Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sabun Padat Transparan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.199 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.960

Abstract

Secang wood from the Caesalpiniacea tribe which was commonly found in Indonesia had secondary metabolites as antibacterial. This study aims to formulate secang wood ethanol extract into a transparent solid soap that is able to meet quality requirements. This research method was begin with formulating the extract into a transparent solid soap preparation with 3 concentrations, namely 5g (F1), 10g (F2), and 15g (F3). Furthermore, appearance tests, foaming ability, free alkali, free fatty acids, irritation, hedonic, and pH were carried out. The results of the research on transparent solid soap gave different colors for each concentration, namely transparent bright red (F1) and transparent dark red (F2 and F3) which were stable for 4 weeks; the foam power test shows a height of 4.5-6.5 cm after 10 minutes; free alkaline test shows a value of 0.07-0.08%; free fatty acid test 0.16%, and pH test 8.96-9.66 at week 4; and transparent solid soap does not cause irritation, attractive and liked by volunteers
Sosialisasi Dampak Bencana Banjir Dan Dagusibu Vitamin Di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v1i3.94

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, secara geografis terletak di persimpangan tiga lempeng utama dengan potensi bencana banjir yang sangat besar. Banjir dapat menyebabkan kerusakan seperti materi dan kesehatan pada masyarakat. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang vitamin kepada masyarakat, sehingga terjadi peningkatan imun tubuh yang dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Vitamin. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Vitamin. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) vitamin.
Sosialiasi Dan Upaya Pencegahan Banjir Dengan Penanaman Pohon Alpukat Guna Mencegah Bahaya Erosi Devina Chandra; Manuppak Irianto Tampubolon; Dumartina Hutauruk
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v1i1.88

Abstract

Flooding is one of the natural disasters that occurred from the beginning of 2000 until now during the rainy season. This problem must be overcome with knowledge and a sense of community awareness in understanding disaster mitigation, especially floods, which is the aim of implementing this community service. This community service method involves lectures and tree planting, followed by data analysis for community understanding using descriptive qualitative methods. Based on the evaluation results, it shows that there has been an increase in public understanding about disaster mitigation.
Penyuluhan kepada Masyarakat tentang Sediaan Farmasi Berbasis Bahan Alam di Sekolah Tanjung Pura Langkat Natanael Priltius; Devina Chandra; Steven Tandiono; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v2i2.570

Abstract

Herbal plant-based pharmaceutical preparations are currently being developed because currently many industries produce and distribute pharmaceutical preparations containing natural ingredients that make it easier for the public to use. The purpose of this extension activity is to provide knowledge to the public about natural-based pharmaceutical preparations at schools in Tanjung Pura, Langkat. The method used in this activity involves lecturers by providing leaflets and materials to the public. The results of the implementation of this activity to the public are in the form of information and education about natural-based pharmaceutical preparations. The result of this activity is that the community service team hopes that the public will receive information about natural-based pharmaceutical preparations
Pemberian Edukasi kepada Masyarakat tentang Daun Cengkeh sebagai Tanaman Herbal dalam Penumbuh Rambut Manuppak Irianto Tampubolon; Dhea Nur Fadhilah; Dumartina Hutauruk
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus : Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v1i3.404

Abstract

Clove leaves contain eugenol compound have properties to overcome hair growth problems. Public knowledge about herbal plants that had an effect on hair growth problems was still less. This community service was carried out to provide education to the public about clove leaves as herbal plants that can overcome hair problems. The method of community service was to provide education to the public through material exposure about clove leaves as herbal plants that overcome hair growth problems and introduce how to use clove leaves naturally. The results showed an increase in public knowledge in the use of herbal plants in Indonesia after providing education in the good category from 17.91% to 45.86%. Public knowledgestill lacking about herbal plants that could be used traditionally or processed into pharmaceutical preparations to prevent hair problems. The conclusion of community service in managing clove leaves as herbal plants to prevent hair problems meets the quantity and quality.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Budidaya Tanaman Obat (TOGA) Sebagai Upaya Peningkatan Apotek Hidup di Kecamatan Medan Helvetia, Kelurahan Dwi Kora Kota Medan Devina Chandra; Eva Diansari Marbun; Manuppak Irianto Tampubolon; Alfi Sapitri; Febriana Rianti Br Siagian; Sindy Yupani Br Sembiring
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk kekayaan tanaman obat yang berpotensi sebagai sumber pengobatan tradisional. Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan rumah tangga menjadi salah satu upaya pemanfaatan tanaman obat tersebut. Penelitian ini bertujuan memberdayakan masyarakat di Kecamatan Medan Helvetia, Kelurahan Dwi Kora, Kota Medan melalui pengembangan TOGA sebagai apotek hidup yang berkelanjutan. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam tiga tahapan, yaitu survei awal untuk mengidentifikasi kondisi sosial dan pemahaman masyarakat, edukasi dan pelatihan mengenai manfaat, teknik budidaya, serta pengolahan TOGA, serta pendampingan intensif disertai penyerahan bibit tanaman kepada warga. Hasil menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterampilan warga dalam menanam dan merawat tanaman obat. Evaluasi keefektifan sosialisasi dilakukan melalui perbandingan pretest dan posttest yang mengukur pemahaman masyarakat tentang pengertian, jenis, manfaat, dan cara pengolahan TOGA. Nilai rata-rata pretest sebesar 65,86 meningkat menjadi 75,88 pada posttest, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 15,21%. Hasil ini menunjukkan bahwa program sosialisasi dan pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, sehingga mendukung pengembangan TOGA sebagai apotek hidup yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN BAHAYA PENGAWET PADA MAKANAN MELALUI EDUKASI Manuppak Irianto Tampubolon; Desni Rinanda Silitonga; Catur Rafia Ningrum; Yossi Rodearni Br Manurung; Eva Diansari Marbun
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.533

