Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAMI DAN KARAKTER Urifah, Dewi; Rochayati, Nurin; Sahman, Sahman; Rosida, Rosida; Sa’diah, Khalimatul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37400

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemajuan dan penerapan kerangka pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai Islam dan pengembangan karakter dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK ABA 3 Ampenan. Metodologi yang dipilih menggunakan strategi kolaboratif, secara aktif melibatkan guru dan administrator sekolah sebagai kolaborator penting di setiap tahap proyek. Ini mencakup penilaian kebutuhan, pembuatan model pembelajaran, pelatihan guru, implementasi di kelas, dan evaluasi serta refleksi yang menyeluruh. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk menyusun rencana pembelajaran (RPPM dan RPPH) yang tertanam dengan nilai-nilai Islam dan komponen pembentukan karakter. Lebih lanjut, terdapat peningkatan yang terlihat dalam kreativitas guru ketika merancang materi pembelajaran bertema Islam, bersamaan dengan perubahan positif dalam perilaku anak-anak. Hal ini mencakup peningkatan keteraturan dalam praktik memberi salam, peningkatan disiplin, tata krama yang lebih baik, dan kepekaan sosial yang lebih besar. Selain itu, lingkungan belajar di TK ABA 3 Ampenan telah berkembang menjadi lebih kondusif untuk asimilasi nilai-nilai Islam melalui pembentukan pojok etika, pojok literasi Islam, dan rutinitas pembelajaran yang bermakna. Program penjangkauan ini secara kesesuaian membantu meningkatkan keunggulan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berpusat pada nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter.Abstract: This community service aims to encourage progress and the application of a learning framework rooted in Islamic values and character development in the Early Childhood Education (PAUD) environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten. The chosen methodology uses a collaborative strategy, actively involving teachers and school administrators as important collaborators at every stage of the project. This includes needs assessment, learning model development, teacher training, classroom implementation, and comprehensive evaluation and reflection. The results of this training show a significant improvement in teachers' ability to develop lesson plans (RPPM and RPPH) that are embedded with Islamic values and character-building components. Furthermore, there was a noticeable increase in teachers' creativity when designing Islamic-themed learning materials, along with positive changes in children's behavior. This included an increase in the regularity of greeting practices, improved discipline, better manners, and greater social sensitivity. In addition, the learning environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten has developed to be more conducive to the assimilation of Islamic values through the establishment of ethics corners, Islamic literacy corners, and meaningful learning routines. This outreach program has helped to improve the excellence of Early Childhood Education (PAUD) centered on Islamic values and character building.
PENINGKATAN LITERASI POLITIK MELALUI EDUKASI ETIKA KEPEMIMPINAN DAN PRINSIP KEADILAN PADA MASYARAKAT AMPENAN SELATAN Mukhlishin, Mukhlishin; Z, Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i4.38148

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi politik masyarakat dan minimnya pemahaman mengenai etika kepemimpinan masih menjadi permasalahan dalam pelaksanaan pemilihan di tingkat lokal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi dan menghasilkan pemimpin yang kurang berintegritas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Kelurahan Ampenan Selatan mengenai etika kepemimpinan dan prinsip keadilan dalam pemilihan pemimpin lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, serta simulasi sederhana pemilihan beretika. Peserta kegiatan berjumlah tujuh orang yang terdiri atas perangkat kelurahan dan perwakilan masyarakat, termasuk Ibu Lurah Ampenan Selatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta dari 54% pada pre-test menjadi 84% pada post-test. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih kritis terhadap praktik pemilihan yang tidak sesuai dengan prinsip etika dan keadilan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis edukasi partisipatif dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi politik dan membangun kesadaran etis masyarakat di tingkat kelurahan.Abstract: Low political literacy and limited public understanding of leadership ethics remain significant challenges in local election practices. These conditions may affect the quality of democracy and lead to the emergence of leaders with limited integrity. This community service program aimed to enhance residents’ understanding of leadership ethics and principles of justice in local elections in Ampenan Selatan Subdistrict. The activities were conducted using interactive lectures, focused group discussions, and a simple ethical election simulation. The program involved seven participants consisting of community representatives and local government officials, including the Head of Ampenan Selatan Subdistrict. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments. The results indicated an increase in participants’ understanding from 54% in the pre-test to 84% in the post-test. In addition to knowledge improvement, participants demonstrated a more critical attitude toward unethical election practices. This program suggests that participatory educational socialization is effective in improving political literacy and fostering ethical awareness at the local community level.
PENANAMAN AKHLAK DAN FIQH LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN SEDEKAH ALAM PADA SISWA SDN 27 AMPENAN Mukhlishin, Mukhlishin; Z, Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.38149

