Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE)

PRARANCANGAN PABRIK GASOLINE DARI CRUDE OIL ASPAL BUTON (ASBUTON) DENGAN KAPASITAS 280.000 TON/TAHUN Kantohe, Alfirandi; Makmur, Muliadi; Yani, Setyawati; Suryanto, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.834 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.163

Abstract

Prarancangan pabrik Gasoline dari Crude oil (Asbuton) aspal buton dan bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut kelayakan pabrik untuk didirikan. Pabrik Gasoline ini dirancang dengan kapasitas 280.000 ton/tahun dan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun dan 24 jam/hari. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan kapasitas, dibutuhkan crude oils aspal buton sebanyak 667257,6663 ton/tahun sebagai bahan baku utama dengan kemurnia produk yaitu 77 %. Proses yang dilakukan adalah proses pemisahan berdasarkan titik didih untuk memisahkan produk utama dan produk samping pada menara destilasi. Digunakan tiga menara destilasi tipe Plate Column pada kondisi operasi berbeda pada tiap menara destilasi, untuk destilasi pertama tekanan umpan masuk, tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 5 atm dan suhu umpan masuk 126,11oC Suhu puncak menara 52,31oC suhu dasar menara 175,75 oC. Untuk destilasi kedua tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 185,43oC Suhu puncak menara 179,38oC suhu dasar menara 350,93oC.untuk destilasi ketiga tekanan umpan masuk,tekanan puncak menara dan tekanan dasar menara yaitu 6 atm dan suhu umpan masuk 362,27oC Suhu puncak menara 362,68oC suhu dasar menara 472,30oC. Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2020 di kabupaten Kolaka, Sulawesi Tengah, dengan luas tanah 1550 m2 dan mempekerjakan 165 orang karyawan. Kebutuhan energi untuk menjalankan pabrik ini meliputi kebutuhan listrik sebanyak 21.805,344 kWh /tahun dan bahan bakar biodiesel sebanyak 26.848 liter/tahun. Sedangkan kebutuhan air untuk utilitas adalah sebanyak 1443,7046 kg/jam.Untuk menjalankan produksi, dibutuhkan modal tetap sebesar Rp.682.996.907.024 miliar dan modal kerja sebesar Rp.238.479.946.897 miliar dan pengeluaran umum sebesar Rp. 216.419.760.634 miliar, harga penjualan produk sebesar Rp. 887.607.857.603 miliar pertahun dengan keuntungan sebelum dan sesudah pajak berturut-turut yaitu Rp 177.521.571.521 miliar dan Rp. 102. 697.364.356 miliar. Profitabilitas meliputi Rate of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak berturut- turut sebesar11,17 % dan 7,26 % Pay of Time (POT) sebelum dan sesudah pajak4,3 tahun dan 5,4 tahun. Break Event Point (BEP) sebesar 40,98 % Shut Down Point (SDP) sebesar 26,06%dan Interest rate of return (IRR) sebesar 14,25 % Berdasarkan evaluasi ekonomi yang dilakukan, maka pabrik Gasoline 280.000 ton/tahun layak untuk didirikan. 
Kualitas Air Sungai Jeneberang Ditinjau dari Lokasi dan Waktu Zakir Sabara; Setyawati Yani; P Purnamasari; D Darnengsih
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.277 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i2.741

Abstract

Sungai Jeneberang adalah salah satu sungai yang digunakan untuk memasok air ke Perusahaan Daerah Air Minum kota Makassar. Oleh karena itu, air sungai tersebut harus sesuai dengan kualitas yang disyaratkan untuk standar air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai Jeneberang ditinjau dari lokasi dan waktu. Adapun parameter kualitas air sungai  yang ditinjau yaitu TSS (Total Suspended Solid), BOD (biologinal oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan DO (Dissolved Oxygen). Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel di sungai Jeneberang melalui 3 titik lokasi yaitu titik I di hulu, titik II di tengah dan titik III di hilir sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada  pagi dan sore hari. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai parameter menurut lokasi hulu, tengah dan hilir pada waktu pagi dan sore yaitu berturut-turut untuk TSS adalah 10; 19,67; dan 16,67 mg/l dan 12,67; 22,33; 22 mg/l, untuk BOD adalah 2,22; 2,32; 2,20 mg/l dan 2,34; 2,57; 2,76 mg/l, untuk  COD adalah 11,72; 7,90; 11,86 mg/l dan 13,54; 9,48; 13,20 mg/l, dan untuk DO adalah 5,45; 3,30; 4,87 mg/l dan 6,84; 5,13; 6,39 mg/l. Parameter yang diukur menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada waktu sore hari dan pada lokasi  tengah sungai. Hasil penelitian menunjukkan semua nilai parameter memenuhi syarat kualitas air baku untuk air minum. 
ALAT PENYARING KARBON MONOKSIDA PADA KNALPOT KENDARAAN BERMOTOR DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN ALAMI EKSTRAK DAUN TREMBESI Sentiyaki Sentiyaki; Andi Rina Ayu Astuti; Imam Fathurahman; Setyawati Yani; Mandasini Mandasini; N Nurjannah; Zakir Sabara
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.973 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.193

