Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMK KESEHATAN WIRAHUSADA MEDAN Dalimunthe, Selvia Yolanda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang seks pada remaja masih kurang sedangkan pada orang tua sendiri masih sangat tabu dalam membicarakan tentang masalah seks kepada anak-anak. Sehingga anak-anak mencari tahu dari sumber lain atau media lain yang tidak bertanggung jawab dalam memberikan informasi. Akibat kurangnya penjelasan dari informasi tersebut membuat remaja banyak yang pensaran atau berexperimen ke lokasi pekerja seks komersial, berperilaku seksual baik yang tidak berisiko ataupun yang berisiko yang sangat berdampak pada masa depan remaja itu sendiri. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual di kalangan remaja. Metode : Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan promosi kesehatan dengan metode ceramah kepada para remaja tentang perilaku seksual dan melakukan pre test sebelum penyuluhan dan post test sesudah penyuluhan. Hasil : hasil penyuluhan didapatkan sebelum diberikan penyuluhan sebanyak 21 peserta (60%) dengan pengetahuan kurang dan 14 peserta (40%) dengan pengetahuan baik naik menjadi sebanyak 35 peserta (100%), dan 0 peserta dengan pengetahuan kurang (0%). Kesimpulan : pemberian promosi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku seksual pada remaja.
Meningkatkan Pemahaman Ibu Hamil tentang Risiko dan Pencegahan BBLR melalui Edukasi Berbasis Komunitas Ariyanti, Utari; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Tarihoran, Yessica Hotmaida
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bn1sgd35

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting kesehatan neonatal yang masih menjadi masalah di Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang faktor risiko dan pencegahan BBLR menjadi penyebab tingginya prevalensi kasus ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di Puskesmas Medan Sunggal dengan melibatkan 24 ibu hamil sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok kecil, dan simulasi, dengan media pendukung berupa leaflet dan poster visual. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah. Namun setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 79% peserta menjawab benar lebih dari 75% pertanyaan. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga membangun motivasi dan keterlibatan aktif peserta dalam menjaga kesehatan kehamilan. Edukasi berbasis komunitas terbukti efektif sebagai strategi promotif yang relevan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku preventif ibu hamil terhadap risiko BBLR. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi kesehatan ibu di tingkat komunitas secara berkelanjutan.
Penyuluhan tentang Rumah Tanpa Asap Rokok di Desa Ampung Padang Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal Dalimunthe, Selvia Yolanda
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dnz7sp06

Abstract

Di Indonesia, sekitar 72% pria menikah  merokok (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013). Hal ini  menunjukkan bahwa anggota  keluarga, termasuk anak-anak dan wanita hamil, lebih mungkin terpapar  tembakau, dan berbagai upaya sedang dilakukan untuk membatasi perilaku  merokok. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan kesehatan tentang rumah tanpa asap rokok. Peserta dalam kegiatan ini adalah masyarakat desa sebanyak 35 orang. Penilaian dilakukan dengan mengukur pengetahuan peserta tentang bahaya asap rokok dengan menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil evaluasi berdasarkan pretest dan postest didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahayanya asap rokok didalam rumah bagi kesehatan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjang dengan penyajian leaflet yang disertai gambar-gambar menarik sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Efektivitas Pelvic Rocking Terhadap Lama Kala I Fase Aktif, Kala II Dan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Ibu Bersalin Multi Gravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Denai Tahun 2023 Sinulingga, Yeni Friska; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Lubis, Rida Rumondang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.9781

Abstract

Untuk memperlancar persalinan, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah latihan Pelvic Rocking. Latihan ini dilakukan dengan cara ibu melakukan latihan mobilitas untuk menjaga kekencangan dan kelenturan ligamen sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi bayi untuk turun ke panggul. Dengan memasukkan senam atau latihan ke dalam rutinitas, durasi kala I dan kala II persalinan dapat dipersingkat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen, yang terkadang disebut quasi-experiment. Penelitian ini menggunakan Posttest Only Case Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah Ibu Bersalin Multi Gravida yang berdomisili di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Denai sebanyak 40 orang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang terdiri dari 20 ibu yang telah menjalani terapi Pelvic Rocking selama 3 minggu sebelum persalinan dan kelompok kontrol yang terdiri dari 20 orang yang tidak menjalani terapi apa pun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelvic Rocking Treatment secara signifikan dapat memperpendek durasi fase aktif pada ibu multigravida pertama kali dengan nilai p sebesar 0,002. Selain itu, Pelvic Rocking Treatment terbukti efektif memperpendek fase aktif pada ibu multigravida di wilayah kerja dengan nilai p sebesar 0,001. Selanjutnya, Pelvic Rocking Treatment terbukti efektif pada 20 kasus dengan nilai p sebesar 0,001. Puskesmas Medan Denai bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan Pelvic Rocking sebagai metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri pada kala I aktif persalinan
Pengauh Teknik Hypnobreasfeeding Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan Tahun 2022 Sinulingga, Yeni Friska; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Lubis, Rida Rumondang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.9783

