Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN PADA SISWI MTSN 2 TANGGAMUS: Correlation between nutritional status and body fat percentage with fitness level in students of MTSN 2 Tanggamus Nugraha, David Arta Yoga; Abdullah; Nurhayati, Aftulesi; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.831

Abstract

Kebugaran jasmani dimaknai sebagai kemampuan manusia untuk mengkondisikan fungsi organ tubuh dengan kondisi secara efektif dan tanpa mengalami kelelahan tubuh dalam batas fisiologis, sehingga masih dapat menjalankan aktifitas lainnya. Kebugaran pada anak-anak dan remaja dapat dikatakan sebagai  indikator  yang penting dari kesehatan dan hasil psikologis dan dirancang sebagai ukuran komprehensif kebugaran kardiorespirasi, fleksibilitas, kekuatan otot, dan komposisi tubuh. Selain itu, penurunan kebugaran pada masa anak-anak dan remaja dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam masa pendek maupun masa yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, persentase lemak tubuh, dengan kebugaran pada siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini 94 siswi yang dari kelas 7 dan 8 dengan rentang usia 13-15 tahun. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji gamma. Hasil analisis menggunakan uji gamma mendapatkan hasil hubungan antara Status gizi dan tingkat kebugaran dengan p-value 0,011 (<0,05) dan terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dan tingkat kebugaran dengan p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang antara status gizi, persentase lemak tubuh, dengan tingkat kebugaran pada siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERKAIT GIZI DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA PAKUAN AJI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR: Level Of Mother's Knowledge Regarding Nutrition And Reduced Feeding Patterns In Toddler Age 6-59 Months In Pakuan Aji Village, East Lampung District Sefty, Ananda Dwi; Khairani, Masayu Dian; Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.856

Abstract

Masalah Gizi kurang (wasted) merupakan suatu keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh konsumsi gizi yang tidak cukup. Gizi Kurang pada balita disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor langsung   dan faktor tidak langsung. Faktor langsung yang dapat mempengaruhi adalah adanya penyakit infeksi dan asupan makanan, sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi gizi kurang pada balita adalah ketahanan pangan di dalam keluarga, pola asuh, sanitasi lingkungan, akses terhadap pelayanan kesehatan, umur anak, jenis kelamin anak, tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan orang tua. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terkait gizi dan pola pemberian makan dengan gizi kurang pada balita usia 6-59 bulan di Desa Pakuan Aji Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah balita usia 6-59 bulan sebanyak 88 balita. Teknik yang digunakan dalam pemilihan subyek menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri (berat badan dan Panjang/tinggi badan). Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi gizi kurang di Desa Pakuan Aji sebanyak 70,5% dan frekuensi gizi baik 29,5%. Tingkat pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 44,3% dan tingkat pengetahuan ibu yang baik sebanyak 18,2%. Pola Pemberian makan yang kurang sebanyak 43,2% dan pola pemberian makan yang baik sebanyak 23,9%. Hasil analisis terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu terkait gizi p- value 0,000 (p <0,05) dan pola pemberian makan ibu p-value 0,002 (p <0,05) dengan gizi kurang di Desa Pakuan Aji Kabupaten Lampung Timur. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris bahwa peningkatan pengetahuan ibu terkait gizi dan perbaikan pola pemberian makan dapat menjadi intervensi kunci dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Indonesia. Temuan ini relevan untuk mendukung kebijakan pemerintah dan program intervensi berbasis masyarakat, terutama di daerah pedesaan, dalam upaya menurunkan prevalensi gizi kurang secara nasional.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Sumanda Kabupaten Tanggamus Kusuma, Wita Aprilia; Abdullah, Abdullah; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1871

Abstract

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah arteri dimana tekanan darah sistol lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan diastol lebih atau sama dengan 90 mmHg atau keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia di UPTD Puskesmas Sumanda kabupaten tanggamuas. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 59 orang menggunakan tenknik Total Sampling. Analysis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Gamma. Hasil analisis menggunakan uji Gamma didapatkan hasil ada hubungan antara status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia dengan nilai p-value 0,000 (>0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, POLA MENSTRUASI, DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI SMA Mutmainah, Zahroh; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti; Khairani, Masayu Dian
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1872

