Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN RUTINITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA USIA PERTENGAHAN REMAJA PUTRI DI SMAN 1 PEBAYURAN Ismawati, Anisa; Silvia, Findhi Bella; Rahayu, Previarsi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.39703

Abstract

Dismenore primer adalah nyeri yang terjadi selama siklus menstruasi tanpa adanya kelainan organik yang mendasari. Remaja putri menjadi kelompok yang rentan mengalami kondisi ini, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan olahraga yang rendah. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa lebih dari 90% siswi di SMAN 1 Pebayuran mengalami dismenore primer, yang dapat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri usia pertengahan di SMAN 1 Pebayuran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 185 siswi, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 344 siswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai rutinitas olahraga dan kejadian dismenore primer. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 173 siswi (93,5%) mengalami dismenore primer, dan sebagian besar memiliki kebiasaan olahraga dengan intensitas jarang (170 siswi, 91,9%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer (p-value = 0,000; p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri usia pertengahan. Oleh karena itu, meningkatkan rutinitas olahraga dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko dismenore primer dan meningkatkan kualitas hidup remaja putri.
ScreeningKejadian VertigoPada Lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi Sartika, Mila; Sartika, Aprilina; Tahanora, Risti Tamara; Nurpratiwi, Yulidian; Rahayu, Previarsi
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.12154

Abstract

Vertigo merupakan gejala akibat gangguan sistem keseimbangan, dengan keluhan pusing berputar-putar bisa disertai mual, muntah, hingga resiko jatuh.Banyaknya kasus vertigo pada kalangan usia produktif bahkan usia lanjut (lansia), yang berdampak pada masalah kesehatan lansia. Gangguan keseimbangan merupakan salah satu penyebab utama jatuh pada lansia, yang berdampak pada kecacatan, menurunnya kualitas hidup, terhentinya aktivitas sehari- hari bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia, perlunya dilakukan pemeriksaan screening vertigo secara berkala dengan Test Romberg. Test Romberg merupakan metode screening sederhana dan efektif untuk menilai keseimbangan. PkM ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus vertigo pada lansia, dan dapat di jadikan dasar untuk melakukan tindak lanjut, memberikan intervensi seperti senam vertigo, latihan fisik brandt daroff , pelatihan deteksi dini atau bisa memberikan maafaat yang lebih luas dengan melakukan pemeriksaan atau screening massal sebagaikontribusi khususnya pada aspek preventif dan promotif. Hasil PkM screening vertigo dengan Test Romberg pada 53 lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi, diperoleh hasil, terdapat 33 (62,26%) lansia mengalamivertigo, 20 (37,74%) tidak teridentifikasi vertigo, 17 (51,52%) berjenis kelamin perempuan dan 16 (48,48%) berjenis kelamin laki-laki. Kesimpulan dari PkM ini diperoleh data mayoritas lansia mengalami vertigo. Temuan ini memperkuat pentingnya deteksi dini vertigo sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan lansia dan mencegah risiko cedera. Pelaksanaan screening mendorong kesadaran lansia untuk menjaga keseimbangan tubuh, serta pentingnya deteksi dini kejadian vertigo dengan pemeriksaan sederhana seperti Tes Romberg yang dapat diterapkan secara efektif di tingkat komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pengabdian untuk mendeteksi dini vertigo dan meningkatkan kewaspadaan lansia telah tercapai
Pemberdayaan Skill Pramuwerdha Melalui Pelatihan Terapi Kognitif untuk Optimalisasi Fungsi Kognitif Lansia di SPGL Karawang Rahayu, Previarsi; Kadang, Yulta; Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix; Sartika, Mila
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.12667

