p-Index From 2021 - 2026
4.319
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL BAHARI PAPADAK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE 9 GT DAN 12 GT DI PERAIRAN TELUK KUPANG Saunoah, Wilhelmus Y. L.; Paulus, Chaterina A.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pukat cincin mini merupakan alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan di sekitar permukaan air, namun masalah yang dihadapi nelayan dan pemilik kapal saat ini yaitu menurunnya kualitas ikan hasil tangkapan yang diakibatkan oleh lamanya waktu penangkapan ikan di laut. Meningkatnya lama trip penangkapan dapat mengakibatkan penambahan biaya dalam usaha penangkapan sehingga pendapatan menurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan biaya dalam usaha penangkapan mini purse seine untuk kapal ikan berukuran 9 GT dan 12 GT, serta membandingkan pendapatan kapal mini purse seine 9 GT dan 12 GT di perairanTeluk kupang. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara dengan jumlah sampel 16 nelayan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilkukan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2019 di Perairan Teluk Kupang. Metode analisis data menggunakan Uji T dengan menganalisis rata-rata pendapatan kapal mini purse seine ukuran 9 GT dan 12 GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan kapal ukuran 9 GT dan 12 GT berbeda yaitu 0,001 (P < 0,05) dengan nilai rata-rata pendapatan kapal ukuran 9 GT pertahun sebesar Rp.626.400.000 sedangkan kapaluk uran 12 GT sebesar Rp. 955.000.000. Kata Kunci: Pukat cincin, usaha penangkapan, perairan teluk. Abstract – A mini purse seine is an effective fishing tool for catching fish around the water surface, but the problem faced by fishermen and boat owners today is the decline in the quality of the fish they catch due to the length of time they catch fish at sea. Increasing the length of fishing trips can result in additional costs in the fishing effort so that income decreases.The purpose of this study was to analyze the difference in costs in the mini purse seine fishing business for fishing vessels measuring 9 GT and 12 GT and to compare the income of 9 GT and 12 GT mini purse seine vessels in the waters of Kupang bay. Methods of data collection using questionnaires and interviews with a sample of 16 fishermen using a purposive sampling technique. This research was conducted from July to August 2019 in the waters of Kupang bay.The data analysis method used the T-test by analyzing the average income of mini purse seine vessels of 9 GT and 12 GT sizes. The results showed that the average income of 9 GT and 12 GT vessels were different, namely 0.001 (P < 0.05) with an average annual income of 9 GT vessels of 626.400.000 IDR while 12 GT vessels were 955,000,000 IDR. Keywords: purse seine, fishing effort, bay waters.
PENGARUH MODAL, TENAGA KERJA DAN LAMA MELAUT TERHADAP PRODUKSI TANGKAPAN NELAYAN KECIL DI KELURAHAN KOTA NDORA KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Anjung, Theresia D.; Paulus, Chaterina A.; Saraswati, Suprabadevi A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, tenaga kerjaa, dan lama melaut terhadap produksi tangkapan nelayan kecil baik secara simultan maupun secara parsial. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kota Ndora Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 142 nelayan dan sampel yang digunakan sebanyak 34 orang nelayan tangkap yang memiliki kapal 1-5 GT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dengan menggunakan daftar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regressi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh posistif antara modal, tenaga kerja, dan lama melaut terhadap produksi hasil tangkapan nelayan kecil di Kelurahan Kota Ndora Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur baik secara simultan maupun secara. Besarnya pengaruh modal, tenaga kerja, dan lama melaut terhadap produksi tangkapan adalah 67,6% sedangkan sisanya 32,4 % dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak ada dalam model penelitian. Kata kunci: Modal, Tenaga Kerja, Lama Melaut, Nelayan Kecil, Pengaruh, Hasil Produksi. Abstract- This study aims to determine the effect of capital, labour, and length