Abstract

Abstrak: Krisis lingkungan yang sedang dihadapi di seluruh dunia saat ini dianggap sebagai gambaran dari permasalahan etika dan moralitas dalam interaksi antara manusia dan lingkungan. Program ini bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip Akhlak Lingkungan dan Fiqh Lingkungan kepada siswa di SDN 27 Ampenan melalui Gerakan Sedekah Alam dan program Edukasi Green. Kegiatan ini merupakan implementasi dari konsep Green Campus berbasis pendidikan. Sasaran utamanya adalah siswa di SDN 27 Ampenan, dengan 48 peserta yang aktif berpartisipasi dalam praktik penanaman. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif melalui penyuluhan interaktif, pembuatan poster edukasi, dan workshop penanaman pohon (Sedekah Alam). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai tanggung jawab terhadap lingkungan meningkat. Secara kualitatif, siswa mampu mengintegrasikan nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam pembelajaran akhlak dan memberikan respons positif bahwa merawat tanaman merupakan bentuk kepatuhan (ta'abudi). Secara kuantitatif, kegiatan ini berhasil melakukan penanaman 15 bibit sebagai bagian dari pelaksanaan Sedekah Alam. Program ini berhasil menciptakan pemahaman bahwa menanam pohon mengandung nilai Sedekah Jariyah (berdasarkan perspektif hukum Islam) dan merupakan manifestasi dari Akhlak Memelihara Alam.Abstract: The current environmental crisis faced worldwide is seen as a reflection of ethical and moral issues in the interaction between humans and the environment. This program aims to instill the principles of Environmental Morality and Environmental Fiqh to students at SDN 27 Ampenan through the Nature Charity Movement and the Green Education program. This activity is an implementation of the education-based Green Campus concept. The main target is students at SDN 27 Ampenan, with 48 participants actively participating in planting practices. The methodology used is descriptiveparticipatory through interactive counseling, educational poster creation, and tree planting workshops (Nature Charity). The results of this activity indicate that students' understanding of environmental responsibility has increased. Qualitatively, students are able to integrate the value of environmental care into moral learning and provide a positive response that caring for plants is a form of obedience (ta'abudi). Quantitatively, this activity succeeded in planting 15 seedlings as part of the implementation of Nature Charity. This program has succeeded in creating an understanding that planting trees contains the value of Sedekah Jariyah (based on an Islamic legal perspective) and is a manifestation of the Morality of Caring for Nature.
PENGUATAN AKHLAK LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN Mukhlishin, Mukhlishin; Z, Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i2.38146