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 29% di dunia, Remaja putri berisiko lebih tinggi terkena anemia. Remaja putri mengalami haid setiap bulan dengan kehilangan zat besi ±1,3 mg per hari. Pemerintah mempunyai program untuk remaja putri di sekolah yaitu memberikan satu butir Tablet tambah darah setiap minggu sepanjang tahun (total 52 butir). Dampak masalah gizi akibat kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, dapat karena kekurangan konsumsi tablet besi atau tablet tambah darah serta gangguan absorbsi. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang tablet tambah darah dan praktik minum tablet tambah darah pada remaja putri di SMP Negeri 1 Ketapang Lampung Selatan tahun 2022. Jenis penelitian quasy experimental design menggunakan pendekatan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri kelas IX. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden sebagai kelompok kontrol dan 43 responden sebagai kelompok intervensi. Sehingga jumlah sampel sebanyak 86 responden. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan di SMP Negeri 1 Ketapang Lampung Selatan pada tanggal 24 Oktober 2022 s/d 31 Januari 2023. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, lembar observasi, SAP dan Leaflet. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang tablet tambah darah pada remaja putri didapatkan nilai p-value 0.035 (<0.05), kemudian ada pengaruh penyuluhan terhadap praktik minum tablet tambah darah pada remaja putri didapatkan nilai p-value 0.000 (<0.05). Diharapkan remaja rutin mengkonsumsi tablet Fe yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Melakukan kerjasama lintas sekotoral guna meningkatkan pemberian penyuluhan untuk menambah pengetahuan remaja tentang tablet tambah darah dan cara konsumsi serta dampak manfaat yang diberikan dari tablet tambah darah, menyediakan waktu dan tempat untuk proses penyuluhan kepada siswa/siswi di sekolah.
HUBUNGAN PEKERJAAN IBU DAN JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA NIPAH KUNINGAN Khairani, Masayu Dian; Anwar, Khoirul; Nazarudin, Mgs
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1891

Abstract

Stunting adalah salah satu permasalahan gizi yang paling umum dialami oleh balita di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Mesuji mencapai 22,5%, sedangkan di Desa Nipah Kuning prevalensinya sebesar 26,32%. Angka ini masih belum mencapai target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pekerjaan ibu dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Desa Nipah Kuning. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2023 dengan populasi penelitian terdiri dari 73 balita berusia 6–59 bulan yang tinggal di Desa Nipah Kuning. Sebanyak 63 balita dijadikan subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah observasi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan tidak menemukan hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p = 1,000) dan jumlah anggota keluarga (p = 0,567) dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyoroti pekerjaan ibu dan jumlah anggota keluarga bukan satu-satunya faktor yang menentukan status gizi anak. Faktor lain seperti tingkat pendidikan ibu, penghasilan keluarga, dan akses terhadap makanan bergizi tetap menjadi penentu utama.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Pangan, Keanekaragaman Konsumsi Pangan dan Tingkat Stres dengan Hipertensi pada Lanjut Usia (Lansia) Kusumawati, Astiwi Fadillah; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian; Akhriani, Mayesti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2438

Abstract

Background: Hypertension is a serious medical condition and can increase the risk of other diseases. This disease causes premature death worldwide, with >1 in 4 men and 1 in 5 women suffering from this disease. The purpose of this study was to determine the relationship between the frequency of food consumption, diversity of food consumption and stress levels in the elderly in Pekon Sumber Agung, Ambarawa District, Pringsewu Regency. Sampling used purposive sampling. The population in this study were the elderly in Pekon Sumber Agung, Ambarawa District, Pringsewu Regency. The number of samples was 55 elderly people. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed bivariately using the Gamma test Method: This study is a quantitative study with a cross-sectional research design. Results: The results of this study indicate that there is a relationship between the frequency of food consumption (p-0.005), diversity of food consumption (p-0.001), and stress levels (p-0.001) with hypertension in the elderly in Pekon Sumber Agung, Ambarawa District, Pringsewu Regency. Conclusion: hypertension in the elderly is caused by the frequency of food consumption, the diversity of food consumption that is not diverse enough and stress levels. Suggestions for Pekon Sumber Agung, Ambarawa District, Pringswu Regency with the results of this study, the researcher hopes that routine posyandu will be carried out in every hamlet and more activities will be added at the elderly posyandu such as elderly gymnastics and nutritional counseling
The Relationship Between The Level Of Protein And Carbohydrate Adequacy, The Activity Of Weighing, The Level Of Maternal Knowledge With Nutritional Status In Toddlers Aged 12-59 Months In Ulak Rengas Village, Abung Tinggi Sub-District, North Lampung District ARCHELA, RARA QORY; Muharramah, Alifiyanti; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.456