of time at sea on the catch production of small fishermen either simultaneously or partially. This research was conducted in the Village of Kota Ndora , Borong District, East Manggarai Regency. The population in this study were 142 fishermen and the sample used was 34 fishermen who owned 1-5 GT boats. The data collection technique used was an interview technique using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that there was a positive influence between capital, labour, and length of time at sea on the production of catches by small fishermen in the Village of Kota Ndora , Borong District, East Manggarai Regency, both simultaneously and simultaneously. The magnitude of the effect of capital, labour, and length of time at sea on catch production is 67.6% while the remaining 32.4% is influenced by other factors that are not in the research model. Keywords: Capital, Labour, Length Of Time At Sea, Small Fishermen, Influence, Production.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS LAMUN PADA PESISIR TAMAN WISATA ALAM TELUK KUPANG, KOTA KUPANG Huky, Rut K.; Toruan, Lumban N. L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Taman Wisata Alam (TWAL) Teluk Kupang berfungsi sebagai kawasan konservasi dan wisata laut. Ekosistem lamun merupakan ekosistem yang dapat ditemukan pada TWAL Teluk Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji habitat dan jenis lamun pada pesisir Kota Kupang yang terdapat pada di kawasan TWAL Teluk Kupang. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadran dan membandingkan jenis yang ditemukan menggunakan buku identifikasi. Jenis-jenis lamun yang ditemukan adalah E. acoroides, T. hemprichii, H. ovalis, C. rotundata, H. uninervis, dan H. pinifolia. Jumlah spesies ini mencakup 46,2% dari jenis lamun yang ditemukan di Indonesia dan 66,67% jenis lamun yang ditemukan di NTT. Kata kunci: Lamun, TWAL Teluk Kupang, Konservasi. Abstract – The Kupang Bay Marine Tourism Park (TWAL) functions as a marine conservation and tourism area. One of the ecosystems in the TWAL of Kupang Bay is sea grass. This study aims to examine the types of seagrass and their habitat on the coast of Kupang City which is in the TWAL area of Kupang Bay. The research was conducted at four stations. The method used was quadrant transects and comparing the species found using an identification book. The types of seagrass found were E. acoroides, T. hemprichii, H. ovalis, C. rotundata, H. uninervis, and H. pinifolia. The number of these species includes 46.2% of the seagrasses species found in Indonesia and 66.67% of the seagrasses species found in NTT. Keywords: Seagrass, Kupang Bay Marine Tourism Park, Conservation.
KARAKTERISTIK BIOFISIK DAN KESESUAIAN PANTAI PENDARATAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI TAMAN WISATA ALAM (TWA) MENIPO Teuf, Yanstimu; Paulus, Chaterina A.; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Salah satu kawasan yang menjadi tempat perlindungan dan penangkaran penyu di Kabupaten Kupang adalah Taman Wisata Alam Menipo. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) yang sering ditemukan disebabkan oleh karakteristik pantai pendaratan yang cocok bagi penyu seperti lebar dan kemiringan pantai, suhu substrat, kelembaban, jenis pasir serta vegetasi pantai. Informasi mengenai karakteristik pantai sangat diperlukan agar ancaman terhadap habitat penyu dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Biofisik dan kesesuaian pantai Pendaratan Penyu di TWA Menipo yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022. Jenis data yang dikumpulkan berupa panjang dan lebar pantai, suhu substrat, kelembaban substrat, kemiringan pantai, vegetasi pantai dan tekstur substrat pantai. Analisis data dilakukan secara secara deskriptif kualitatif dan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pantai pendaratan berupa panjang pantai di TWA Menipo adalah 14 km dan lebar 162 m dengan kemiringan pantai termasuk tipe pantai yang landai berkisar antara 2,8% - 9,2%, suhu substrat pantai berkisar antara 24oC – 32oC sangat memungkinkan Penyu untuk mendarat. Nilai kelembaban pantai sangat tinggi yaitu 70% - 100% yang berdampak buruk bagi telur penyu. Vegetasi yang dominan adalah cemara laut (Casuarina