Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

MENJELAJAHI BAKAT NARAPIDANA: LOMBA SEBAGAI PLATFORM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGETAHUAN DI KALANGAN NARAPIDANA (WBP) Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun; Faqihuddin, Abdu Rabbi
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24626

Abstract

ABSTRAK                                                                            Penjara sering kali dipandang sebagai tempat yang membatasi kreativitas, pengetahuan, dan spiritualitas narapidana (WBP). Namun, di balik tembok penjara terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh narapidana adalah keterbatasan akses terhadap kegiatan yang dapat merangsang kreativitas, pengetahuan, dan spiritualitas mereka. Untuk mengatasi hal ini, diadakan lomba sebagai platform untuk meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan dakwah di kalangan narapidana. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas dan pengetahuan di kalangan narapidana dan memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengembangkan diri secara positif, membantu mereka mengalihkan perhatian dari hal-hal yang tidak diinginkan, dan memperbaiki kualitas hidup mereka selama masa hukuman. Pelaksanaan kegiatan di Lapas Perempuan III Mataram melibatkan 18 peserta lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an dan 15 peserta lomba Dakwah. Setelah seleksi ketat, tiga peserta terbaik dari masing-masing lomba dipilih untuk menerima pembinaan dan pendampingan khusus. Pembinaan ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun waktu persiapan terbatas, WBP dari Lapas Perempuan III Mataram berhasil lolos ke tingkat wilayah NTB, menunjukkan potensi dan bakat luar biasa yang dimiliki oleh para WBP. Keberhasilan ini menyoroti pentingnya mengasah dan mengembangkan bakat WBP secara berkelanjutan, sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang berharga saat kembali ke masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal kreativitas, pengetahuan, dan pemahaman agama di kalangan peserta. Karya-karya yang dihasilkan oleh para narapidana menunjukkan bakat yang luar biasa dan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri narapidana serta memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi positif di lingkungan penjara. Dengan demikian, lomba ini berhasil menjadi platform yang efektif untuk menjelajahi dan mengembangkan bakat narapidana, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi pengembangan pribadi dan spiritual mereka. Kata kunci: Bakat Narapidana; Meningkatkan Kreativitas dan Pengetahuan; Kalangan narapidana (WBP). ABSTRACTPrisons are often seen as places that restrict the creativity, knowledge, and spirituality of inmates. However, behind prison walls lies great potential that can be developed. The main problem faced by inmates is limited access to activities that can stimulate their creativity, knowledge, and spirituality. To address this issue, a competition was organized as a platform to enhance creativity, knowledge, and religious engagement among inmates. The purpose of this activity is to improve creativity and knowledge among inmates and provide them with the opportunity to develop themselves positively, helping them divert attention from undesirable behaviors, and improve their quality of life during their sentence. The implementation of the activity at the Women's Penitentiary III Mataram involved 18 participants in the Musabaqah Tilawatil Qur'an competition and 15 participants in the Dakwah competition. After a rigorous selection process, the top three participants from each competition were chosen to receive special coaching and mentoring. This coaching was conducted as preparation for competing at the Provincial level in West Nusa Tenggara (NTB). Despite limited preparation time, the inmates from the Women's Penitentiary III Mataram managed to advance to the NTB provincial level, showcasing the extraordinary potential and talent possessed by the inmates. This success highlights the importance of continuously honing and developing the inmates' talents, so they have valuable skills and knowledge when they return to society. The results of this activity showed significant improvements in creativity, knowledge, and religious understanding among the participants. The works produced by the inmates demonstrated remarkable talent and potential that can be further developed. Additionally, this activity boosted the inmates' self-confidence and provided them with the opportunity to contribute positively within the prison environment. Thus, this competition successfully became an effective platform for exploring and developing inmates' talents, and it had a tangible positive impact on their personal and spiritual development.  Keywords: Inmate Talents; Enhancing Creativity and Knowledge; Inmates (WBP).
PENDAMPINGAN SISWA SLOW LEARNER UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI BERBASIS KONTEKS GEOGRAFI LOKAL Rochayati, Nurin; Urifah, Dewi; Rabbani, Akram; Tastama, Andita; Fitriani, Ana; Jannah, Anggun Liatun; Rofinalia, Rofinalia; Nuramina, Rizkia; Sugiarto, Sugiarto
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36160

Abstract

ABSTRAK                                                                        Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang memiliki kesulitan belajar di SDN 1 Danger dengan tujuan 1) meningkatkan keterampilan literasi numerasi, 2) Siswa peka terhadap lingkungan dan 3) mendorong siswa untuk berprestas. Masalah utama yang dihadapi oleh siswa slow learner adalah sulitnya mereka dalam memahami konsep angka, operasi matematika dasar, serta penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang mengaitkan dengan lingkungan sekitar siswa dianggap relevan dan efektif. Metode yang diterapkan adalah bimbingan langsung melalui aktivitas belajar yang kontekstual yang difokuskan pada kegeografian dengan memanfaatkan media lingkungan, seperti peta desa, situasi alam, cuaca, serta kegiatan sehari-hari di sekolah dan rumah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa yang sulit belajar khususnya kelas rendah yang berjumlah 10 siswa. Selain itu, melibatkan partisipasi guru kelas dan orang tua untuk memperkuat proses transfer pengetahuan. Hasil dari bimbingan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa, yang terlihat dari keberhasilan mereka dalam menyelesaikan soal penjumlahan, pengurangan, serta pemahaman dasar tentang ukuran, jarak, dan perbandingan. Selain itu, siswa juga menjadi lebih percaya diri, termotivasi, dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, program ini membuktikan bahwa pendekatan numerasi yang berfokus pada konteks geografi dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung perkembangan akademik siswa slow learner di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: slow learner; literasi numerasi; geografi ABSTRACTThis community service program was implemented to provide guidance to students with learning difficulties at SDN 1 Danger with the objectives of 1) improving numeracy literacy skills, 2) making students more sensitive to the environment, and 3) encouraging students to excel. The main problem faced by slow learners is their difficulty in understanding numerical concepts, basic mathematical operations, and the use of mathematics in everyday life. Therefore, learning strategies that relate to the students' surrounding environment are considered relevant and effective. The method applied is direct guidance through contextual learning activities focused on geography by utilizing environmental media, such as village maps, natural situations, weather, and daily activities at school and at home. This activity was attended by 10 students who had learning difficulties, particularly those in the lower grades. In addition, classroom teachers and parents were involved to strengthen the knowledge transfer process. The results of this guidance showed an increase in students' numeracy skills, as seen in their success in solving addition and subtraction problems and their basic understanding of size, distance, and comparison. In addition, students also became more confident, motivated, and active in participating in learning activities. Thus, this program proves that a numeracy approach focused on the geographical context can be effective. Keywords: slow learners, numeracy literacy, geography