Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERBEDAAN TOTAL GULA PRODUK NATA DE SOYA DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA: Differences of total sugar nata de soya with variations sugar addition Febyani, Fajarita; Ambar Wati, Desti; Elva Junita, Dera; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1261

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Faktor yang mempengaruhi peningkatan gula darah diantaranya asupan makan, khususnya karbohidrat. Diet tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Jenis karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Nata de soya merupakan pangan fungsional berbahan dasar limbah cair tahu yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir, gula batu, gula merah, dan gula aren terhadap kandungan total gula nata de soya, sehingga dapat diketahui kandungan total gula yang paling baik dikonsumsi sebagai alternatif pengganti selingan/snack untuk penderita diabetes.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Limbah cair tahu didapat dari produsen tahu desa Gadingrejo, Pringsewu. Pembuatan nata de soya dilakukan di Perumahan Griya Hanifa, Desa Kurungan Nyawa, Pesawaran. Formula yang digunakan yaitu F0 : gula pasir, F1 : gula batu, F2 : gula merah, dan F3 : gula aren, dengan berat masing-masing 42 gram, dengan lama fermentasi 14 hari. Untuk pengujian kandungan total gula menggunakan metode luff scrholl d an dilakukan di Laboratorium Polinela. Desain yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan . Analisis uji normalitas data dengan uji Saphiro wilk. Analisis bivariat menggunakan uji one way anova, dan dilanjutkan dengan uji perbedaan nyata dengan post hoc bonferroni.Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh variasi jenis gula terhadap kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001. Uji lanjutan dilakukan untuk melihat perbedaan nyata antar kelompok data, menggunakan Uji Bonferroni, hasilnya terdapat perbedaan nyata kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001.
Hubungan Karakteristik dengan Status Gizi Lanjut Usia di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The problem of malnutrition in the elderly is easily seen through general appearance. The purpose of this study was to determine the relationship between characteristics and nutritional status of the elderly in Pekon Parerejo, Gadingrejo District, Pringsewu Regency. This research method uses analytic quantitative research using a cross-sectional approach. The population in this study were 65 elderly people with a sample size of 50 respondents selected by purposive sampling. Data analysis using chi square test and gamma test. The results showed that nutritional status was thin 24 (48.0%) respondents, very thin 7 (14.0%) respondents and obese 4 (8.0%) respondents. Female gender was 33 (66.6%) respondents and male 17 (34.0%) respondents. The age of respondents was 45-55 years (52.0%) and 56-59 years (48.0%), while the education level of respondents was elementary school (84.6%), junior high school (10.0%) and high school (6%). The results of statistical analysis showed there was no relationship between gender and nutritional status, p-value = 0.065 (p-value >α = 0.05), there was a relationship between age and nutritional status, p-value = 0.030 (p-value <α = 0.05), and there was no relationship between education level and nutritional status, p-value = 0.151 (p-value >α = 0.05). The conclusion drawn is that nutritional status is related to age so it is recommended that people pay attention to their nutritional status by periodically measuring height and weight. Keywords: Characteristics, Elderly, Nutritional Status, Reference : 25 (2012-2024) ABSTRAK Masalah kurang gizi pada lansia terlihat dengan mudah melalui penampilan umum,. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan status gizi lanjut usia (lansia) di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan Cross- Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 65 lansia dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji gamma. Hasil penelitian diketahui status gizi kurus 24 (48,0%) responden, sangat kurus 7 (14,0%) responden dan obesitas 4 (8,0%) responden. Jenis kelamin perempuan sebanyak 33 (66,6%) responden dan laki-laki 17 (34,0%) responden. Umur responden 45-55 tahun (52,0%) responden dan umur 56-59 tahun (48,0%) responden, sedangkan tingkat pendidikan responden yaitu SD (84,6%) responden, SMP (10,0%) responden dan SMA (6%) responden. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin dengan status gizi, nilai p value = 0,065 (p-value >α = 0,05), ada hubungan umur dengan status gizi, nilai p-value = 0,030 (p-value <α = 0,05), dan tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan status gizi, nilai p-value = 0,151 (p-value >α = 0,05). Kesimpulan yang diambil yaitu status gizi berhubungan dengan umur sehingga disarankan agar supaya memperhatikan status gizinya secara berkala mengukur tinggi badan dan berat badan Kata Kunci : Kata Kunci : Karakteristik, Lanjut Usia, Status Gizi,
Hipertensi pada Lansia 60–74 Tahun: Peran Usia, Pendidikan, dan Status Gizi di Puskesmas Ambarawa Khairani, Masayu Dian; Naila, Zahra Syifa; Nazarudin, Mgs
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi kronis. Berbagai faktor seperti usia, tingkat pendidikan, dan status gizi diduga berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi. Mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan, dan status gizi berdasarkan IMT dengan kejadian hipertensi pada lansia usia 60–74 tahun di wilayah kerja UPT Puskesmas Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 67 lansia dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta kuesioner. Uji Gamma digunakan untuk analisis hubungan antarvariabel. Mayoritas responden (40,3%) berada dalam kategori pra-hipertensi. Usia 60–64 tahun memiliki prevalensi hipertensi tertinggi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p=0,031), sementara tingkat pendidikan (p=0,145) dan status gizi berdasarkan IMT (p=0,135) tidak signifikan. Usia merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Meskipun tidak signifikan, lansia dengan pendidikan rendah dan status gizi berlebih cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Intervensi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan, pengelolaan gizi, dan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko hipertensi sejak dini.
Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan yang di Fortifikasikan untuk Balita Underweight di Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Tahun 2024 Khairani, Masayu Dian
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v3i1.108