equisetifolia). Tekstur substrat pantai didominasi oleh pasir halus yaitu 61.76 %. Terdapat 7 stasiun menunjukkan lokasi pendaratan yang cukup sesuai yaitu st. 3, st. 4, st. 5, st. 6, st. 7, st. 11, dan st. 12, sedangkan 7 stasiun tidak sesuai disebabkan beberapa parameter yang diuji tidak memenuhi kriteria kesesuaian sebagai pantai pendaratan Penyu. Kata Kunci: Lepidochelys olivacea, Karakteristik Biofisik, Kesesuaian Pantai, Taman Wisata Alam Abstract - One of the turtle protection and breeding areas in Kupang Regency is Menipo Nature Park. Olive Ridley turtle (Lepidochelys olivacea) are often found due to the characteristics of the landing beaches that are suitable for turtles such as beach width and slope, substrate temperature, humidity, sand type, and beach vegetation. Information on beach characteristics is needed so that threats to sea turtle habitats can be minimized. This study aims to determine the biophysical characteristics and suitability of sea turtle landing beaches in Menipo National Park, which was conducted in July-August 2022. The types of data collected were beach length and width, substrate temperature, substrate humidity, beach slope, beach vegetation, and beach substrate texture. Data analysis was carried out with descriptively qualitative and descriptive statistics. The results showed the characteristics of the landing beach in the form of the length of the beach in TWA Menipo is 14 km and 162 m wide with the slope of the beach including the type of sloping beach ranging from 2.8% - 9.2%, the temperature of the beach substrate ranges from 24oC - 32oC, allowing sea turtles to land. The beach humidity value is very high at 70% - 100% which is bad for turtle eggs. The dominant vegetation is sea pine (Casuarina equisetifolia). The texture of the beach substrate is dominated by fine sand, 61.76%. 7 stations show quite suitable landing sites, namely st. 3, st. 4, st. 5, st. 6, st. 7, st. 11, and st. 12, while 7 stations were unsuitable due to several parameters tested not meeting the criteria for suitability as turtle landing beaches. Keyword s: Lepidochelys olivacea, biophysical characteristics, beach suitability, nature park.
PENDAPATAN NELAYAN HAND LINE DI DESA JENILU KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Lau, Sabina Sofiana; Paulus, Chaterina A.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pendapatan nelayan merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang perekonomian rumah tangga nelayan. Tingkat pendapatan menjadi salah satu indikasi sosial ekonomi seseorang dalam masyarakat disamping pekerjaan, kekayaan dan pendidikan. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui pendapatan nelayan Hand Line di Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode survey. Responden yang dijadikan sampel adalah nelayan pemilik unit usaha Hand Line yang berjumlah 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan total penerimaan yang diperoleh dari 26 responden selama satu bulan sebesar Rp.217.035.000 sedangkan total biaya yang dikeluarkan selama satu bulan dari 26 responden sebesar Rp.103.390.000 dan total pendapatan yang diperoleh dari 26 responden sebesar Rp.113.645.000. Jika dirata-ratakan pendapatan 26 responden dalam satu bulan sebesar Rp.4.371.307. Kata Kunci: Pendapatan, Pancing Ulur, Nelayan, Desa Jenilu. Abstract – Fishermen’s income is a very important factor in supporting the fishermen’s household economy. Income level is an indication of a person's socio-economic status in society in addition to employment, wealth and education. This study aims to determine the income of Hand Line fishermen in Jenilu Village, Kakuluk Mesak Subdistrict, Belu Regency. The type of research used is to use the survey method. Respondents who were sampled were fishermen who owned the Hand Line business unit, totaling 26 people. The results showed that the total revenue received from 26 respondents for one month was Rp.217,035,000 while the total costs incurred for one month from 26 respondents amounted to Rp.103,390,000 and the total income earned from 26 respondents amounted to Rp.113,645,000. If the average income of 26 respondents in one month is Rp.4,371,307. Keywords : Income, Long Fishing Line, Fishermen, Jenilu Village.
