana parasit ini secara intensif ditularkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran telur Nematoda Usus golongan STH pada Feses anak panti sosial perlindungan anak dharma Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anak-anak panti sosial perlindungan anak dharma Samarinda. Sampel pada penelitian ini berjumlah 27 orang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan usia 7-15 tahun. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu sedimentasi dan flotasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan responden yang terinfeksi STH sebanyak 6 orang (22%) dan yang tidak terinfeksi sebanyak 21 orang (78%). Jenis yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides sebanyak 5 orang dan Hookworm sebanyak 1 orang. Kata Kunci: Kecacingan., Nematoda usus, Soil Transmitted Helminthes dan Telur nematoda usus
Gambaran Kadar Protein Tahu Direbus Dan Tidak Direbus Berdasarkan Waktu Penyimpanan Dikulkas fipah, Nor Kho; Suprihartini, Suprihartini; Farpina, Eka
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 3 No 3 (2023): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, October 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v3i3.6872

Abstract

Tahu merupakan salah satu produk olahan kedelai yang dipilih oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi, terutama protein nabati. Tahu mengandung nilai gizi protein yang tinggi yaitu 6-12%. Namun masa simpan tahu pada suhu ruang hanya dapat bertahan satu hari saja. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran suatu kadar protein tahu direbus dan tidak direbus berdasarkan waktu penyimpanan dikulkas dengan variasi waktu 2 hari, 4 hari, dan 6 hari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah tahu dalam penelitian ini sebanyak 18 sampel tahu, yaitu 1 tahu putih dengan 2 perlakuan direbus dan tidak direbus. Setiap jenis tahu dilakukan perlakuan yang sama yakni tahu putih, susu dan kuning dengan menggunakan metode kjeldhal dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein tahu putih yang direbus disimpan dalam kulkas selama 2, 4, 6 hari adalah 9,47%, 8,73%, 8,13%, pada tahu susu 9,50%, 9,31%, 9,22% dan tahu kuning 8,15%, 7,91%, 7,73%. Pada tahu putih yang tidak direbus disimpan dalam kulkas selama 2, 4, 6 hari adalah 8,81%, 8,40%, 8,34%, tahu susu 8,25%, 7,97%, 7,84% dan tahu kuning 9,01%, 8,16%, 7,96%. Sedangkan presentase penurunan tahu putih, tahu susu dan tahu kuning direbus mengalami penurunan sebesar 0,77%, 0,27% dan 0,78%. Pada tahu putih, tahu susu dan tahu kuning tidak direbus mengalami penurunan sebesar 1,09%1,69% dan 0,97%. Semakin lama penyimpanan maka penurunan kadar protein juga semakin tinggi. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pada setiap tahu yang diperlakukan dengan dua perlakuan yaitu direbus dan tidak direbus.
Evaluasi Pemeriksaan Kreatinin Dengan Penundaan 12 Jam Pada Pasien Diabetes Melitus: Evaluation Of Creatinine Screening With 12-hour Delay In Diabetes Mellitus Patients Kesuma, Suryanata; Farpina, Eka; Sultan, Sultan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7096

Abstract

Laboratorium klinik harus selalu memperhatikan mutu pelayanan dan mutu pemeriksaan. Laboratorium klinik akan memberikan informasi berupa hasil pemeriksaan kepada para klinisi sehingga dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis dan tindak lanjut pengobatan terhadap pasien. Para klinisi selalu mengharapkan hasil pemeriksaan merupakan hasil yang tepat dan akurat sesuai dengan kondisi pasien saat itu. Hasil pemeriksaan dan pengukuran yang tepat dapat memperkecil kesalahan dalam menentukan diagnosis penyakit yang diderita pasien saat itu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan klinis penundaan pemeriksaan kreatinin segera dan ditunda 12 jam pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, spesimen yang digunakan adalah serum, teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan kadar kreatinin menggunakan alat Chemistry Analyzer Mindray BS240, pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata pada pemeriksaan segera sebesar 0.9 mg/dL dan penundaan 12 jam sebesar 0.6 mg/dL. Akurasi (d%) pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar -24.8%. Presisi (CV%) pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar 20.0% dan total error pada pemeriksaan kreatinin segera terhadap penundaan 12 jam sebesar 64.8%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan hasil secara klinis pada pemeriksaan kreatinin segera dan penundaan selama 12 jam.
Pengaruh jenis beras, cara masak dan lama penyimpanan terhadap kadar glukosa nasi Sabila, Amanda Rabiyatul; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.22505.158-164

Abstract

Prevalensi diabetes yang meningkat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, menyebabkan masyarakat berhati-hati terhadap asupan gula harian, termasuk glukosa dalam nasi. Kadar glukosa nasi dapat berubah tergantung jenis beras, cara memasak, suhu, dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis varietas beras (beras putih, merah dan hitam), cara masak (rice cooker dan dandang) dan lama penyimpanan (0, 1, 3, dan 6 jam) terhadap kadar glukosa nasi. Penelitian menggunakan faktorial 3x2x4 dalam Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan ANOVA tiga-arah dan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa jenis beras, cara masak, dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar glukosa nasi. Interaksi antara jenis beras dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar glukosa nasi. Nasi hitam memiliki kadar glukosa terendah. Cara masak dengan dandang menghasilkan kadar gula lebih rendah (5,83%) dibanding rice cooker (6,14%). Lama penyimpanan menurunkan kadar glukosa nasi. Penyimpanan 3-6 jam menurunkan kadar gula 12,28-18,02% untuk beras hitam dan 6,63-14,58% untuk nasi putih. Penelitian merekomendasikan penggunaan beras hitam yang dimasak dengan dandang dan disimpan lebih dari 1 jam untuk penderita diabetes.
Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali Putri, Marcella Febrianti Inezitha; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22502.%p

