Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyebab Penyimpangan Perilaku Remaja Punk Di Kabupaten Indramayu Tahun 2022 (Studi Fenomenologis terjadinya Penyimpangan Perilaku Remaja Punk) Priyanto , Priyanto; Nengsih Yulianingsih; Kayubi, Kayubi
Journal of Research and Development on Public Policy Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Journal of Research and Development on Public Policy
Publisher : Lembaga Pengkajian Dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (lppsp)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.239 KB) | DOI: 10.58684/jarvic.v1i4.19

Abstract

Penelitian ini dikembangakan dengan metode deskriptif kualitatif (studi fenomenologis), menganalisis faktor-faktor yang cenderung menyebabkan terjadinya remaja punk di Indramayu. Data dikumpulkan dengan indept interview terhadap 20 responden remaja punk dan 3 key person. Hasil penelitian secara umum faktor demografi (umur remaja, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan, sosial ekonomi) dan sosiopsikologis ( pengetahuan, keyakinan, keharmonisan keluarga) memiliki kecenderungan sebagai penyebab terjadinya remaja punk. Saran-saran yang dapat diajukan adalah : 1) Melakukan tindakan preventif, 2) Tindakan represif dan 3) Tindakan kuratif dan rehabilitative. Keterlibatan orang tua, pemerintah, ulama, guru, lingkungan teman sebaya dan penerapan undang-undang serta peraturan-peraturan menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan terjadinya remaja punk. Hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan pada lokasi yang berbeda, tetapi hanya berlaku untuk Kabupaten Indramayu saja. Namun demikian tidak menutup kemungkinan penelitian ini untuk dikembangkan di daerah lain.
Penyuluhan Perawatan Bayi Baru Lahir pada Ibu Prenatal dan Post Partum di Ruang Nifas dan Poli Kebidanan RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon Nengsih Yulianingsih; Indra Ruswadi; Priyanto Priyanto
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i4.143

Abstract

The maternal and child mortality rate in Indonesia is still quite high, where one of the main causes of death is in the neonatal period. The postpartum mother is one of the people closest to the newborn and who must take care of the baby's health. This community service activity is carried out in the form of educational activities or health counseling regarding newborn health care for prenatal and postpartum mothers at Arjawinangun Hospital, Cirebon Regency, with the provision of lies and direct counseling for the effectiveness of activities. Based on the health counseling activity, it was found that there was an increase in the knowledge of prenatal and postpartum mothers about newborn health care after the activity was carried out. The follow-up plan for the implementation of this activity will be carried out in collaboration with the Health Center to carry out assistance in the practice of newborn health care for newborn mothers. Conclusion: there is an increase in prenatal and postpartum maternal knowledge about newborn care.
Pelayanan Kesehatan Edukasi dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu untuk Deteksi Dini Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Sleman Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Sally Yustinawati Suryatna; Nengsih Yulianingsih; Anis Syhatul Mubayyinah; Annisa Alfitri; Indri Aneta; Restu Ramdani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2281

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. International Diabetes Federation (IDF) dalam Atlas edisi ke – 10 pada tahun 2021, lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang. Pasien dengan Diabetes Mellitus merasa bahwa dirinya sehat dengan gejala awal yang hampir tidak terdeteksi. Hal ini menyebabkan pasien dengan Diabetes Mellitus baru datang ke pelayanan kesehatan setelah mengalami komplikasi penyakit lain. Berdasarkan uraian masalah tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Pelayanan Kesehatan Edukasi dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu untuk Deteksi Dini Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Sleman Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini penyakit sehingga penanganan pada pasien Diabetes Mellitus bisa cepat diatasi dengan baik yang dapat menekan angka kematian akibat penyakit Diabetes Mellitus. Hasil dari pemeriksaan kesehatan gula darah pada 100 orang didapatkan bahwa 45% memiliki kadar glukosa darah diatas 200 mg/dl. Setelah itu seluruh Masyarakat diberikan pendidikan kesehatan tentang Diabetes Mellitus yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang Diabetes Mellitus. Kegiatan pengabdian mendapat dukungan dinas Kesehatan dan puskesmas. Setelah dilakukan kegiatan ini, diharapkan program pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaan gula darah bisa menjadi program yang terjadwal untuk masyarakat. Health Education and Blood Glucose Testing for Early Detection of Diabetes Mellitus in Sleman Village, Sliyeg District, Indramayu Regency Diabetes is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels. The International Diabetes Federation (IDF) in the 10th edition of the Atlas in 2021 reported that more than half a billion people worldwide live with diabetes, specifically 537 million people. Patients with diabetes mellitus often feel healthy, with early symptoms that are barely detectable. This leads patients with diabetes mellitus to seek healthcare services only after experiencing complications from other diseases. Based on this issue, community service activities are necessary, focusing on health education and random blood glucose testing for the early detection of diabetes mellitus in Sleman Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. This activity aims for early disease detection so that the management of diabetes mellitus patients can be addressed promptly and effectively, thereby reducing mortality rates associated with diabetes mellitus. The results of blood glucose screenings conducted on 100 individuals showed that 45% had blood glucose levels above 200 mg/dl. After that, the entire community was provided with health education about diabetes mellitus aimed at increasing their knowledge of the disease. The community service activities received support from the Health Office and the community health center. Following this initiative, it is hoped that the health screening program, particularly blood glucose testing, can become a scheduled program for the community.
Promosi Kesehatan Tentang HIV/AIDS Melalui Penyuluhan Kesehatan di SMK Mitra Maritim Indramayu Nengsih Yulianingsih; Priyanto Priyanto; Sally Yustinawati Suryatna; Niken Wulan Hasthi Murti
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i1.2097