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN OESAPA, KECAMATAN KELAPA LIMA, KOTA KUPANG Daman, Theresa Neysa Werner; Paulus, Chaterina A.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang berjumlah 651 jiwa dan sampel yang diambil sebanyak 86 jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan menggunakan kusioner yang berupa pertanyaan-pertanyaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendapatan di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang berada pada taraf tinggi Rp. >3.940.973 dengan 75 responden atau 87%. Tingkat pengeluaran di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang berada pada kelompok tinggi dengan taraf Rp. >1.504.417 dengan jumlah responden 66 atau 77%. Kata Kunci : Pendapatan, Pengeluaran, Nelayan, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Abstract – This study aims to determine household income and expenditure. This research was conducted in Oesapa Village, Kelapa Lima District, Kupang City. The population in this study were fishermen, amounting to 651 people and the samples taken were 86 people. The data collection technique used in this study was an interview using a questionnaire in the form of questions. Analysis of the data used in this study is to use quantitative analysis. The results showed that the income level in Oesapa Village, Kelapa Lima District, Kupang City was at a high level of Rp. > 3,940,973 with 75 respondents or 87%. The level of expenditure in Oesapa Village, Kelapa Lima District, Kupang City is in the high group with a level of Rp. > 1,504,417 with the number of respondents 66 or 77%. Keywords : Income, Expenditures, Fishermen, Oesapa Village, Kelapa Lima District, Kupang City
ANALISIS PERUBAHAN LUASAN HUTAN MAGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KABUPATEN BELU Ratuamkin, Selestina Ina D.; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Mangrove adalah tipe hutan yang khas hidup disepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dengan rentang salinitas yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan luasan hutan mangrove yang ada di Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh teknik interprestasi citra satelit digital yakni citra landsat 8 dengan menggunakan analisis NDVI. Hasil penelitian perubahan luasan hutan mangrove di Kabupaten Belu pada tahun 2016-2017 bertambah sebesar 8,19 Ha, pada tahun 2017-2018 berkurang sebesar 67,5 Ha, pada tahun 2018-2019 bertambah sebesar 23,4 Ha dan pada tahun 2019-2020 bertambah sebesar 44,28 Ha. Kondisi berkurangnya luas hutan mangrove 67,5 Ha, ini terjadi karena meningkatnya tekanan sosial ekonomi masyrakat yang mengkonversikan lahanya untuk dijadikan tambak, pemukiman dan penebangan pohon secara liar yang kayunya dijadikan bahan bagunan serta kayu api. Kata Kunci : Hutan mangrove, Kabupaten Belu, Landsat 8 Abstract - Mangroves are a type of forest that is typical of living along the coast or river estuaries that are affected by tides with a high salinity range. The purpose of this study was to determine the changes in the area of mangrove forests in Belu Regency. The method used in this study is a remote sensing method of digital satellite image interperformance technique, namely landsat 8 imagery using NDVI analysis. The results of the study on changes in the area of mangrove forests in Belu Regency in 2016-2017 increased by 8.19 Ha, in 2017-2018 it decreased by 67.5 Ha, in 2018-2019 it increased by 23.4 Ha and in 2019-2020 it increased by 44.28 Ha. The condition of reducing the area of mangrove forests by 67.5 ha, this occurs due to the increasing socioeconomic pressure of the community which converts their land to be used as ponds, settlements and illegal felling of trees whose wood is used as building material and firewood. Keywords : Mangrove forest, Belu Regency, Landsat 8