Abstract

Nasi merupakan makanan pokok kaya karbohidrat, sering dikonsumsi di Indonesia, namun kadar glukosanya yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan. Kebiasaan masyarakat menyimpan dan memanaskan kembali nasi memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kadar glukosa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kadar glukosa pada nasi putih, merah, dan hitam pada penyimpanan di kulkas (1-4℃) dan suhu ruang (20-25℃) selama 1, 3, dan 6 jam, serta setelah pemanasan kembali (65℃ selama 15 menit). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest only control. Sampel yang digunakan adalah nasi putih, nasi merah, dan nasi hitam. Nasi disimpan dalam dua kondisi suhu kulkas (1-4°C) dan suhu ruang (20-25°C), dengan variasi waktu penyimpanan 1 jam, 3 jam, dan 6 jam. Setelah penyimpanan, nasi dipanaskan kembali pada suhu 65°C selama 15 menit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan menggunakan metode Luff-Schoorl. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi putih dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 1 jam mempunyai kadar glukosa tertinggi, yaitu 8,0956%, dan terendah adalah nasi hitam dengan penyimpanan dalam kulkas selama 6 jam (3,8958%). Pada perlakuan pemanasan kembali, kadar glukosa tertinggi diperoleh dari nasi putih dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 1 jam (8,2098%) dan terendah adalah nasi hitam dengan penyimpanan dalam kulkas selama 6 jam (4,0303%). Penyimpanan, waktu penyimpanan dan pemanasan memberikan pengaruh nyata terhadap perbedaan kadar glukosa dari nasi yang dicobakan. Hasil yang paling aman untuk penderita diabetes melitus adalah nasi hitam yang disimpan di kulkas selama 6 jam lalu dipanaskan kembali.
The Effect of Boiling on Nitrite Content in Green Mustard (Brassica rapa var. parachinensis) with Soil And Hydroponic Growing Media 'Aisy, ‘Afif ‘Aziizah Rihhadatul; Aina, Ganea Qorry; Farpina, Eka
Indonesian Journal of Food Technology Vol 4 No 2 (2025): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijft.2025.4.2.17807

Abstract

Background: Nitrite is a compound that has the potential to pose health risks if consumed in excessive amounts, including through the formation of carcinogenic nitrosamine compounds and disruption of oxygen transport due to methemoglobin formation. The nitrite content in green vegetables is influenced by various factors, including the cultivation system and processing processes before consumption, one of which is boiling. Purpose:This study aims to determine the effect of soil and hydroponic growing media on the nitrite levels of green mustard (Brassica rapa var. parachinensis) after boiling. Method: This study used an experimental design with green mustard samples cultivated in soil and hydroponic media. The samples were boiled for 3 minutes, then the nitrite levels were analyzed using the Griess method with a UV–Vis spectrophotometer according to SNI 06-6989.9-2004. Data analysis was carried out using normality tests, homogeneity tests, and independent t-tests. Result: The results showed that the initial nitrite levels of hydroponic green mustard were higher than those of green mustard from soil media. After boiling, the nitrite content in the soil-grown mustard greens was 20.61 mg/kg with a reduction percentage of 88.91%, while in the hydroponic mustard greens it was 71.05 mg/kg with a reduction percentage of 70.71%. The results of statistical tests showed a significant difference (p < 0.05) between the two growing media. This study concluded that the type of growing media significantly affected the nitrite content of the mustard greens after boiling, where the soil media produced lower nitrite levels compared to the hydroponic media.
Anticholesterol Activity of Combined Binahong and Keji Beling Leaf Extracts in Mice (Mus musculus) Rizky, Eka Septia Nur; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Farpina, Eka
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.684

Abstract

Cholesterol is a type of lipid found in the human body, with approximately 80% produced endogenously by the liver and the remaining 20% obtained from dietary sources. Elevated total cholesterol levels in the blood increase the risk of various health conditions such as cardiovascular disease, obesity, hypertension, and even stroke. Prolonged elevation can lead to plaque formation in blood vessels, resulting in impaired circulation and potentially life-threatening complications. The use of synthetic cholesterol-lowering drugs is often associated with unwanted side effects, including liver toxicity, muscle pain, and gastrointestinal disturbances. This has prompted increasing interest in safer, natural alternatives such as herbal medicine, which is perceived to provide fewer side effects and additional health benefits. This study aimed to investigate the anti-cholesterol activity of a combination of Binahong (Anredera cordifolia) and Keji Beling (Strobilanthes crispus) leaf extracts in mice (Mus musculus) induced with a high-cholesterol diet. The extraction method employed was maceration, using 96% ethanol as the solvent to ensure optimal phytochemical yield. The experimental design consisted of five groups: a negative control group, a positive control group, and three treatment groups receiving combinations of Binahong and Keji Beling extracts in ratios of 1:1, 1:3, and 3:1. Total cholesterol levels were measured using the Point of Care Test (POCT) method. The results showed that all treatment groups experienced a significant reduction in total cholesterol levels (p = 0.001 < 0.05). The most effective reduction was observed in the 1:1 ratio group, with a decrease of 45.39%, followed by the 3:1 group (27.80%) and the 1:3 group (14.17%). These findings indicate strong potential for development as an effective and safe herbal alternative for lowering cholesterol levels.