Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Usaha Nusa Scent Sebagai Inovasi Pengharum Mobil Herbal Aroma Nusantara Melalui Pendekatan Analisis SWOT dan BMC: Business Development Of Nusa Scent As An Innovative Herbal Nusantara-Aroma Car Freshener Through The SWOT Analysis And BMC Approaches Almaidah, Risma; Septiani Agustin, Tiara; Anindya Putri Alfiyah , Zalfa; Viani, Okta; Widiawati, Kristiana
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan usaha Nusa Scent sebagai inovasi pengharum mobil herbal berbahan alami sereh dan kayu manis yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi langsung terhadap proses produksi, kemasan, serta pemasaran. Analisis dilakukan dengan SWOT dan Business Model Canvas (BMC) untuk menilai strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan Nusa Scent memiliki potensi tinggi sebagai produk aromaterapi kendaraan yang inovatif, berkelanjutan, dan mendukung Sustainable Development Goals (SDG 3, 8, dan 12).
PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL MARKETING DAN MANAJERIAL MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS KEMITRAAN PADA MUTIARA CRAFT (ECOPRINT) Widiawati, Kristiana; Alfian, Ari Nurul; Shalahuddin, Shalahuddin; Kamila, Nurul; Manurung, Handrean
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20728

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi UMKM Mutiara Craft adalah penjualan masih dilakukan secara sederhana belum mengoptimalkan pemanfaatan digital marketing. Untuk pengelolaan managerial pengelolaan keuangan masih belum sesuai standar PSAK ETAP. Tujuan kegiatan pendampingan memberikan solusi terhadap permasalahan mitra yaitu memberikan peningkatan softskill melalui motivasi kewirausahaan serta peningkatan hardskill melalui optimalisasi digital marketing dan mampu menyusun laporan keuangan sesuai standar untuk meningkatkan promosi dan penjualan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan kepada mitra binaan Mutiara Craft Ecoprint di Kota Bekasi dengan peserta 35 orang. Pelatihan yang telah dilaksanakan ialah pelatihan motivasi berwirausaha dan teknik ecoprint, pelatihan digital marketing dan pelatihan pengelolaan manajerial/keuangan. Hasil monitoring dari pelaksanan kegiatan pendampingan UMKM berbasis kemitraan terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra. Capaian indikator digital marketing adalah 78% dan Capaian indikator pengelolaan keuangan adalah 80%. Tingkat kepuasan pelaksanaan kegiatan rata-rata menyatakan sangat puas 73% melalui depth interview dan penyebaran angket.Abstract: The main problem faced by Mutiara Craft MSMEs is that sales are still carried out simply and have not optimized the use of digital marketing. For managerial management, financial management is still not in accordance with PSAK ETAP standards. The purpose of mentoring activities is to provide solutions to partner problems, namely providing soft skills improvement through entrepreneurial motivation and increasing hard skills through optimizing digital marketing and being able to prepare financial reports according to standards to increase promotion and sales. The method used is training and mentoring to Mutiara Craft Ecoprint fostered partners in Bekasi City with 35 participants. The training that has been carried out is entrepreneurial motivation training and ecoprint techniques, digital marketing training and managerial / financial management training. The monitoring results of the implementation of partnership-based MSME mentoring activities can be seen from the increase in partner knowledge and skills. The achievement of digital marketing indicators is 78% and the achievement of financial management indicators is 80%. The average level of activity implementation satisfaction stated very satisfied 73% through depth interviews and distributing questionnaires.