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA MANGROVE MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DI TAMAN WISATA ALAM MENIPO KECAMATAN AMARASI TIMUR, KABUPATEN KUPANG Takumau, Welly Marse Yuliana; Paulus, Chaterina A.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Taman Wisata Alam Menipo, Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi tempat yang populer memiliki berbagai jenis flora dan fauna salah satunya adalah mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan wisata mangrove di taman wisata alam Menipo.Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 23 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Data dari hasil observasi dan wawancara dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kemudian diketahui bahwa strategi dalam pengembangan wisata adalah meningkatkan promosi menjalin kerjasama dengan kelompok masyarakat untuk memperbaiki fasilitas wisata yang rusak. Kata Kunci : Strategi pengembangan, wisata mangrove, taman wisata alam Menipo, analisis SWOT. Abstract - Menipo Nature Park, Enoraen Village, East Amarasi Subdistrict, Kupang Regency, East Nusa Tenggara is a popular place that has various types of flora and fauna, one of which is mangrove. This study aims to determine the development strategy of mangrove tourism in Menipo nature tourism park. Sampling research using purposive sampling technique with a total of 23 respondents. Data collection used observation and interview techniques. Data from observations and interviews were analyzed using SWOT analysis. Based on the results of observations and interviews, it is known that the strategy in tourism development is increasing promotions and to establish cooperation with community groups to repair damaged tourist facilities. Keywords : Development strategy, mangrove tourism, Menipo nature park, SWOT analysis.
PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS BESAR BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM PADA DOMAIN SUMBERDAYA IKAN DI PPI OEBA, KOTA KUPANG Missa, Christin; Tallo, Ismawan; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pengelolaan perikanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Oeba, Kota Kupang belum dilakukan secara terintegrasi. Kepentingan sosial ekonomi cenderung mendapatkan perhatian lebih dibandingkan kesehatan ekosistem sebagai wadah dari sumber daya ikan, sebagai target penangkapan. Kondisi pengelolaan yang demikian mempengaruhi tingkat kelimpahan sumber daya ikan. Hal ini terlihat dengan menurunnya jumlah hasil tangkapan nelayan pelagis besar di PPI Oeba pada daerah tangkapan yang sama dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar di PPI Oeba, Kota Kupang berdasarkan pendekatan ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dengan menganalisis indikator dalam domain sumberdaya ikan. Indikator yang dianalisis antara lain adalah indikator trend CPUE baku, trend ukuran ikan, proporsi ikan yuwana (juvenil) yang tertangkap, komposisi spesies hasil tangkapan, range collapse sumber daya ikan, dan spesies ETP (Endangered, Threatened, and Protected Species). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 37 responden dengan pertimbangan responden yakni sebagai nelayan yang menggunakan armada penangkapan pancing ulur tuna. Data dari setiap indikator domain sumberdaya ikan dianalisis dari hasil skoring yang didapatkan dari hasil wawancara dan survei untuk mengetahui nilai dan status dari setiap indikator dengan ketentuan semakin besar nilai indikator maka semakin baik status pengelolaan perikanan dan juga sebaliknya semakin kecil nilai indikator maka semakin buruk status pengelolaannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar berbasis pendekatan ekosistem pada domain sumberdaya ikan di PPI Oeba, Kota Kupang berada pada status baik dalam menerapkan EAFM, dengan nilai agregat komposit sebesar 225 dan visualisasi model bendera berwarna hijau muda. Kata kunci : Pengelolaan Perikanan, Pelagis Besar, Domain Sumberdaya Ikan, EAFM, PPI Oeba. Abstract- Fisheries management at the Fishery Port Oeba Site in Kupang City has not been integrated. Socio-economic interests tend to get more attention than the ecosystem's health as a container of fish resources, as the target of capture. Such management conditions affect the abundance of fish resources. This can be seen by the declining catch of large pelagic fishers at Fishery Port Oeba in the same area in the last five years. This study aims to determine the current status of large pelagic fisheries management in Fishery Port Oeba Kupang City based on the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) by analyzing indicators in the fish resource domain. The indicators analyzed include standardized CPUE trend indicator, fish size trend, proportion of juvenile fish caught, species composition of the catch, range collapse of