Abstract

Underweight adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu, yang dapat berakibat buruk pada pertumbuhan, perkembangan intelektual, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada balita dengan z-score indeks BB/U berada dalam rentang -3 SD hingga kurang dari -2 SD (-3,0 SD). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengokofirmasi masalah underweight dengan menciptakan produk pangan dari bahan inkonvensional yang mengandung zat gizi yang cukup, terjangkau dan mudah diperoleh seperti ikan lele. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode ceramah dengan pelaksanaan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah pelaksanaan edukasi menggunakan media edukasi Power Point dan Leafleet. Hasil menunjukkan bahwa Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) memberikan dampak positif bagi balita dan ibu balita. Antusias dan ketertarikan ibu balita sangat besar, dan adanya kesan baik ketika dipaparkan materi serta saat proses pemasakan masak (PMT) kimbab abon ikan lele. Evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu balita Underweight . Dari 22 ibu balita Underweight sebelum diberikan edukasi memperoleh skor rata-rata (pre-test) 60,9 dan setelah dilakukan edukasi diperoleh skor rata-rata (post-test) 76,8, sehingga terjadi peningkatan sebesar 15,9. Kesimpulannya adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita Undeweight setelah diberikan edukasi melalui media Power Point dan Leaflet terhadap pengetahuan.
KERAGAMAN STATUS GIZI DAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA MAHASISWA S1 GIZI UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU TAHUN 2023 Muharramah, Alifiyanti; Khairani, Masayu Dian; Salsabila, Merlindia
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i2.365

Abstract

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan Universitas. Status gizi adalah suatu kondisi ukuran tubuh seseorang yang diakibatkan oleh konsumsi, dan penggunaan zat gizi makanan. Status gizi seseorang dapat diukur dan dinilai untuk mengetahui status gizinya tergolong normal atau tidak normal.Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk mengetahui status gizi dan persen lemak tubuh pada mahasiswa kesehatan S1 Gizi semester II angkatan 2022. Penelitan ini menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Aisyah Pringsewu pada tahun 2023. Jumlah responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki status gizi normal (51,51%) dan persen lemak tubuh tergolong normal (60,60%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Dan Body Image Dengan Kurang Energi Kronik Remaja Putri Di Sman 2 Pringsewu Sari, Bella Puspita; Khairani, Masayu Dian; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9631

Abstract

Kurang energi kronis selama masa prakonsepsi atau masa remaja adalah salah satu masalah gizi yang belum terpecahkan. Kelompok usia 15 hingga 19 tahun memiliki proporsi KEK tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi KEK di Indonesia pada kelompok usia 15-19 tahun adalah 36,3%. Menurut Riskesda 2018, angka KEK di Kabupaten Pringsewu adalah 13,4%. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Terdapat 153 remaja putri di SMAN 2 Pringsewu yang menjadi subjek penelitian. KEK remaja perempuan merupakan variabel dependen, sedangkan citra tubuh dan tingkat kesadaran gizi merupakan variabel independen. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Tingkat kesadaran gizi dan KEK remaja perempuan di SMAN 2 Pringsewu tidak berkorelasi secara signifikan (p=0,364). Remaja putri di SMAN 2 Pringsewu memiliki korelasi yang signifikan (p=0,008) antara citra tubuh dan kejadian KEK. Kejadian KEK pada remaja perempuan berkorelasi secara signifikan dengan citra tubuh mereka. Diharapkan bahwa untuk mencegah terjadinya SEZ pada remaja putri, mereka harus menjunjung tinggi dan meningkatkan pemahaman gizi mereka dan menyingkirkan keyakinan citra tubuh yang tidak menguntungkan.
SIKAP IBU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KESUMADADI: The Correlation Between Mother's Attitudes, Family Relations and Early Marriage with the Success of Exclusive Breastfeeding in the Working Area of Kesumadadi Public Health Center Arrozi, Zakia Ulfa; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti; Putri, Nopi Anggista
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.516