Abstract

Praktik pendampingan lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang sehari harinya dilakukan oleh tenaga pendamping atau caregiver yang secara langsung bertugas membantu pemenuhan kebutuhan dasar, emosional, dan sosial lansia dalam kehidupan sehari-hari yang dikenal dengan Pramuwerdha. Peran pramuwerdha menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan intervensi terapi kognitif. Namun dengan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan terapi kognitif, seringkali menjadi kendala dalam penerapan kegiatan stimulatif bagi lansia. Berdasarkan kondisi yang ada di SPGL Karawang, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan kegiatan ini dapar meningkatkan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan terapi kognitif melalui senam otak dan memosy training bagi lansia di SPGL Karawang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pihak layanan, validasi pemahaman pramuwerdha mengenai tata laksana, Pemberian materi, pelatihan keterampilan, monitoring dan evaluasi program. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dan tes akhir peserta dengan Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan intervensi, serta meningkatkan rasa percaya diri dan sikap terampil dalam mendampingi lansia. Pelatihan pelaksanaan terapi kognitif ini memberikan dampak positif bagi Pramuwerdha sebagai tenaga pendamping yang menjadi garda terdepan dan berikutnya juga akan dirasakan oleh lansia. Ke depannya, diharapkan Satuan Pelayanan Griya Lansia dapat terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui intervensi terapi kognitif yang sistematis dan terukur.
Pendampingan Kader melalui Implementasi Tahapan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Desa Sukamantri Kadang, Yulta; Kadewi, Ami; Rahayu, Previarsi; Patuh, Ananda; Putri, Riska Subhianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.461

Abstract

Salah satu fenomena serius dalam bidang kesehatan selama beberapa dekade yang tetap menjadi fokus perhatian utama dunia baik di negara maju maupun berkembang adalah Penyakit tidak menular (PTM). Metode yang digunakan adalah pendampingan kader oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, yaitu mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 32 orang (71.1%). Sedangkan hasil skrining adanya risiko kejadian PTM yang dibuktikan dengan hasil pengukuran IMT, 15 orang (33.3%) dengan IMT berlebih dan 6 orang (13.3%) dengan IMT obesitas, hasil pengukuran lingkar perut mayoritas responden memiliki lingkar perut berlebih, yaitu 35 orang (77.8%), hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hipertensi, yaitu 27 orang (60%) serta mengalami peningkatan gula darah yaitu 6 orang (13.3%). Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pendampingan kader PTM dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM ini memberikan manfaat signifikan, baik itu untuk kader posbindu PTM maupun masyarakat sebagai peserta Posbindu PTM di desa Sukamantri, dimana terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PTM yang dibuktikan dengan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan PTM dan melakukan skrining faktor risiko PTM penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang PTM sehingga dapat memperbaiki pola hidup lebih sehat
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara Tulung, Monica; Tumampas, Chanitasari; Anggraeni, Retno; Rahayu, Previarsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan bagi penderitanya, terutama dalam menghadapi proses pengobatan seperti kemoterapi. Efek samping kemoterapi tidak hanya memperburuk kondisi psikologis pasien kanker, tetapi juga dapat menghambat efektivitas pengobatan, sehingga mendesak untuk diatasi melalui pendekatan holistik yang menggabungkan dukungan medis dan psikologis. Adapun dampak fisik dan psikologis signifikan bagi penderitanya, terutama selama menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang sering kali menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat efektivitas pengobatan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga memegang peran penting dalam memberikan kenyamanan emosional dan meningkatkan ketahanan psikologis pasien. dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Kemoterapi Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian pada tugas akhir ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling, Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan januari 2025 dengan subjek penelitian berjumlah 56 responden. Berdasarkan hubungan dukungan keluarga menunjukan bahwa kategori dukungan keluarga tertinggi mendukung yaitu 36 responden (64.3 %) dan terendah kurang mendukung yaitu 6 responden (10.7 %). Kemudian berdasarakan hasil dari Analisis uji statistic (Spearman’s Rho) menunjukan nilai p= 0.047 < 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman’s Rho sebesar r = 0.267 yang menunjukan bahwa arah korelasi positif (searah) dengan nilai korelasi koefisian cukup.