Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dari Bias Kognitif ke Keputusan Bisnis Suboptimal: Analisis Fenomenologi Interpretatif tentang Perilaku Pencatatan Keuangan Manual pada UMKM Martha Aulia, Vemy; Hanif Rani Iswari; Sodik
Journal of Public and Business Accounting Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widya Gama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jopba.v6i2.454

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi tantangan persisten dalam pengelolaan keuangan, khususnya pencatatan sistematis. Meskipun keterbatasan pencatatan manual diketahui, mekanisme perilaku yang mendasarinya masih kurang dipahami. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman hidup pelaku UMKM terkait praktik pencatatan keuangan manual, mengidentifikasi faktor perilaku dan psikologis penghambat, serta menelaah implikasinya terhadap kualitas pengambilan keputusan keuangan. Menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA), enam partisipan dari UMKM Omah Sayur MQ's retail sayuran di Malang dipilih secara purposif meliputi pemilik, manajer, dan kasir. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur (15-30 menit), observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data. Empat tema utama teridentifikasi: praktik pencatatan manual tidak terstruktur berbasis kertas dan memori; tantangan operasional dengan kesalahan pencatatan sering dan akurasi "50-50"; pengambilan keputusan berbasis intuisi menghasilkan kesalahan strategis seperti penutupan tiga cabang tanpa analisis profitabilitas; dan paradoks transformasi digital dengan persepsi manfaat tinggi namun kemudahan penggunaan rendah. Tiga bias kognitif ditemukan: status quo bias, overconfidence bias, dan loss aversion akibat kegagalan trial sistem digital senilai Rp5 juta. Pencatatan manual bukan sekadar masalah teknis tetapi fenomena perilaku kompleks dipengaruhi bias kognitif, literasi keuangan rendah, dan misalignment budaya organisasi. Metafora "melangkah dalam kegelapan" menggambarkan pengambilan keputusan tanpa informasi andal, menghasilkan outcome suboptimal termasuk fraud Rp12 juta dan penurunan pendapatan 20% dari Rp25 juta menjadi Rp20 juta per hari.
PENGARUH FINANCIAL STABILITY DAN FINANCIAL DEPTH TERHADAP FOREIGN DIRECT INVESTMENT PADA PASAR MODAL SEBAGAI INDIKATOR KEDALAMAN KEUANGAN ASEAN TAHUN 2013 - 2023 Wira Ganet Aribowo; Sodik; Henry Windrianto Darmoko
MANAJEMEN DEWANTARA IN PRESS (2026)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v10i1.22011

Abstract

Studi ini menganalisis pengaruh stabilitas keuangan dan kedalaman keuangan terhadap aliran Foreign Direct Investment (FDI) di negara-negara ASEAN-5 selama periode 2013-2023. Berangkat dari paradigma eklektik OLI (Dunning) dan teori pertumbuhan endogen, penelitian ini mengintegrasikan indikator stabilitas perbankan (Non-Performing Loans/NPLs, Bank Capital Adequacy Ratio/BCAR, dan selisih suku bunga) serta indikator kedalaman keuangan (kredit domestik ke sektor swasta, kapitalisasi pasar saham, dan likuiditas pasar modal) dalam satu kerangka empiris. Menggunakan data panel dan pendekatan statis (FE/RE) serta dinamis (System-GMM), studi ini menemukan bahwa dalam kerangka statis jangka panjang, stabilitas dan kedalaman keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Namun, dalam model dinamis jangka pendek, kedalaman keuangan menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, sementara stabilitas keuangan tidak signifikan, menunjukkan adanya biaya penyesuaian dan risiko transisi selama fase ekspansi keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa peran sistem keuangan terhadap FDI bersifat kontekstual dan bergantung pada cakupan waktu analisis. Implikasi kebijakan menyoroti pentingnya keseimbangan antara mendalamkan sektor keuangan dan memperkuat stabilitas untuk menarik FDI berkualitas dan berkelanjutan di ASEAN.