Abstract

Pencemaran udara yang berasal dari emisi gas hasil pembakaran (ghp), termasuk karbon monoksida semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Daun trembesi memiliki potensi untuk menyerap polutan CO. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain alat penyerap CO dari ektrak daun trembesi dan mengetauhi daya kerja alat tersebut terhadap emisi CO. Penelitian dilakukan dengan membuat alat yang berisi adsorben daun trembesi dalam beberapa lapisan dengan ketebalan yang berbeda, yaitu lapis 1, lapis 2 dan lapis 3. Selanjutnya dilakukan pengujian alat pada tipe karburator dan tipe injeksi dengan menggunakan alat Analisa Gas Buang (AGS-688). Hasil penelitian ini menunjukkan desain terbaik pada lapis 3 dengan daya serap emisi CO sebesar 17,69% untuk tipe karburator dan 28,13% untuk tipe injeksi.
Operability and Flexibility of Pinch Applications on Heat Exchanger Network in Chemical Industry – A Review Levina Mandalagiri; Anton Irawan; Setyawati Yani
Journal of Chemical Process Engineering Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.058 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.897

Abstract

Energy conservation has recently become one of the most important considerations in industries, especially in petrochemical industries. This is due to the limited availability of fuel which affects the price of energy sources, as well as the tightening of the regulations concerning environmental and social issues related to pollutant emissions produced by industries. The successful energy-saving efforts made by industries impact on not only lowering production costs but also indirectly preserving natural resources as well as reducing the pollution of CO2 which is one of the gases contributing to global warming. Pinch analysis has been widely known for process integration, especially in heat integration, in order to gain energy efficiency and cost efficiency in many industries for decade. The analysis allows selection of efficient heat exchanger network with minimum hot and cold energy requirement. By using pinch analysis, the number of heat exchanger units required could also be minimized which leads to the optimum cost of operational and investment. Pinch analysis is also allowing for the investigation of any pinch problems, such as pinch threshold problems, cross pinch problems, and problems related to incorrect placement of utilities which impacted to the wastefulness of energy consumption. Despite many success studies of highly potential saving of heat integration through pinch analysis, the real implementation of efficient and effective heat exchanger network (HEN) based on pinch analysis is still facing difficulties, for example in term of flexibility and controllability of operation.  This paper provides preliminary information in increasing energy efficiency or energy savings when utilizing pinch technology considering operability and flexibility of its operation for retrofitting units for chemical industrial plants.
Produksi Bahan Bakar Slurry Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Minyak Diesel Almukmin Umar; Setyawati Yani; Rafdi Abdul Majid; Muh Arman
Journal of Chemical Process Engineering Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.653 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.315

Abstract

Keterbatasan serta meningginya harga bahan bakar minyak menjadi aspek utama permasalahan energi didunia sehingga mendorong pengembangan bahan bakar minyak terbarukan. Slurry fuel merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan Untuk menghitung nilai kalor dari arang tempurung kelapa sawit dan stabilitasnya (settling index) melalui proses pencampuran dan beberapa variable. Hasil kualitas analisis proximasi (sifat thermal) slurry fuel memiliki nilai kalor 19,6 Mj/Kg, kadar air 5,9 %, kadar zat terbang 4,4%, kadar abu 17,8% dan kadar karbon 77,8%. sedangkan stabilitas (settling index) biomassa dan aquades pada rasio 39:60 samadengan 1,00 nilai kalor 1196 Mj/Kg. selain itu juga stabilitas secara visual terhadap biomassa dan aquades yang memiliki pengendapannya paling lama yaitu pada rasio 49:50 selama 4 jam dengan memiliki nilai kalor 1000 Mj/Kg.
Produksi Biohidrogen dari Sampah Organik Kulit Pisang dengan cara Fermentasi Anaerob dengan Peninjauan Analisa Ekonomi Sederhana Muhlis Muhlis; Setyawati Yani; Nurjannah Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.791 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.1152

Abstract

Inti SariPembuatan biohidrogen dari limbah organik telah banyak dilakukan oleh para peneliti oleh karena biohidrogen ini cukup menjanjikan sebagai bahan bakar alternative yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Tujuan dari penelitian ini salah satunya  adalah untuk mengetahui analisa ekonomi terhadap produksi gas biohidrogen dari limbah kulit pisang. Mula mula preparasi limbah kulit pisang dengan pengecilan ukuran, kemudian dicampurkan dengan lumpur dan aquadest dengan perbandingan tertentu. Setelah itu dimasukkan kedalam fermentor dan dilakukan fermentasi anaerob untuk waktu tertentu dan variasi pH. Gas yang terbentuk diukur  menggunakan gas analyser. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Dengan menggunakan analisa ekonomi sederhana dengan menghitung rincian biaya untuk sekali produksi diperoleh BEP unit sebanyak 620 l dan BEP rupiah di sekitaran Rp. 9.300.000. dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produksi biohidrogen ini layak untuk dikembangkan. AbstractThe making of biohydrogen from organic waste has been done by researchers because it is quite promising as an alternative fuel that can replace fossil fuels. the purpose of this research is to know the economic analysis of biohydrogen gas production from banana peel waste. first the preparation of banana skin waste by reducing the size, then mixed with mud and distilled water with a certain ratio. after that it is inserted into the fermenter and anaerobic fermentation is carried out for a certain time and pH variation. gas formed is measured using a gas analyzer. from this study the results obtained that by using a simple economic analysis by calculating the breakdown of costs for once the production of BEP units obtained as much as 620 liters and the rupiah BEP around Rp. 9,300,000. from the results of this study it can be concluded that the production of biohydrogen is feasible to be developed.