Abstract

Abstrak: Kerusakan lingkungan yang semakin meningkat mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat, termasuk kalangan akademik, terhadap pentingnya akhlak dalam menjaga dan melestarikan alam. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai akhlak dalam pengelolaan lingkungan pada mahasiswa ilmu kesehatan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui program edukasi dan pendampingan yang difokuskan pada penguatan akhlak ekologis, pemanfaatan sumber daya secara bijak, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan kampus. Metode pelaksanaan dilakukan dalam beberapa tahap berikut: Tahap 1 Persiapan dan Identifikasi Masalah, Tahap 2 Sosialisasi dan Edukasi Akhlak Lingkungan, Tahap 3 Pelatihan Praktik Pengelolaan Lingkungan Kampus, Tahap 4 Implementasi Program Aksi Lingkungan, dan Tahap 5 Monitoring, Refleksi, dan Evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa ilmu kesehatan memiliki tingkat kesadaran akhlak lingkungan yang relatif baik, khususnya dalam aspek kebersihan dan tanggung jawab penggunaan sumber daya. Namun demikian, partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pelestarian lingkungan secara kolektif masih tergolong rendah dan memerlukan penguatan lebih lanjut. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi ekologis yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam aktivitas akademik guna membentuk kesadaran ekologis serta tanggung jawab moral mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang berperan dalam menjaga kesehatan manusia dan lingkungan.Abstract: The increasing environmental damage reflects the low awareness of the public, including academics, on the importance of morals in protecting and preserving nature. This community service program aims to analyze the implementation of moral values in environmental management in health science students and identify the factors that affect them. Service activities are carried out through education and mentoring programs that focus on strengthening ecological morals, using resources wisely, and habituating environmentally friendly behavior in campus life. The implementation method is carried out in the following stages: Stage 1 Preparation and Problem Identification, Stage 2 Socialization and Environmental Ethics Education, Stage 3 Training in Campus Environmental Management Practices, Stage 4 Implementation of the Environmental Action Program, and Stage 5 Monitoring, Reflection, and Evaluation. The results of the activity showed that health science students have a relatively good level of environmental moral awareness, especially in the aspects of cleanliness and responsibility for the use of resources. However, the active participation of students in environmental conservation activities collectively is still relatively low and needs further strengthening. These findings affirm the importance of sustainable and integrated ecological education in academic activities to form ecological awareness and moral responsibility of students as prospective health workers who play a role in maintaining human health and the environment.
PENYULUHAN HUKUM DAN AKHLAK RUMAH TANGGA ISLAMI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN MUDA DI DESA BINAAN AMPENAN Mukhlishin, Mukhlishin; Z, Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i3.38147

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang Hukum dan Akhlak Rumah Tangga Islami sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mengurangi potensi konflik serta perceraian pada pasangan muda di Desa Binaan. Sebagai komunitas yang sedang menghadapi tantangan tingginya kasus perselisihan di usia pernikahan dini dan kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri di kecamatan ampenan membutuhkan solusi yang lebih terstruktur dan berlandaskan hukum serta nilai-nilai agama. Program penyuluhan ini, yang terintegrasi dari materi Hukum Keluarga Islam (KHI) dan nilai-nilai akhlak mulia, dapat digunakan sebagai alternatif preventif untuk meningkatkan komunikasi efektif dan keharmonisan keluarga, sekaligus solusi pengelolaan konflik rumah tangga yang sesuai syariat. Melalui penyuluhan ini, masyarakat khususnya pasangan muda diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah secara mandiri, yang tidak hanya mengurangi jumlah perselisihan tetapi juga meningkatkan kualitas sosial dan psikologis keluarga secara alami. Diharapkan, kegiatan ini dapat mengurangi angka perceraian, memperbaiki kualitas hubungan antar anggota keluarga, dan mendukung keberlanjutan tatanan sosial masyarakat yang Islami di ampenan, mataram. NTB. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap spiritualitas, stabilitas sosial, dan mental kesehatan masyarakat setempat.Abstract: This service activity aims to provide counseling on Islamic Household Law and Morals as an effort to strengthen family resilience and reduce the potential for conflict and divorce in young couples in the Assisted Village. As a community that is facing the challenges of high cases of disputes at the age of early marriage and lack of understanding of the rights and obligations of husband and wife in Ampenan sub-district needs a more structured solution based on law and religious values. This counseling program, which is integrated from Islamic Family Law (KHI) material and noble moral values, can be used as a preventive alternative to improve effective communication and family harmony, as well as a solution to manage domestic conflicts in accordance with sharia. Through this counseling, the community, especially young couples, is given the knowledge and skills to build a sakinah, mawaddah, wa rahmah household independently, which not only reduces the number of disputes but also improves the social and psychological quality of the family naturally. It is hoped that this activity can reduce the divorce rate, improve the quality of relationships between family members, and support the sustainability of the Islamic social order in Ampenan, Mataram. NTB. The results of this activity are expected to have a positive impact on the spirituality, social stability, and mental health of the local community.
Evaluasi Penggunaan Multi-Tools AI dalam Peningkatan Produktivitas Publikasi Buku Dosen di Perguruan Tinggi Syaharuddin, Syaharuddin; Urifah, Dewi; Mahsup, Mahsup; Husnan, Husnan; Sari, Nursina; Milandari, Baiq Desi
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rt63sy32