Abstract

Health Promotion on HIV/AIDS is very important for adolescents to improve their understanding of transmission, prevention, treatment, and its social impacts. The Community Service Program (PKM) by the Indramayu State Polytechnic was implemented at SMK MITRA MARITIM INDRAMAYU, Indramayu Regency, with the aim of improving students' understanding of HIV/AIDS. The activity methods include material presentation, interactive discussions. A total of 45 students participated in this program. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure the effectiveness of education. The results showed a significant increase in students' understanding of HIV/AIDS, including the differences between HIV and AIDS, symptoms, and the importance of antiretroviral therapy (ARV). In addition, students became more aware of the social stigma against People with HIV/AIDS and how to provide support to friends who are infected. This program not only strengthens awareness of HIV/AIDS, but also empowers students to become agents of change. It is hoped that this program can be sustainable in order to form a younger generation that is more health conscious.
The Penyuluhan Diabetes Melitus Gestasional pada Ibu Prenatal di Poli Kebidanan Rsud Arjawinangun Kabupaten Cirebon Yulianingsih, Nengsih; Priyanto, Priyanto; Ruswadi, Indra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4947

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) is a carbohydrate intolerance disorder that occurs during pregnancy and has never been diagnosed as diabetes. GDM can only be detected at 24 weeks of pregnancy. The lack of knowledge of pregnant women about diabetes during pregnancy can increase the incidence of GDM which can have an impact on complications in subsequent pregnancies. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about GDM through health education activities at Arjavinangun Hospital, Cirebon. This activity is open to all pregnant women who want to visit the Obstetrics and Gynecology Department of Arjavinangun Hospital, Cirebon and participate in health education activities. The method used is to provide health education about GDM and measure the level of knowledge of participants before and after the intervention to determine changes in knowledge. Based on the results of the implementation of socially beneficial tasks, it can be ascertained that the knowledge of pregnant women about gestational diabetes has increased. Community service activities to increase participant knowledge through health education for pregnant women at risk of GDM are very effective in increasing the knowledge of pregnant women about the occurrence of GDM as an effort for early detection of GDM.
Edukasi Keluarga: Pencegahan Pneumonia pada Balita di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2025 Nengsih Yulianingsih; Ririn Riyani; Silvi Rahmasari Lestari; Malikah Fauziani; Silvia Rahma Wati; Imelda Eka Rosnia Wati; Sabilah Sabilah; Syifa Ayu Fitriana
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i3.240

Abstract

Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality in toddlers in Indonesia. Poor family knowledge about pneumonia prevention worsens children's health, necessitating educational efforts as a promotional and preventive measure. This community service activity aims to increase family knowledge and awareness regarding pneumonia prevention in toddlers through health education at Bayu Asih Regional Hospital, Purwakarta, in 2025. Implementation methods included lectures, interactive discussions, and the distribution of educational leaflets to 18 families of toddlers treated in the pediatric ward. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results. The results showed an average increase in knowledge of 18%, from 76.7 to 90.3. Participants gained a better understanding of the risk factors, signs and symptoms of pneumonia, and preventive measures. Furthermore, families were more motivated to maintain environmental cleanliness, complete immunizations, and provide optimal nutrition for toddlers. In conclusion, family education is effective in increasing family understanding and awareness regarding pneumonia prevention in toddlers and can be a sustainable program in healthcare facilities.
Influencing Factors on Nurses' Hand Washing Compliance Amalia, Linda; Sumartini, Sri; Sasmito, Priyo; Yulianingsih, Nengsih; Sutresna, Nina
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1002