Abstract

Giving infants under six months of age only breast milk and no other fluids is known as exclusive breastfeeding. In Indonesia, 56.9% of women exclusively breastfeed, while 75.37% of women exclusively breastfeed in the province of Lampung. Aside from knowledge, attitudes, and behavior, factors that contribute to the lack of exclusive breastfeeding include productive age, employment, beliefs, family support, and health professionals. This research objective was to determine the correlation between maternal attitudes, family support, and early marriage with the success of exclusive breastfeeding in the working area of Kesumadadi Public Health Center in 2023.The type of research used is quantitative observational, with a cross- sectional research design. Sampling used a simple random sampling technique using the interview method. The statistical test used is chi-square with a degree of 95%.This study was carried out in the Kesumadadi Community Health Center Working Area between October 2023 and January 2024. The study's findings showed that 36 moms (or59%) had completed high school, 47 women (or77%) were stay-at-home moms, and 58 mothers (or95.1%) were adult (19-45 years old). In the Kesumadadi Public Health Center working area, statistical tests reveal a strong association between early marriage (p=0.039), family support (p=0.002), and mother attitudes (p=0.037) and the effectiveness of exclusive breastfeeding. It is hoped that moms will be able to continue exclusively breastfeeding their children, and that relatives will be able to assist these mothers financially and emotionally.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN HEWANI DAN PROTEIN NABATI DENGAN MASSA OTOT PASIEN CA. MAMAE DI RSUD DR H ABDUL MOLOEK: The Correlation of Energy Intake, Animal Protein and Plant Protein With Muscle Mass in Breast Cancer Patients at Dr. H Abdul Moloek Hospital Yustini, Fatmawati; Khairani, Masayu Dian; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.538

Abstract

A leading cause of death in Indonesia, with a fatality rate as high as 17.0%, is breast cancer. Energy consumption affects how proteins are metabolized during the growth of muscle mass, and eating both plant- and animal-based proteins is important for maintaining and increasing muscle mass. The purpose of this study was to look into the relationship between the amount of muscle mass and the calorie intake and consumption of animal and vegetable proteins among breast cancer patients. Using the quota sampling technique, 56 out of 291 patients with stage 2 breast cancer, ages 22 to 26, were selected for the study sample The research design was cross-sectional. Muscle mass was measured with a Karada Scan, and data on energy intake, animal protein, and vegetable protein were collected using a 3x24-hour recall. Analysis was done using the Spearman Rank test. The average calorie intake was determined to be 888.28 kcal, with 18.43 g of animal protein and 21.10 g of vegetable protein. Animal and vegetable protein did correlate (p-value = 0.000 and 0.001, respectively) with muscle mass, however energy and muscle mass did not (p-value = 0.664).
The Relationship Between The Level Of Protein And Carbohydrate Adequacy, The Activity Of Weighing, The Level Of Maternal Knowledge With Nutritional Status In Toddlers Aged 12-59 Months In Ulak Rengas Village, Abung Tinggi Sub-District, North Lampung District Archela, Rara Qory; Muharramah, Alifiyanti; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.456

Abstract

Background & Objective: Nutritional status is a reflection of the size of the fulfillment of nutritional needs obtained from the intake and use of nutrients by the body. One of the factors that affect nutrition in toddlers is the level of parental education. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of protein and carbohydrate adequacy, the activeness of weighing, the level of maternal knowledge with nutritional status in toddlers aged 12-59 months in Ulak Rengas Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2024. Method: The type of research used was quantitative with a cross sectional design. Data collection was done by interview using a structured questionnaire and 2x24 hour food recall. The population in this study were mothers and toddlers 12-59 months, while the samples taken were 44 mothers and toddlers. Bivariate analysis in this study used the Gamma test. Result: The results obtained ρ value 0.001 < 0.05 which means there is a relationship between the level of protein adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-5h9 months, ρ value <.001 < α (0.05) there is a relationship between the level of carbohydrate adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, ρ value 0.854 < α (0.05) there is no relationship between weighing activity with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, the results of ρ value 0.854 < α (0.05) there is a relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. Conclusion: Answering the research objectives. Should consist of There is a relationship between the level of maternal knowledge and the nutritional status of toddlers aged 12-59 months.
The Relationship Between Age and Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Wonogiri Health Center, North Lampung in 2024 Wardhani, Erma Septya; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.459

Abstract

Background & Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, carbohydrate intake, and fiber intake on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients at Wonogiri Health Center. Method: This study was conducted in December 2024. This research design uses analytic observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample of this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus in the Wonogiri Health Center work area as many as 57 respondents. Bivariate analysis of this study using the Spearman Rho test. Result: his study shows that there is no significant relationship between age and blood sugar levels of respondents (Sig. > 0.05). This happens because each individual has differences regarding other risk factors such as lifestyle, physical activity that may affect the condition of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between age and blood sugar levels of respondents.