Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konsep Mafhum Muwafaqah dan Mukhalafah Dalam Ushul Fiqh Serta Implikasi Terhadap Istinbath Hukum Islam Sauqi, Muhammad; Nur Syifa Rahmah; Noor Sa`adah; Eriyati
Sharia Law and Justice Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/slj.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini membahas mafhum muwafaqah dan mafhum mukhalafah dalam ushul al-fiqh sebagai metode untuk memahami hukum islam dalam Al-Qur’an dan Hadis. Mafhum tidak hanya mencakup makna yang jelas (mantuq), tetap juga makna tersirat yang diperoleh dari Bahasa dan konteks. Dengan pendekatan diskriptif-analitis, penilitian ini menjelaskan definisi, dasar argumentasi, dan kekuatan hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mafhum muwafaqah memperluas hukum ke kasus yang serupa atau lebih kuat, sedangkan mafhum mukhalafah menghasilkan hukum yang berbeda atau berlawanan berdasarkan kondisi tertentu. Perbedaan pendapat para ulama menunjukan dinamika dalam ushul al-fiqh. Oleh karena itu, pemahaman kedua konsep ini pentimg untuk memperkuat teori hukum islam dan menjawab persoalan kontemporer.
Optimalisasi Wakaf Uang untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Edukasi Hukum dan Peningkatan Kapasitas Nadzir di Kalimantan Selatan: Optimizing Cash Waqf for Economic Independence of Islamic Boarding Schools through Legal Education and Nazhir Capacity Building in South Kalimantan Budiman, Muhammad Arief; Sauqi, Muhammad; Lusiana
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1132

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan wakaf uang sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui edukasi hukum wakaf dan peningkatan kapasitas nadzir di Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Grand Qin Banjarbaru dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan pengurus pesantren dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Tanah Laut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta pendampingan konseptual. Materi yang disampaikan meliputi fikih wakaf, regulasi perwakafan nasional, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam penguatan legalitas dan profesionalisme nadzir, serta strategi pengelolaan wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip syariah dan aspek hukum wakaf uang, tata kelola nadzir, prosedur legalisasi wakaf uang, serta model-model pengembangan ekonomi pesantren berbasis wakaf produktif. Selain itu, peserta mampu merumuskan rencana tindak lanjut pengelolaan wakaf uang di pesantren masing-masing sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren serta membangun ekosistem wakaf produktif di Kalimantan Selatan
Strategi Pemasaran Produk Halal dengan Prinsip Akad Syariah bagi Pelaku Usaha Mikro di Era Digital Desa Tambak Anyar Ilir Sauqi, Muhammad; Rusdiana, Rusdiana; Anwar, Mukhlis Kaspul; Dairobi, Dairobi
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 2 April - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i2.5846

Abstract

Arikel Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh adanya pelaku usaha mikro di Desa Tambak Anyar Ilir yang menghadapi tantangan dalam memasarkan produk halal secara digital dan kurang memahami tentang prinsip akad syariah. Pengabdian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran produk halal yang efektif bagi usaha mikro setempat dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial. Metode Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan 15 pelaku usaha mikro serta observasi praktik pemasaran digital. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa penerapan akad syariah dalam transaksi digital meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pangsa pasar. Strategi pemasaran yang efektif meliputi edukasi konsumen tentang kehalalan produk, penggunaan marketplace syariah, serta promosi melalui media sosial. Temuan ini diharapkan menjadi panduan bagi pelaku usaha mikro di Desa untuk mengembangkan produk halal secara berkelanjutan.
THE INTEGRITY OF ISLAMIC BUSINESS ETHICS AMID URBAN ECONOMIC DYNAMICS: AN ANALYSIS OF M. UMER CHAPRA’S PERSPECTIVE ON MUSLIM MERCHANTS IN MARTAPURA Sauqi, Muhammad; Mustofa, Imam; Azhar, Alias; Fahmi Al Amruzi, M.; Jalaluddin, Jalaluddin
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 31 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v31i1.12868

Abstract

This research aims to analyze the business practices of Muslim traders in Martapura City through the framework of Islamic business ethics of Muhammad Umer Chapra, which includes justice (al-'Adl), moral motivation, spiritual accountability, and social welfare. Although Martapura is known sociologically as the “City of Santri”, the tension between traditional religiosity values and the demands of a competitive urban economy often creates ambiguities in the implementation of business ethics in the field that remain underexplored empirically. This qualitative research employed a phenomenological approach. The data was collected through in-depth interviews with eight purposively selected informants, consisting of five traders and three customers in the Martapura trading area. The results of the study show that traders have internalized the principle of fairness through transparency of scales and equal treatment to consumers. Moral motivation and spiritual accountability were reflected in the traders’ eschatological awareness, particularly their belief in the afterlife, that prevents fraudulent practices. In addition, the aspect of social welfare was manifested through the mechanism of zakat and alms that are institutionalized in the local trade culture. These findings confirm that the integrity of Islamic business ethics in Martapura is not merely expressed through individual behavior, but is also shaped by social cohesion and local religious identity, both of which function to mitigate the negative impacts of urban economic competition.