Abstract

Background & Objective: Nutritional status is a reflection of the size of the fulfillment of nutritional needs obtained from the intake and use of nutrients by the body. One of the factors that affect nutrition in toddlers is the level of parental education. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of protein and carbohydrate adequacy, the activeness of weighing, the level of maternal knowledge with nutritional status in toddlers aged 12-59 months in Ulak Rengas Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2024. Method: The type of research used was quantitative with a cross sectional design. Data collection was done by interview using a structured questionnaire and 2x24 hour food recall. The population in this study were mothers and toddlers 12-59 months, while the samples taken were 44 mothers and toddlers. Bivariate analysis in this study used the Gamma test. Result: The results obtained ρ value 0.001 < 0.05 which means there is a relationship between the level of protein adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-5h9 months, ρ value <.001 < α (0.05) there is a relationship between the level of carbohydrate adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, ρ value 0.854 < α (0.05) there is no relationship between weighing activity with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, the results of ρ value 0.854 < α (0.05) there is a relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. Conclusion: Answering the research objectives. Should consist of There is a relationship between the level of maternal knowledge and the nutritional status of toddlers aged 12-59 months.
The Relationship Between Age and Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Wonogiri Health Center, North Lampung in 2024 Wardhani, Erma Septya; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.459

Abstract

Background & Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, carbohydrate intake, and fiber intake on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients at Wonogiri Health Center. Method: This study was conducted in December 2024. This research design uses analytic observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample of this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus in the Wonogiri Health Center work area as many as 57 respondents. Bivariate analysis of this study using the Spearman Rho test. Result: his study shows that there is no significant relationship between age and blood sugar levels of respondents (Sig. > 0.05). This happens because each individual has differences regarding other risk factors such as lifestyle, physical activity that may affect the condition of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between age and blood sugar levels of respondents.
PEER EDUCATION KARTU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH RUTIN (KARTINITIN) SEBAGAI UPAYA PENEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 1 GADINGREJO Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Salsabilla, Arina; Rahmadani, Syafika Zahra; Wiyana, Alda
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.735

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Kadar hemoglobin yang normal bagi remaja putri adalah sekitar 12g/dl. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan terkait anemia kepada remaja putri dan mengkoordinasi konsumsi tablet tambah darah secara rutin melalui edukasi kepada remaja putri. Metode yang digunakan yaitu peer educator dengan menggunakan media power point dan kartu kendali (KARNITIN). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, terbukti dari nilai pre test lebih rendah dibandingkan nilai post test, 33 orang siswi memiliki peningkatan nilai dan 6 orang siswi memiliki nilai tetap. Hasil uji beda antara pre test dan post test pada kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dengan sesudah dilakukan kegiatan edukasi berdasarkan nilai (p value <0.05). Kata kunci: anemia, peer educator, kadar hemoglobin
PENERAPAN PRINSIP GIZI SEIMBANG DAN PROGRAM ISI PIRINGKU DALAM MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN OBESITAS SENTRAL PADA ANGGOTA KEPOLISIAN RESOR PRINGSEWU Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Almiasi, Wasis; Nurhayati, Putri; Kinanti, Inggit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i1.4285

Abstract

ABSTRAK Obesitas sentral menjadi perhatian serius dalam konteks kesehatan global karena dampak signifikan pada peningkatan risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik. Prevalensi obesitas sentral di Provinsi Lampung mencapai 25,98% pada tahun 2018. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada anggota kepolisian di Kepolisian Resor Pringsewu, Lampung, tentang obesitas sentral menggunakan media PIPERACEACE (Flipchart for the Application of Balanced Nutrition and the Contents of Isi Piringku Program to Prevent Central Obesity). Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota kepolisian tentang prinsip gizi seimbang dan penggunaan program isi piringku dalam pencegahan dan pengendalian obesitas sentral. Proses edukasi melibatkan tahapan skrining, pretes dengan kuesioner sebelum penyampaian materi, dan postes dengan kuesioner sebagai evaluasi setelah penyampaian materi. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 93%, dengan skor pretes dan postes yang meningkat drastis. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa edukasi menggunakan media PIPERACEACE berhasil meningkatkan pengetahuan anggota Kepolisian Resor Pringsewu, Lampung, tentang obesitas sentral, memberikan dasar untuk upaya pencegahan yang lebih efektif kepada masyarakat.   ABSTRACT Central obesity has become a serious concern in the global health context due to its significant impact on the increased risk of serious diseases, including heart disease, type 2 diabetes, and metabolic syndrome. In the Lampung Province, the prevalence of central obesity reached 25.98% in 2018. This community service initiative involves providing education to police officers in the Pringsewu Police Resort, Lampung, about central obesity using the PIPERACEACE media (Flipchart for the Application of Balanced Nutrition and the Contents of MyPlate Program to Prevent Central Obesity). The education aims to enhance the knowledge of police officers regarding the principles of balanced nutrition and the utilization of MyPlate Program content in preventing and controlling central obesity. The education process includes screening stages, a pre-test with a questionnaire before delivering the material, and a post-test with a questionnaire as an evaluation after the material delivery. The results of the education show a 93% increase in knowledge, with pre-test and post-test scores experiencing a drastic improvement. The conclusion of this community service is that education using the PIPERACEACE media successfully enhances the knowledge of police officers in the Pringsewu Police Resort, Lampung, about central obesity, providing a foundation for more effective prevention efforts in the community.