Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERAN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN TOLERANSI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA Jihan Hanifah; Maisaroh; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6341

Abstract

Peran pesantren dalam menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter santri yang moderat, terbuka, dan menghormati perbedaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. pesantren berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran agama, keteladanan para kiai, serta kehidupan sosial yang berlandaskan prinsip kebersamaan. Selain itu, pesantren juga menjadi wadah penghargaan terhadap keberagaman budaya melalui proses akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal, yang melahirkan corak keislaman yang moderat dan ramah budaya. Kegiatan keagamaan dan sosial di pesantren turut memperkuat interaksi positif antara santri dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, pesantren berperan sebagai agen moderasi beragama dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan pesantren tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan agama, tetapi juga individu yang memiliki kesadaran sosial, empati, dan penghargaan tinggi terhadap nilai-nilai kebinekaan.
Pelestarian Budaya Batik Pekalongan sebagai Sumber Pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka Maulida, Aresya; Mar’atul Khusna; Aenun Nisa; Fina Milatin Khanifah; Fitrotul Awalia; Maisaroh
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.73

Abstract

Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks dan kearifan lokal. Batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian Batik Pekalongan dan relevansinya sebagai sumber pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan batik, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Pekalongan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran SBK melalui pengenalan motif, pemahaman filosofi, pengamatan proses pembuatan batik, hingga praktik sederhana yang sesuai tahap perkembangan peserta didik sekolah dasar. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi SBK, tetapi juga menumbuhkan identitas budaya, kreativitas, dan sikap apresiatif terhadap warisan lokal. Selain itu, Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru mengembangkan modul ajar berbasis proyek dan diferensiasi yang memanfaatkan batik sebagai sumber belajar autentik. Dengan demikian, pelestarian Batik Pekalongan melalui pembelajaran SBK menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.