fish resources, and ETP species (Endangered, Threatened, and Protected Species). The methods used in this study were observation and interviews using questionnaires. The research sample taken was 37 respondents with the consideration that the respondents were fishermen who used the tuna longline fishing fleet. Data from each indicator of the fish resource domain were analyzed from the scoring results obtained from interviews and surveys to determine the value and status of each indicator with the provision that the greater the value of the indicator, the better the status of fisheries management and vice versa, the smaller the value of the indicator, the worse the management status. The results of this study indicate that the current status of large pelagic fisheries management based on the ecosystem approach in the fish resource domain at Fishery Port Oeba, Kupang City is in good status in implementing EAFM. Keywords: Fisheries Management, Large Pelagics, Fish Resource Domain, EAFM, Fishery Port Oeba
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI SULAMANDA DI DESA MATA AIR, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Nenobesi, Kristo A.; Paulus, Chaterina A.; Saraswati, Suprabadevi A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pantai Sulamanda merupakan salah satu pantai di Pulau Timor yang terletak di Desa Mata air, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bagaimana daya dukung Pantai Sulamanda terhadap tingkat kesesuaian wisata berdasarkan kondisi fisik Menganalisis tingkat kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan berdasarkan kondisi fisik kawasan Pantai Sulamanda sebagai objek wisata. Metode yang digunakan untuk menentukan tempat pengambilan sampel adalah purpossive sampling. Penggunaan metode ini dipertimbangkan karena purpossive sampling merupakan teknik pengambilan sampel atau sumber data dengan pertimbangan tertentu berdasarkan jumlah pengunjung/wisatawan yang menempati suatu lokasi untuk melakukan kegiatan wisata. Dari data ketiga stasiun yang telah diamati dan diukur berdasarkan sembilan parameter yang diinginkan. kawasan wisata pantai dapat merepresentasi pantai Sulamanda sehingga dapat diketahui apakah pantai Sulamanda layak atau tidak untuk dijadikan sebagai suatu kawasan wisata pantai. Hasil kesesuaian kawasan wisata pantai untuk kategori rekreasi pantai dan berenang dapat dilihat pada Tabel 6,7 dan lampiran 1 dan 2 Nilai kesesuaian wisata (NKW), stasiun I memiliki nilai persentase 85% stasiun II 88,75% dan stasiun III 66,25%. Sedangkan untuk daya dukung kawasan Pantai Sulamanda (DDK) untuk rekreasi pantai adalah 255 orang per harinya. Pantai Sulamanda dapat menampung 148 orang per harinya untuk wisata berenang. Dengan demikian total wisata yang dapat ditampung oleh aktifitas wisata pantai. Kata kunci: kesesuaian dan daya dukung pantai Sulamanda Abstract - Sulamanda Beach is one of the beaches on Timor Island located in Mata air Village, East Kupang Subdistrict, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. Analyzing the level of tourism suitability and carrying capacity of the area based on the physical condition of Sulamanda Beach area as a tourist attraction. The method used to determine the sampling place is purpossive sampling. The use of this method is considered because purposive sampling is a sampling technique or data source with certain considerations based on the number of visitors/tourists who occupy location to conduct tourism activities. From the data of the three stations that have been observed and measured based on the nine desired parameters, the beach tourism area can represent Sulamanda beach so that it can be known whether Sulamanda beach is suitable or not to be used as a beach tourism area. The results of the suitability of coastal tourism areas for the category of beach recreation and swimming can be seen in Table 6,7 and appendix 1 and 2. The value of tourism suitability (NKW) is, station I has a percentage value of 85% station II 88.75% and station III 66.25%. As for the carrying capacity of Sulamanda Beach area (DDK) for beach recreation is 255 people per day. Sulamanda Beach can accommodate 148 people per day for swimming tours. Thus the total tourism that can be accommodated by the activities of the beach. Keywords: suitability and carrying capacity of Sulamanda beach