Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Kepada Masyarakat Tentang Bijak dalam Mengkonsumsi Obat Pada Lansia di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Dhea Nur Fadhilah; Manahan Situmorang; Dumartina Hutauruk; Julia Susanti
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v1i3.201

Abstract

Elderly is an age group in humans who have entered the final stages of their life phase. The group that is categorized as elderly will experience a process called the aging process. Indonesia is entering a period of aging population, where there is an increase in life expectancy followed by an increase in the number of elderly people. In Indonesia, there has been an increase in the number of elderly people from 18 million people (7.56%) in 2010 to 25.9 million people (9.7%) in 2019, and can be expected to continue to increase where in 2035 it will be 48.2 million people (15.77%). On the other hand, an increase in the number of elderly people will be a problem if the elderly have health problems. The elderly are a group of people who are susceptible to disease and have different physiological functions from young people, so their treatment pattern becomes more careful. The purpose of this community service activity is to provide outreach and information to the public about the proper and correct use of drugs in Tanjung Pura District, Langkat Regency regarding Provision of Drug and Wise Information on the proper and correct use of drugs. The method of this activity involved the community in Tanjung Pura District, Langkat Regency, namely lectures, distribution of leaflets, and questions and answers. Lectures are presented in the form of power point presentations, distribution of leaflets in the form of brochures followed by a discussion or question and answer session about Wisdom in taking medicine in the elderly. The result of this activity is that in Tanjung Pura District, Langkat Regency understand and are wise in taking drugs, especially in the elderly.
PENGGUNAAN OBAT LUKA DENGAN MENGGUNAKAN OBAT ALAMI LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTIBAKTERI SMP MUHAMMADIYAH 4 MEDAN Suharyanisa Suharyanisa; Jon Kenedy Marpaung; Manahan Situmorang; Dumartina Hutauruk; Anzelina Simbolon, Chindy; Elizabet Kristina Purba; ElsaNayla Sari; Jansela Rotua Malau; Muhammad Kausar; Rudolfo Zamili
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6832

Abstract

Latar belakang: Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal memiliki aktivitas antibakteri serta kemampuan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan senyawa aktif di dalam lidah buaya berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan membantu proses regenerasi jaringan kulit. Meskipun memiliki potensi yang besar, pemanfaatan lidah buaya sebagai obat luka alami masih belum dipahami secara optimal, khususnya di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengobatan luka. Melalui pendekatan edukasi, diharapkan siswa mampu memahami manfaat lidah buaya secara ilmiah dan menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi tentang manfaat lidah buaya (Aloe vera) sebagai antibakteri alami penyembuh luka, melatih siswa-siswi melakukan pembuatan obat luka dari bahan alami lidah buaya (Aloe vera), memberikan pemahaman ilmiah kepada siswa-siswi melalui pengamatan efektivitas antibakteri penyembuh luka dari lidah buaya terhadap penyembuhan luka pada hewan percobaan. Metode: Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, evaluasi lisan, dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi partisipasi dan pemahaman peserta, panduan pertanyaan evaluasi, serta lembar dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan. Hasil Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai manfaat dari tanaman lidah buaya dan juga bagamaina cara menggunakan atau mengaplikasikan tanaman lidah buaya sebagai obat bahan alami terhadap luka. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan lidah buaya (Aloe vera) sebagai obat luka alami antibakteri. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis bahan alami lokal efektif mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.