Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kewajiban Pembayaran Royalti atas Cover Lagu Perspektif Fatwa DSN Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus YouTuber di Kota Medan) Husna, Shofia; Permata, Cahaya
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1657

Abstract

A song cover is the activity of repeatedly singing another person's song and then releasing it as a new recording. YouTube monetization means that many people often cover other people's songs to increase viewers and subscribers, so many people cover other people's songs to get monetization or income from YouTube. The purpose of this research is to find out the reasons why YouTubers in the city of Medan cover songs, to find out the law on royalty payments for the act of covering songs based on DSN Fatwa Number 1 of 2003 concerning Copyright, and the implementation of regulations on the obligation to pay royalties for song covers on YouTube media by YouTubers in Medan city. The research method used is empirical juridical research using a statutory approach and case studies. This research is a descriptive analysis. Data was collected through observation, interviews, and document study. The results of this research show that the reasons why YouTubers in the city of Medan cover songs are varied, namely for commercial and non-commercial purposes. The obligation to pay royalties for song covers is based on DSN Fatwa No. 1 of 2003 concerning Copyright, it is said to be a violation if you perform, reproduce, record, distribute, or publish a song belonging to another person, especially for commercial purposes. However, if it does not have a commercial purpose and you have asked permission first from the copyright holder and include the name of the original owner, then the cover of the song is permitted and you are not required to pay royalties.
CONSUMER PROTECTION IN BEACH TOURISM OBJECTS FROM THE PERSPECTIVE OF MAQASHID SHARIA (STUDY IN THE SUB-DISTRICT OF MIRROR BEACH, SERDANG BEDAGAI DISTRICT) Trihafsari, Wiwik; Permata, Cahaya
istinbath Vol. 23 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ijhi.v23i1.746

Abstract

Activities in tourist attractions pose a risk of danger for tourists, which can impact safety and security, including beach tourism. It must be backed by infrastructure that promotes safety and security in these tourist locations to reduce current risks. Visitors' rights to safety, security, and clear information are guaranteed by Law No. 8 of 1999 on consumer protection and Law No. 10 of 2009 on tourism, specifically Article 20. This study aims to investigate how the Pantai Cermin District's beach attractions' facilities, their consumer protection policies, and the notion of consumer protection as seen through the lens of Maqashid Sharia. This study employs a conceptual framework, a statute-based methodology, and an empirical case-study approach to the law. The results of this study indicate that the facilities at beach attractions in Pantai Cermin Subdistrict still need to fulfil safety and security aspects, such as the unavailability of health clinics, watchtowers, and luggage storage for tourists. In the perspective of maqashid sharia, consumer protection of security and safety in beach tourism is the application of the principles of Hifz al-Nafs (protecting the soul) and Hifz al-Mal (protecting property), so beach tourism managers must provide security, health, and safety facilities for beach visitors.
KESADARAN HUKUM PELAKU USAHA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN MEDAN TEMBUNG TERHADAP JAMINAN PRODUK HALAL Ramadhan, Wahyudi; Permata, Cahaya
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1114

Abstract

Sertifikasi halal sekarang menjadi kewajiban hukum bagi seluruh pelaku usaha, termasuk pengelola rumah makan. Jaminan produk halal berperan penting dalam perlindungan konsumen Muslim yang membutuhkan kepastian atas kehalalan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pelaku usaha rumah makan di Kecamatan Medan Tembung terhadap kewajiban sertifikasi halal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk melaksanakan sertifikasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan perilaku hukum para pelaku usaha rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha rumah makan belum memiliki sertifikat halal. Dari sepuluh pelaku usaha yang dapat diwawancarai, hanya satu yang telah bersertifikat halal dengan alasan meningkatkan kepercayaan konsumen. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya kepatuhan terhadap sertifikat halal adalah keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan tentang sertifikat halal, serta keyakinan bahwa produk yang dihasilkan sudah halal. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran hukum pelaku usaha rumah makan di Kecamatan Medan Tembung masih rendah dan belum sejalan dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Peran Mahasiswa KKN UINSU dalam Edukasi Menabung Sejak Dini dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pembuatan Sabun Jelantah di Desa Tanjung Putus Langkat Utami, Ranti Juni; Harahap, Riza Deliyani; Bagaskara, Bayu; Permata, Cahaya
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2978

Abstract

Rendahnya literasi keuangan anak usia dini serta kurangnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi dua isu krusial dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial sejak usia dini serta mendorong kreativitas ibu rumah tangga dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Program dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Dusun Bangunan, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Dua kegiatan utama yang dijalankan adalah edukasi menabung bagi anak-anak TK melalui media interaktif dan permainan edukatif, serta pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah bagi ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, diskusi kelompok, praktik langsung, dan refleksi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung, yang ditandai dengan perubahan perilaku awal seperti membawa uang koin untuk ditabung. Sementara itu, pelatihan sabun jelantah berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memunculkan minat untuk menjadikannya sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan lokal, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas masyarakat melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar keuangan, kreatif, dan berdaya guna lingkungan.