Abstract

Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan sekresi oksitosin, hormon yang membantu meningkatkan produksi ASI. Metode-metode ini meliputi teknik relaksasi, melihat gambar bayi, memanfaatkan Hypnobreastfeeding, mengonsumsi minuman hangat, menstimulasi puting susu, dan melakukan pijat oksitosin. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan strategi Cross-Sectional, dengan tujuan untuk menjelaskan dampak teknik Hypnobreastfeeding terhadap pemberian ASI pada Ibu Pasca Persalinan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan pada tahun 2022. Populasi penelitian terdiri dari 40 ibu pascapersalinan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam pada bulan Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada ibu yang merasakan penurunan produksi ASI setelah pemberian terapi Hypnobreastfeeding. Dari semua respons, 40 ibu melaporkan peningkatan pengeluaran ASI mereka setelah menggunakan teknik Hypnobreastfeeding. Tidak ada ibu yang mengalami tingkat pengeluaran ASI yang sama sebelum dan sesudah menerima teknik Hypnobreastfeeding. Lokasi adalah wilayah kerja Puskesmas Darussalam, pada tahun 2022. Manajemen Puskesmas Darussalam bertanggung jawab untuk mendidik dan mendukung ibu nifas tentang penerapan Teknik Hypnobreastfeeding dan manfaatnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang metode nonfarmakologis, khususnya penerapan Teknik Hypnobreastfeeding, untuk meningkatkan produksi ASI
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Lactogenesis II Pada Ibu Post Partum Multipara Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan Tahun 2023 Sinulingga, Yeni Friska; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Lubis, Rida Rumondang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.9788

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi ASI dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin pada ibu. Pijat oksitosin adalah stimulasi atau manipulasi tulang belakang yang memicu pelepasan neurotransmitter di medula oblongata. Neurotransmitter ini kemudian segera mengirimkan sinyal ke hipotalamus di hipofisis posterior, yang memicu pelepasan oksitosin. Akibatnya, payudara terstimulasi untuk mengeluarkan ASI. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental yang dikenal dengan pretest and posttest without control group design. Desain penelitian ini melibatkan pengamatan subjek sebelum dan sesudah percobaan. Ibu menyusui bayinya terlebih dahulu, diikuti dengan mengosongkan payudara selama 2 jam dengan kompresi manual dan pengukuran menggunakan gelas ukur (pretest). Selanjutnya, dilakukan pijat selama 15-20 menit. Setelah 2 jam, payudara dipersiapkan kembali untuk akomodasi lebih lanjut (posttest). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI Laktogenesis II pada ibu nifas multipara di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan tahun 2023. Penelitian difokuskan pada ibu nifas multipara yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan. Berdasarkan data bidan desa, terdapat 20 ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria multipara. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI Laktogenesis II pada ibu nifas multipara di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan tahun 2023. Nilai p yang diperoleh dari uji t berpasangan adalah 0,000, yang menunjukkan hasil sangat signifikan.
Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Dengan Status Kesehatan Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Simamora, Mery Krista; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Barus, Yosafat
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7760

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Pada tahun 2020 cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Indonesia sebesar 56,9%.  Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan angka capaian Imunisasi Dasar Legkap tahun lalu,yaitu sebesar 93,7%.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Dengan Status Kesehatan Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 44 orang. Sampel diambil dengan menggunakan tehknik Purposive Sampling. Hasil uji statistik Chi Square  menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan rendah, yaitu 59,1%, sebagian besar responden mempunyai sikap negatif yaitu 54,5%, sebagian besar responden mempunyai pendidikan tinggi yaitu 54,5%, sebagian besar responden adalah ibu yang mempunyai anak 1 yaitu 56,8% dan sebagian besar responden tidak memberikan imunisasi dasar yang lengkap pada bayinya yaitu 61,4%. Hasil analisa data bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Sikap dan Pendidikan ibu terhadap pemberian imunisasi  dasar lengkap pada bayi dengan nilai p value secara berurutan 0,000, 0,000 dan 0,001. Sedangkan untuk variable paritas menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna dengan pemberian imunisasi pada bayi dengan nilai p value 0,168. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengukur variabel yang tidak diteliti oleh peneliti seperti dukungan suami dan keluarga, mitos – mitos yang berkembang tentang imunisasi, pekerjaan ibu dan budaya setempat
An ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSU. BINA KASIH MEDAN DALIMUNTHE, SELVIA YOLANDA
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 2 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i2.803

Abstract

The implementation of health promotion in Hospitals (PKRS) is very important to be implemented in Hospitals, which is useful for increasing the understanding of patients, patient families and visitors in Hospitals. The consequences that arise if PKRS is not implemented include the high number of patients with unhealthy behaviors that have the potential to cause infectious diseases, the large health budget for hospitals (more than 70%), challenges in improving patient quality and safety, and increasing nosocomial infections that pose a risk to health. The results of this study are statistical tests showing that there is a unidirectional relationship between the two variables, so it can be interpreted that increasing patient knowledge will be directly proportional to the level of PKRS implementation. The conclusion of this study The relationship between knowledge and the implementation of PKRS at RSU. Bina Kasih Medan obtained a p-value of 0.000 which means there is a strong and unidirectional relationship between knowledge and the implementation of PKRS. The more PKRS is implemented in Hospitals, the better the patient's knowledge about the healing process and the regularity of patients in treatment.
Sosialisasi Pengenalan Administrasi dan Layanan Kesehatan Dasar untuk Guru SDN 106790 Sei Mencirim Saragih, Heppy Maya Sari; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Hadya, Rizca Annur; Wiyogo, Wiyogo; Br Barus, Dwike Nirmalasari Theresia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1073

Abstract

Administrasi dan layanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya sekolah yang sehat dan aman bagi peserta didik. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman guru sekolah dasar mengenai administrasi kesehatan sekolah serta prosedur layanan kesehatan dasar yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru SDN 106790 Sei Mencirim tentang pengenalan administrasi dan layanan kesehatan dasar di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan sosialisasi dan edukasi melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta simulasi sederhana terkait administrasi kesehatan, pertolongan pertama, dan upaya promotif serta preventif kesehatan di sekolah. Sasaran kegiatan adalah seluruh guru SDN 106790 Sei Mencirim. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya administrasi kesehatan sekolah, pengelolaan data kesehatan peserta didik, serta peran guru dalam memberikan layanan kesehatan dasar. Selain itu, guru menjadi lebih siap dalam melakukan tindakan awal terhadap masalah kesehatan ringan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekolah dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.