Abstract

Poor hand washing of nurses and unhealthy hospital environments contribute to the occurrence of nosocomial infections. Nurses who do not wash their hands before and after the procedure can become an intermediary for infection in patients at the service site or hospital and spread various multi-resistant organisms. This research aims to identify nurses' hand washing compliance and related factors. A descriptive correlation design was conducted in a hospital in West Java. Data on nurse characteristics and hand washing compliance were taken using a five moments test questionnaire cross-sectionally among nurses using the total sampling method and analyzed univariately and bivariately using descriptive analysis and the chi square test. A total of 67 nurses were involved in this research, the majority of respondents were aged 25-35 years (43/64.2%), women (42/62.7%), had a bachelor's degree (36/53.8%), had worked less than 5 years (42/62.7%) , lack of knowledge (35/52.2%), and have a positive attitude (38/56.7%), generally do not comply with hand washing protocols (34/50.7%). The nurse's age is related to hand washing compliance (p 0.002 < α 0.05), while gender (p 0.242), education (p 0.534), length of work (p 0.874), knowledge (p 0.907), and attitude (p 0.397) have α value > 0.05. Nurses' hand washing compliance is still less than the target. Age is related to nurses' compliance in implementing hand hygiene. Meanwhile, gender, education, length of work, knowledge and attitudes are not related to nurse compliance. Efforts are needed to increase nurses' knowledge to increase nurses' compliance in washing hands.
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN NUTRISI PADA ANAK BALITA MASYARAKAT DI DESA PEKANDANGAN KABUPATEN INDRAMAYU Yulianingsih, Nengsih; Priyanto; Kayubi; Lisdahayati
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i2.40

Abstract

Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan sesuai dengan tahap perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Membantu Mitra Setelah dalam meningkatkan kesadaran orang tua balita untuk mengetahui pentingnya pemberian makanan tambahan dan pemberian ASI Eksklusif dan Membantu meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu atau keluarga yang memiliki balita dalam pentingnya pemberian makanan tambahan dan pemberian ASI Eksklusif. Metode kegiatan yang dilakukan dengan cara survei untuk pemetaan selanjutnya pengenalan program Kepada mitra dan evaluasi dengan ketercapaian luaran. Hasil yang didapatkan berdasarkan wawancara yang dilakukan adalah 85% mengerti tentang pentingnya makanan dan ASI ekslusif bagi balita; 90 % menyatakan bahwa makanan dan ASI bagi balita sangatlah penting; dan seluruh ibu atau keluarga yang hadir dalam penyuluhan mendapatkan makanan tambahan untuk diberikan kepada anak-anaknya yang masih balita.
Geber Madu Ayu, Gerakan Bersama Memajukan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Indramayu Indra Ruswadi; Nengsih Yulianingsih; Hasim Asyari; Masliha Masliha
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.439

Abstract

The Integrated Service Post, known as Posyandu, is the front line in health services and other multifunctional services. However, at this time its existence has not been seen optimally, this is due to the lack of Posyandu implementers and managers in understanding the existence of Posyandu, so that reports on Posyandu activities that should be carried out in stages have not been carried out optimally, besides that there is still an assumption that Posyandu belongs to Health people. The objectives of the service activities are: Understanding Geber Madu Ayu, Joint Movement for Advancing Posyandu in Indramayu Regency. Methods: lectures, discussions and simulations. The results of the activity: All management of the Posyandu, Village Working Group, District Pokjanal and District Posyandu Pokjanal understand the importance of the Joint Movement to Promote Integrated Service Posts (Posyandu) in Indramayu Regency. Conclusion: The Joint Movement to establish a posyandu in Indramayu has been received and received a good response from stakeholders. Suggestion: Posyandu administrators at every level should increase their commitment to advancing posyandu by involving related elements, ranging from academics, business people, communities and media as well as advocating for regional/government heads.
Pemeriksaan Dan Edukasi Diabetes Melitus Dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Ujung Jaya Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu tahun 2025 Yulianingsih, Nengsih; Ririn Riyani; Lestari, Silvi Rahmasari; Malikah Fauziani; Silvia Rahma Wati; Imelda Eka Rosnia Wati; Sabilah; Syifa Ayu Fitriana
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4921

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi DM pada penduduk usia ≥ 15 tahun berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah adalah 11,7%, sementara prevalensi berdasarkan diagnosis dokter sebesar 2,2%. (Badan Kebijakan Kesehatan) Berdasarkan data Jawa Barat tahun 2022, terdapat sekitar 644.704 jiwa penderita DM. Rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, terhadap pemeriksaan kadar gula darah dan pola hidup sehat menjadi tantangan utama dalam pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu rumah tangga melalui pemeriksaan kadar gula darah dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ujung Jaya, Kabupaten Indramayu, pada tanggal 2 Oktober 2025 dengan 13 peserta. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kadar gula darah, penyuluhan, dan evaluasi pengetahuan (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan 3 orang (23%) memiliki kadar gula darah tinggi (>200 mg/dL) dan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Pengetahuan peserta meningkat 80% setelah edukasi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku deteksi dini DM di masyarakat.