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam bidang akademik menuntut pemahaman yang menyeluruh terhadap persepsi dosen agar pemanfaatannya dalam penulisan buku dapat berlangsung secara efektif dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dosen terhadap integrasi multi-tools Artificial Intelligence dalam penulisan buku guna meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan subjek sebanyak 22 dosen dari berbagai faklultas dan disiplin ilmu. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 5 sebanyak 9 butir pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat persepsi dosen terhadap pemanfaatan AI, yang diperkuat dengan wawancara sebagai data pendukung untuk memperdalam interpretasi temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dosen terhadap penggunaan AI dalam penulisan buku memiliki rata-rata persentase sebesar 76,36% yang berada pada kategori positif, dengan tingkat penerimaan tinggi pada aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, dan dukungan terhadap produktivitas publikasi ilmiah. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI dipersepsikan sebagai teknologi yang bermanfaat dan relevan dalam mendukung aktivitas penulisan akademik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi multi-tools AI berpotensi meningkatkan kualitas dan produktivitas penulisan buku dosen apabila didukung oleh pelatihan yang sistematis dan pemahaman etika akademik yang memadai. Implikasi penelitian ini memberikan dasar empiris bagi perguruan tinggi dalam merancang kebijakan dan program pengembangan kapasitas dosen terkait pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam kegiatan akademik. Evaluation of the Use of Multi-Tool AI in Enhancing Faculty Book Publication Productivity in Higher Education The rapid development of Artificial Intelligence (AI) in the academic field requires a comprehensive understanding of lecturers' perceptions so that its use in book writing can be effective and ethical. This study aims to explore lecturers' perceptions of the integration of multi-tools Artificial Intelligence in book writing to increase scientific publication productivity in higher education. This study uses qualitative research with 22 lecturers from various faculties and disciplines as subjects. The research instrument is a 5-point Likert scale questionnaire consisting of 9 statements. Data analysis was performed using descriptive statistics to identify the level of lecturers' perceptions of AI utilization, reinforced by interviews as supporting data to deepen the interpretation of quantitative findings. The results of the study show that lecturers' perceptions of the use of AI in book writing have an average percentage of 76.36% in the positive category, with a high level of acceptance in terms of ease of use, time efficiency, and support for scientific publication productivity. These findings indicate that AI is perceived as a useful and relevant technology in supporting academic writing activities. The research conclusion confirms that the integration of multiple AI tools has the potential to improve the quality and productivity of lecturers' book writing when supported by systematic training and adequate understanding of academic ethics. The implications of this research provide an empirical basis for universities in designing policies and programs to develop lecturers' capacity related to the responsible use of AI in academic activities.
PENGUATAN AKHLAK ORGANISASI DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN DAN KEPATUHAN ANGGOTA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) TARBIYAH UIN MATARAM Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.38251

Abstract

ABSTRAKRendahnya kedisiplinan dan lemahnya kepatuhan terhadap aturan organisasi masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tarbiyah Universitas Islam Negeri Mataram. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai akhlak Islam dalam perilaku berorganisasi, khususnya terkait sikap amanah, tanggung jawab, dan integritas institusional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota HMI mengenai pentingnya akhlak organisasi sebagai landasan dalam membangun budaya taat dan berintegritas. Mitra sasaran kegiatan adalah anggota HMI Tarbiyah dengan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan wawancara dan penyuluhan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan selama satu minggu yang dilengkapi dengan wawancara terstruktur dan penyuluhan terkait akhlak Islam dan aturan organisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran anggota organisasi terhadap pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan dalam menjalankan aturan organisasi. Secara kualitatif, anggota menjadi lebih reflektif terhadap perilaku berorganisasi, sedangkan secara kuantitatif kegiatan menghasilkan dokumentasi kegiatan dan daftar hadir sebagai luaran pengabdian. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai akhlak Islam dan integritas institusional.Kata kunci: Akhlak Organisasi; Kedisiplinan; Kepatuhan; Integritas; Mahasiswa ABSTRACTLow discipline and weak compliance with organizational rules remain challenges among members of the Islamic Student Association (HMI) Tarbiyah at the State Islamic University of Mataram. This condition indicates that the internalization of Islamic moral values in organizational behavior has not been optimal, particularly regarding trustworthiness, responsibility, and institutional integrity. This community service activity aims to enhance members’ understanding and awareness of the importance of organizational morality as a foundation for building a culture of obedience and integrity. The target participants were members of HMI Tarbiyah involved in interviews and counseling activities. The implementation method employed a one-week mentoring approach combined with structured interviews and counseling on Islamic morality and organizational regulations. The activity was conducted through preparation, implementation, and evaluation stages using a descriptive qualitative approach. The results show increased awareness among organization members regarding the importance of discipline and compliance in organizational activities. Qualitatively, members became more reflective of their organizational behavior, while quantitatively, the activity produced documentation and attendance records as official outputs. This program is expected to serve as an initial step toward fostering an organizational culture based on Islamic moral values and institutional integrity. Keywords: Organizational Morality; Discipline; Compliance; Integrity; Students
PENGUATAN SOLIDARITAS EKONOMI BERBASIS SYARIAH MELALUI INTERNALISASI AKHLAK SOSIAL DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.38252