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan pengawet makanan berlebihan dan tidak sesuai standar dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti gangguan organ, alergi, dan penyakit kronis. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya pengawet memperparah kondisi ini, terutama di daerah dengan konsumsi makanan olahan. Tujuan : Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pengawet makanan, dampaknya terhadap kesehatan, serta mendeteksi adanya formalin pada makanan. Metode : Kegiatan ini dilaksanakan di Apotek Sari Mutiara, Medan Helvetia, dengan metode observasi awal, edukasi interaktif (presentasi dan diskusi), serta demonstrasi praktis pengujian formalin menggunakan indikator alami dari ekstrak kulit buah naga. Sebanyak 20 warga berpartisipasi aktif. Hasil dan Pembahasan : Hasil pengujian menunjukkan perubahan warna ungu pada sampel positif formalin, membuktikan efektivitas indikator alami. Masyarakat sangat antusias dan menyatakan baru mengetahui dampak jangka panjang dari formalin. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu farmasi dan komunikasi ilmiah. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pengawet buatan serta kemampuan memilih makanan aman. Kesimpulan : Pemanfaatan indikator alami dari kulit buah naga terbukti efektif, sederhana, dan berpotensi menjadi solusi keamanan pangan berbasis sumber daya lokal.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DALAM MENINGKATKAN SISTEM IMUNITAS PADA MASYARAKAT DESA SELAYANG, KABUPATEN LANGKAT Manuppak Irianto Tampubolon; Dedi Maruli Tua Napitupulu; Devi Rahmayuni Br Harahap; Maria Pratiwi Manik; Cut Masyitah Thaib; Eva Diansari Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki beragam tradisional melimpah, seperti rempah-rempah dan tanaman herbal. Tanaman-tanaman tersebut banyak digunakan masyarakat untuk meningkatkan system imunitas atau mengobati penyakit. Tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat yaitu tanaman obat keluarga. Adapun beberapa TOGA yaitu Daun Bidara, Kunyit, Jahe, Sirih, dan Lengkuas. Kekuatan dalam menghadapi beragam sumber penyakit seperti bakteri, fungi, protozoa, parasit, dan virus yang bertanggung jawab melindungi tubuh sehingga fungsi tubuh tidak terganggu yang dimaksud dengan imunitas atau kekebalan tubuh manusia. Metode  PRA pendekatan yang merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini. Yang dimana di dalam metode ini dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi. Kegiatan ini meliputi sanitasi lingkungan, penanaman TOGA, edukasi Kesehatan, pembuatan jamu, dan pemberian Tanaman.
Identifikasi Senyawa Dan Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Eva Diansari Marbun; Cut Masyitah Thaib; Manuppak Irianto Tampubolon; Adinda Nur'Sabilla; Dedi Maruli Tua Napitupulu; Wiwin Katarina Sihotang; Widya Astuti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beranekaragam tanaman di Indonesia salah satunya yaitu daun kelor yang memiliki banyak manfaat, untuk mengobati banyak penyakit secara tradisional. Tanaman daun kelor memiliki banyak jenis antioksidan dan lebih dari nutrisi. Uji skrining fitokimia dlakukan untuk mendapatkan informasi mengenai senyawa organik yang dibentuk organisme yang ada pada ekstrak. Dalam metabolit sekunder terdapat salah satu flavonoid sebagai syarat penentuan kualitas suatu ekstraksi etanol pada daun kelor.Penggunaan Spektofotometer Ultraviolet dan sinar tampak bertujuan untuk menentukan nilai dari kandungan flavonoid yang ada dalam esens daun kelor. Hasil analisis ini dilakukan untuk uji metabolit skunder dan penetapan senyawa metabolit sekunder. Pada uji metabolit sekunder terdapat zat yaitu saponin, flavonchi, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Pengujian dengan metode Spektofotometer UV-Vis mendapatkan hasil total kandungan flavonoid sebanyak 155,61 mg/g ekstrak.Bertambahnya senyawa kandungan flavonoid,akan baik juga fungsinya untuk menanggulangi berbagi gangguan penyakit.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kaktus Centong (Opuntia cochenillifera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylacoccus epidermidis Dengan Media Buatan Pati Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Manuppak Irianto Tampubolon; Natanael Priltius; Alfian Rejekinta Munthe
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centong Cactus (Opuntia cochenilifera) is one of the plants used to treat health problems, but this is done based on hereditary experience. This plant contains flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The purpose of this study was to see the antibacterial activity of the ethanol extract of Centong cactus (Opuntia cochenillifera) using alternative media of Kepok banana starch and Muller Hilton Agar Media. This study was conducted experimentally. Samples were extracted by maceration method using 96% ethanol as solvent. Antibacterial activity was tested by disk diffusion method with paper backing technique. The parameters observed were zone of inhibition. Based on the result of the inhibition zone research, the best results were obtained on the banana starch media with a concentration of 40% 18,7mm and on Muller Hilton Agar media with a concentration of 40% 20,1mm. The antibacterial test result stated that the ethanolic extract of Centong cactus could provide an effective inhibition again Staphylococcus epidermidis bacteria. Antibacterial activity using Mullerr Hilton Agar media in order to have a larger zone of inhibition than using kapok banana starch.