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas ekonomi berbasis syariah melalui internalisasi nilai-nilai akhlak sosial serta penguatan praktik  sedekah dan gotong royong yang terstruktur di lingkungan permukiman. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola aktivitas sosial-ekonomi berbasis nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi sosial-ekonomi warga, penyuluhan mengenai akhlak sosial dan prinsip syariah dalam sedekah serta gotong royong, hingga pelaksanaan aksi kolaboratif. Bentuk aksi yang dilakukan meliputi sedekah pangan, pengelolaan kotak kebaikan, dan pelaksanaan hari gotong royong syariah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akhlak sosial sebagai fondasi solidaritas ekonomi, menguatnya jejaring tolong-menolong antarwarga, serta meningkatnya pemahaman mengenai batasan dan ketentuan hukum Islam dalam praktik sedekah dan gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih terbatas pada satu wilayah rukun tetangga (RT) sehingga diperlukan pendampingan lanjutan dan perluasan cakupan program agar dampak pengabdian dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi penguatan ekonomi sosial masyarakat berbasis syariah. Kata kunci: solidaritas ekonomi syariah, akhlak sosial, sedekah, gotong royong, pengabdian masyarakat ABSTRACT This community service program aims to strengthen sharia-based economic solidarity through the internalization of social moral values and the strengthening of structured alms and mutual cooperation practices in residential environments. The background of this activity is based on the limited collective awareness of the community in managing socio-economic activities based on Islamic values in a systematic and sustainable manner. The method used is a descriptive-participatory approach that actively involves the community in every stage of activities, starting from mapping the socio-economic conditions of residents, counseling on social morals and sharia principles in alms and mutual cooperation, to the implementation of collaborative actions. The forms of action carried out include food alms, the management of kindness boxes, and the implementation of sharia mutual cooperation days. The results of the activity show an increase in public awareness of the importance of social morals as the foundation of economic solidarity, the strengthening of help-help networks between citizens, and an increased understanding of the limits and provisions of Islamic law in the practice of alms and mutual cooperation. However, the implementation of the program is still limited to one neighborhood (RT) area, so further assistance and expansion of the scope of the program are needed so that the impact of service can be sustainable and make a broader contribution to strengthening the social economy of sharia-based communities. Keywords: sharia economic solidarity, social morality, alms, mutual cooperation, community service
Program Pengabdian Pendidikan Agama Islam dan Bakti Sosial untuk Pembinaan Spiritual Warga Binaan di Lapas Perempuan III Mataram Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun; Rodliyatun, Mushbihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i2.753

Abstract

This research focuses on the importance of the Islamic religious education and social service devotion programs in nurturing the spiritual well-being of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram. This institution is the only female correctional facility in West Nusa Tenggara, committed to establishing a corruption-free integrity zone. Inmates at this facility face various complex challenges, including the loss of dual roles as mothers, wives, and family members, compounded by social stigma that exacerbates their mental and psychological conditions. These conditions necessitate a holistic approach integrating religious education and social service activities to support their rehabilitation and social reintegration processes. The service program combines Islamic religious education discussions and social service activities as its main methods. The discussions on Islamic religious education are designed to enhance the religious knowledge of Muslim inmates, address their concerns, and provide moral support. Additionally, social service activities such as the distribution of Friday Alms packages help alleviate the material burdens of inmates and strengthen relationships between them and prison staff. This combination of methods is expected to provide comprehensive support encompassing spiritual, emotional, and material aspects, thereby creating a more conducive environment for the rehabilitation and social reintegration of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram.